SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
Part 16 SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

"Sayang berangkat sama mas ya?"ucap Alceo dengan dengan wajah memohonnya.


"Tapi mas... Ai segan sama teman-teman."keluh Aisyah


"Mulai sekarang biasakan ya, mas akan selalu ada di dekatmu."ucap Alceo


"Ya udah, Ai bilang sama temen-temen dulu ya mas."izin Aisyah yang di jawab amggukan oleh Alceo.


Aisyah menuju teman-temannya yang masih sibuk menaikkan bahan-bahan sembako, camilan, pakaian bekas dll ke dalam mobil. Acara edusos kali ini sedikit berbeda, kabarnya warga membuat penyambutan kecil-kecilan untuk mereka.


"Assalamu'alaykum...."salam Aisyah


"Wa'alaykumsalam..."jawab serempak teman-teman Aisyah.


"Cie cie.... Pengantin baru.... Hutang penjelasan kamu Ai sama Aku." Ucap Sinta


"Iya...iya nanti bakal Aku ceritain tapi ga sekarang juga kan?"


" Oh iya Ai, nanti mau sumbang nyanyi ga, anak-anak ada beberapa. Klo semakin banyak kan bagus Ai. Apalagi suaramu kan bagus Ai."ujar Sinta


"Kabari aja deh, temen-temen mau nyanyi lagu apa. Emang ada yang bawa gitar?"tanya Aisyah


" Klo ga ada yang sama, n ada yang bawa gitar Aku mau nyanyiin lagunya Maher Zain aja deh Sin, kayaknya cocok sama momenku ."ucap Aisyah sambil menahan tawanya.


"Yang judulnya apa Ai?"tanya Sinta


"Yang itu aja deh SEPANJANG HIDUP!"

__ADS_1


"Oke Sipz!!"


"Bilangin temen-temen ya Aku bareng Mas Al."ucap Aisyah


"Ekhemmm yang sudah punya tukang ojek, halal lagi."ledek Sinta.


"Apa sih Sin...., Udah ya Aku kesana dulu. Sampai ketemu di TKP, Assalamu'alaykum...."pamit Aisyah


Aisyah segera beranjak untuk menemui suaminya, tidak di pungkiri sejak ijab qobul menembus langit mengukir baru takdirnya bersama laki-laki yang tertulis di lauhul mahfudz.


"Mas... Rencana berangkatnya ba'da dzuhur, ini sudah mau masuk dzuhur kita persiapan sholat dulu yuk."ajak Aisyah.


"Sholat di ruangan mas aja, sekalian ambil barang-barang keperluan mas."ucap Alceo sambil mengandeng tangan Aisyah.


Mereka berjalan menuju ruangan Alceo di lantai 3. Sedari tadi ada seseorang yang terus mengawasi mereka berdua, nun mereka tidak menyadarinya.


"Tidak akan Aku biarkan kalian bahagia!"setelah itu orang itu beranjak pergi.


Mereka sampai di ruangan Alceo, Alceo mengunci pintunya agar tidak ada orang yang masuk. Tentu agar istrinya lebih nyaman.


"Buka saja cadarnya Ai, pintu sudah mas kunci. Mas ambil wudhu dulu ya. Perlengkapan sholat ada di lemari kaca."ucap Alceo dan segera ke kamar mandi. Aisyah mengambil perlengkapan sholat dan menyiapkan mengelar 2 sajadah untuknya dan suaminya. Setelah Alceo selesai,segera Aisyah yang mengambil wudhu. Mereka mengerjakan sholat berjama'ah, Alceo merasa nyaman disini. Sesuatu yang sering Dia tinggal dulu dan kini karena istrinya Alceo ingin memeperbaiki ibadahnya.


Hubungan suami istri bukanlah hubungan duniawi atau hubungan hawa nafsu hewani, namun berupa interaksi jiwa yang luhur. Jadi ketika hubungan ini sahih (benar) maka akan berlanjut hingga ke kehidupan akhirat setelah meninggal dunia kelak.


Selesai sholat Alceo membalikkan badannya, dan mereka duduk berhadapan. Alceo tidak ada henti-hentinya memandang wajah istrinya. Dia ingin memantapkan hatinya bahwa keputusan untuk melepas Karol adalah tepat.


Alceo memegang kedua tangan Aisyah dan mengecupnya. Masih dengan menatap intens istrinya tanpa bersuara apapun.

__ADS_1


"Mas.... Are u okay?"tanya Aisyah


"Hmm.... I'm good." Jawab Alceo


"Lalu kenapa melihat Ai seperti itu? Apa ada yang di wajah Ai?"


"Kamu Cantik sayang, sangat cantik. Mas ingin memantapkan hati mas, hanya kamu yang menggetarkan hati mas. Jujur bersama Karol mas tidak merasakan apa-apa, justru itu mas rasakan ketika bersamamu. Masih ingat pertama kali kita bertemu, sejak itu mas sudah merasakan debaran di hati mas. Hanya melihat mata indahmu sudah membuat hati mas tak berhenti berdebar. Ketika mas tau kamu termasuk mahasiswa berprestasi, mas semakin penasaran. Prestasimu tidak hanya di bidang akademis saja, di bidang olahraga juga, semakin membuat mas kagum. Maafkan mas jika pertemuan pertama kita tidak berkesan." Ujar Alceo


"Aku sudah melupakan hal itu mas, ya udah yuk kita siap-siap."ajak Aisyah.


"Tunggu sebentar...."ucap Alceo. Dia mendekatkan duduknya dengan Aisyah, hingga Dia memeluk erat istrinya. "Biarkan seperti ini, Aku nyaman bersamamu Ai..."ujar Alceo.


Aisyah mengelus lengan Alceo, untuk beberapa lama mereka saling berpelukan erat. Alceo semakin mengeratkan pelukannya, menarik Aisyah untuk duduk di atas pangkuannya dengan masih dalam posisi bersila. Alceo mengurai pelukannya, memundurkan wajahnya dan menatap wajah istrinya. Memulai mengecup sekilas bibir istrinya. Aisyah membelai wajah Alceo, dan tanpa sadar mereka berdua sudah menikmati keindahan menyatukan cintanya walau hanya lewat ciuman. Walau Aisyah masih kaku tapi Dia berusaha tidak mengecewakan suaminya. Mereka melepas ciumannya dan menyatukan dahinya.


"Kita mulai dari awal bersama-sama ya Ai."ucap Alceo


"Bismillaah...... kita mulai dari awal semua ya mas. Sebuah rumah tangga itu tidak selamanya berjalan mulus, tidak selamanya indah. Pasti akan ada ujian didalamnya, kekuatan cinta suami istrilah yang akan menjaga kekokohan ikatan yang sudah terikat suci. Ai juga masih perlu belajar untuk itu, kita belajar bersama-sama. Dan.... Kita harus saling mengutamakan kejujuran, dan saling terbuka. Jika ada masalah jangan di simpan sendiri, kita bisa mencari solusi bersama-sama. Jika salah satu dari kita sedang ada masalah jangan saling mendiamkan akan tetapi segera kita selesaikan." Ucap Aisyah dengan lembut. Dia tidak bermaksud menggurui hanya ingin menyampaikan apa yang ada di dalam hatinya saja.


Maka bertakwalah kepada Allah, ketahuilah bahwa dengan dicapainya keharmonisan maka akan tersebarlah semerbak kebahagiaan dan terciptalah suasana yang kondusif untuk tarbiyah.


Selain itu tumbuh pula kehidupan di rumah yang mulia dengan dipenuhi cinta kasih dan saling pengertian antara sifat keibuan yang penuh kasih sayang dan kebapaan yang tegas, jauh dari cekcok, perselisihan dan saling mendzalimi satu sama lain. Juga tidak ada permusuhan dan saling menyakiti.


"Iya sayang, terima kasih ingatkan mas terus ya untuk selalu ingat jalan pulang." Alceo memeluk Aisyah.


"Ya udah yuk kita siap-siap, kita perlu makan siang dulu mas sebelum berangkat."ajak Aisyah.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

__ADS_1


...“Dan orang-orang yang berkata : ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri- istri kami dan keturunan kami, sebagai penyenang hati kami Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa“....


...[al-Furqan/25:74]...


__ADS_2