Sang Figuran

Sang Figuran
33


__ADS_3

               Selamat Membaca💛


                             *


                             *


                             *


Bughh


Bughh


Krekk


AKHHH


Dughh


Vella menonjok wajah, mematahkan tangan dan menendang perut preman yang sudah berani menyentuh tangan mulus nya.


"Tangan banyak kuman ngga usah nyentuh kulit mulus gue." Ketus Vella.


"APA YANG KAU LAKUKAN GADIS KECIL." Bentak salah satu teman preman yang Vella pukul.


"APA MAU MARAH!! GUE RASA LO SEMUA NGGA BUTA." Bentak Vella.


Dia sangat benci ada orang yang membentak nya.


"Cih, Mati Lo!" Teriak nya.


Pughh


Vella menangkap belati yang Rafzan lempar.


"Maju Lo." Tantang Vella.


"Hiyakkk."


Preman itu mulai menyerang Vella dengan bruntal.


Srekk


Akhh


Vella menancap kan belati itu ke bahu dan menarik nya dengan gerakan mengelilingi tubuh preman itu.


Darah segar merembes keluar dari bahu sebelah kiri sampai ke Sebelah kanan nya.


"G-adis Nakl." Preman itu berkata dengan terbata bata menahan rasa sakit di tubuh nya.


"Apa kurang." Kata Vella.


Preman itu kembali menyerang Vella, dia mengabaikan Teriak kan teman teman nya yang menyuruh nya berhenti, Sedangkan darah di tubuhnya semakin banyak keluar.


Srekkk


Vella mengores kan belati nya ke wajah preman itu, dengan beberapa centi lagi akan terkena Mata.


Vella tidak sekejam itu untuk membuat preman itu sampai buta, Dia hanya ingin membuat tato alami di wajah nya.


"Gimana masih kurang?" Tanya Vella sambil menatap tajam ke arah preman yang sudah terduduk lemah karena kekurangan darah Dan Energi.


"Berhenti kapten nanti darah lo kehabisan." Peringat preman bertubuh cebol.


"Huhh, Kalian semua maju serang gadis itu kalau perlu bunuh Mereka." Perintah nya.

__ADS_1


Preman yang tersisa sepuluh orang itu menatap tajam ke arah Vella, Seakan-akan mereka adalah suhu nya.


Cih cupu.


Batin Vella sambil mengambil sesuatu dari balik jaket nya.


DORR


DORR


DORR


DORR


DORR


DORR


DORR


DORR


DORR


DORR


Vella menembak kaki Semua preman itu di sebelah kiri, lalu Vella menatap nya remeh.


"Gimana terkejut?" Tanya Vella sambil tersenyum iblis.


"Gadis yang kalian fikir lemah ini, Bisa melumpuhkan kalian dalam lima detik." Lanjut Vella sambil terkekeh sinis.


"Sayang iket Mereka semua dan telfon anak buah lo, bawah Mereka ke ruangan VVIP milik kita."


           


                   ***


Arghhh perihh


AKHHH stopp


Jalangg berhenti arghhh


Vella mengutili kulit salah satu Preman dengan fokus tanpa menghiraukan teriakan orang yang di siksa nya.


Setelah menguliti nya Vella menabur kan garam halus ke kaki korban nya dan memeras jeruk nipis.


Puas, Vella mengambil sebuah pedang yang sangat tajam.


"Lihat ini Om." Kata Vella sambil mengelus pinggiran pedang itu dan mengores nya sedikit di tangan Sampai mengeluarkan darah.


"Manis." Kata Vella sambil menjilati darah nya sendiri.


"P-sikopat." Lirih nya.


"Em Vella bukan psikopat Om, tapi Vella malaikat maut Om."


Brasss


Vella menepas kepala orang itu sampai mengelinding ke kaki orang yang ada di sebelah nya.


"Eh Om udah bangun." Kata Vella dengan polos.


"Maaf ya om temannya Vella bunuh hahaha." Kata Vella di akhir tertawa seperti iblis.

__ADS_1


Preman itu memberontak ketakutan saat melihat Vella yang sedang berjalan ke arahnya.


"Vella lagi males Nyiksa om." Adu Vella.


"Jadi langsung inti nya aja ya."


Vella mengambil sebuah ember yang berisi air keras, dan menyiram semua orang yang di ikat dengan kursi.


Kulit Mereka semua melepuh terkena air Keras.


"Saat nya pesta." Girang Vella.


Dengan gerakan memutar ala tari Balet Vella mengerakan Pedang nya mengenai leher satu persatu preman itu Sampai Kepala mereka terpisah dari kepala nya.


Darah segar memuncrat mengenai baju dan wajah Vella, dia tertawa girang seperti mendapat kan mainan baru.


"Gemes," batin Rafzan melihat Vella yang memotong motong tubuh preman itu sambil tertawa terbahak bahak.


                         ***


Setelah membersihkan diri nya Vella keluar dari kamar mandi yang ada di markas nya.


Vella mengering kan rambutnya dengan handuk kecil.


"YANG OY YANG." Vella berteriak memanggil Rafzan.


"Pacar aing Kemana?" Tanya Vella ke salah satu anggota LOD.


"Keluar mau ngambil tas di mobil." Jawab Aries, Vella mangut mangut tanda dia mengerti.


"Lan pangil semua anggota LOD suruh kumpul di aula sama pasangin tv gede atau apa sih gue lupa." Kata Vella sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Layar proyektor." Koreksi Rafzan.


"Nah ya itu." Jawab Vella.


"Emang nya untuk apa Queen?" Tanya Andre.


"Ada yang mau gue omongin." Jawab Vella.


"Tentang?"


"Bisma."


                        ***


Layar proyektor itu menyala menampilkan Video di mana ada Bisma yang sedang duduk di kursi dengan wajah pucat nya.


(Garis miring merupakan video Bisma oke biar ngga bingung.)


"Haii Queen haii bos haii bestai ku semua nya, apa kabar? Semoga kalian sehat selalu ya jaga kesehatan, jangan begadang ya, dan untuk Queen sama Bos makasih ya kemaren udah nganterin Bisma untuk terakhir kali nya.


Kenapa gue bilang terakhir kalinya? Karena gue udah mau mati haha canda mati, oke oke soryy ya becanda nya ngga lucu.


Gue mau jujur sama kalian semua, kalau gue sakit tumor otak dan kata dokter gue ngga bakal sembuh lagi, jadi gue disini mau pamit sama kalian kalau gue ada salah maafin ya dan hutang gue sama mbok atun bayarin ya biar gue bisa tenang,"


"Nanti kalau Bisma mati jangan lupa semua nya datang ke rumah Bisma ya!! Semoga kita bisa bertemu di kehidupan kedua."


"Good bay Gue sayang sama kalian semua SROTTTT."


Semua anggota LOD menyaksikan Video di mana Bisma sedang duduk di kursi dengan tangan di infus.


Semua anggota LOD menangis mendengar Bisma yang sedang sakit parah, tapii di akhir Vidio mereka meringis saat Bisma menarik kuat hingus nya yang sudah berceceran.


                           ***

__ADS_1


__ADS_2