SAMPAI DISINI

SAMPAI DISINI
BAB 46


__ADS_3

Di pernikahan Evelin, Jessica menjadi designer gaun pengantin sekaligus tamu undangan. Sejak beberapa hari yang lalu ia sudah berlari sepanjang hari untuk memastikan tidak ada satu pun yang kurang dan sudah sesuai dengan keinginan Evelin.


Di hari H, ia menutup butik lebih awal agar dirinya dan pegawainya yang lainnya bisa datang ke acara tersebut. Rey datang menjemputnya di saat Jessica belum siap, ia bahkan baru saja menerima chat darinya yang menanyakan apakah dia jadi datang? Jessica yakin Rey harus berhati-hati karena bisa saja media ada di mana-mana.


Jika benar-benar ada media atau ada yang memotret kebersamaan mereka, kemudian menyebarkannya di berita, resikonya akan sepadan dengan hadiahnya. Jessica sudah menantikan malam ini sejak Rey setuju untuk menemaninya kondangan.


"Ayo, aku masih bersiap-siap," Jessica membiarkan Rey masuk.


Rey mencondongkan badannya untuk mencium pipi Jessica sembari memberikan bungkusan berisi bolu buatannya. "Wow.. Kebetulan sekali aku belum sempat makan dari siang tadi," Jessica membuka bungkus kue dan menggigitnya. Kemudian, dengan mulut penuh, saya berkata, “Maaf kalau aku terluhat norak. Aku kelaparan." Jessica menunjuk ke arah kamar tidurnya. “Kamu bisa menunggu di kamarku bersamaku sementara aku bersiap-siap, itu tidak akan memakan waktu lama.”


Rey melihat sekeliling, memperhatikan semuanya saat dia mengikuti Jessica ke kamar tidurku. "Di mana Jordy?" tanyanya sembari memoles wajahnya dengan make up


"Kau masih ingat dengan Raka? Nelayan yang membawa ikan untukmu."


"Ya, aku ingat."


“Aku meminta putranya untuk menemani dan mengawasi Jordy di rumah.”


"Bagaimana dia menyukai sekolah barunya?" Aku tidak bisa melihat Rey dari cermin, tapi dia berjalan lebih dekat dengannya.

__ADS_1


"Suka, kurasa." Rey terlihat mengagumi wajah Jessica selama beberapa detik, tersenyum menggoda. "Terima kasih telah mengundangku."


Jessica sekilas menoleh ke arahnya dan membalas senyuman itu. "Terima kasih sudah datang. Aku tahu kamu mengalami minggu yang sibuk.” Mata Rey terlihat lelah. "Aku bisa menyetir mobilmu kalau kau mau."


"Tidak perlu, biar aku saja." Rey kemudian meminta Jessica lebih cepat karena mereka bisa terlambat, ia mengambil beberapa langkah menuju pintu kamar, dan tanpa menoleh ke belakang, dia berkata, "Aku akan menunggu di ruang tamu."


Selesai berias, Jessica berlari ke lemari dan mencari sepatu dan mengambil selendangnya. Saat Jessica keluar dari kamar ia melihat Rey berdiri di dekat dinding melihat foto-foto Estelle. Rey berbalik menghadap Jessica. "Wow. Kamu cantik, Jessie," ia mendekat ke arah Jessica, kemudian mengulurkan tangannya untuk membelai wajah Jessica.


Tangan lembutnya menelusuri wajah cantik Jessica, kemudian perlahan turun ke leher sembari mencondongkam wajahnya mendekat ke bibir Jessica. Jessica sudah siap menerima ciuman Rey, ia pun mendekatkan wajahnya ke arah Rey. Namun tiba-tiba Rey berhenti sejenak, sebelum akhirnya dia mudur dan menjauh dari Jessica. "Ayo kita berangkat."


Sungguh Jessica merasa tersinggung dengan apa yang Rey lakukan. "Kamu kenapa? Apa ada yang salah denganku?"


"Lalu?"


Rey terlihat terlihat tidak nyaman, sepertinya dia tidak ingin melakukan percakapan ini, dia memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dan mendesah. “Aku hanya teringat malam di mana kau menghubungiku, meminta bantuanku untuk menjemputmu. Aku mengobati luka di lehermu...” Suaranya terdengar sedih, tapi saat Rey melakukan kontak mata dengan Jessica, suara sedih itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan gejolak di ekspresinya. “Kau katakan bahwa itu adalah luka gigitan dia…” Rey berhenti di tengah kalimat, di sangat kesal, dan bahkan tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.


“Dia menggigitmu karena film yang aku perankan dan berita murahan yang tersebar di media.”


Lutut Jessica terasa gemetar sampai-sampai ia tak bisa menjawabnya. Rey terlihat sangat marah, tapi kemarahan yang tidak Jessika takuti, karena Rey tidak marah kepadanya. Dia marah pada orang yang menyakiti Jessica, itu adalah kemarahan yang melindungi.

__ADS_1


Saat Rey menoleh pada Jessica lagi, Jessica bisa melihat rahangnya yang keras dan urat di lehernya saat dia berkata, "Bagaimana aku bisa bersikap sopan di dekatnya setelah apa yang dia lakukan kepadamu, Jessie?"


Ada rasa bersalah dalam suara Rey saat dia berbisik, “Seharusnya aku bisa melindungi orang yang aku cintai.”


"Ini semua bukan salahmu, Rey." Jessica berjalan lebih dekat ke Rey dan menekan punggungku ke dinding di seberangnya. Rey melakukan hal yang sama di dinding seberang sampai mereka saling berhadapan. “Pertama kali Daniel memukulku, itu karena aku menertawakannya. Aku mabuk, dan aku pikir ada sesuatu yang lucu yang tapi ternyata tidak lucu, dan dia memukulku."


Rey memalingkan wajahnya setelah mendengar Jessica mengatakan itu, dia tetap diam di dinding, tapi sepertinya di dalam dirinya dia ingin lari ke tempat Daniel dan memukul pria itu.


“Kedua kalinya, dia mendorongku menuruni tangga. Argumen itu dimulai karena dia menemukan kartu namamu tersembunyi di tasku, padahal aku berniat menghubungimu hanya untuk memberikan design gaun pengantin Jenny. Dan saat dia menggigit leherku… Kamu benar. Itu karena dia melihat cuplikan film yang kamu perankan dan dia melihat berita tentang foto-foto kita saat berada dalam satu pesawat, pulang dari Jepang.” Jessica melihat ke bawah sebentar karena tak mampu menatap Rey.


“Aku dulu berpikir hal-hal yang seharusnya tidak aku lakukan. Seperti seharusnya aku tidak tertawa agar dia tidak memukulku, jika dari awal aku langsung menyerahkan pesanan gaun pengantin Jenny pada asistenku, dia tidak akan mendorongku di tangga."


Rey tidak menatap Jessica lagi, kepalanya disandarkan ke dinding, dan dia menatap langit-langit, membeku dalam amarahnya. “Setiap kali ini terjadi, aku selalu membandingkan jika dirimu adalah Daniel. Dimana aku menertawakanmu dalam keadaan yang sama seperti aku menertawakan Daniel. Aku yakin kau akan tertawa bersamaku, kau tidak akan mendorongku di tangga, jika mantan pacarku membinatangi film yang kisahnya mirip dengan masa lalu mereka, kau mungkin saja malah mengajakku nonton dan memintaku untuk menceritakan bagaimana masa laluku dengannya."


Jessica berhenti berbicara sampai Rey menatapnya.“Setiap kali aku meragukan diriku sendiri dan berpikir bahwa apa yang Daniel lakukan padaku memang pantas, yang harus kulakukan hanyalah memikirkanmu, Rey. Aku berpikir tentang betapa berbedanya sikapmu dengan dia, dan itu membantuku mengingat bahwa tidak ada yang salah denganku. Kamu adalah bagian penting dari alasanku berhasil melewati ini semua, meskipun kamu tidak ada di sisiku."


Rey diam-diam menyerap semua yang Jessica ungkapkan, kemudian Rey menutup jarak di antara mereka dan mencium Jessica. Tangan kanannya melingkar di pinggang Jessica saat Rey menarik Jessica ke arahnya.


Lidah Rey meluncur dengan lembut dan hangat di bibir Jessica, membujuk Jessica untuk membuka mulut. Tangan kiri Rey meliuk-liuk di rambut Jessica sampai dia menempelkan telapak tangannya ke belakang kepala Jessica.

__ADS_1


Gulungan kerinduan mulai terurai di dalam diri Jessica. Mulut dan sentuhan Rey begitu akrab karena mereka pernah melakukannya sebelumnya, tetapi ciuman ini terbuat dari bahan-bahan yang benar-benar baru. Ciuman pertama merek terbuat dari rasa takut dan kurangnya pengalaman masa muda. Ciuman ini adalah harapan, kenyamanan dan keamanan. Jessica sangat bahagia karena mereka memiliki satu sama lain.


__ADS_2