Sang Figuran

Sang Figuran
22


__ADS_3

Vella mengerjap kan mata nya menyesuaikan cahaya masuk ke dalam mata nya.Vella melirik jam di sebelah kasur ternyata jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan.


Drtt drtt


Ponsel Vella berdering.


"Hallo dek."


"Iya bang."


"Kamu dimana?"


"Di apartemen Afan."


"Kenapa disitu mau Abang jemput."


"Ngga usah bang, Adek nginep disini."


"Awas ya kalau macam macam."


"Gak kok bang tenang aja."


"Ya udah Abang tutup dulu ya."


"Bilang sama Mommy ya bang Vella nginep sini."


"Iya bay sayang.".


"Bay Abang,"


Setelah memutuskan sambungan teleponnya


Velle mengelus rambut Rafzan yang masih mengemut jari Vella.


"Ngga macam macam bang cuma satu macam." Kata Vella.


Vella masih belum beranjak dari kasur dia Masih setia menatap Rafzan, Vella tersenyum misterius.


"Ngerjain Ana enak kayak nya."Kata Vella.


Lalu dia membuka Ponsel nya mencari situs online yang menjual sesuatu yang di perlukan nya, Setelah setengah jam dia selesai memesan barang barangnya.


"Van bangun udah malam."Kata Vella sambil mengelus Alis Rafzan.


"Masih ngantuk."Jawab Rafzan dengan lirih dan mengeratkan pelukannya.


"Lepas dulu gue mau Mandi."Kata Vella.


"Cium dulu." Rengek Rafzan sambil menatap sayu Vella.


Vella geleng geleng kepala melihat Tingkah Rafzan, Kemana Sifat Dingin dan kejam seorang Rafzan kenapa setiap bersama nya Tingkah aneh Rafzan mulai keluar contoh nya sifat Manja.


Cup


Cup


Cup


Cup


Vella mengecup kening,kelopak mata, hidung dan rahang tegas Rafzan.Kenapa tidak bibir? karena Rafzan Ileran🙂.


Rafzan melepaskan pelukannya dan berpaling memeluk guling di samping nya.


***


Setelah Mandi Vella turun untuk memasak makan malam, saat membuka Kulkas Vella hanya melihat ada Cumi dan buncis saja.


Dengan bahan seadanya Vella memasak tumis buncis dan membuat cumi sambal pedas manis ala diri nya.


Setelah berkutat selama tiga puluh menit Vella menghidangkan makanan di atas meja. Vella pergi ke kamar untuk membangun kan Rafzan.


"Sayang bangun makan malam dulu." Kata Vella sambil duduk di pinggir kasur.


Rafzan memutar tubuhnya dan memeluk pinggang sang kekasih.


"Ayo bangun." Kata Vella sambil mengelus tangan kekar Rafzan.


"Ngantuk~"Jawab Rafzan.


"Bangun atau gue pulang!"Ancam Vella.


Rafzan yang sedang setengah sadar pun langsung terduduk.

__ADS_1


"Aduh pusing."Kata Rafzan sambil memijit pelipisnya.


"Takut amat gue pergi,gimana kalau gue pergi beneran."batin Vella tersenyum melihat tingkah Rafzan.


"Sini."Kata Vella Sambil menarik Rafzan ke dalam pelukan nya. Rafzan langsung memeluk tubuh sang kekasih.


"Maaf ya bikin kaget."Kata Vella sambil mengelus kepala Rafzan.


"Iya."Jawab Rafzan memejamkan mata nya kembali.


"Jangan tidur."Kata Vella.


"Sana mandi kita makan malam setelah ini."Lanjut Vella.


***


Setelah makan malam Vella dan Rafzan kembali kekamar,Mereka sama sama sibuk dengan ponsel masing masing.


"Van gue mau bicara."Kata Vella dengan nada serius.


"Mau ngomong apa?"Tanya Rafzan yang sudah mematikan Ponsel nya.


"Gue mau ngerjain Ana."Kata Vella.


"Cara nya?"Tanya Rafzan.


"Gini.................."Jelas Vella.


"Oke tapi gue mau nen lagi." Pinta Rafzan.


Huh


"Apa? Gak ya ****** gue lecet!" Ketus Vella sambil melihat sinis Rafzan


"Kan lucu yang," Jawab Rafzan sambil mencium tangan Vella.


Cih


Vella masih menuruti kemauan Rafzan, Vella membuka beberapa kancing Piama nya. Dan mengeluarkan buah dada nya


Tanpa di suruh Rafzan langsung memeluk dan memasukkan ****** Vella ke mulut nya.


Vella Mengelus Rambut Rafzan dengan penuh Cinta, dia menatap Wajah Rafzan yang damai dan tenang.


"Bahagia terus baby boy" Batin Vella saat mengingat kisah tentang Rafzan dimana dia masih kecil sering di tinggal sang Mama yang berprofesi sebagai model bahkan di umur yang baru sebulan Rafzan sudah di beri susu formula, maka nya Rafzan tidak dekat dengan sang Mama dia lebih dekat dengan papa nya.


***


Ana POV


"Gila capek banget hari ini tapi lumayan lima puluh juta dalam dua jam ."Kata Gue sambil menghitung duit yang ada di amplop coklat di kasih Om Banu.


Tapi gue ngerasa kok malam ini beda banget ya seram gimana gitu mana gue tinggal sendiri dirumah.


Walaupun takut gue coba berani gue mau tidur tapi badan gue lengket ya udah gue mau Mandi dulu walau Jam udah menujuk pukul setengah satu malam.


Ana POV End


Setelah Ana masuk kamar mandi tiba tiba lampu mati.


KYAAA


Ana berteriak dari dalam kamar mandi dengan tergesa gesa Ana keluar dari kamar mandi.


Ana mencari Ponsel dari tas nya, setelah menemukan Ponsel nya Ana menghidupkan senternya.


AAAAA


Ana berteriak saat melihat darah segar yang mengalir dari kaca rias milik nya.


Tukk tukk


Kaca kamar Ana diketuk oleh seseorang.


"S-IAPA."Teriak Ana Dengan tubuh bergetar ketakutan.


Dengan tangan memegang Vas Bunga Ana mendekati Jendelanya.


Brasss


AAAAA


Tirai penutup jendela Ana terbuka menampakkan sosok wanita berbaju putih dengan Baju penuh darah mulut yang robek Sampai telinga, Mata nya merah menyala dengan perut penuh dengan ulat.

__ADS_1


Ana berlari turun dari kamar dengan tergesa-gesa,saat ingin membuka pintu, pintu tersebut terkunci.


Ana melihat di ruang tamu ada sosok tua yang memakai kebaya sedang duduk di kursi dengan tangan sedang menyulam.


Ana semakin ketakutan saat lampu di ruangan tersebut hidup mati berulang kali.


Tiba tiba Nenek memutar leher nya menghadap ke Ana,Nenek itu memiliki wajah Rata.


Emphhh hiks pergi gue takutt


Ana menahan Mulut nya saat nenek itu masih menatap nya saat ingin lari kaki Ana seperti di tahan seseorang saat melihat ke bawah.


Ada tangan tapi tidak ada tubuh nya.


Kembali kan tangan saya


Ada sosok suster ngesot mendekat ke arah Ana dengan wajah seram nya Tangan sebelah mengadah dan kepala mengeluarkan belatung.


AAAAA


Ana mengoyang goyang kan kaki nya agar tangan itu terlepas dari kaki nya, setelah tangan itu terlepas Ana berlari ke kamar tamu.


Saat sampai di kamar tamu Ana melihat ada sosok wanita memakai baju pengantin tapi berlumuran Darah sedang menangis di atas Lemari.


Ana semakin ketakutan melihat wajah hancur hantu itu.


Dasar pembunuh


Hantu pengantin itu menatap tajam Ana.tiba tiba mata Hantu itu terlepas.


AAAAA PERGIIII


Ana berteriak histeris sambil pergi ke kamarnya sendiri setelah sampai Ana masuk ke kamar mandi.


Blugh blughh


Suara dari dalam Bathtub lalu keluar sosok wanita dengan tubuh basah kuyup dan wajah pucat dengan leher terdapat goresan.


Hantu itu merangkak mendekati Ana.


"Pergi hiks."Kata Ana Sambil mengipas ngipas tangan nya.


Ana bersusah payah membuka pintu kamar Mandi, setelah terbuka Ana berlari ke arah kasur. Menutup badan nya dengan selimbut dan bantal menutup telinga nya.


Mama pembunuh


Mama jahat


Kembali kan tangan ku


Dasar pembunuh


Ayo ikut nenek


Hihi hihi


Suara suara aneh bersautan terdengar dari kamar Ana,Ada yang menarik selimbut Ana


Tubuh nya semakin bergetar ketakutan.


Hening tidak ada suara lagi,Ana dengan perlahan Membuka selimbut saat melihat ke kiri tidak ada apa apa ke kanan juga tidak ada apa apanya.


Ana bernafas lega setelah melepaskan selimbut nya.


Ana turun dari kasur dengan hati hati


Lampu nya Juga udah normal,Ana menutup hordeng Jendelanya memeriksa kamar mandi nya dan Ternyata kosong.


Ana berjalan membuka pintu kamar nya.


Ana melihat semua sosok yang dia temui berdiri di depan pintu kamar.


AAAAA


Brukk


Ana terjatuh pingsan.


Disisi lain.


"Hahahaha."sepasang kekasih tertawa terbahak bahak melihat Ana pingsan.


"Mampus lu."Kata Gadis itu yang sedang duduk di pangkuan sang kekasih.

__ADS_1


"Gitu aja pingsan."Kata Lelaki yang sedang memangku sang kekasih.


***


__ADS_2