SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
Part 9 SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

Setelah Aisyah selesai sholat, mereka melanjutkan ke hotel untuk mengambil barang-barang milik Aisyah. Selama perjalanan sama sekali tidak ada obrolan, entah apa yang mereka pikirkan. 15 menit kemudian mereka sudah sampai, mereka segera menuju kamar yang di tempati Aisyah tadi.


"Gantilah bajumu terlebih dahulu, setelah itu kita makan malam dan pulang."ucap Alceo sambil duduk di sofa di kamar itu.


"Iya mas...."jawab Aisyah, sambil memgambil baju dan berlalu ke kamar mandi.


Sudah hampir 20 menit Aisyah di kamar mandi karena kesulitan membuka gaun yang dipakainya. Karena resleting yang nyelip di pinggir kain bajunya.


Tok


Tok


Tok


"Bisa cepat ga! Kamu ga pa pa kan?" Tanya Alceo.


Dengan berat hati Aisyah membuka pintu kamar mandi.


CEKLEK

__ADS_1


"HAA! Kamu dari tadi ngapain aja belum kuga ganti baju?" Tanya Alceo dengan nada kesalnya


"Emmm maaf... Mas, Ai ga bisa buka resletingnya." Jawab Aisyah dengan lirih.


"Kenapa ga bilang.... Sini!


Aisyah melangkah keluar kedepan pintu kamar mandi, lalu memunggungngi Alceo untuk memudahkan Alceo membantu membuka resleting. Aisyah sedikit ketar ketir takut Alceo melihat semuanya, walau Aisyah memakai baju dalaman sejenis lingerie berbahan satin bertali spagheti. Aisyah menahan tanggannya di dada agar gaunnya tidak langsung jatuh ke bawah, karena gaunnya cukup berat jika tak di pegangngi sudah pasti meluncur sendiri jatuh kebawah.


Deg... Ada desiran aneh yang menjalar pada tubuh Alceo ketika melihat punggung Aisyah. Cukup lama dia menatap itu, hingga membuat Aisyah semakin gugup.


"Mas.... Apakah sudah?"tanya Aisyah


"Iya mas..."jawab Aisyah


"Sudah, cepatlah ganti baju! Perintah Alceo


Tak menunggu waktu lama Aisyah segera masuk ke kamar mandi dan mangganti bajunya. Berbeda dengan Alceo, Dia perlu menetralisirkan hatinya yang berdegub kencang. Hasrat kelakiannya seketika muncul, dan ini cukup aneh. Ketika dengan Karol tidak ada dia merasakan perasaan seperti ini, padahal baju yang di pakainya sangat terbuka.


Aisyah kekuar kamar mandi sudah memakai gamis dan hijabnya tapi belum memakai cadarnya. Dia sudah memantaokan hatinya akan berusaha ikhlas menerima pernikahan ini. Alceo masih fokus dengan handphonenya, mengecek pekerjaan lewat handphonenya. Tak sengaja karena terburu-buru Aisyah menjatuhkan lotion yang akan di masukkan ke dalam pouch kosmetik miliknya.

__ADS_1


"Astaghfirullaah....." Aisyah segera mengambil lotion itu dan memasukkan ke dalam pouch dan melanjutkan membereskan barang-barangnya ayang akan di bawa pulang. "Alhamdulillaah, Mas Ai sudah selesai." Ucap Aisyah tanpa melihat ke arah Alceo karena Dia masih malu karena tidak mamakai cadarnya.


Alceo membeku menatap tak berkedip ke arah Aisyah. Ini adalah kali kedua dia melihat wajah istrinya, sungguh Dia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Ketika melihat wajah istrinya Dia terasa sejuk, teduh dan nyaman.



"Mas.... Mas Al." Panggil Aisyah


"I..iya sudah selesai. Ayo jalan, pake cadarmu dulu!" Ucap Alceo


Aisyah tersenyum melihatnya, semoga sedikit demi sedikit dengan keikhlasannya bisa meluluhkan hati suaminya.


Mereka singgah terlebih dahulu ke restoran yang di hotel, untuk makan malam. Selama memakan makanannya Alceo tak henti-hentinya memperhatikan istrinya. Dia sungguh takjub, istrinyavtidak ada kesulitan sama sekali makan dengan memakai cadar dan masih sangat terlihat elegat di matanya. Setelah selesai makan mereka segera beranjak pulang menuju mansion milik orang tua Alceo.


Selama di perjalanan tudak pembicaraan, tapi Aisyah tidak menyia-nyiakan waktunya. Dia searching apa saja kewajiban seorang istri.


"APA YANG KAMU BACA?"


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

__ADS_1


..."Sesuatu yang paling sulit di dunia adalah ikhlas."...


__ADS_2