Sang Figuran

Sang Figuran
07


__ADS_3

     Seketika kantin hening mendengarkan ucapan Vella, mereka melupakan satu fakta bahwa LOD memiliki Queen yang tingkat bela diri nya setara dengan Rafzan bahkan Eric yang wakil nya saja kalah melawan Vella.


"Kenapa kaget?" tanya Vella dengan nada rendah yang terdengar menyeram kan.


"Kalian ngga lupa sama gue kan?"lanjut Vella.


Mereka yang tadi mengejek Vella bergetar ketakutan,mereka salah pilih lawan pikir mereka.untuk anak yang satu tingkat dengan Vella pasti tau apalagi kakak tingkat mereka tau tapi tidak dengan adik tingkat karena Vella sebelum pindah ke London pernah Sekolah satu tahun di sini.


"Maka nya jadi adik tingkat tu jangan belagu." Sindir Bisma.


"Urus diri lo sendiri ngga usah urusin hidup orang," sinis Arlan sambil menatap tajam ke arah Moza dan Nayla.


***


Saat ini Vella sedang berada didalam kelas ntah kenapa tadi nya kelas ramai setelah datang Vella mereka diam.


"Kalian semua kenapa diam?"tanya Vella melihat mereka semua.


"Jangan takut gue ngga akan makan kalian kok."lanjut Vella dengan candaan di akhir.


Mereka yang mendengar perkataan Vella bernafas lega dan kembali ke aktivitas masing masing ada yang mabar game,main tiktok,dan bergosip.


"Hari ini kalau ngga salah habis pulang sekolah geng LOD bakal tawuran sama Geng Cobra dan saat tawuran salah satu anak anggota Cobra curang dibakal nusuk Rafzan meski ngga terlalu parah luka nya gue harus mencegah daripada mengobati kan?"Vella melamun memikirkan rencana agar bisa mengagal kan salah satu plot Novel tersebut.


Sintya yang dari tadi melihat Vella melamun dan senyum senyum sendiri bergidik ngeri takut-takut saja kalau Vella kerasukan Penunggu kelas kan bisa gawat.


"Vell"


"Vella"


"Woii"


"Dih jangan jangan udah kerasukan nih Vella di panggil ngga nyaut."Sintya berfikir bagaimana cara menyadarkan Vella,ah dia ingat kalau dia punya air minum.


Saat sedang asyik melamun memikirkan dia masih belum menyangka bahwa dia benar-benar masuk novel dan sudah memiliki pacar yang nyaris sempurna udah ganteng kaya dan pinter lagi .


Byur


Vella tersentak saat merasakan wajah nya basah tersiram air sedangkan pelaku penyiraman hanya menampilkan wajah polos nya.

__ADS_1


"L-o kenapa nyiram gue Sintya."kata Vella sambil tersenyum menyeramkan.


"Tadi lo senyum senyum sendiri gue fikir lo kerasukan Penunggu kelas, yaudah gue sirem aja biar sadar."jawab Sintya enteng.


Mendengar perkataan Sintya Vella mengambil alih air minum aqua cangkir yang masih tinggal setengah lalu.


Byurr


"ASTAGA VELLA!!"teriakan menggelegar Sintya saat Vella menyiram nya sedang kan pelaku sudah kabur ntah kemana.


🍊🍊🍊


Bel pulang sekolah telah berbunyi beberapa menit yang lalu,semu murid beranjak dari kelas ke parkiran sama hal nya dengan Vella dan Sintya setelah aksi kejar-kejaran mereka berbaikan.


Rafzan dkk dan Moza dkk sedang berada di parkiran mereka menunggu Vella tidak lebih tepat nya Rafzan dkk sedang kan Moza dkk terlihat sekali bahwa mereka tidak ikhlas.


"Kak ayo pulang." rengekan Moza yang ntah sudah ke berapa kali nya.


"Sabar ya, sebentar lagi."jawab Eric.mendengar perkataan Eric membuat Moza cemberut.


"Lo kalau mau pulang pulang aja."Sahut Arlan yang sudah jengah mendengar rengekan Moza.


"Tapi aku mau bareng sama Kak Eric."cicit Moza.


Mendengar perkataan Aries membuat Moza diam dengan muka yang sudah di tekuk.setelah lima menit Vella datang bersama Sahabat nya.


"Afan kok belum pulang?"tanya Vella mendekati Rafzan, mendengar suara Vella membuat Rafzan mengalihkan pandangan nya ke Vella yang sudah berada di depan nya.


"Lo kemana aja kita udah nunggu lama."sinis Nayla Kepada Vella.


"Emang nya gua ada minta di tungguim Sama Lo?"tanya Vella menatap Nayla.


"Y-ya Enggaktapi harus nya sadar diri kak Rafzan Dkk udah nunggu lama di sini." kata Nayla dengan senyum kemenangan, mendengar perkataan Nayla Membuat Vella melihat Satu satu Rafzan dkk.


"Ries Lo keberatan ya nunggu gue lama?" Tanya Vella sambil menatap Aries.


"Gak masalah Queen." Jawab Aries dengan tersenyum manis.


"Bis kalu Lo keberatan Gak?" Sekarang giliran Bisma yang di tanya Vella.

__ADS_1


"Gak dong Queen." Jawab Bisma.


"Kalau Arlan,Eric?" Tanya Vella kepada Arlan dan Eric di balas gelengan oleh mereka berdua, tinggal Rafzan.


"Sayang kamu keberatan nunggu aku?"


Tanya Vella Cemberut melihat Ke arah Rafzan.


"Of course not baby aku gak keberatan sama sekali." Jawab Rafzan sambil mengelus kepala Vella.


"Dengar mereka ngomong apa?" Vella bertanya sambil menatap remeh Nayla yang sudah menahan emosi wajah nya saja sudah memerah. Tidak kuat menahan malu Nayla pergi meninggalkan parkiran dengan Menarik tangan Moza dan Lia.


"Vel gue pulang dulu ya itu supir gue udah datang." Pamit Sintya kepada Vella.


"Oke hati hati di jalan ya." Balas Vella dan di acungi jempol oleh Sintya.


"Kalian mau tawuran?" Tanya Vella menatap Rafzan dkk.


"Queen tau dari mana?" bukan nya menjawab Bisma malah balik tanya.


"Gak penting gue tau dari mana." jawab Vella santai.


"Pokok nya gue ikut dan gak boleh nolak." Lanjut Vella langsung naik ke motor nya dan meninggalkan Rafzan dkk


"Bos gimana Queen mau ikut?"tanya Arlan


"Gak papa." Jawab Rafzan.


"Tap-


"Mungkin dia mau mengasah kemampuan beladiri nya."


perkataan Eric di potong oleh Rafzan mereka mengangguk kepala sebagai Jawaban mereka setuju.


Rafzan Dkk sudah sampai di Basecamp LOD mereka menyiapkan strategi tawuran untuk melawan Geng Cobra yang terkenal Licik.


"Jadi nanti kelompok A di depan sama anggota inti sedang kelompok B berjaga di belakang dan sisa nya akan maju kalau keadaan sudah kacau paham."Jelas Rafzan dengan nada tegas dan dingin.


"Pa--

__ADS_1


"ASSALAMUALAIKUM LOD MAIN YUKK"


           


__ADS_2