SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
57. SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

Dayuan angin berhembus dengan syahdunya, pancaran rembulan seakan tau sinarnya kini sebagai peneman sebuah keindahan di temaram bilik peraduan. Dua insan yang dulu sama - sama tak saling kenal, disatukan melalui ikatan sakral dengan sebuah keharusan akan keterpaksaan. Cinta yang dulu tak mungkin ada,ii karena sebuah kesabaran sang wanita, hingga cinta itu kokoh menghujam ke dasar hati paling dalam. Tidak akan ada yang mampu menggoyahkan ikatan cinta itu lagi. Tidak akan ada yang mampu mencabut akar cinta yang sudah menghujam keras dan mengakar dengan tenang disana.


Sabar memang tak berbatas, karena dengannya Allaah menjanjikan surga bagi umatnya yang mampu bersabar. Kesabaran seorang istri yang berbuah keindahan. Kesabaran seorang istri yang mampu membuat seorang suami bertekuk lutut. Ingatlah sebuah cerita tentang seorang wanita yang meminta nasehat pada seorang pemuka. Mengeluhkan tentang bagaimana sifat dan sikap suaminya. Pemuka agama memberikan sebuah syarat agar suaminya bisa kembali takluk kepadanya. Apakah kalian tahu apa syarat itu? Wanita itu harus bisa menaklukan seekor singa di hutan, bahkan singa itu terlihat dangat kelaparan. Dan wanita itupun menyanggupinya, apakah masuk akal seorang wanita yang terbilang lemah bisa menaklukan seekor singa? Nyatanya wanita itu berhasil menaklukan singa itu, dengan usaha dan kegigihannya singa itu tunduk dan berhasil di jinakkan olehnya. Kembalilah sang wanita pada sang pemuka Agama, dan memberitahukan jika Dia berhasil menaklukkan singa tersebut. Apa jawaban sang pemuka agama, "jika engkau berhasil menaklukkan seekor singa yang itu dangat mustahil dilakukan seorang wanita sepertimu maka seharusnya kamupun mampu menaklukan suamimu."


Itulah jangan sampai wanita yang sah di mata agama dan negara kalah oleh seorang pelakor yang bahkan mereka pun bisa di jebloskan ke penjara dengan kelakuan mereka. Menaklukkan seorang laki-laki tidaklah sulit, apalagi itu adalah suamimu orang yang halal akan dirimu.


Adzan subuh berkumandang, membangunkan Aisyah yang masih dengan tenangnya dalam dekapan sang suami. Mata indahnya menelisik wajah suaminya yang masih damai di temani dengkuran halusnya. Tangan Aisyah terangkat, mukai menyusuri lekuk demi lekuk wajah sang suami. Pahatan sempurna yang ciptaan dang Kuasa. Aisyah membelai lembut pipi sang suami dan mulai membangunkannya.


"Mas.... Sudah subuh, bangun yuk sholat keburu suruk mas..." Namun Alceo masih dengan tenang sama sekali tidak terusik, pelukannya kepada Aisyah pun semakin erat. Sekali lagi Aisyah mencoba membangunkan suaminya.


"Mas... Sayang... Bangun yukk...." Nihil suaminya sama sekali ga terpengaruh dengan suara Aisyah, cara terakhir pun di cobanya.


CUP


Aisyah mengecup singkat bibir sang suami, seketika matanya membulat ketika tangan suaminya sudah menahan di belakang tengkuknya dan ciuman yang seharusnya hanya secepat kilat.


"Ish mas ngerjain Ai ya..."

__ADS_1


"Hahahaha.... Aku sudah bangun sayang sejak ada jari yang memanjakan wajahku."


"Lalu kenapa diam saja ketika Ai membangunkan mas?"


"Sengaja! Karena masih ada yang kurang!"


"Ish... Nakal!!"


"Tapi suka kan?"Alceo sambil menaik turunkan sebelah alisnya, sedangkan Aisyah melihat otu sedikit jengkel dan tersipu.


"Mas... Idah donk jangan godain Ai lagi. Ayo segera mandi dan sholat!"


"Kita mandi bersama."bisik Alceo tepat di telinga Aisyah,tak lupa kecupan singkat pun Dia berikan disana.


"Mas..."


Tanpa menunggu Aisyah lagi, Alceo segera membopong istrinya dan membawanya ke kamar mandi untuk mandi bersama. Mereka sungguh-sungguh menikmati masa bulan madu mereka yang tertunda. Setelah mereka selesai mandi, Aisyah dan Alceo segera melaksanakan sholat subuh berjama'ah...

__ADS_1


Alceo sangat bersyukur bisa sampai di fase ini. Masa ketika Dia menyakiti Aisyah tidak akan pernah Dia lupakan sama sekali. Justru itu membuat Alceo untuk lebih berhati-hati lagi kedepannya. Dia berjanji tidak akan ada wanita lain selain istrinya tercinta.


"Ya Allaah, Maha yang membolak balikkan hati. Tetapkanlah hatiku pada imanku padaMu, tetaplah cintaku hanya pada Aisyah istriku........."Doa yang sama dan panjang yang ruyin di ucapkan di setelah sholatnya oleh Alceo. Aisyah melihat kesungguhan dan besarnya cinta sang suami tak bisa menahan lagi lelehan air bening di pipinya.


"Kabulkanlah doa suamiku ya Allaah."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*Assalamu'alaykum warahmatullaah...


Halo Readers!


Maaf beribu maaf, telat banget updatenya. kesibukan di dunia nyata yang cukup menyita waktu.


Thanks buat kalian yang masih setia membaca karyaku, doakan tetao istiqomah dan selaku ada ide menarik buat menerukan cerita ini.


jangan lupa beri ⭐ dan 👍 n komennya juga ya guys.

__ADS_1


Thank 4 All


😘😘😘😘*


__ADS_2