
"AISYAH!!!!!"
"ADAM BERESKAN MEREKA, BAWA KE MARKAS. HAPUS SELURUH CCTV YANG ADA DI RUANGAN INI!!!!"
"JUL CALL DOKTER CEPAT!!!"
Alceo tidak bisa lagi menahan marahnya. Kemarahan bercampur kepanikan menjadi satu. Entah apa yang akan terjadi pada Karol dan anak buahnya. Alceo membawa Aisyah ke ruangan pribadi yang ada di ruabgan kerjanya.
Sedangkan semua karyawan yang berada di loby kala itu masih membeku dengan situasi yang terjadi.
"Pantesan wajahnya di tutupin, cantiknya ga ketulungan."
"Beruntung banget pak Alceo dapat bidadari di dunia secantik itu."
"Sudah cantik, sopan, lembut ga kayak si ono no sombong sok kecantikan."
"Selain cantik jago bela diri, tadi klo tuh para kacung ga licik dah pada habis tuh. Gue lihat lihai banget gerakannya."
Hampir semua karyawan membicarakan Aisyah, gadis bercadar dengan kecantikan tersembunyinya.
"Gila si Al, pantesan Dia bilang cinta ke Aisyah dengan mudah damage akut."
PLETAK
"Diam klo lo ga mau kena semprot. Hubungi tante. Gue telp Malvin."
''Jangan adal lo, lo kira Al mau istrinya di periksa dokter laki-laki. Cari dokter perempuan dodol!"
"oh oke..."
Tak berapa lama Endrew dan Julio sudah ada di ruangan kerja Alceo. Mereka diam seribu bahasa karena sang pemilik ruangan masih setia menunggu bidadarinya.
CEKLEK
"Endrew!!"
"Tante!!"
"Apa yang terjadi? Kenapa bisa kecolongan kalian?"
"Aisyah di serang Karol tant, dan sepertinya Aisyah shock. Tadi karol menarik jilbab dan cadar Aisyah hingga terbuka semua."
"APA!!! HAPUS CCTV DI LOBY!!"
"Su...sudah ditangani Adam tant."
"Dimana mereka?"
"Ada di kamar tant."
__ADS_1
CEKLEK
"Ma....."
Mama Alceo menatap tajam ke arah Alceo, terlihat sekali kemarahan di wakah wanita paruh baya itu.
"Jika terjadi sesuatu dengan Aisyah, mama pastikan akan membawa pergi jauh Aisyah dan mama pastikan kamu tidak akan oernah bisa menemukannya!'
"Ma..."
"APA!! Kamu berfikir tidak, seorang wanita muslimah seperti Aisyah di perlakukan seperti itu sama dengan Dia di telanjangi apalagi banyak mata yang melihatnya!"
"Maafkan Al ma, Al belum bisa melindungi Aisyah."
"Sekarang Kamu sudah sadar dan tahu diri belum, kenapa selama ini mama tidak pernah setuju dengan wanita licik itu!"
"Maaf ma... Maafkan Al...."
"Mulai detik ini jangan biarkan Aisyah kemanapun sendirian, jangan sampai kecolongan lagi, bisa jadi wanita itu masih ingin mencekalai Aisyah. Yang mama takutkan sekarang kondisi Aisyah, bisa jadi shock dengan kejadian tadi."
"Al pastikan, Al tidak akan membiarkan Aisyah sendirian lagi ma."
"Kamu sudah panggil dokter?"
"Sudah ma."
Alceo masih mengovrol dengan mamanya, membicarakan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi setelah Aisyah terbangun. Bisa jadi terguncang hatinya, kemungkinan terburuk shock berlebihan yang berakibat depresi. Suara Aisyah mengalihakan perhatian kedua orang anak dan ibu itu.
Alceo segera lompat dari kursinya duduk di tepi ranjang di sebelah Aisyah.
"Sayang.... Aisyah Mas ada disini.... Sayang...."
Alceo masih berusaha membangunkan Aisyah, mengelus lembut pipi bergantian ke lengan Aisyah. Namun belum ada respon sama sekali, seketika tubuh Aisyah bergetar hebat seperti ketakutan dan teriak minta tolong, memanggil nama suami dan kakaknya, memohon untuk di lepaskan dengan masih setia menutup matanya.
"Sayang Mas disini sayang, Kamu aman sama Mas... Sayang buka matamu, jangan membuat mas takut...."Untuk menenangkan Aisyah, Alceo memeluk erat tubuh Aisyah. Alceo benar-benar merasakan tubuh Aisyah yang bergetar hebat menandakan Dia menahan rasa entah itu takut, menahan amarah atau menahan rasa kecewa.
Tak berapa lama dokter wanita yang di telphone Julio sudah datang. Alceo beserta mamanya masih setia menanti dan melihat dengan seksama ketika Aisyah sedang di oeriksa oleh dokter tersebut.
"Bagaimana dojter kondisi istri saya? Dari tadi menggigau dan badannya bergetar hebat?"
"Jika sesuai pemeriksaan saya, Istri anda mengalami Panic Attack. Panic attack adalah suatu serangan ketakutan yang intens atau kuat, yang akan memicu berbagai gejala fisik yang parah padahal tidak ada bahaya yang nyata atau penyebab yang jelas. Serangan panik dirasakan sangat menakutkan, karena kita merasa kehilangan kontrol, seakan-akan mengalami serangan jantung atau stroke, bahkan seperti sedang menghadapi kematian. Gejala-gejala yang terlihat sekarang seperti gemetaran, berkeringat berlebihan, sakit kepala, berputar, melayang bahkan bisa sampai pingsan, Merasa seperti terlepas dari realita atau mirip mimpi.
Semoga ini tidak parah, nanti saya respkan obat anti depresi. Dampingi dan jangan biarkan istri Anda terganggu ataupun di ganggu. Ini resepnya silahkan di tebus, dan in sya Allaah sebemtar lagi istri Anda akan siuman. Oh iya kondisi kehamilan istri Anda juga lemah, Anda harus siaga."
"Maksudnya dokter? Istri Saya hamil? Tapi kami batu menikah dokter, baru 3 pekan!"
"Itu yang sering menjadi bahan pertanyaan para suami pak. Hintungan kehamilan itu di hitung dari *hari p*ertama haid terakhir jadi bisa jadi ketika Anda pertama kali berhubungan dengan istri Anda, Istri Anda dalam kondisi subur. Untuk lebih pastinya silakan di oeriksakan ke rumah sakit."
"Baik dokter, terima kasih."
__ADS_1
Alceo mengantar dokter keluar dari ruangan, dan meminta tolong oada Adam untuk menebus obat yang di resepkan oleh dokter tadi. Di dalam ruangan masih ada Endrew dan Julio dengan wakah yang juga sedikit gelisah dan khawatir.
"Gimana bro?"
"Doakan Aisyah ga kenapa-kenapa. Gue merasa bersalah banget sama istri gue. Gara-gara gue ga tegas berimbas ke istri gue."Alceo meraup wajahnya kasar tanda Dia kecewa pada dirinya sendiri. "Aisyah hamil!"
"APA!!!''
"Hmm... Gue bersyukur ga terjadi apa-apa sama kandungannya. Aisyah juga pasti ga tau klo Dia sedang hamil."
"Harus lo kaga ketat Al... Aisyah masih dalam bahaya selama Karol belum sadar dan mau ngelepas lo!"
"Hmm... Gue sedang mikirin itu.... Gue masuk dulu, klo kalian mau pulang juga silakan atau jika masih mau nunggu disini bisa juga bantu hubungi Shinta atau Rara buat beliin baju, jilbab dan cadarnya sekalian."
"Oke... Gue masih mau disini, Gue hubungi Shinta untuk minta tolong ke sini."
"Thanks"
"Hmm.."
Alceo masuk kembali ke ruang pribadinya, melihat Aisyah yang juga belum bangun dari pingsannya. Mama Alceo yang kembali geram dan Alceo memandang dengan sorot mata yang tajam.
"Kamu benar-benar ya, Kamu meragukan anak Kamu sendiri hah!"
"Bu...Bukan begitu maksud Al ma!
"Lalu apa?"
"Kaget saja, berarti kwalitas kecebong Al sangat bagus dengan begitu cepat istri Al dah mblendung aja!
PLETAK
"Awwwssss..... Sakit ma!'
"Kamu bisa ga ngomong di saring, ga ada malu-malunya sama orang tua!"
"Ngapain Al harus malu sama mama, kan mama sudah oasti oermah di posisi Al dan Aisyah."
"Dasar anak ga tau malu!!!!
"A..Awws.... Awws.... sa...sakit ma" Telinga Alceo ga luput dari pelampiasan kemarahan mamanya.
"Setelah sadar bawa Aisyah periksa kandungannya, pastikan kandungannya baik-baik saja. Dan jangan lupa, protektif dan posesif itu penting buat jagain istri. Bukan berarti istri kamu hebat bisa jaga diri sendiri, tapai bagaimanapun tenaga seorang wanita tidak lebih kuat di banding laki-laki."
"SIAP BU BOS.... LAKSAKAN."
"Mas......"
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
__ADS_1
...Di dunia ini kita tidak akan lepas dari apa yang sudah di takdirkan pada kita. Kecuali dengan doa yang kuat ada takdir yang bisa berubah karenanya....