SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
Part 50 SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

Setelah serangkaian administrasi yang perlu di selesaikan dan juga wejangan-wejangan yang sudah dokter berikan kini mereka sudah berada di lobi rumah sakit. Tak berapa lama mobil milik Papa Daniel sudah tiba dari parkiran karena sebelumnya Opa Daniel sudah menghubungi sang supir terlebih dahulu.


"Sayang... Kenapa hmm?" Tanya Alceo pada sang istri.


"Sedikit capek mas, pinggangku sudah terasa sakit rasanya ga kuat buat berdiri lagi."


"Sini..."Alceo menekuk lututnya satuenempel ke lantai satu di biarkannya agar Aisyah bisa duduk di pahanya. Jika melihat ini tidak akan ada yang percaya jika Alceo yang melakukannya.


"Nanti mas capek....."


"ga pa pa yank...." Alceo menuntun Aisyah agar duduk di pahanya, setelahnya Alceo mengelus-elus pinggang sang istri agar tidak capek dan sakit.


"Gimana sudah enakan yank?''


"Alhamdulillaah sidah enakan mas."


Setelah supir papa Daniel selesai memasukkan semua barang-barang ke dalam bagasi, Aisyah beserta Alceo pun ikut masuk kedalam mobil dan mereka segera melaju pulang.


Aisyah mencoba untuk tetap tenang, rileks dan ga panikan. Dia tahu putranya sangat membutuhkan ekstra kehati-hatian dalam merawatnya nanti. Jadi selain menerapkan apa yang di sampaikan oleh dokter tadi, Diapun membuka laman di website yang membahas tentang penanganan bayi premature.


"Kenapa melamun sayang....?"


"Ng...Ngga' ada mas, hanya kepikiran Razka!"


"Kenapa?"


"Apa Aku bisa merawatnya? Untuk menjaga dan merawat bayi normal saja Aku ga oernah gimana dengan putra kita yang kondisinya seperti ini."lirih Aisyah.


"Ssttt.... Jangan ngomong seperti itu lagi, kita akan merawatnya bersama-sama. Kita belajar sama-sama hmm... Aku juga ga akan ngebiarin Kamu kelelahan sayang!"


"Mas bagaimana kuliahku?"


"Sudah mas ajukan cuti!"


"Sebenernya Ai sudah akan masuk jadwal magang mas. Apa ga perlu cuti ya mas?"


"Cuti saja 3 bulan setelahnya selesaikan kuliahmu, magang di perusahaan mas saja. Jadi bisa bawa Adek ke kantor."


"Hmm.... Boleh mas, semoga Aku lekas pulih!"

__ADS_1


"Maafkan mas sayang, Perutnya jadi ga semulus dulu!"


"Sudah resiko sebagai seorang wanita mas, toh kata dokter luka jahitannya juga masih baru memang seperti itu kalau sudah lama akan menipis dan bahkan memudar kok."


"Aku ngerasa ga ikhlas lihat perutmu seperti itu sayang, Aku suka melihatmu dance dengan perut buncitmu itu sayang."


"Hah.... M....Mas tahu dari mana?"


"Aku setiap hari melihatmu, padahal Aku sudah ga sabar pengen nerkam kamu yang."


"Ingat ya mas puasa 40 hari."


"Mana ada 40 hari yank!"


"Lho kan masa nifas memang 40 hari mas!"


"Coba hitung lagi dari kamu lahiran sampai hari ini sudah jalan berapa hari?"


"Ohh iya ya, sudah hampir 22 hari. Cepet juga mas!"


"Hah.... Cepet mana ada cepet yang! Sehari aja bagiku setahun!"


"Kan cuma sama kamu mesumnya?"


"Iya sekarang, dulu?"


"Apa sih yank, jangan mulai deh. moodku sudah bagus ini...."


"Iya iya, papanya adek. ululu jangan ngambek ya, kurang 18 hari lagi kan? Sabar ya, ga lama kok!"


"Iya harus sabar yank!"


"Lha emang klo ga sabar gimana?"


"Yah.... bantuin donk yank, kan ada alternatif lain yank!"


"Ish ish ish..... Dasar mesum! Sabar ya, Aku akan bantu semampunya jika mas ga bisa nahan lagi."


"Makasih sayang, you'r the best wife!"

__ADS_1


Mereka akhirnya sampai di mansion, semua perlengkapan baby Razka sudah tersedia di kamar mik Alceo.


"Tidurkan adek di tempat tidurnya sayang, setelah itu mas bantu kamu bebersih dan istirahatlah."


"Iya mas,"Aisyah di bantu Alceo ubtuk beberaih dan ganti pakaian setelah Aisyahpun merebahkan dirinya di ranjang dan segera berlayar ke pulau kapuk. Tempat ternyaman yang di rindukan hampir selama dua puluh dua hari ini.


Setelah Aisyah terlelap, Alceo turun dan Dia melihat papanya sedang duduk di ruang tengah.


"Pa...!"


'Kamu kenapa?"


"I'm okay pap"


"Really?"


"Yes is true pap!"


"Bagaimana kasus Aruna? Sudah kamu selesaikan!


"Semua sudah di handle Endrew dan Julio pa, Al serahkan semua ke pihak yamg berwajib."


"Hmm, oke... Papa harap kejadian ini tidak terulang lagi Al!"


"Akan Al pastikan pa, tidak akan terulang lagi!"


"Oke papa percaya padamu!"


"Thank pa!"


"Hmm"


Tetiba Alceo mendengar suara putranya menangis kencang. Pasti Aisyah sudah bangun!"fikir Alceo. Namun nyatanya tidak juga kunjung berhenti suara tangisan itu. Alceo segera berlari ke kamar untuk melihatnya.


"Astaghfirullaa!!!!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Setelah bertengkar, minta maaflah, jangan beri makan egomu, tidak masalah siapa yang salah, ataupun siapa yang benar, minta maaflah dan perbaiki yang rusak....

__ADS_1


__ADS_2