
Melihat Estelle lelap di dadanya, Rey jadi bepikir tentang kemungkinan ia akan menjadi bagian penting dalam hidup bocah ini, ia bisa menjadi ayah tirinya suatu hari nanti, dan kemungkinan besar dirinya akan lebih berpengaruh dalam hidupnya daripada ayah kandungnya, karena ia dan Jessica pada akhirnya akan tinggal bersama.
Mungkin orang-orang akan beranggapan bahwa ini terlalu terburu-buru, tetapi sebenarnya, Rey sudah bertahun-tahun menginginkan Jessica. Ini adalah hari yang sangat penting, dimana ia menghabiskan waktu dengan seseorang yang mungkin suatu hari akan menjadi putrinya.
Rey mengelus helaian rambut Estelle bak stroberi dan mencoba memahami mengapa Daniel begitu marah dan kasar terhadap Jessica padahal mereka sudah bercerai. Jessica memiliki hak penuh untuk hidupnya, dan berhak menentukan siapa yang dia pilih untuk menemaninya merawat Estelle bersama-sama. Rey paham bahwa tidak mudah bagi siapa pun melihat mantan istri yang masih di cintainya bersama pria lain, tapi sekali lagi mereka sudah berpisah, dan perpisahan mereka bukan karena siapa pun melainkan kesalahannya sendiri. Seandainya dia menjadi pria yang lebih dewasa, dan lebih rasional. Tentu Jessica tidak akan pernah meninggalkannya. Dia akan tetap memiliki istri dan putrinya, dan aku tidak akan pernah berhubungan dengan Jessica. Meski rasanya sakit melihat dia bersama pria lain, tapi aku akan bahagia melihatnya bahagia.
"Apakah kamu pernah membuat laporan terhadap Daniel?" tanya Rey, menatap Jessica. Wanita itu duduk di lantai di sebelah Rey, memandangi Estelle lelap di dada Rey.
"TIDAK."
"Apakah kalian berdua memiliki perjanjian hak asuh?"
Jessica mengangguk. “Aku memiliki hak asuh penuh, sebab Estelle masih di bawah 12 tahun, tetapi dengan berbagai ketentuan, salah satunya membolehkan Daniel bersama Estelle paling tidak seminggu dua kali."
__ADS_1
"Dia memberikan tunjangan anak?"
Jessica mengangguk. “Ya. Dia tidak pernah terlambat.”
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu membuat situasi Jessica tampak semakin genting. "Mengapa?" Jessica bertanya.
Rey menggelengkan kepala. "Tidak ada, itu bukan urusanku."
Jessica menyentuh lengan Rey “Itu urusanmu, Rey. Kita bersama sekarang.”
Jessica tersenyum sembari mengangguk. Jika Estelle sedang tidak tidur di dadanya tentu Rey akan menggendong Jessica dan memutarnya, ia begitu bahagia, namun kebahagiaan itu sirna ketika pikirannya kembali ke Daniel.
“Apakah sudah terlambat untuk melaporkan bahwa dia pernah melakukan kekerasan padamu di masa lalu? Mungkin itu akan membantu mencegah Estelle bermalam dengannya.”
__ADS_1
“Begitu dua orang menyetujui kesepakatan hak asuh, kamu tidak dapat menggunakan bukti masa lalu untuk mengubah kesepakatan itu. Sayangnya, aku tidak pernah melaporkannya, jadi aku tidak bisa menggunakan pelecehan itu sebagai pembelaan saat ini.”
Daniel tidak pernah menyakiti Estelle, Jessica tidak pernah melaporkan tindak kejahatan Daniel, Daniel tidak pernah telat membayar tunjangan untuk putrinya dan dia memiliki karir yang sukses. Semua hal itu menguntungkannya.
Jessica bersandar di bahu Rey, ia melepaskan ******* pelan. “Kamu tahu, jika aku memperjuangkan hak asuh tunggal, peluangku kecil. Dia tidak memiliki sejarah kriminal, dan dia punya uang untuk membayar pengacara terbaik. Hampir setiap pengacara yang aku ajak kerjasama mendorongku untuk menyelesaikan ini secara kekeluargaan karena mereka telah melihat kasus seperti kami di banyak kasus, dan kesepakatan yang disetujui Daniel saat itu adalah pilihan terbaikku," ia menyeka air mata yang mengalir di pipinya.
Rey bisa merasakan ketakutan Jessica. "Apa pun yang terjadi, kamu tidak sendirian lagi."
Jessica tersenyum lega, di saat yang bersamaan Estelle bangun. Dia membuka matanya dan menatap Rey, kemudian mencari ibunya. "Sayang.." bisik Jessica, Estelle langsung menoleh ke arah Jessica dan berpindah ke pelukan ibunya. "Rey, maaf sekali kita harus pergi," ucap Jessica. “Aku merasa bersalah karena berada di sini bersama Estelle. Aku akan marah jika Daniel mengajak Estelle berkeliling tanpa sepengetahuanku.
“Saya pikir situasimu berbeda. Daniel tidak harus mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan putrinya karena dia takut dengan amarahmu. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.” Rey mengelus kepala Jessica dengan lembut kemudian ia membantunya membereskan barang-barang dan membbawanya ke mobil
Begitu Estelle duduk di kursi mobilnya, Jessica mendekat ke arah Rey untuk mengucapkan selamat tinggal. Rey mengecup kepalanya. "Kau belum pergi tapi aku sudah merindukanmu."
__ADS_1
Putus denganmu dua belas tahun yang lalu adalah hal yang menyakitkan buatku, tapi ada yang lebih menyakitkan lagi yaitu melihatmu tidak bahagia, Rey melambaikan tangannya ke arah mobil Jessica yang perlahan bergerak keluar dari gerbang kediamannya.
"Aku pikir mereka akan menginap," komentar Jordy, ia nampak terlihat kesal melihat kepargian Estelle. "Yaahhhh sepi lagi..."