SAMPAI DISINI

SAMPAI DISINI
BAB 16


__ADS_3

Tiga Bulan Kemudian


Rupanya Dewi Keberuntungan masih bersama Jessica, tiga bulan setelah menjalani program hamil akhirnya dokter menyatakan bahwa ia kini tengah mengandung seorang bayi, dengan usia kandungan baru mencapai empat minggu.


Tentu saja hal ini menjadi kabar bahagia untuk dirinya, namun Jessica tidak ingin menyampaikan berita hebat ini begitu saja kepada suaminya, ia ingin menunggu Daniel pulang dan memberitahukannya secara langsung.


Hari ini hari kamis, artinya besok Daniel akan pulang ke Jakarta. Jessica tak menyangka bahwa LDM bersama suaminya begitu terasa mudah, terlebih selisih waktu antara Jepang dan Jakarta hanya selisih dua jam saja sehingga malam hari setelah melakukan aktivitas mereka sempatkan untuk berkomunikasi dan menceritakan kegiatan masing-masing. Di hari Jum'at malam Daniel akan pulang ke Jakarta dan kembali ke Jepang hari Minggu malam, begitu seterusnya selama tiga bulan ini.


Jessica harap kondisi ini tetap bertahan seperti ini hingga Daniel menyelesaikan pekerjaannya, jika tidak ada halangan tahun depan kontrak itu selesai dan Daniel bisa kembali ke Jakarta sebelum ia melahirkan.


Handphone Jessica berdering ketika ia baru saja masuk rumah. "Hallo sayangku," sapa Jessica pada suaminya melalui sambungan video call, ia menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu. Jessica sangat lelah seharian bekerja tapi juga bahagia dengan kahadiran janin dalam kandungannya.


"Hai," sapa Daniel. Berbeda dengan Jessica yang begitu terlihat bahagia, Daniel justru malah sebaliknya, pria itu terlihat muram dan lelah sekali. Lingkar mata pandanya terlihat jelas sekali. Jessica langsung mengetahui jika ada sesuatu yang buruk terjadi pada suaminya. "Sayang, kau baik-baik saja?"


Daniel menggeleng. "Ada miss-communication antara aku dan client, sehingga kami harus membongkar ulang bangunan yang sudah berdiri, tapi clientku tidak memberikan perpanjangan waktu, karena mereka menilai ini adalah kesalahan kami."


"Lalu?" Jessica pun turut menyayangkan apa yang terjadi pada suaminya, dan berharap Daniel mampu mengatasi masalah pekerjaannya. "Apa kau tidak akan pulang besok?" jika Daniel mengatakan dia tidak pulang, maka Jessica akan mengatakan dirinya hamil saat ini juga, semoga itu bisa menjadi obat semangat untuk suaminya.


"Aku akan tetap pulang besok malam. Hari sabtu dan minggu akan di lakukan pembongkaran jadi aku rasa, aku tidak ada pun tidak masalah. Pembangunan ulang di mulai hari senin, aku kan kembali ke sini seperti biasa, minggu sore atau malam. Tapi mungkin setelah itu aku tidak akan pulang ke Jakarta lagi karena mengejar target," terang Daniel.

__ADS_1


Besok Daniel pulang, berarti aku masih tetap bisa memberikan kejutan ini, besok saat dia pulang. "Tidak apa-apa sayang. Jika aku senggang aku pasti akan ke sana." Jessica malah berpikir ingin menikmati masa kehamilannya di Osaka atau bila perlu ia lahiran di sana, tapi Jessica tak ingin mengatakannya sekarang, ia akan mengatakan besok.


Daniel tersenyum tipis. "Ya, aku berharap kau ada di sini. Aku sangat membutuhkanmu, Jess."


Lama mereka mengobrol hingga akhirnya, Daniel terlebih dahulu tidur dan Jessica memanfangi wajah suaminya beberapa saat sebelum akhirnya ia mematikan sambungan video callnya. "Kami akan menemanimu sayang," bisiknya sembari mengeleus perutnya yang masih rata.


...****************...


Keesokan sore, tiba-tiba saja Jessica mendapat kabar jika Daniel sudah di rumah. Sebelumnya Daniel tak mengatakan jika dia pulang lebih awal dari biasanya, sehingga Jessica tak sempat menjemputnya di bandara, tapi untungnya Daniel mengerti dan dia bersedia menunggu Jessica pulang ke rumah.


Jessica memang menyelesaikan banyak pekerjaan hari ini, agar ia bisa segera pindah ke Osaka bersama suaminya. Pukul 19.00 Jessica berhasil menyelesaikan pekerjaannya, dan bersiap untuk pulang dan memberikan kejutan kepada suaminya.


Jessica memutuskan untuk membuat makanan sebelum membangunkan Daniel, sebab ia belum makan malam dan ia kelaparan. Saat menyalakan lampu dapur, Jessica menjerit, tangannya mendekap dada. "Ya Tuhan, Daniel. Kau sedang apa di sini? Kenapa tidak menyalakan lampu?"


Daniel berdiri dengan punggung bersandar di mini bar, kakinya bersilang dan ia menyipit ke arah Jessica. Dia membolak balikan sesuatu di jemarinya sembari menatap jessica dengan tajam.


Mata Jessica tertumpu pada mini bar, dan ia melihat gelas kosong yang mungkin tadi berisi wine. Daniel kadang-kadang memang suka minum untuk menghilangkan penat atau saat tidak bisa tidur.


Jessica kembali memandangi Daniel yang tersenyum kecil padanya, tubuh Jessica langsung terasa hangat karena setelah ini Daniel biasanya akan memeluknya dan mencumbuinya, di saat itulah dia akan mengatakan jika dirinya tengah mengandung.

__ADS_1


Tapi bukan itu yang terjadi, Daniel menatap tajam ke arah Jessica dan mengatakan, "Apa kau sudah menonton film terbaru yang sedang tayang di bioskop saat ini?" Daniel membanting remot TV di mini bar.


Jessica mengerutkan keningnya sembari menggeleng. "Aku mana punya waktu untuk pergi ke bioskop? "


Daniel menatap Jessica tanpa berbicara, kemudian menegakan badan, ia maju mendekati Jessica, lalu meraih pinggangnya dan menciumnya. Daniel menciumnya sembari melepaskan celana Jessica.


'Baiklah kita akan bercinta dulu, setelah itu aku akan mengatakan jika aku hamil dan kita masak bersama,' batin Jessica.


Daniel mengangkat tubuh Jessica dan mendudukannya di mini bar, sementara Daniel berdiri di antara lutut Jessica. Jessica bisa mengendus aroma wine di napas Daniel dan ia sangat suka aromanya. Ia sendiri mulai terengah-engah saat bibir Daniel yang hangat menyapu mulutnya.


Daniel mencemgkram rambut Jessica dan menariknya pelan sampai Jessica menengadah menatapnya. "Jujurlah padaku Jess!" bisiknya, ia memandang mulut Jessica seolah ingin melahapnya.


Jessica mengangguk.


Tangan Daniel yang lain mulai merayap di paha istrinya, hingga Jessica tidak bisa lagi kemana-mana. Dua jarinya yang hangat menyelinap masuk, sementara tatapannya terus mengunci tatapan Jessica.


Jessica menarik napas cepat sementara pahanya menjepit pinggang Daniel dengan erat. Ia mulai mengerang pelan saat Daniel memainkan jemarinya di bagian intim Jessica. "Kamu yakin tidak tahu film yang sedang tayang hari ini? Bukan kah film itu di angkat dari novel romance yang kamu sukai?"


Jantung Jessica seolah berdetak melambat. 'Kenapa Daniel membahas novel itu lagi? Aku sudah membuangnya, bahkan aku melihat sendiri truk sampah telah membawanya pergi jauh.' batin Jessica.

__ADS_1


Jemari Daniel masih bergerak di oragan intim Jessica, matanya masih menyiratkan jika Daniel ingin bercinta dengannya tapi tangannya menggenggam seuntai rambut Jessica kemudian menyentak dengan keras hingga jessica meringis kesakitan.


__ADS_2