
Vella membuka matanya merasakan ada sesuatu berat yang menimpa perut nya, Saat menengok ternyata ada sang kakak sedang memeluknya.
"Ganteng banget si anak nya Daddy Bara."Kata Vella Sambil mengelus alis tebal Derion.
"Duh mancung banget kek perosotan."Vella memencet mencet Hidung Derion, Vella memainkan moncong hidung Derion dan membentuk nya seperti hidung hewan berkaki empat yang berwarna pink
"Mirip hehe." Kata Vella sambil tertawa geli.
"Udah puas hm."Kata Derion tanpa membuka mata.
"Bangsat!" Kata Vella terkejut.
Derion terkekeh mendengar latah Adik nya.
"Abang kalau adek jantungan gimana?" Tanya Vella Sewot.
"Ya tinggal ganti jantung pisang."Jawaban Derion enteng.
"Ihh aku ngambek sama Abang." Ketus Vella sambil melipat tangannya di dada.
"Ngambek kok bilang bilang."Goda Derion.
Vella bertambah kesal mendengar perkataan sang Abang bukan nya membujuk ini malah di Goda. Vella berjalan keluar kamar Derion Sambil menghentak hentakan kaki nya dengan keras.
BRAKKK
Vella menutup pintu kamar Derion dengan keras.
"HAHAHAHAAH."
***
Vella keluar dari kamar mandinya sambil ngedumel sangking kesal nya dengan sang Abang.
"Tai banget bukan nya di bujuk malah di ledek."
"Gue sumpahin dia jomblo seumur hidup"
"Nggak deng nanti yang kasih gue keponakan siapa."
"Tapi emang ada yang yang suka sama Abang secara dia kan julid nya minta ampun."
Acara ngedumel Vella masih berlanjut sampai dia selesai berpakaian,dan bersiap siap turun ke bawah. Saat di turun tangga Vella berpapasan dengan Derion.
"Masih marah nie yeh." Goda Derion sambil merangkul Vella.
"Apaan sih lepas." Jawab Vella ketus sambil mendorong Lengan Derion.
"Udah dong marah nya, pulang sekolah Abang teraktir beli bakso beranak deh."Bujuk Derion.
Mendengar kata Bakso beranak membuat nya ngiler dan membayang Kuah yang panas di tambah sambal bah enak kali, panas panas makan Bakso dan minum es teh.
"Serius bang."Tanya Vella dengan mata berbinar binar.
"Iya,TAPIII BOOONG."
***
"Bang muka adek kenapa ditekuk."tanya Mommy Lina berbisik ke anak bujang nya.
"Tadi Abang bilang mau teraktir dia beli Bakso beranak."jawab Derion.
"Terus kenapa muka dia di tekuk? kan dia maniak Bakso?"Tanya Daddy yang mendengar bisikan sang istri dan putranya.
"YA KARENA ABANG BOONG." Teriakan Vella melengking di meja makan.
"Vella udah ngebayangin makan Bakso hiks ditambah Sambal hiks t-erus minum n-ya es teh,t-api Abang bohong huaaa."
Mereka bertiga terkejut melihat Vella menangis sesenggukan cuma gara gara bakso t-api yang bikin mereka nggak kalah syok Vella menangis sambil makan. Coba kalian bayangkan!!
Uhukk uhukk
Vella tersedak makanan nya,
"HUAAA MOMMY SAKITT".
"Cup cup diem sayang, maka nya kalau makan ya makan jangan sambil nangis."
__ADS_1
Mommy Lina memeluk Vella yang masih menangis di dalam pelukan nya.
"Vella kan kesel sama Abang hiks."Adu Vella.
"Kamu datang bulan sayang."tanya Daddy.
Vella menganguk sebagai jawaban nya.
"Kok bulan nya datang cuma ke adek,,kan Abang juga mau punya bulan Mom?"tanya Derion polos.
Vella,Mommy,Dan Daddy melongo mendengar perkataan Derion.
***
Disisi lain
Di parkiran terdapat Rafzan dkk sedang menunggu seseorang,Moza dkk sudah berada di depan gerbang, Mereka mengira Rafzan dkk menunggu Mereka.
"Hai kak." sapa Moza dkk Kepada Rafzan Dkk.
"Hm." balas Bisma dkk kecuali Rafzan, tanpa mengalihkan pandangannya ke arah gerbang.
"Ayo kak masuk,Moza udah nyampe nih."Kata Moza Sambil tersenyum malu.
"Yang nunggu lu sape anjir." balas Arlan menatap ngeri Moza dkk yang sedang malu malu kucing?.
"Terus kalian nungguin siapa kalau bukan kita?" Tanya Nayla.
"Queen kita lah!"Jawab Aries dan Bisma Sambil ngegas.
"Dikit-dikit Vella, Apa sih bagus nya tu orang."Kata Nayla Sewot.
"Wahh ngajak ribut Nih anak." Kata Bisma sambil berjalan ke arah Nayla tapi langgsung di tahan oleh Eric.
"Emang benar kan Masih cantikan Moza dari pada Vella, Moza kaya sedangkan Vella miskin." Kata Moza menghina Vella.
"Diem Moza Lo udah keterlaluan."Lia Mencoba membela Vella tapi tidak dihiraukan Moza.
"Apa Lo bilang Lo lebih cantik dari pada Vella."Tanya Aries.
"Iya Moza lebih cantik dibandingkan Vella udah sok kecantikan miskin lagi."Jawab Moza sombong.
Rafzan jangan ditanya lagi dia mati Matian agar tidak membunuh manusia sampah didepan nya.
Saat Aries ingin membuka mulutnya ada seorang gadis mengisyaratkan untuk tetap diam.
"Apa gue nggak salah dengar?" tanya Seorang gadis cantik dengan jas sekolah yang diikatkan di pinggang, topi hitam di kepala dan permen milkita di dalam mulut nya.
Semua siswa siswi mengerumuni Rafzan dkk termasuk Bianca ddk, bahkan ada beberapa guru menyaksikan pertengkaran Moza dengan ??
"Iya lo nggak salah dengar Lo itu miskin sok cantik."Jawab Nayla Enteng.
"Yang berpura pura polos padahal mah ******! Jual diri!" lanjut Nayla tersenyum sinis.
"Oh ya? Tapi gue gak ngerasa tuh, jangan jangan lo sendiri yang jual diri biar bisa beli skincare,Ups! Lupa kan emang jual diri." Balas Vella tersenyum remeh.
"LO ITU JELEK, SOK KAYA!" Teriak Moza
"Hei kalian semua gue mau tanya boleh?" Tanya Vella ke Semua orang yang sedang sedang menyaksikan pertengkaran tersebut.
"BOLEHH."
"Cantik gue? cantik Moza?."Tanya Vella dengan nada keras.
"VELLA DONG."
Mendengar perkataan semua orang membuat Moza dan Nayla menunduk malu.
"Menang Cantik doang tapi miskin." Dengan keberanian yang sudah menipis Moza Masih menghina Vella.
"HAHAHAHA".
Vella, Bisma, Arlan,bahkan Rafzan dan Eric yang dingin pun tertawa mendengar perkataan Moza. Semua orang termasuk guru guru yang menyaksikan nya tertawa terbahak bahak, kecuali Adik kelas mereka cuma tau Vella cantik tapi tidak Vella kaya atau ngga karena dari awal Vella menyembunyikan Marga Adhitama.
"Lawak Lo?" Tanya Bisma yang sudah berhenti tertawa.
"A-ku nggak ngelawak emang Vella itu miskin."Jawab Moza Yang sudah gugup.
__ADS_1
"Gini dengar baik baik ya." Kata Aries memulai menjelaskan.
"Ravella Queenza Adhitama Putri satu satunya keluarga Adhitama yang memiliki perusahaan menduduki peringkat dua di Asia dan Eropa, sedangkan Lo Cuma putri angkat Adromeda yang di kasih tempat tinggal tapi tidak dengan marga nya." Lanjut Aries dengan lantang.
Moza dan Nayla mematung mendengar penjelasan Aries, Mereka tidak menyangka bahwa orang yang di hina merupakan orang yang berpengaruh di dunia.
Keluarga Adromeda saja Masih jauh dibandingkan dengan keluarga Adhitama.
"Maka nya mbak kalau mulut nggak sesuai dengan nyali jangan bertingkah deh pas di balas balik kena mental." Vella berkata dengan keras Sambil keluar dari kerumunan tersebut.
"GIMANA MENTAL AMAN?" Teriakan Semua Siswa.
***
"Gue gedeg banget sama Moza, Siapa nama sahabat nya Moza gue lupa?" dumel Sintya.
"Nayla sin,"Jawab Vella Dengan malas
"Lo gak capek apa ngomel Mulu dari tadi?" tanya Vella.
"Capek sih tapi gue bencii banget sama mereka."Jawab Sintya dengan cengeges.
"Ya udah diem gak usah ngomong lagi,
Telinga gue udah ngedengung tau." sewot Vella.
"Ya nggak usah dengirin."Jawab Sintya enteng.
"Gimana bisa gue ngga ngedengerin sedangkan Lo aja di samping gue Maemunah!!" cukup Vella Emosi mengadapi Orang seperti Sintya, Ada yang mau beli Sintya?? dengan ikhlas Vella kasih gratis.
"Ma--
"Selamat pagi."Sapa Guru yang bernama Pak Fahmi. Yang mengajar pelajaran Sejarah.
"pagi pak."
"Sekolah semua."Tanya pak Fahmi.
"Iya pak."
"Sekarang saya akan menjelaskan tentang kejadian masa lampau bla bla bla bla bla..."
Ting tong waktu istirahat telah tiba
Ting tong waktu istirahat telah tiba
"Sampai disini materi kita hari ini,ada yang mau di tanya kan?" Tanya pak Fahmi.
"Tidak pak."
"Ya sudah kalau tidak ada saya keluar dan selamat istirahat."lanjut pak Fahmi.
Setelah pak Fahmi keluar baru di lanjut dengan siswa-siswa yang keluar, Ada yang ke kantin,Ke perpustakaan dan ada yang ketoilet.
"Kantin kuy." ajak Sintya.
"Kuy lah." Jawab Vella.
Mereka berjalan ke kantin,,Selama perjalanan ke kantin banyak yang menyapa Vella dan Sintya.
"Duh penuh duduk mana nih."tanya Sintya.
"Tuh di situ aja ."tunjuk Vella ke meja Rafzan dkk.
"Hay boleh gabung."tanya Vella.
"Eh bukbos silahkan atuh nggak ada yang ngelarang "jawab Bisma.
"Makasih."
"Sama sama Queen."
Kening Vella berkerut melihat meja Rafzan dkk penuh dengan mangkuk dan gelas kosong dan sampah makanan ringan,, Bukan nya Bel istirahat baru saja berbunyi.
"Kalian bolos ya?"Vella memincing mata nya menatap Rafzan Dkk.
"Iy---
__ADS_1
"Hai boleh gabung ngga?"