
DEG
Aisyah seketika membeku, Syafiq adalah kakak tingkatnya laki-laki pertama yang pernah masuk ke dalam hatinya. Laki-laki pertama yang mengajarkan apa itu rasa cinta. Walau rasa itu Ia pendam dalam diamnya, ya mungkin bisa di bilang cinta dalam diam.
"Shin... Dua minggu lagi ada acara di kampus, anak-anak seni teater mau ngadain drama musikal. Tapi dengan musik yang nyata dengan penyanyinya, Kamu sama Aisyah bisa bantu ga?''
"Sebentar ya kak, untuk masalah itu perlu Aku tanyakan dulu sama Aisyah. Dan Aku juga perlu izin terlebih dahulu."
"Ga masalah, nanti kabari aja bersedia atau tidaknya. Kalau bisa secepatnya ya Shin?"
"Baik kak."
"Oh iya nih ada yang nitip salam buat Kamu Shin!''
"Hah... Siapa kak?''
"Dharma nitip salam, Dia gagal move on Shin!"
"Ohhh... Iya kak makasih ya salam balik. Oke nanti Aku kabari lagi ya kak, maaf kami sedang di jalan."
"Oke Shin kakak tunggu, Assalamu'alaykum."
"Wa'alaykumsalam..."
Shinta tertegun sebentar, Dharma..... Orang yang pernah bertahta di hati Shinta, sekaligus orang yang membuatnya takut mengenal cinta.
"Shinta.....!Kamu baik-baik aja kan?"
"E....eh iya i'm fine."
"Sudah ga usah di ingat-ingat lagi, satu yang perlu kamu ingat perjuanganmu untuk move on. Masa lalu tidak harus di kenang dan harus kamu tutup aksesnya untuk mengusik masa depan. Lihat di sebelah kananmu, masa depan yang harus di perjuangkan.... Ya ga mas Endrew?"
"Eh... Kenapa Ro?"
"Yah... Mas Endrew lemot, gimana mau ngajak Shinta meraih masa depan klo slowmotion!"
"Dah tau mas Endrew lemot pake ngomong segala!" celetuk Shinta.
"Jangan nyesel lho mas Endrew, klo si mantan ngajak balikan!"
"Roro jongrang! Bisa diam sayang?"Julio menimpali.
"Ishhh.... Apa sih mas!"
"Sudah ga usah ikut campur!"
Endrew memikirkan apa yang dari tadi di dengarnya, "Benarkah mantan Shinta tafi yang mengiriminya salam? Apa benar mantannya mau ngajak balikan?" gumam Endrew dalam hati sambil sesekali melirik ke kiri melihat ke arah Shinta.
"Shin... Tadi kak Syafiq bilang apa?''
__ADS_1
"Mau ngajak kita jadi penyanyi di drama musikalnya anak-anak seni, gimana kamu mau ga Ai?"
Aisyah menoleh melihat ke arah suaminya,"Gimana mas boleh ikut?" tanya Aisyah pada suaminya.
"Acaranya kapan? Berapa lagu yang mau dinyanyikan? Asala ga buat kamu kecapean dan mas harus ikut!"
"Tuh Shin sudah dengar kan? Tanyakan acara pastinya kapan dan berapa lagu yang akan kita nyanyikan?"
"Oke siap!"
Shinta segera bertanya lewat aplikasi hijau yang tadi menelphonenya. Tak berapa lama Shinta pun sudah mendapatkan jawabannya.
"Ai, Judul teaternya "Akhirnya Berakhir Indah", Ada 5 lagu yang harus kita nyanyikan."
"Gimana mas?"
"Hmm.... Boleh!"
"Oke Shin!"
"Sipz!! Aku langsung kasih kabar ya Ai?"
"Kamu ga minta izin Aku yank?''
"Untuk Apa? Palingan Aku minta izinnya ke papa Aku donk, kan yang bertanggung jawab sama Aku papa Aku bukan kamu mas!"
Endrew langsung kicep tak berkutik, "Oke sebelum acara itu berlangsung gue pastikan status kita sudah berubah." Jawab Endrew dalam hatinya
"Sudah, lagunya Nuha kan dari negare tetangge.''
Mereka mengikuti lagunya, suara Aisyah walau tanpa microphone tetep merdu, membuat orang yang berada di dalam mobil itu terlena. Shinta, Aisyah dan Roro sama-sama memiliki hoby yang sama. Untuk hoby beladiri dan memanah Roro dan Shinta tertarik ketika selalu ikut mengantar Aisyah untuk latihan ataupun ketika mengikuti lomba. Jadi walaupun terlihat kalem mereka tidak bisa di remehkan. Alceo mendengar suara merdu dan melihat istrinya yang menghayati isi liriknya seketika memegang erat tangan istrinya menggenggam erat telapak tangan dan saling menyatukan erat.
"Yahh... Kok aku baru tau ya enak juga lagunya Ai, Eits bentar Ai. Klo lagunya ada yang diet sama cowok berarti kamu duet sama kak Syafiq lagi Ai!"
Aisyah seketika menegang, Alceo merasakan ketika tubuh istrinya menegang. Sehingga spekulasi-spekulasi bermunculan di otaknya tentang istrinya.
Tak berapa lama, mereka sampai di tempat para atlet memanah untuk berlatihan. Dan hal itu membuat Alceo semakin deg deg an. "Apa maksudnya ke tempat ini? Dan mau apa mereka ke tempat ini?"
"Kita sudah sampai,Yuk turun!"ajak Endrew
"Drew... Ngapain kita kesini?"
"Nanti lo bisa lihat sendiri! Yang pasti gue harap suport yang lo kasih buat istri lo, Jika lo ada yang mau lo tanyakan ke istri lo nanti setelah semua selesai. Namun ingat Al, istri lo ga akan nyembunyiin ini ke lo klo dua bulan belakangan hubungan lo baik-baik aja. Lo harus bersyukur punya istri kayak Aisyah!"
Alceo masih diam di dalam mobil, belum beranjak dari tempat duduknya. Iya Dia menyesali apa yang terjadi 2 bulan ini. Lalu apa yang akan Dia lihat nanti? Dia memantapkan hati dan mencoba menekan emosi yang mulai naik. Dia baru sadar jika semua sudah meninggalkannya. Dia segera turun dan mencari keberadaan istri dan sahabat-sahabatnya. Setelah melihat Endrew dan juga Julio, Alceo segera menuju ke sana dan duduk di sebelah Endrew.
"Lo sudah faham sampai disini kita mau ngapain?"
Alceo hanya menganggukkan kepalanya, sambil terus mencari keberadaan istrinya.
__ADS_1
"Shinta dan Aisyah sedang ganti baju, bentar lagi mereka turun kok. Kita lihat saja dari sini. Jangan kuatir selama dua bulan ini, Aku dan Julio selalu menemani mereka ketika latihan."
Alceo segera melihat ke arah Endrew,"Maksud kamu? Jadi selama ini?" tanya Alceo
"Hmm.... Shinta menceritakan semua apa yang terjadi dengan Kamu serta Aisyah. Apa yang kamu takutkan Al, istrimu hanya butuh suportmu. Dia bisa menjaga diri dan juga bayi yang di kandungnya. Justru seharusnya kamu bangga memiliki istri hebat seperti nya calon ibu yang tangguh. Kamu pasti tidak akan menyangkal kan, Bahwa ibu adalah guru pertama untuk anak-anaknya. Lihatlah kamu sudah mendapatkan istri yang sempurna apalagi yang kamu cari, jangan bandingkan dengan Aruna. Bagaimanapun Aruna tidak ada apa-apanya sama istri kamu Al!"
Tanpa di sadari Shinta dan Aisyah sudah sama-sama berada di arena latihan. Alceo tercengang melihat istrinya, begitu juga Endrew. Sebelumnya selama Endrew mengantar mereka latihan, mereka mamkai kostum yang biasa mereka pakai itupun tanpa ganti baju. Perlombaan memang kurang 1 bulan lagi, semua peserta di minta untuk mulai menyiapkan diri masing-masing terutama dengan latihan yang ekstra. Sengaja mulai memakai kostum yang sekarang untuk membiasakan selama 1 bulan ke depan. Aisyah sengaja memakai cadar model bandana agar tidak mengganggu gerakannya.
Alceo di buat takjub dengan istrinya 3 kali shoot selalu top center, bahkan di tantangan kedua dengan mata tertutupun kelimanya shoot selalu di top center. Lomba ini ada tiga kategori yang harus diikuti semua, yang terakhir ini yang membuat Alceo was-was dan takut. Ketika melihat istrinya menaiki kuda Alceo segera berdiri dan berlari menuju istrinya. Alceo berdiri di sebelah kuda yang kini sudah di naiki istrinya.
"Hati-hati... Mas mendukungmu!" Alceo melepas genggaman tangannya pada tangan istrinya dan segera menepi. Jantungnya berdetak sangat kuat, takut dan was-was meliputinya saat ini. Namun Dia berusaha membangun rasa percaya untuk istrinya. Dia melihat kelihaian istrinya di atas kuda dan ketika shoot anak panah tepat mengenai arah yang tepat. Rasa haru, bangga dan juga merasa bersalah menjadi satu. Dia ingat ketika istrinya bertanya kepada dokter yang Dia langsung mendiamkan istrinya dan kejadian-kejadian setelahnya.
Ternyata rasa percaya kepada pasangan kita itu sangat berarti, sangat mempengaruhi keharmonisan di dalam kehidupan berumah tangga. Alceo segera menyongsong istrinya setelah melihat istrinya menghentikan kudanya dan akan bersiap-siap untuk turun. Alceo membantu istrinya turun dari kudanya, dan segera memeluk erat tubuh istrinya.
"Maafkan mas sayang.... Maafkan mas...."
"Kenapa lagi mas, kenapa minta maaf?"
"Ga sayang, biarkan seperti ini dulu. Mas tidak akan berhenti mengucapkan kata maaf, serasa belum cukup mas mengucapkannya juka hanya sekaki di ucapkan. Kesalahan mas sangat besar sayang."
"Ssttt.... Sudah yuk Ai mau ganti baju, dan little boy sudah lapar minta di suapin papanya."
"Sayang barusan kamu bilang little boy?"
"Hmm..."
"Benarkah?"
"Hmm...."
"Alhamdulillaah, kenapa baru kasih tau sekarang?"
"Kan mas ga tanya?"
"Sejak kapan taunya?"
"Sejak kontrol kehamilan 4 bulan mas..."
"Makasih sayang, setelah ini mas ga mau melewatkan bertemu dengannya."Alceo memeluk erat sambil mengelus perut istrinya.
"Harus!!! Klo terlewat sekali saja, AWAS!!!"
Mereka terlihat bahagia hari ini, hanya satu orang yang terlihat muram yang masih memikirkan sanga mantan. Shinta merasakan gelanyar aneh ketika mendengar nama Dharma, dan itu terbaca oleh Endrew.
"Aku harus grecep, dua hari lagi kanu harus sudah sah menjadi istriku Shinta!"gumamnya dalam hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...~Tidak ada manusia yang baik-baik saja di dunia ini. Semua sedang berjuang dengan ujiannya masing-masing.~...