Sang Figuran

Sang Figuran
04


__ADS_3

"CUKUP BIANCA LO UDAH KETERLALUAN!!" Bentak Eric sambil membawa Moza Kedekapan nya.


"Kamu kok belain dia sih,aku kan tunangan kamu Ric~" Kata Bianca dengan nada lembut di buat buat.


"Gue ga pernah mau punya tunangan kayak Lo, Bianca!" Sinis Eric menatap jijik Bianca.


"K-ak udah j-angan marahin kak Bianca dia ngga Salah yang salah aku hiks." Kata Moza Sambil menarik ujung baju Eric


"Nggak Moza dia udah keterlaluan" jawab Eric


"Gara gara Lo, Semenjak Lo datang semua yang gue punya Lo ambil!!  belum puas lo hah udah dikasih tempat tinggal, ngambil kasih sayang Mama Sama Papa dan sekarang Lo mau ngambil tunangan gue?Egois banget sih Lo" Bianca mengeluarkan Unek Unek nya


"Cabut"lanjut nya kepada sahabat nya.


"Egois"-Sinis Maura Anastasia.


"Ngga Tau diri"- Arsela Gabriel.


***


Vella POV


Setelah izin sama opa dan Oma akhirnya gue pulang ke Indonesia buat ngehancurin tu alur novel sialan. Gue segaja gak ngabarin orang rumah kalau gue mau pulang gue mau kasih surprise.


Dan gue juga gak ngeaktif Ponsel sampai pagi besok biar Afan (nama kesayangan) khawatir sama gue dan gue mau sekolah di tempat Afan dan gak ngasih kabar sama dia, gue  udah nggak sabar ngeliat ekspresi dia.


Setelah beberapa jam akhirnya gue sampai di Jakarta dengan selamat gue nunggu taksi dan melaju menuju mansion. tiga puluh menit akhirnya nya gue sampai ke mansion.


"ASSALAMUAIKUM MOMMYYY ANAKK BONTOTT MUU PULANG DENGAN SELAMAT RED KARPETNYA MANA YUHUUU SPADAA


MOMMYYY DADDYYY ABANGGGG "


Gue yakin mereka pasti kaget dengar teriakan membahana milik gue bwahaha, nah kan benar mereka langsung lari keluar.


"ANAKK NAKAL BUKAN NYA MASUK MALAH TERIAK DI SINI HAHH"


kayak nya gue tau suara toa gue diturunin oleh mommy.


"KENAPA NGGAK KASIH KABAR?!"


"Pliss Mom bisa nggak usah teriak budek nih kuping Vella Mana Mommy teriak di samping telinga Vella ish" Gerutu Vella.


***


Setelah di kasih ceramah sama kanjeng Mommy akhirnya gue biasa rebahan di kasur.


Capek banget udah duduk lama di pesawat diceramahi Mommy komplit dah, mending gue tidur.


Vella Pov end


Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 tapi Vella belum ada tanda tanda bangun. Sedangkan di ruang makan sudah ada Daddy Mommy dan Abang Vella.

__ADS_1


"Kapan makan nya mom udah laper tau?" Tanya Derion Adhitama anak pertama sekaligus Abang pertama Vella.


Memang di Novel tidak di jelaskan tentang Vella karena Novel tersebut hanya berfokus ke kisah Cinta Eric dan Moza.


"Sebentar lagi bang sabar aja." jawab sang Mommy.


"Coba Mommy cek dulu di kamarnya." lanjut Mommy.


"Siapa sih Dad." Tanya Derion kepada sang Daddy sedang kan yang di tanya hanya mengangkat bahu tak acuh. Derion mendengus kesal.


Disisi lain di kamar Vella


Tokk tokk tokk


"Vella sayang bangun makan nanti kamu sakit lho? Bangun yuk, Mom udah masak Jengkol rendang kesukaan kamu." kata Mommy sambil mengetuk pintu Vella merasa tak ada sahutan Mommy coba membuka pintu ternyata tidak di kunci.


Mommy geleng-geleng kepala melihat tingkah sang putri tidur dengan kepala sudah menjuntai kebawah dan selimut sudah di bawah dengan bantal bantal nya, oh jangan lupa kan ada sungai di tepi bibir nya:)


"Sayang bangun mau makan,awas kalau tidur lagi, Cepat bangun Mommy tunggu bawah." Kata Mommy sambil menggoyang lengan sang putri.


/Enghh hoamm


Vella mengeliat sambil menguap besar tanpa menutup mulut, Setelah nyawanya terkumpul Vella berjalan kekamar mandi untuk mandi setelah selesai mandi Vella Memakai Baju dan turun ke bawah untuk Makan malam.


Daddy dan Abang Vella ingin beranjak memeluk Vella tapi tertahan saat melihat Mommy mengacungkan Pisau ke arah Mereka.


"Duduk dan Makan!"


"Kok nggak ngabarin Daddy kalau mau pulang?" Tanya Daddy cemberut.


"Biar surprise" jawab Vella enteng yang duduk di pangkuan sang kakak dan kepala disandar di dada bidang milik kakak nya.


"Daddy besok Vella mau Sekolah di sekolah Afan dan Vella Mau motor trail ya dad besok harus ada didepan." pinta Vella kepada Sang Daddy.


Setelah berbincang bincang sampai pukul 22.00 mereka kembali kamar masing-masing untuk istirahat.


***


Bulan telah berganti dengan matahari Vella Sudah bangun karena dia tidak sabar bertemu dengan tokoh tokoh novel.


Setelah siap dengan seragam yang sudah ada di dalam kamar saat dia mandi, Pasti di siapin oleh Mommy pikir Vella. Merasa puas dengan berkaca Vella turun untuk sarapan.


***


Diparkiran sekolah terdapat anggota Inti LOD sedang berkumpul ntah mereka menunggu siapa padahal mereka sudah berkumpul termasuk Eric yang biasanya bersama Moza.


"Kata nya ada murid baru" Arlan memulai gosip.


"Cewek? cowok?" Tanya Aries.


"Kata nya sih cewek cantik lagi pengen gue gebet" Jawab Arlan sambil senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


"Queen Udah ada kabar bos?" Tanya Biasma memandang Rafzan Dengan tatapan penuh arti.


"Belum" Jawab Rafzan dengan nada khawatir, gelisah yang sangat kental terdengar tapi wajah nya menampilkan wajah datar.


"Nggak mau cari cewek lain bos buat pengganti Vella." Bisma Mencoba memancing Emosi Rafzan dan memanggil Vella Tanpa embel embel "Queen"lagi.


"Maksud Lo ngomong gitu apa" Tanya Rafzan yang sudah terpancing emosi mendengar perkataan Bisma.


"Ya cari pengganti Vella kan hilang kabar." Jawab Bisma enteng dan berjalan meninggalkan parkiran.


Muka Bisma memang santai tapi tidak dengan hati nya yang sudah gelisah takut di pukul sang ketua Sampai muka tampan nya babak belur kan gawat, maka nya Bisma Meninggal parkiran.


"Bisma bego!" batin Arlan


"Gila!" batin Eric


"Cari mati tu anak!" batin Aries


Wajah Rafzan sudah memerah dan kepalan tangan nya sudah memutihkan menandai bahwa Rafzan sudah sangat Emosi.


Meninggal kan parkiran berjalan menuju Rooftop adalah cara terbaik untuk menenangkan diri.


***


Bel masuk sudah berbunyi sedang Rafzan belum ada niatan untuk beranjak dari Rooftop.


Tokk tokk


"Permisi pak saya murid baru" Seorang gadis cantik rambut sebahu sedang berdiri didepan ruang kepala sekolah, Terdengar suara pria paruh baya menyuruh nya masuk.


"Ravella Queenza Adhitama" Tanya kepala sekolah. dan di angguki Gadis itu.


***


"Perkenalkan Nama saya Ravella Queenza Adhitama gue pindah London kalian bisa panggil gue Vella." Vella memperkenalkan diri.


Setelah sesi perkenalan dan Vella Duduk dengan Sintya Bella, Buk Wati kembali menjelaskan materi.


"Buk permisi saya mau Ke toilet." Vella Izin kepada buk Wati dan izin kan awalnya Sintya ingin menemain Vella tapi Vella Menolak.


Toilet merupakan alasan nya saja Vella Mau ke Rooftop untuk menemui mas pacar di dalam Novel sekaligus tokoh favorit Vella.


Vella berdiri di ambang pintu dengan mata berkaca kaca melihat penampilan Rafzan yang kacau, Mata panda baju berantakan dan rambut kusut.


Vella berjalan mendekati Rafzan dengan hati hati, dalam hati nya dia sangat kagum dengan ciptaan tuhan begitu tampan bibir seksi rahang tegas hidung mancung alis tebal dan mata tajam nan indah.


Rafzan merasa terganggu dengan sinar matahari yang mengarah langsung ke wajah nya, Vella Melihat tidur Rafzan terganggu pun mengangkatnya tangan menghalangi sinar matahari.


Lalu Vella mendekati wajahnya ke telinga Rafzan Lalu berkata.


"Do you Miss me Afan"

__ADS_1


__ADS_2