SAMPAI DISINI

SAMPAI DISINI
BAB 11


__ADS_3

Di tengah perdebatan panasnya bersama suaminya, tiba-tiba saja handphone Daniel bergetar, ada satu panggilan masuk dari Harry. Harry mengabarkan jika ia dan istrinya tengah di perjalanan menuju rumah sakit. Claire akan segera melahirkan.


"Benarkah? Adikku akan segera melahirkan?" berita itu langsung melunturkan ketegangan di antara mereka, ketengangan itu berganti menjadi rasa bahagia karena calon anggota keluarga baru siap hadir.


Jessica mulai melonjak-lonjak kegirangan karena sebentar lagi akan memiliki keponakan, kemudian ia panik dan bergegas kembali ke kamarnya untuk mengambil tas dan kunci mobil. "Ayo Daniel, kita harus bergegas ke rumah sakit, kita berdua akan menjadi Aunty," ia berlari menuju garasi.


Daniel tergelak mendengar lelucon Jessica dan menukas, "Aunty? Jessica. Kita bersua akan menjadi Aunty."


"Oh Astaga aku salah," Jessica menepuk jidatnya, sembari masuk ke mobil. "Aku Aunty dan kau Uncle, Daniel," ralatnya.


Daniel masih tergelak ketika ia masuk ke mobil dan mulai melajukan kendaraannya keluar dari kediamannya. Jessica yang sudah tidak sabar ingin melihat keponakannya meminta Daniel melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Alih-alih menambah kecepatan, Daniel malah berbelok memasuki salah satu coffee shop. "Kita butuh kafein karena kita tidak akan tidur malam ini, kita akan menjaga baby. Kau mau apa?"


"Caramel Macchiato."


Daniel memesan satu Caffe Americano, dan satu Caramel Macchiato. Setelah itu barulah mereka meluncur ke rumah sakit.


...****************...


Harry melangkah ke ruang tunggu dengan raut wajah santai. Jessica dan Daniel langsung menegakan badan dan menggu berita yang akan di bawanya. Di dalam ruang persalinan tadi, selama tiga puluh menit terakhir, Jessica dan Daniel menunggu Claire menjerit kesakitan, tanda bahwa dia sedang melahirkan. Tapi kemudian hening, tak ada suara sama sekali.


Sura tangis bayi baru lahir pun tak ada. Jessica membekap mulutnya dengan kedua tangannya, melihat Harry datang mendekat ke arahnya, membuat Jessica takut, ia membayangkan hal yang tidak-tidak.

__ADS_1


Bahu Harry mulai berguncang, dan air mata mengalir deras di wajahnya. "Aku sudah menjadi seorang ayah." teriaknya dengan riang. "Aku seorang Ayah!" Harry memeluk Daniel kemudian beralih ke Jessica. "Tunggu lima belas menit, kalian boleh masuk untuk melihatnya."


Setelah Harry kembali masuk keruang persalinan, Jessica memeluk Daniel dengan hangat, keduanya mendesah lega, saling pandang dan tersenyum. "Apa tadi kau membayangkan hal yang buruk juga?" tanya Daniel.


Jessica mengangguk. "Kau sekarang jadi Paman," ujar Jessica.


Daniel mengecup kepala Jessica dan menjawab, "Kau juga sayang."


Tiga puluh menit kemudian Jessica dan Daniel sudah ada di ruang rawat inap, mereka berdiri di samping tempat tidur mengamati Claire menggendong bayinya yang baru lahir. Masih terlalu dini untuk mengatakan bayi itu mirip siapa, tapi bayi itu sangat cantik.


"Mas Daniel mau menggendong keponakanmu?" tanya Claire pada Daniel.


Daniel mendada kaku seolah gugup, tapi kemudian ia mengangguk. Claire mendekat dan meletakan bayinya di lengan Daniel, mengajarinya cara menggendong. Daniel menunduk memandang si bayi dengan gugup kemudian berjalan ke arah sofa dan duduk. "Kalian sudah memneri nama bayi ini?" tanyanya.


Jessic dan Daniel sama-sama memandang Claire, menanti jawaban. Claire tersenyum matanya berkaca-kaca. "Kami ingin menamainya seperti orang yang aku dan Harry kagumi, jadi nama bayi kami mirip dengan nama Mas Daniel. Namanya Dania."


Jessica langsung menoleh ke arah suaminya dan Daniel terlihat sangat terkejut, kemudian menekuri bayi yang masih dalam dekapannya. "Wow," bisiknya dengan senyum merekah. "Aku harus berkata apa? Ini luar biasa sekali."


Jessica merem*s tangan Claire kemudian ia berjalan ke arah sofa dan duduk di samping Daniel. Melihat cara Daniel memandangi keponakannya, membuat hati Jessica mengembang.


Harry duduk di samping Claire. "Apa kalian tahu, saat Claire melahirkan Dania tadi, Claire sama sekali tak mengeluh, bahkan dia sama sekali tak di induksi," pria itu merangkul mesra istrinya. "Aku baru sadar ternyata aku telah menikahi seorang superhero tercantik di dunia ini," ia memberikan kecupan manisnya di kening istrinya.

__ADS_1


Daniel tergelak. "Ya, dia memang kuat sekali. Waktu kecil dia pernah menendang boko*gku hingga aku masuk got."


"Tidak boleh bicara kasar di depan Dania," ujar Harry.


"Boko*g," bisik Daniel.


Mereka tertawa bersama, kemudian Daniel bertanya kepada istrinya apakah dia ingin menggendong Dania, tentu saja Jessica mau, ia bahkan sudah sejak tadi menunggu gilirannya menggendong Dania.


Saat Dania berada di dekapannya, Jessica terkejut merasakan betapa besar ia mencintai Dania. "Apa kau memikirkan hal yang sama?" tanya Daniel.


Mata Jessica berkaca-kaca. Sebelum mereka menikah, mereka sempat membicarakan masalah momongan dan mereka sepakat untuk tidak memiliki anak sebab anak bisa menghabat karir mereka dan mereka tak yakin jika bisa mengurus anak dengan baik, tapi setelah menggendong Dania semua pikiran itu hilang, Dania merubah sudut pandangan Jessica dan Daniel tentang memiliki anak.


"Aku mau yang seperti ini," ucap Daniel. "Maksudku seorang bayi, terserah mau laki-laki atau perempuan yang penting bayi kita." Buliran-buliran bening mengalir deras di pipi Jessica. "Iya, aku juga mau, Daniel."


Daniel beralih menatap Claire. "Kapan Mommy dan daddy ke Jakarta? Kalian sudah memberitahu kalau kau melahirkan kan?" tanyanya.


"Tentu saja kami sudah menghubunhinya," jawab Claire. "Kami menghubungi Mommy terlebih dahulu, sebelum menghubungi mas Daniel. Mommy dan Daddy sudah di bandara, mungkin dua sampai tiga jam lagi sampai sini kalau tidak macet."


"Bagus, kami jadi tidak perlu menginap di sini," Daniel mengambil Dania dari dekapan istrinya, kemudian ia berjalan ke arah Harry dan memberikan bayinya. "Aku dan Jessica mau ke ruang dokter kandungan, selagi belum tutup. Setelah itu kami akan langsung pulang untuk mengerjakan project besar kami," Ia mengulurkan tangannya ke arah Jessica "Ayo sayang!"


Jessica mendekat ke arah Claire dan mencium serta memberikan ucapan selamat sekali lagi kepadanya dan juga kepada Harry, barulah Jessica menggandeng tangan Daniel keluar dari ruang rawat inap Claire. "Bye sayang," ia melambaikan tangannya pada Dania.

__ADS_1


"Good luck ya," sahut Harry, ia mengatar keduanya sampai ke pintu depan kemudian menaruh Dania dalam kotak bayi di samping tempat tidur Claire.


Sementara Claire duduk di tempat tidurnya, menangis bahagia karena putri kecilnya yang baru saja lahir mampu merubah pandangan kakaknya dan Jessica tentang memiliki anak, ia tahu betapa kerasnya Daniel yang ngotot tak ingin memiliki anak karena mengejar ambisi karirnya tapi itu semua berubah berkat Dania. "Sudah kubilang, dia tidak sekeras itu," Harry mendekap hangat Claire dan menenangkan tangisnya.


__ADS_2