
Tubuh Yudha menegang Mendengar bisikan Vella, pandangan nya kosong dia mengingat dimana malam itu dia membunuh sang kakak.
Yudha POV
Nggak nggak mungkin dia tahu, siapa dia sebenarnya jangan sampai dia ngasih tau orang lain gue nggak mau masuk penjara, gue nggak mau mama dingin lagi ke gue.
Flashback on
Gue Yudha waktu itu gue umur 11 tahun dan umur kakak gue 15 tahun, kak Gani dia pintar ngga kayak gue, gue bodoh, dan mama selalu ngebandigin gue dengan dia.
Gue dituntut sempurna,gue udah capek tapi demi kasih sayang mama gue rela ngelakuin itu.
"Sayang kamu mau susu ngga."tanya Mama Tia kepada Gani.
"Mau ma,"kata Gani lalu dia melihat ke arah Yudha yang sedang menulis pr.
"Dek kamu mau susu juga ngga."lanjut Gani.
"Ma-
"Yudha ngga boleh minum susu tadi dia dapat nilai 75."Perkataan Yudha dipotong sang mama,sambil menatap tajam Yudha
"Beda sama kamu sayang,tadi kamu dapat nilai 100."lanjut Mama Tia sambil menatap lembut Gani. setelah itu Mama Tia pergi ke dapur.
"Maafin mama ya dek."kata Gani menatap Yudha dengan rasa bersalah.
"Ngga papa kak."kata Yudha tersenyum kecut.
"Gani lo harus mati kali ini."batin Yudha menatap penuh dendam ke arah Gani.
Setelah kejadian di ruang keluarga Gani dan Yudha kembali ke kamar masing-masing,kamar Gani 2 kali lebih luas sedangkan kamar Yudha 2 kali lebih kecil dibandingkan kamar Gani.
"Gimana cara mama biar bisa sayang sama aku"gumam Yudha sambil menatap langit langit kamar nya.
"Gue udah capek belajar dituntut sempurna,"lanjut Yudha.
__ADS_1
Setelah menutup mata selama 10 menit Yudha tersenyum cerah mendapatkan ide bagaimana caranya agar mama nya sayang pada dia dan tidak di banding banding kan Dengan kakaknya.
Yudha beranjak dari kamar nya untuk pergi kekamar Gani,saat sampai ternyata Gani sedang tertidur, melihat itu Yudha tersenyum iblis,dia mengambil pisau dapur yang sudah dia siapkan sebelum kekamar,dengan perlahan Yudha mendekati Gani dan
"Bless"
Yudha menusuk tepat di jantung Gani, dengan kesadaran yang menipis Gani melihat ke arah sang adik.
"K-amu ke-napa bu-nuh kaka-k."Gani berbicara terbata bata dan nafas nya mulai tercekat.
"Karna lo mama selalu ngebandigin gue, gue di buang sedangkan Lo disayang sama mama, Lo sakit mama ngurusin lo sedangkan gue bi sum yang ngurusin, saat pembagian raport mama yang ngambil punya lo sedangkan gue bi sum yang ngambilin, gue iri Sama lo!!"Kata Yudha mengeluarkan unek-unek nya.
Mendengar perkataan Yudha membuat jantung Gani berdenyut nyeri.
"Ma-afin k-akak ya k-arena kakak kamu sakit,kakak sayang kamu,jaga mama ya."Kata Gani sambil tersenyum melihat Yudha, mungkin ini cara agar sang mama sayang kepada adiknya walaupun dia harus mengorbankan nyawa nya.
Mendengar itu Yudha merasa bersalah lalu dia memeriksa denyut nadi sang kakak ternyata tidak ada, Yudha menangis antara ketakutan dan rasa bersalah.
Yudha berjalan ke arah meja belajar Gani dan menulis surat,surat tersebut seakan akan Gani yang menulis memang tulisan Gani dan Yudha hampir mirip.
Setelah menulis itu, Yudha langsung pergi dari kamar Gani, di bagian kamar Yudha dan Gani memang tidak di letak kan CCTV,
Yudha langsung mandi dan pura pura tidur.
Tok tok
"Gani sayang bangun yuk mau makan, nanti sakit lo kalau ngga makan."Kata Mama Tia sambil mengetok pintu, merasa tak ada sahutan nya mama Tia membuka pintu sang putra,dia terkejut melihat sang putra sudah terbujur kaku dengan pisau di dada.
"GANIII". Teriakan Mama Tia membuat Papa Budi dan para pelayan bergegas ke tempat mama Tia.
"Kenapa ma?"tanya Papa Budi.
"Gani pa."jawab mama Tia sambil menunjuk ke ranjang Gani. papa Budi syok melihat putra nya sudah meninggal dunia.
Setelah satu Minggu kejadian, Mama tia merasa bersalah karena mendidik keras sang putra untuk belajar dan mendapatkan nilai sempurna,dan sudah satu Minggu Yudha mendekati Mama Tia dan usaha membunuh Gani ternyata berhasil membuat sang mama menyayangi dan memperhatikan nya.
__ADS_1
"Ngga nyesel gue bunuh Lo kak Gani."
Flashback off.
"Kenapa kaget?" tanya Vella sambil terkekeh.
"Dasar pembunuh." lanjut Vella tersenyum mengejek.
Semua orang yang mendengar perkataan Vella bingung, siapa yang pembunuh dan siapa yang dibunuh tapi melihat reaksi ketua geng Cobra mereka merasa ada sangkut pautnya dengan Yudha.
"Maksud Lo apa hah!" bentak Yudha kepada Vella.
"Santai bro kalau Lo emang bukan pembunuh ngga usah takut." Ejek Bisma dengan raut menyebalkan.
"Jangan jangan Lo emang pembunuh." Ejek Arlan pura pura takut menatap Yudha.
Mendengar ejekan Anggota Inti LOD membuat Emosi Yudha bertambah dengan muka yang sudah memerah dan urat urat tangan nya sudah keluar menandakan bahwa Yudha menahan Emosi.
"DIAM LO GUE NGGAK NGOMONG SAMA LO!" Yudha berteriak Murka.
"Kenapa takut gue aduin ke mama Lo."
Vella Vella Suka banget bikin orang emosi.
"Haha tenang aja gue nggak akan bilang selagi lo nggak bertingkah dan gue ngehargin perjuangannya Lo."Kata Vella berjalan mendekati Yudha.
"Ngebunuh Gani." lanjut Vella berbisik ke Telinga Yudha.
"Cabut!" Yudha memberi komando ke anggota Geng nya untuk meninggalkan lokasi tersebut.
"Maksud lo ngomong Yudha pembunuh apa bukbos?" Tanya Andre dan diangguki oleh beberapa anggota LOD.
"Nanti kalian juga tau."Jawab Vella santai membuat mereka mendengus kesal.Vella Berjalan ke arah Rafzan.
"Gendong."rengekan Vella sambil merentangkan tangan ke arah Rafzan.
__ADS_1
-