SAMPAI DISINI

SAMPAI DISINI
BAB 26


__ADS_3

Usia kandungan Jessica telah mencapai usia dua puluh minggu, Daniel belum juga merampungkan pekerjaannya di Osaka, sehingga dia belum bisa pulang ke Indonesia.


Sejak Claire mengetahui Jessica hamil dan Jessica memiliki masalah dengan Daniel di tambah Daniel tak kunjung kembali ke Indonesia. Claire dan Harry begitu perhatian da memanjakan Jessica, mereka berdua menemani Jessica periksa kehamilan, menemani Jessica senam hamil, hingga rutin mengunjungi di apartementnya hanya sekedar membawakan makanan dan melihat kondisi Jessica ketika Jessica tidak ke butik.


Seperti yang Claire lakukan saat ini, ia datang ke apartement Jessica dengan membawakan rujak mangga muda dan sebuah koper besar berisi tumpukan baju hamil, namun kali ini Claire datang sendiri, ia tidak di temani Harry maupun putrinya Dania.


Claire memberikan rujak itu kepada Jessica, ketika Jessica membuka pintu untuknya "Aku sudah tidak ngidam, kau tidak perlu membawakan apa pun."


Claire melangkah masuk ke apartement Jessica sembari menyeret kopernya. "Bagaimana keadaanmu?" Ia terus memandangi wajah lusuh Jessica dengan penuh rasa iba. "Aku mohon Jess, jangan kau katakan kau baik-baik saja, aku ini sangat mengenalmu," ia meletakan koper di pinggir sofa kemudian menarik Jessica duduk.


Claire benar-benar putus asa membuat Jessica kembali ceria seperti dulu lagi, padahal seharusnya Jessica menikmati masa-masa kehamilannya pertama yang telah di nantikannya dengan penuh kebahagiaan.


Perlahan Jessica mengangkat tangannya ke mulut, ia masih tidak yakin untuk bercerita kepada Claire, ia bingung seberapa banyak harus ia cerita. "Aku tidak tau harus mulai cerita dari mana."


Claire merem*s tangan Jessica, tapi ia tidak berkata apapun. Sepanjang lima menit mereka berdua terdiam, hingga akhirnya Jessica menghembuskn napas pelan dan memulainya.


Jessica menceritakan semuanya pada Claire, ia cerita tentang pertengkarannya dengan Daniel, ia cerita tentang dirinya meminta bantuan Rey dan tinggal selama dua malam di kediaman Rey. Jessica juga cerita tentang rencana memberikan kejutan tentang ke hamilannya kepada Daniel sebelum Daniel menganiyaya dirinya.

__ADS_1


Jessica cerita kepada Claire bagaimana selama berminggu-minggu ini ia selalu menangis karena begitu kesepian dan ketakutan karena kejadian itu.


Dan ya, Claire bisa melihat hal itu dari mata Jessica. Untuk itu ia datang, ia sudah tidak tahan lagi melihat kesedihan yang selama ini di pendam Jessica.


Setelah Jessica menceritakan semuanya, mereka berdua menangis sembari berpelukan. Claire tak berkomentar apa pun selama Jesscia cerita, bahkan hingga selesai. "Oh Jessica," cetusnya berulang kali.


Tapi menurut Jessica, Claire memang sebaiknya tak memberikan komentar apa pun sebab Daniel adalah kakaknya. Jessica sudah bisa menebak jika Claire akan memintanya untuk mempertimbangkan soal memberi maaf kepada Daniel seperti kejadian di mana Daniel pernah mendorongnya di tangga. Jessica tahu persis itulah yang ada di pikiran Claire.


Claire mengakat kepalanya untuk memandang Jessica, ia mere*as tangan Jessica dan berkata. "Kakakku mencintaimu, Jess. Dia sangat mencintaimu. Kau telah merubah hidupnya dan menjadikan sosoknya menjadi lebih baik. Sebagai adiknya tentu tidak ada yang lebih kuinginkan selain kau bisa menemukan cara untuk memaafkannya. Tapi sebagai sahabat baikmu aku tidak akan mau berbicara lagi padamu jika kau kembali padanya."


Setelah menangis cukup lama, Claire melepas pelukannya dan meraih tisu di meja. Mereka berdua sama-sama mengelap air mata sembari terisak. "Kau adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki."


Claire mengangguk. "Aku bukan hanya menjadi sahabatmu tapi juga akan menjadi aunty terbaik untuk keponakanku tersayang," ia membersihkan hidungnya dan terisak lagi, tapi sembari tersenyum. "Mari kita singkirkan tentang kakakku yang me yebalkan itu, aku punya banyak baju hamil untukmu, Jess." Claire menarik kopernya, kemudian membukanya di hadapan Jessica.


Jessica melihat baju-baju bermerk itu masih ada gantungan harganya. "Kau membeli ini semua untukku?" tanya Jessica heran.


Claire menggeleng. "Ini aku membelinya sewaktu aku hamil Dania, aku membeli baju terlalu banyak sehingga aku tak sempat mengenakannya," ia meraih satu baju terusan berwarna merah muda dan meminta Jessica untuk mencobanya.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak menyimpannya untuk nanti kalau kau hamil lagi?" Jessica menerimanya dan mulai mencopot pakaiannya dihadapan Claire.


"Kalau aku hamil lagi, aku tinggal beli lagi. Harry tak masalah aku menghabiskan uagnya untuk belanja karena uangnya tak pernah menyusut," ucapnya sembari tertawa.


Jessica pun ikut tertawa, ia tahu Claire dan suaminya sangat kaya mereka bisa beli apa pun yang mereka mau sebab Harry merupakan seorang programer handal yang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar dunia, yang sekali bekerja bisa menghasilkan puluhan miliar.


Jessica berjalan ke kamarnya, ia memandangi perut buncitnya di depan cermin. Claire pun mengikuti Jessica kekamar, ia menaruh satu tangan di perut Jessica dan memandang ke cermin bersama Jessica. "Kau sudah tahu apa jenis kelamin bayi ini?" tanyanya penasaran.


Jessica menggeleng. "Aku tidak mau tahu, biar menjadi kejutan. Setiap periksa aku hanya menanyakan kondisi perkembangannya saja," jawab Jessica.


"Aku harap bayi ini perempuan, agar dia menjadi sahabat untuk Dania, seperti persahabatan kita," sahutnya. "Kita harus mengadakan baby shower paling meriah dan spektakuler, Jessica," ia mengucapkan gagasannya dengan riang.


"Jangan!" ujar Jessica. "Untuk mengadakan pesta aku harus izin dengan Daniel, aku masih tidak mau menghubunginya."


Claire mengibaskan tangannya tak peduli. "Kita tidak memerlukan dia untuk pesta ini, termasuk izinnya. Aku dan Harry bisa mengurus semuanya sendiri," ia hanya ingin melihat Jessica tersenyum bahagia dan Claire pikir dengan membuat pesta yang meriah dan di kelilingi banyak orang-orang yang mencintainya, Jessica akan bahagia.


Claire mengeluarkan handphonenya, ia menghubungi EO untuk membicarakan rencana pesta baby shower Jessica. Dan untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu merasa terpuruk, akhirnya Jessica merasa gembira dan bersemangat menyambut pestanya.

__ADS_1


__ADS_2