
Setelah pembicaraan dengan papanya tadi di ruang keluarga, Alceo berusaha berfikir bagaimana cara mengajak istrinya untuk bekerja dikantor lalu bagaimana dengan sang putra yang juga masih membutuhkan kasih sayang sang ibu. Alceo sedang duduk di ranjanb bersandar pada headboard temoat tidurnya. Sambil melihat kesibukan sang istri yang berusaha menidurkan sang putra.
"Sudah selesai sayang?''
"Sudah mas, Razka sudah tidur. Bentar ya Aku taruk Razka di tempat tidurnya." Setelah menidurkan sang putra, bergegas Aisyah menghampiri sang suami. Dia tau suaminya sedang ada masalah.
"Ada apa mas, Kamu baik-baik saja kan mas?"
"Aku baik-baik saja sayang..." ucap Alceo sambil mengusap pipi sang istri, "Aku rindu sama Kamu sayang." Jika suaminya sudah memberi kode sedemikian rupa, nunggu apa lagi kewajiban seorang istri hanya melayani dan menyenangkan hati suami.
Ga pake lama Alceo segera membawa sang istri terbang mengurangi indahnya surga dunia.
Setelah selesai beberapa kali kini, Aisyah dan Alceo saling mendekap erat. Merasakan sisa-sisa peluh yang masih tersisa.
"Mas.... Ada yang mau kamu katakan?" tanya Aisyah sambil mengelus lembut dada bidang sang suami, Aisyah tau hal seperti ini pasti ada yang beban yang di tanggung oleh suaminya.
"Sayang, apapun yang terjadi di belakang. Kamu harus tetap percaya padaku. Jangan pernah meninggalkanku."
"Kenapa mas, tiba-tiba daja bilang seperti itu hmm..."
"Jika Aku jujur apakah Kamu akan marah?"
"Mas, berkata jujur itu berat, berkata jujur itu memang menyakitkan, tapi itu lebih baik daripada kamu menyimpannya hingga suatu saat terbongkar dan lebih menyakitkan."
"Papa sudah salah paham padaku sayang, kemarin papa melihatku bersama perempuan. Tapi sebenarnya Aku di sana tidak berdua melainkan ber empat. Wanita itu sekretaris dari laki-laki yang hendak bekerjasama denganku. Akupun tidak pergi sendiri, Aku pergi dengan Adam. Kamu percaya yang yank sama Aku?"
"Aku percaya mas sama Kamu, Aku tahu Kamu sudah berusaha memberikan yang terbaik bagiku dan Razka."
"Sayang kalau Kamu ikut mas kerja di kantor gimana?"
"Lalu Razka bagaimana mas?"
"Razka biar sama mama, mama pasti senang."
"Memang kenapa Aku harus kerja sama kamu mas?"
"Aku ingin mematahkan wanita-wanita yang tertarik padaku jika aku sudah punya Kamu yank."
"Oke.... Mulai kapan?"
"Besok... Mau ya?"
"Hmm... Tapi Aku pake baju apa mas?"
"Kamu pake baju apa saja aku suka yank, yang penting tetap simpan rapat kecantikanmu hanya untukku.."
"Ck.... ya iyalah mas, emang mau di kasih lihat kesiapa?"
"Tapi beneran Kamu mau kan yank?"
"Iya Aku mau mas... Ya sudah sekarang kita istirahat ya, besok biar ga ngantuk."
__ADS_1
"iya sayang, Alceo mendekap erat tubuh istrinya dan membawanya mengarungi mimpi indah bersama.
Pagi ini ada yang beda di meja makan, sudah ada papa,mama, Alceo dan juga Aisyah yang juga memakai baju formal bak layaknya orang akan berangkat kerja.
"Sayang Kamu mau kemana, sudah rapi aja?"
"Mulai hari ini, Aisyah kerja ikut Aku ma. Jadi sekretaris pribadiku." Jawab Alceo
"Lho kok mendadak?"
"Ga mendadak juga kok ma, ya kan yank? Ini juga sudah kami bicarakan bersama."
"Iya ma, semoga ini jalan yang terbaik untuk Kami. Doakan Aisyah Di mudahkan dalam bekerja nanti ya ma, dan cepat menguasai apa yang harus Aisyah kerjakan."
"Tapi Al apa bener, Kamu mau kasih Aisyah kerjaan juga?"
"Kan Al sudah bilang ma, Aisyah jadi sekretaris pribadi Al. Tentu kerjaan yang Istriku ga berat hanya menemani suaminya saja di kantor."
"Hah... Mas kok ga bilang ke Aku klo hanya nemenin Kamu Mas!"
"Ga juga nemenin Aku sayang, nanti Kamubjuga bisa bantu kerjaan ku biar cepet selesai dan bisa ceoet bermain dengan Razka lagi."
"Alasan aja kamu itu Al"Ledek mama Alceo mama Tiara."
"Dia hanya ingin melindungi rumah tangganya itu ma, sudah dukung aja upaya anakmu menjaga keutuhan rumah tangganya.
"Iya Pa, tapi jujur mama masih bingung."
"Sudah ma, kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung kelutusan mereka. Jika ada salah kita nasehati seperti itu saja. Sudah makan ma..."
"Iya sayang... Mama lebih seneng waktu mama sama cucu mama lebih banyak lagi."
"Makasih ma..."
"Ya sudah yank, kita berangkat yuk. Kita ada meeting jam 9."
"Iya mas..."
"Ma Aisyah berangkat ya."Pamit Aisyah pada mertuanya, "Sayang mama berangkat ya, adek sama oma di rumah yang baik ya nak ga boleh nakal ya sayang... Assalamu'alaykum..."
"Wa'alaykumussalam..."jawab mama dan papa Alceo secara bersama-sama.
Akhirnya Alceo Dan Aisyah kini sudah sampai di perusahaan milik keluarga Alceo. Walau Aisyah sidah sering ke kantor, namun tujuan kali ini adalah beda yaitu sebagai karyawan ayang akan bekerja di perusahaan milik suaminya.Mereka sudah sampai di ruangan milik Alceo, Aisyah jadi satu ruangan dengan Alceo.
"Mas... kita satu ruangan?"
"Iya sayang... Kenapa, Aku kan ga mau jauh-jauh sama Kamu sayang."
"Mas... nanti ada orang lihat malu mas...'' Berontak Aisyah yang ingin lepas dari pangkuan sang suami.
"Ga ada yang bisa masuk ke ruanganku tanpa seizinku sayang."
__ADS_1
"Mas...."
Tok
Tok
Tok
"Ck... Ganggu aja! Masuk! teriak Alceo
"Pak... Merting sudah akan di mulai."
"Oke Dam, Aku akan segera turun bersama istriku. Pastikan sesuai yang kita rencanakan kemarin."
"Baik pak, saya pastikan tidak akan ada kendala nantinya."
"Oke, Aku percayakan semua padamu Dam!''
"Baik Pak, Saya menuju ke ruang meeting terlebih dahulu."
Namanya juga Alceo bucin sudah unlimited plus di tambah mesum tingkat dewa. Sekarang saja setelah Adam menutup pintunya, dengan gerakan cepatnya, Alceo sudah mengukung istrinya di sofa yang ada di ruangannya.
"Mas...."
"Aku butuh vitamin sayang sebelum meeting please...."di jawab anggukan oleh Aisyah, tak menunggu lama. Alceo segera ******* bibir istrinya dengan penuh hasrat, ciuman yang menuntut. Ciuman memabukkan bagi Alceo yang sudah menjadi candu akut dari istrinya. Adegan yang ga sampek bikin kebablasan berlangsung selama 15 menit, hingga Adam kembali memanggil sang boss agar keluar dari peraduan.
Tok
Tok
Tok
Alceo Segera bangkit dan Aisyah segera berlari ke ruang pribadi milik Alceo untuk membenahi pakaiannya.
"Masuk!"
"Maaf Pak, meeting sudah bisa di mulai."
"Iya Dam, sudah kamu tunggu saja di ruangan meeting. Ganggu aja Kamu!"
"Hah dasar bos gila!"gumamnya dalam hati.
Setelah Alceo dan Aisyah selesai merapikan diri, mereka bersama-sama menuju ruangan meeting. Dengan protektifnya Alceo menggenggam erat tangan sang istri. Tak akan di lepaskan genggaman tangan itu walau nanti sudah di ruang meeting. Malah semakin erat saja taitan tangan mereka berdua.
CEKLEK
Alceo masuk dan berjalam menuju tempat duduk yang sudah di siapkan, Alceo menarik kursi untuk istrinya duduk dan setelah itu baru dirinya yang duduk.
"Maaf atas keterlambatan saya, Oh iya sebelumnya Saya akan memperkenalkan wanita yang ada di sebelah saya." Alceo mengulurkan tangannya, agar Aisyah berdiri. "Dia adalah sekretaris pribadi saya dan juga Dia adalah istri saya. Anda semua tidak perlu kaget nyatanya saya memang sudah menikah, dan saya sangat mencintai istri saya. Jangan salah dengan penampilannya, justru Saya bangga pada istri saya dengan Dia mengenakan baju seperti sekarang."Mari meeting bisa kita mulai sekarang." Ucap Alceo dengan tenang.
Sedangkan di ujung sana, ada seorang wanita yang sedang menahan malu dan geram. Karena apa, karena rencananya untuk menggaet sang bos muda tidak akan pernah berhasil.
__ADS_1
Meeting berjalan dengan sangat lancar, dan selesai tepat di jam makan siang. Alceopun tidak kembali ke ruangannya namun segera membawa sang istri untuk makan siang dan lanjut ke tempat yang sudah Dia siapkan. Semoga menjadi awal yang baik, dan tidak akan ada lagi duri yang berusaha menembus tebalnya ikatan cinta mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...