SABARKU TAK BERBATAS

SABARKU TAK BERBATAS
Part 37 SABARKU TAK BERBATAS


__ADS_3

Pernahkah kamu mengalami ini? Allaah mendatangkan seseorang dari tempat jauh untukmu. Kemudian dari satu pertemuan saja, Allaah membuat kalian terhubung dengan relasi tanpa ada janji sebelumnya. Dari relasi itu, Allaah menyelesaikan hajatmu lewat orang itu. Padahal jika kamu mengelilingi bumi pun belum tentu kamu bisa menemukannya sendiri. Itulah kasih sayangnya Allaah yang menata keperluanmu dan bahkan tanpa kamu merasakannya, maka tetaplah tenang. (Syaikh Mutwally Asy Syarawi)


Sama halnya apa yang di rasakan dan di lalui oleh Aisyah kini, semua bagian dari skenario Allaah yang harus Dia jalani. Ikhlas, tawakal dan sabar itu yang selalu dan selalu di tanamkan selama satu pekan ini. Entah karena hatinya yang terlanjur jatuh cinta pada suaminya dan merasa kecewa dan sakit hati. Ataukah karena bayi yang sedang di kandungnya.


Setelah satu pekan di rawat di rumah sakit, siang ini Aisyah sudah bersiap untuk pulang. Namun Dia perlu menyiapkan mental agar ketika pulang bisa menghadapi masalah yang di alaminya dengan lebih legowo dan ikhlas.


Aisyah bersikukuh untuk tetap pulang ke apartemen milik suaminya, sudah di bujuk sebagaimanapun oleh mertuanya Aisyah tetep keukeuh untuk ke apartemen. Baginya sebuah masalah bukan untuk di hindari namun harus di hadapi, tidak akan pernah ada habisnya jika selalu di hindari.


"Ma... Tenang ya, percaya sama Ai mas Al ga akan nyakitin Ai. Jika Ai menghindar terus masalah ini tidak akan ada habisnya dan tidak akan selesai-selesai. Ai akan menyerahkan semua keputusan kepada mas Al nantinya. Toh Ai hamil belum masuk 4 bulan. Bantu doa ya ma, Allaah Sang Maha Pembolak-balik hati serehakan semua kepada Allaah."


"Sayang.... Mama percaya sama kamu, tapi janji kamu selalu kasih kabar ke mama tentang kondisimu."


"In sya Allaah ma, Aisyah akan usahakan selalu memberi kabar ke mama tentang kondisi Ai."


"Ya sudah kamu pulang kami antar ya, ada teman-temanmu juga. Kita sama-sama saja dulu."


Akhirnya setelah menyelesaikan administrasi, Aisyah pulang dengan di antar oleh kedua mertuanya dan teman-temannya. Tak memerlukan waktu lama mereka sudah sampai di apartemen Alceo. Mereka fikir Alceo pasti sedang di kantor dan merekapun tidak ada niatan memberikan kabar kepada Alceo.


Sesampainya di apartemen, pintu di buka oleh mbok Darmi. Mbok Darmi kaget melihat siapa yang pulang.


"Assalamu'alaykum Mbok?''


"Wa'alaykumusalam non Aisyah." Wanita paruh naya yang berprofesi ART di rumahnya seketika memeluk Aisyah dengan mata yang sudah berkaca-kaca. "Non gimana sudah sehat non, kenapa ga kasih kabar ke mbok kalau pulang. Kan bisa sekalian mbok siapkan makan siang di rumah."


"Ndak usah repot-repot mbok, sengaja biar mbok ga heboh hehe. Mas Al kerja mbok?''


"Iya non, Den Al sudah hampir satu pekan ga pulamg non."


"Oh.... Ya sudah kalau gtu mbok."


Mereka semua duduk di ruang tamu, sedangkan Aisyah sudah diantar ke kamar oleh mama mertuanya dan dua sahabatnya.


Di ruang tamu, Papa Alceo sedang membicarakan Alceo yang hampir satu pekan juga tidak ke kantor. Entah anak itu kemana.


"Kami usahakan segera menemukan Alceo Om."


"Iya terima kasih, semoga Dia baik-baik saja. Jika kalian sudah menemukan Dia ada dimana segera hubungi Om."


"Baik om!" Apa mungkin Al ada di apartemen satunya gumam Endrew dalam hati sambil menoleh ke arah Julio, yang tatapan Julio pun sama dengan Endrew. Oya Alceo memiliki satu unit apartemen lagi yang lebih kecil dari yang di tempati dengan istrinya sekarang.


Di dalam kamar, Aisyah sedang berbincang dengan mama mertuanya dan juga dua sahabatnya.


"Sayang mama pamit dulu ya, karena mama mau ada perlu kuga nanti sore."


"Iya ma.... Terima kasih ya hati-hati di jalan."


"Aku sama Roro juga pamit ya Ai, jaga kesehatan jangan mikir yang macam-macam. be happy please!"


"Iya terima kasih ya, sudah ngejagaku selama sepekan ini."


"Sama-sama Ai, sudah kewajiban kita saling menolong dan membantu."


Akhirnya mereka semua pulang dan tinggal Aisyah saja. Aisyah merebahkan tubuhnya di ranjang miliknya. Sekilas teringat kamar milik suaminya, Diapun beranjak ke kamar suaminya.

__ADS_1


CEKLEK


Sejak pindah ke apartemen, Aisyah memamg tidak sekamar dengan suaminya. Namun bukan berarti Dia tidak melakukan kewajibannya, Setiap pagi sebelum suaminya bangun atau ketika suaminya masih ada di kamar mandi Aisyah selalu menyiapkan keperluan suaminya. Setelahnya menyiapkan sarapan dan setelahnya Dia baru pergi ke kampus.


Di lubuk hatinya Dia sangat merindukan laki-laki pertama yang sudah berhasil masuk ke relung hatinya. Aisyah duduk di tepi ranjang milik Alceo, semua ingatan bersama suaminya di kamar ini kembali hadir slide demi slide serasa nyata dalam ingatannya. Aisyah memejamkan mata dan merebahkan dirinya di sana, Aroma suaminya masih ada disana sedikit mengurangi rasa rindu pada suaminya. Sungguh nyaman yang Dia rasakan tak bituh waktu lama hingga Aisyah pun terlelap.


Apa yang di fikirkan Endrew dan Julio ternyata benar, Alceo sedang di apartemen yang juga tak jauh dari apartemen yang di tempati dengan iatrinya sekarang. Tak sulit mereka untuk masuk kesana, karena apartemen ini seakan milik bersama. Yang memang biasanya mereka pakai untuk menghilangkan penat ketika ada masalah.


"Bangun Al!!!"


Alceo mendengar ada orang yang membangunkannya, Diapun segera terbangun dari tidurnya.


"Drew.... Dimana istri gue Drew, please kasih tau gue, gue mau minta maaf Drew."


"Bangun!!! Bersihkan diri lo,mandi sana setelah itu baru gue kasih tau!"


"Lo ga bohong kan Drew?"


"Menurut lo?"


"Oke oke gue mandi tapi lo harus tepati omongan lo!" Alceo segera melomoat dan lari ke kamar mandi.


"15 menit dari sekarang, jangan sampai lebih!'' Teriak Endrew


"Beneran mau lo kasih tau Aisyah dimana?"


"Hmm.... Masalah ga biasa di biarkan berlarut-larut, lihat saja Aisyah masih mau pulang dan mau menghadapi masalahnya.'


"Benar juga!"


"Beneran lo mau tau istri lo dimana?"


"Kalian sengaja menyembunyikan dariku. Gue sudah keliling ke rumah-rumah sakit namun sama sekali tidak ada nama istri gue."


"Untuk masalah itu, bukan wewenang kita. Bisa jadi itu ulah bokap lo Al."Ucap Julio.


"Lalu hubungan lo sama Aruna?"tanya Endrew


"Gue ga ada hubungan sama Aruna, hanya gue bener-bener khilaf. Hampir setiap hari selama satu pekan Aruna datang ke kantor. Sungguh aku khilaf Dia terus saja merayuku."


"Dasar Sableng!!!!''


"Kucing Garong!!!!"


"Buaya buntung!!!!"


"Lelaki hidung belang!!!!"


"Terserah lo pada mau ngomong apapun tentang gue, gue akui gue salah."


"Istri sudah keluar dari rumah sakit, barusan, dan Istri lo punlang ke apartemen lo."


"Lo ga bohong kan???"di jawab gelengan kepala oleh Endrew

__ADS_1


Alceo tidak menunggu lagi Dia sehera melesat menyambar kunci mobilnya dan pulang ke apartemennya. Karena jarak yang tak begitu jauh, hanya butuh waktu 15 menit sudah sampai. Alxeo segera berlari menuju unit apartementnya.


Setelah masuk Dia langsung berlari ke kamar yang di tepati istrinya, naun tidak menemukan iatrinya disana.


"Mbok.... Mbok Darmi.... Aisyah kemana kenapa tidak ada di kamarnya?"


"Mbok tidak tau den, setau mbok non Aisyah sama sekali belum turun den."


"Lalu dimana kamu sayang." desisnnya


Alceo menuju kamarnya hanya tuangan itu yang belum di lihatnya. Alceo masuk, seketika Dia tertegun melihat istrinya terlelap disana. Alceo berjalan mendekat menatap lekat wajah yang dua minggu ini di rindukannya. Alceo ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk erat istrinya. Mereka berdua terlelap dengan Alceo memeluk erat Aisyah.


Hampir 3 jam mereka tidur, Aisyah mulai mengerjapkan matanya. Pertama membuka matanya wajah suaminya yang Dia lihat


"Mas Al...."ucapnya lirih, Hanya air mata yang meleleh tanpa izin. Isakan tangis Aisyah membangunkan Alceo.


"Sayang.... Apakah ada yang sakit? Mana yang sakit? Apa perlu kita ke rumah sakit?" Aisyah hanya menggeleng pelan.


"Gimana kabarnya mas Al?"


Lihatlah wanita didepannya, justru mengkhawatirkan dirinya.


"Aku baik-baik saja setelah melihatmu."


"Mas dari mana?"


"Mencarimu."


"Kenapa dengan jambang ini? Tapi semakin terlihat tampan jika suamiku seperti ini."


"Kamu suka?"


"Hmmm..."


AA


"Apakah kamu mau memaafkan mas?"


"Aku sudah memaafkan mas, sebelum mas meminta maaf. Dan akan seperti itu jawaban yang akan kuberikan setiap mas melakukan kesalahan."


"Bagaimana Dia apakah sudah sehat?"


"Alhamduliaah, sudah sangat sehat."


"Aku merindukanmu istriku, sangat merindukanmu."


Aisyah mencoba menepikan egonya, jika tidak di perbaiki yang ada pernikahannya akan berakhir.


"Sebelum semua kita mulai dari awal, selesaikan dulu hubungan masa lalu mas dengannya, Perahu ku hanya bisa untuk satu biduk saja, jika akan ada dua biduk yang akan hadir maka aku memilih untuk merelakannya dan melepaskannya."


DEG


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Selagi masih hidup masalah tidak akan pernah berhenti atau selesai. Yang ada berganti dari masalah satu ke masalah yang lainnya. Semua akan selesai di saat usia kita juga selesai di dunia ini....


...~Aisyah~...


__ADS_2