
Saat ini Rafzan sedang berada didepan rumah Vella.
"AVELL AYO SEKOLAHH."
Rafzan berteriak tidak tahu mau nya, Berteriak di depan rumah pacar mana masih pagi lagi.
Merasa tidak ada tanda tanda pintu di buka Rafzan kembali berteriak.
"AVELL AYO SEKOLAHH."
Rafzan berteriak lebih kencang mungki tetangga bisa mendengar teriakkan Rafzan.
"AVELL AY-----
"DIEM, LANGSUNG MASUK BISA NGGA?" Kata Derion sambil berteriak dari depan pintu.
"NGGA SOPAN BANG LANGSUNG MASUK GUE KAN PUNYA MALU."Jawab Rafzan sambil berteriak.
"BACOT, LO EMANG NGGA PUNYA MALU MASIH PAGI UDAH TERIAK TERIAK DI DEPAN RUMAH ORANG."Kata Derion sambil teriak Karena kesal lagi enak enak mimpi tapi di kejutkan suara Rafzan.
"WOII DIEM MASIH PAGI NIH."Teriak tetangga sebelah rumah Vella.
Mereka berdua terdiam mereka takut dengan tetangga sebelah yang merupakan Mayor Jendral TNI Yang terkenal Galak dan kejam.
"Lo sih bang."Rafzan menatap sinis Derion.
"Lo yang salah tai."Ketus Derion menatap segit Rafzan.
"Abang yang salah kenapa pakai teriak segala."Kata Rafzan menyalah kan Derion.
"Lo duluan dodol yang teriak."Jawab Derion sambil melempar sendal rumah.
"Iya kah?"Tanya Rafzan polos polos minta di tampol.
Ck
Derion berdecih kalau saja bukan pacar sang adik sudah dia bunuh Rafzan.
"Gue di tinggalin nih."tanya Rafzan ntah kepada siapa.
***
Rafzan dan Vella baru saja sampai di parkiran,Di parkiran sudah ada Eric dkk
Ya Eric sudah sekolah atas perintah sang mertua.
"Dia siapa?"batin Vella menatap bingung perempuan yang sedang bergelanjut manja di lengan Eric.
"Dia siapa Van?"Tanya Vella Kepada Rafzan.
"Itu sahabat kecil nya Eric yang baru aja pulang dari Amerika."Jawab Rafzan.
"Kok gue ngga tau?"Tanya Vella Lagi.
"Ya karena dia pergi ke Amerika waktu masih kelas 6 SD."jelas Rafzan.
"Terus nama nya siapa? kok Eric ngga risih sama tu cewek? Terus kenapa tatapan Eric kayak Suka sama tu cewek? Emang Mereka deket banget ya?"Tanya Vella beruntun.
"Ck bisa satu satu ngga nanya nya."Kata Rafzan Kesal.
"Ngga kan gue penasaran."Jawab Vella enteng.
"Dia Ana,Dia juga Cinta pertama nya Eric, Mereka emang dekat bahkan kalau Eric di suruh milih Ana atau Bianca Eric pasti milih Ana,maka nya kita kita ngga suka sama tu Cewek,Dia Cuma mau duit nya Eric aja."jelas Rafzan.
"O"Jawab Vella dengan O panjang.
"O doang."tanya Rafzan tidak percaya.
"Iya terus gue harus jungkir balik gitu yang bodoh Eric dan yang Bego juga Eric selagi ngga ngurangin Beras di rumah gue mah bodo amat."Kata Vella pedas.
"I-ya kita ke situ."Kata Rafzan sambil mengajak Vella mendekati Eric dkk.
Vella berjalan mendahului Rafzan.
"Dari tadi gue di tinggalin Mulu sih."Kata Rafzan Kesal.
***
"Hai Bibis hai lalan hai ies."sapa Vella sambil menatap Bisma dkk.
"Hai ric."Lanjut Vella.
"Hai Queen."Balas Eric dkk.
"Lo siapa?"Tanya Vella.
"Aku Ana kak sahabat kecil nya Eric."Jawab Ana dengan nada lembut di buat buat.
"Gue cuma nanya nama bukan Lo siapa nya Eric."Kata Vella santai.
"I-ya kak maaf ."Kata Ana dengan mata berkaca-kaca.
"Kenapa Lo mau nangis."Tanya Bisma.
"Queen cuma nanya dengan santai dan Lo mau nangis."Kata Arlan menatap sengit Ana.
"Caper."sinis Aries.
Rafzan diam saja menatap drama murahan Ana.
"Pergi Moza datang bibit nya Moza."Sindir Bisma.
__ADS_1
***
Saat ini Rafzan sedang berjalan di Koridor yang sepi karena jam pelajaran sudah di mulai setengah jam yang lalu.
Saat ini masuk kedalam toilet tengkuk leher Rafzan dipukul oleh seseorang Sampai pingsan.
"Berat banget sih."gerutu Orang itu dengan susah payah membopong tubuh Rafzan dan meletakkan nya di ruangan itu dan meninggalkan Rafzan sendirian.
"Tinggal dua tikus lagi."
Setelah melihat target nya orang itu langsung memukul kepada dua orang itu sampai pingsan dan menyeretnya ke gudang dan mengikatnya.
"Beres."
Disisi lain.
"Buk."Panggil Nayla.
"Iya Nay kenapa?"tanya Guru itu.
"Saya izin ke toilet buk."Izin Nayla.
"Silahkan."
"Mau gue temenin ngga?"Tanya Lia.
"Ngga usah deh sendiri aja."Jawab Nayla.
Saat sudah berada di luar kelas Nayla Merogoh kantong nya mengambil ponsel dan mengchat seseorang.
Unknown
Gimana kak Rafzan udah kalian taro di Uks
✔️✔️
💬Udah bos👍
Setelah melihat Jawaban dari orang suruhan nya Nayla Pergi kekamar mandi
dan memakai Make up di leher biar kaya Kissmark.
Tiga puluh menit sudah berlalu Nayla sudah membuat tanda palsu di leher nya dia mengacak rambut nya agar kusut dan merobek baju agar terlihat menyedihkan.
Setelah puas Nayla berjalan keluar toilet dan pergi ke UKS setelah sampai dia langsung masuk dan duduk di bawah jendela lalu dia menetes kan insto ke mata nya agar keluar air mata palsu.
"Hiks t-olong."Nayla mencoba menangis agar terlihat natural.
Nayla mendengar ada langkah seseorang yang mendekat Nayla mengitip ternyata kepala sekolah.
"Seperti nya dewi fortuna sedang berpihak ke gue."batin Nayla tersenyum senang.
"Hiks hiks gue kotor."
"Siapa pun hiks tolong gue."
Kepala sekolah mendengar suara tangis seseorang dia mencari asal suara ternyata suara itu berasal dari UKS.
"Siapa di dalam."Tanya Kepala sekolah sambil mengetuk pintu UKS.
"Tolong pak hiks."Kata Nayla dengan suara serak.
"Siapa?"Tanya Kepala sekolah.
"Saya Nayla Pak."Jawab Nayla Parau.
"Kamu kenapa?"Tanya Kepala sekolah yang masih di luar.
"Saya habis di lecehkan pak."Jawab Nayla.
"Hah cepat buka pintu nya."Perintah kepala sekolah.
"Saya tidak tau pak kunci nya ngga ada."Jawab Nayla.
"Kamu tunggu saya pangil bantuan dulu."Kata kepala sekolah.
"Iya pak."Jawab Nayla.
Tokk tokk
Kepala sekolah mengetuk pintu kelas Rafzan.
"Iya pak kenapa?"tanya Guru yang sedang mengajar.
"Ini buk saya mau minta bantuan anak laki laki di kelas ini."Kata kepala sekolah.
"Untuk apa ya pak?"Tanya Guru itu.
"Di UKS ada pelecehan dan pintu nya terkunci dari dalam."Jelas kepala sekolah.
Semua orang terkejut mendengar penuturan kepala sekolah,kecuali seseorang yang Tersenyum Miring.
"Siapa yang di lecehin pak?"Tanya Arlan.
"Nayla anak kelas 10."Jawab Kepala sekolah.
Semua murid keluar karena kepo sedang kan kepala sekolah sudah berjalan bersama Eric dan Aries.
"Kalian dobrak."Suruh kepala sekolah.
__ADS_1
"Nayla kamu menjauh dari pintu teman teman kamu mau mendobrak nya."Lanjut kepala sekolah.
"Iya pak."Jawab Nayla.
1 2 3 BRAKKK
Pintu terbuka lebar,Semua orang berdiri di depan pintu bahkan ada yang sudah merekam.
"Kamu baik baik aja nay."tanya Kepala sekolah.
"S-aya sudah tidak suci lagi huaa."
Nayla menangis dengan suara yang melengking mereka semua menutup telinga nya yang berdenging.
"Gila suara nya melengking banget anjir"
"Telinga gue ngedengung."
"Gila toa banget."
"Sejak kapan dia suci dia kan emang haram."
"Lo kan emang haram nay."
"Siapa yang ngelecehin kamu nay?"Tanya Kepala sekolah.
"K-ak Rafzan hiks."Jawab Nayla.
"Hah."
"Ngga mungkin Rafzan gitu."
"Ya kali dia mau Ama Lo."
"Drama."
"Tapi Rafzan kan keluar dari tadi sekarang aja dia belum balik balik."
"Eh iya ya."
"Serius nay."Tanya Ibu Tin.
"I-ya buk dia maksa saya,"
"Dia ngancam saya kalau saya ngga mau saya akan dibunuh hiks."
"Nanti saya hamil gimana hiks."
"S-aya hiks udah kotor."
"Lo emang kotor."Celetuk Bisma.
"Hiks hiks s-aya mau minta tanggung jawab."Kata Nayla.
"Sekarang Rafzan nya dimana?"Tanya Kepala sekolah.
"Disitu."Tunjuk Nayla ke arah bangkar yang tertutup tirai.
Kepala sekolah berjalan ke situ dia mengintip apa benar Rafzan yang melecehkan nya.
Tapi saat melihat Bangkar Kepala sekolah tidak melihat Rafzan dia hanya melihat sesuatu?
"Serius Nay Rafzan yang ngelecehin kamu?"Tanya Kepala sekolah sambil mengernyitkan dahi nya.
"Iya hiks."
"Kamu ngga gila kan?"tanya kepala sekolah sekali lagi.
"Ngga pak."Jawab Nayla sambil sesenggukan.
"Ngga bikin drama?"Tanya nya sekali lagi.
"Ngga pak."Jawab Nayla.
"Coba jelaskan kronologisnya."Suruh Kepala sekolah.
"Tadi saya ijin ke toilet tapi saat saya mau masuk kak Rafzan narik saya dan memaksa saya melakukan itu di UKS."Jelas Nayla.
"Terus setelah melakukan itu Rafzan nya kemana?"Tanya Kepala sekolah.
"Dia tidur pak."Jawab Nayla.
Kepala sekolah menatap ngeri Nayla.
Semua orang bingung melihat tatapan kepala sekolah yang menatap Nayla seperti menatap orang gila.
"Nay saya saranin kamu ke rumah sakit jiwa aja deh."Suruh kepala sekolah.
"Saya ngga gila pak."Jawab Nayla.
"Emang nya kenapa pak?"Tanya Bisma sambil tersenyum misterius.
"Kan tadi Nayla bilang dia habis diperkosa sama Rafzan."
"Terus pak."Tanya Salah satu Siswa.
"Tapi yang saya lihat bukan Rafzan tapi."
"Tapi."Semua orang menunggu kelanjutan nya.
Sretttt......
__ADS_1
***