SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
54. SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

Ujian demi ujian sudah di lalui dengan baik, putra Aisyah dan Alceo kini sudah berumur 1 tahun. Selama setahun ini kehidupan mereka sudah sangat bahagia, Alceo yang membuktikan bahwa Dia sudah berubah dan lebih menyayanggi keluarganya. Tidak ada lagi hal-hal besar yang sampai menggoyahkan rumah tangga mereka. Alceo sangat mencintai Aisyah, bagaimanapun di matanya Aisyah istri yang tanpa cacat sama sekali.


"Pa.. pa... papa... papa..." ocehan Razka memenuhi ruang makan. Sudah jadi kebiasaan sejak Razka mpasi, Alceo yang mengambil alih tugas ini. Menyuapi putranya dengan sabar, walau di awal sempat akan menyerah namun atas dukungan istrinya Dia sudah sampai tahap ini.


"Duduk yang baik ya nak, papa suapin kakak."ucap Alceo yang dengan segera dapat interupsi dari sang istri.


"Kok kakak mas?"


"Sudah waktunya sayang..."


"Waktunya apa?"


"Waktunya Razka di panggil kakak." jawab Alceo dengan santainya.


"Masih satu tahun mas...."


"Ga masalah, kalaupun kamu hamil sekarang paling tidak Razka umur 2 tahun adeknya lahir kan yang..."


"Memang mas sudah siap punya anak lagi?"


"Kalau boleh bilang, sejak masa nifasmu selesai waktu itu juga pengen langsung kamu hamil lagi sayang apalagi sekarang."


"Kalau memang mas sudah siap, kita bisa program lagi."


"Kamu ga pake alat kontrasepsi kan yang..."


"Pake lah mas... Kalau mas sudah siap maka akan Ai hentikan pil kontrasepsinya."


"Makasih ya sayang... Mas ingin rumah ini ramai dengan anak-anak kita."


Begitulah keseharian mereka sekarang, tiada hari tanpa canda tawa. Tidak berbeda jauh dengan kehidupan rumah tangga Sherly bersama Hafidz. Hafidz yang penyabar, berhasil membimbing sang istri ke jalan yang lebih baik. Walau tak seperti Aisyah, namun kini Sherly sudah memakai baju syar'i yang lebar dan hijab tertutup menjuntai ke seluruh badannya.


Setiap pekan mereka akan selalu berkumpul bersama di rumah besar milik orang tua Alceo, tidak ketinggalan juga sahabat-sahabat Alceo, Julio dan Endrew. Rara yang sudah memiliki seorang putri yang sudah berumur 8 bulan hanya jarak 4 bulan dengan putra Aisyah. Sedangkan Shinta baru mengumumkan kehamilannya keduanya yang sebelumnya pernah keguguran.


"Assalamu'alaykum....." ucap salam Alceo dan Aisyah, yang di jawab serempak oleh mama Tiara dan Papa Daniel.

__ADS_1


"Ahhh.... Cucu oma sudah datang, sini-sini biar Razka sama mama saja kalian istirahatlah.''


"Makasih ma...."


"Sama-sama Sayang...." ucap Mama Tiara.


"Gimana kabar papa?" sapa Aisyah kepada mertua laki-lakinya sambil mencium takzim tangan sang mertua.


"Alhamdulillaah Papa sehat, sini sayang duduk deket papa." Aisyah menuruti apa yang di minta sang mertua. "Gimana kabar kamu?"tanya papa Daniel.


"Alhamdulillaah Ai sehat pa, kanapa Pa?"


"Al ga macem-macem lagi kan sayang...?"


"In sya Allaah ga pa, mas Al selalu pulang tepat waktu."


"Alhamdulillaah.... Papa ikut senang dengernya, jangan segan bilang dama papa jika Alceo berani macem-macem Ai."


"Iya pa, jangan terlalu khawatir."


"Kenapa, ga terima."


"Sini sayang." ajak Alceo pada istrinya.


"Sudah... sini saja sayang sama papa."


"Pa... itu istri Al pa."


"Kenapa klo istri kamu? Papa ga lupa kok!"


"Papa kenapa sih?"


"Ai.... coba lihat Razka sama Mama lagi ngapain?"


"Iya pa, Ai Tinggal dulu ya pa."

__ADS_1


"Iya nak..."


Alceo mengernyitkan alisnya, curiga dengan papanya. Ada apa dengan papanya? Tumben-tumbenan papanya.


"Al... Papa kemarin lihat kamu di restoran XX."


DEG


"Papa ga mau Kamu sakitin Aisyah Al."


"Al bisa jelaskan Pa, Al ga ada hubungan apa-apa sama wanita itu. Al ga sendirian juga datang kesana, kemarin Al hanya meeting saja."


"Papa pegang ucapan Kamu Al! Sekali Papa nemuin bukti kamu bermain di belakang, papa pastikan Kamu ga bisa lihat istri dan anak Kamu lagi!"


"Pa.... Al mohon, ini rumah tangga Al. Al tahu pernah berbuat salah di masa lalu dan Al sudah berjanji ga akan pernah mengulanginya lagi. Atau jika papa ga keberatan, Aisyah akan Al rekrut jadi sekretaris Al di kantor agar kami bisa bersama selama 24 jam."


"Oke, jika solusinya seperti itu dan lebih bisa menjagamu kenapa tidak?"


"Oke pa, mulai Senin besok Al Akan ngajak Ai ke kantor!''


"Hmm... Jangan sekali-sekali bermain Api Al, sudahi dan jangan pernah kembali ke masa lalu. Kesempatan tidak akan datang lagi setelah kesempatan sudah di berikan berkali-kali namun tidak ada bukti kesungguhan untuk memperbaiki."


"Jangan khawatir pa, Al pastikan hanya istri Al wanita yang Al cinta Pa."


"Ya sudah.... Pastikan teman-temanmu besok datang. Papa mau main sama cucu papa dulu."


Papa Daniel memang sempat melihat Al yang sedang duduk berdua dengan seorang wanita, namun tak melihat jika disana Al tidak sendirian tapi ber empat dengan asistent dan juga bos dari sang wanita.


"Huffft... Ya Allaah jauhkan hamba dari segala fitnah, Berikanlah perlindunganmu untuk keluarga kecilku. Jauhkan Kami dari segala kesusahan dan kesulitan Aaminn." Doa Alceo dalam hati.


Iya Alceo sejak satu tahun yang lalu sudah mengazzamkan pada dirinya akan berubah, Dia awali dengan memperbaiki hubungannya dengan Tuhannya, dan setelahnya yang pasti hubungan dengan istrinya pasti lebih baik juga. Aisyab juga merasakan jika suaminya sangat gigih dalam mengubah dirinya menjadi lebih baik.


Semoga sampai selamamya demikian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Terima kasih kakak-kakak yang masih setia menanti, maaf agak telat karena lagi fokus di novel baru. Dan untuk yang ini bentar lagi tamat yess, in sya Allaah akan ada kisah pendek antara Hafidz dan Sherly. Love u semuanya ❤️❤️


__ADS_2