
Selamat membaca....
Pandu sekarang berasa diruangan penyiksaan Tempat dimana Lilis berada,Pandu Menatap Datar Lilis yang sedang tertidur pulas dengan kaki dan tangan di ikat.
"Siram dia Hen."Suruh Pandu.
Byurr
Hen menyiram Lilis mengunakan air got yang hitam dan bau nya sangat lah busuk.
Lilis mengerjam kan mata nya.
"Emhh *** epaass."Lilis Mencoba berbicara dengan mulut yang di Lakban.
"Apa mau di lepas."Tanya Pandu ,dibalas anggukan oleh Lilis.
Srekk
Pandu menarik Lakban tersebut tanpa perasaan. Mulut Lilis Memerah bekas lakban yang di tarik dengan cepat.
"Salah aku apa mas." Tanya Lilis Sambil melihat Pandu yang menatapnya datar.
"Kamu tanya Salah kamu apa." Kata Papa Pandu.
"Iya aku kan gak punya salah sama kamu kenapa kamu sekap aku sih." Kata Lilis kesal.
"Hahaha kamu ngga ngerasa bersalah Setelah Bikin Putri saya koma." Kata Pandu menatap Tajam Lilis.
"M-aaf mas Tapi itu karena Bianca yang salah." Elak Lilis.
Bughh
Bughh
Dughh
Pandu menampar Pipi kiri dan kanan Lilis memukul wajah dan menbentur keras kepala Lilis Ke dinding yang berada di belakang.
"Sakitt hikss."Tangis Lilis.
Srett
Srett
Pandu mengores Pipi kiri Lilis dengan pola abstrak sebanyak dua kali
Srett
Srett
Srett
__ADS_1
Tidak lupa juga pipi kanan dan kening Lilis.
"Hikss sakit mas, Berhenti Hiks."Mohon Lilis Sambil menangis dia tidak kuat menahan menahan sakit dan perih luka di pipi dan kening apalagi kepalanya berdenyut pening.
Pandu membuka pakaian Lilis,Kini didepan nya terpapang tubuh setengah telanjang Lilis.
Srett
Srett
Srett
Srett
Srett
Srett
Pandu menggores kan pisau itu ke tangan kanan dan kiri Lilis lalu di menggambar Tengkorak di perut Lilis.
Rasa sakit dan perih menjalar ke tangan dan perut saat pisau tersebut menyentuh kulit nya
Lilis hanya bisa menanggis air mata nya jatuh membasahi pipinya menambah rasa perih di pipinya semakin perih.
Pandu memotong pergelangan tangan Lilis darah mengalir deras dari pergelangan tangan.
Arghhh
Sakitt hikss tangan ku
Lilis hanya bisa menangis sesenggukan dia tidak kuat menahan sakit apalagi dia Melihat dengan jelas Pandu memotong tangan nya.
Empat kali tamparan di pipi kanan dan kiri menambah rasa sakit di pipi nya.
Tangan Pandu berlumuran Darah dia menatap jijik darah tersebut.
"Hen ambil air dan siram."Suruh Pandu Kepada Hen yang dengan setia melihat siksaan yang dilakukan Tuan nya.
Byurr
Arghhh perihh
Sakitt hikss
Tolong hikss
Lilis berteriak saat Hen menyiram nya mengunakan air Panas di campur dengan perasan Lemon.
"Kau mau bermain Hen."Tawar Pandu Kepada Hen.
"Boleh Tuan."Tanya Hen.
__ADS_1
"Silahkan tapi jangan sampai mati kalau kau sudah selesai panggilkan Dokter kita tidak akan membunuhnya sebelum Bianca bangun."Kata Pandu sambil beranjak keluar meninggalkan Tempat penyiksaan itu.
Kini tinggal Hen dan Lilis berdua di dalam ruangan.
"Hen t-olon-g lepas kan ak-u kalau kau melepaskan aku nanti aku akan memberi tubuh Moza untuk memuaskan Nafsu mu."Tawar Lilis.
"Cih menjijikkan, Melihat nya saja aku tidak Sudi apa lagi menyentuh nya."Kata Hen.
"Tidak ada yang menarik lagi dari tubuh mu Lilis."Lanjut Hen.
Bugh
Bughh
Bughh
Dughh
Dughh
Hen menampar pipi Lilis sebanyak 4 kali memukul perut Lilis tepat di Gambar tengkorak dan membentur kan kepala Lilis sebanyak dua kali.
Uhukk
Uhukk
Lilis terbatuk batuk sampai mengeluarkan darah segar dari mulut nya.
"Itu balasan Karena kamu sudah menyiksa gadisku."
***
Pandu sudah selesai membersihkan kan dirinya saat ini dia sedang berjalan ke arah gudang di ikutin lima bodyguard berbadan besar besar.
"Kalian bawah dia kekamar nya dan perkosa sesuka kalian."Titah Pandu.
Mereka mengendong Moza ke kamar milik Moza,Dengan senang hati Para bodyguard itu akan memperkosa Moza karena mereka punya dendam pribadi terhadap Moza.

"Kalau kalian sudah memakai nya Kalian pakai kan kalung ini ke leher nya."Kata Pandu sambil menyerahkan Kalung itu ke salah satu bodyguard.
"Untuk apa Kalung hewan ini tuan?"Tanya salah satu bodyguard.
"Ini bukan Kalung hewan biasa ini kalau pengontrol kalau sampai anak Sialan itu mencobanya kabur dari kita dia akan tersetrum dan kalau dia mencoba bunuh diri dia akan pingsan dengan sendirinya."Jelas Pandu.
"Kalau Kalung nya lepas gimana tuan?"Tanya nya lagi.
"Kalung itu tidak akan terlepas kecuali dia mati dan semakin dia mencoba melepaskan nya maka semangkin erat ikatan Kalung itu."Jawab Pandu.
Mereka semua mengangguk paham,,Mereka masuk ke kamar Moza dan menuntaskan Nafsunya.
__ADS_1
******* Moza terdengar begitu nikmat bagi para bodyguard itu tapi bagi Pandu itu adalah suara yang menjijikan.