Sang Figuran

Sang Figuran
38


__ADS_3

.


.


.


.


Setelah pulang sekolah Rafzan terdampar di rumah Vella. Mereka berdua berada didalam kamar Vella sambil memain kan PS.


Sayup sayup suara Mommy memarahi Derion, Vella dan Rafzan melepaskan stik, dan berjalan ke arah Pintu.


Mereka mengitip dari pintu Kamar.


"Abang harus ngedate sama Calman." Tekan Mommy. (calon mantu)


"Ngga Mommy Abang males ke luar." Jawab Derion.


"Ihh kamu mah PDKT an gitu sama calon Istri." Paksa Mommy.


Derion mendengus." Oke, puas Mommy."


"Jelas dong." Jawab Mommy sambil tersenyum kemenangan.


Blamm


Derion menutup pintu kamar nya, Saat Mommy Berbalik dia terkejut melihat kepala Rafzan dan Vella.


"Abang mau kemana?!" Tanya Vella berbisik.


"Mommy nyuruh Abang kamu Ngedate." Jawab Mommy ikut berbisik.


"Kalian kenapa berbisik bisik." Timpal Daddy tiba tiba.


Plakk


***


Saat ini Derion dan Elina sedang berada di sebuah taman.


Hening tidak ada yang memulai percakapan.


"Bang!" Panggil Elina.


"......"


"Bang!!" Ulang Elina.


"......"


"Sekali lagi ngga ngejawab gue tabok loh." Kesal Elina.


"....."


Plakkk


Elina menabok punggung Derion, sedang kan Derion hanya menatap Datar Elina.


"Awww panas." Kata Elina sambil menatap Tangan nya yang memerah.


Perih anjir pasti berbekas


Sekuat tenaga Derion menahan agar tidak meringis.


"Abang kok mau di jodohin sama El montok?!" Tanya Elina memulai percakapan.


"Terpaksa."


"Oh Sama dong."


"Ngga nanya."


"...."


Elina diam, dia memainkan Ponsel nya.

__ADS_1


Gila datar banget anjir Gimana kalau udah nikah nanti bisa bisa beku gue


Gerutu Elina di dalam hati.


Mommy bohong kata nya sopan anggun!! Yang ada dia itu gila sama cerewet ajg suka napok lagi, terus pakaian ngga ada anggun anggun nya.


Ih jorok ngupil!!


Dih dicium.


Derion menatap tidak percaya gadis di depan nya.


"Haii." Sapa Elina memanggil segerombolan anak SMP lewat.


"Ha---


"Tayo." Jawab Elina tanpa Dosa.


"...."


"Dek dek duit nya jatoh." Kata Elina saat Dua anak kecil lewat.


"Mana kak?!" Tanya Nya.


Bwahaha.


Semua orang menatap ke arah Derion dan Elina, wajah Derion memerah menahan malu dan sakit.


Cewek Kenapa kalau ketawa suka nabok? Pikir Derion.


Derion meringis mendengar tawa Elina yang sangat besar, dia tidak menutup Mulut nya tapi malah menapok paha nya.


Rip paha🗿


***


"Kenapa?" Tanya Vella melepas kan Ponsel nya.


"Kenapa hm?!"


"Untuk."


Rafzan tidak menjawab tapi dia menegelam kan kepala nya di perut Vella.


Vella Mengelus kepala Rafzan dengan lembut.


Vella menangkup pipi Rafzan.


"Kenapa nangis?" Tanya Vella khawatir.


"Makasih ya Avel udah Sayang sama Afan, maaf Ya afan selalu ngerepotin Avel."


"Seharusnya Afan yang ngemanjain Avel, bukan sebalik nya."


Vella tersenyum mendengar perkataan Rafzan.


"Heii Afan ngga pernah ngerepotin Avel, Malah aku yang harus nya Makasih sama kamu, Karena aku hanya orang asing yang terdampar di tubuh Vella, dan kamu mau Nerima aku."


Rafzan menggeleng tidak terima. Dia sangat menyayangi Vella yang sekarang, Karena Vella dia tau gimana rasanya di sayang di manja dan di berikan Cinta yang tulus.


Dia tidak pernah berfikir untuk mencari yang lain, dia tidak ingin menjadi Lelaki bodoh yang membuang berlian dari pada batu kerikil.


Semua tingkah manja nya hanya kepada Vella, dan dia berjanji tidak akan menyakiti Vella.


"Aku sayang sama kamu jangan cari Cowok lain ya, aku banyak kekuragan nya , aku hanya cowok lemah yang bersembunyi di balik wajah yang datar, aku lemah tanpa kamu." Tutur Rafzan tulus.


"Hei dengerin aku ya!! Aku ngga ada niatan untuk ninggalin kamu, aku cinta aku tulus Sama kamu,." Jawab Vella.


"Kamu janji ya setia sama aku." Kata Rafzan sambil menatap mata Vella.


Vella tersenyum lembut lalu mengecup Hidung mancung Rafzan.


"Iya."


***

__ADS_1


Sudah hampir satu bulan Bisma berada di tubuh Elina, dia sudah terbiasa dengan kehidupan baru nya, dan sesekali dia mengunjungi Keluarga nya secara diam diam.


Dan aneh nya Bisma merasa kalau dia area tertentu terutama perut nya sakit, Dia meringis beberapa kali.


Ini menyakitkan


Bisma meringkuk tubuh nya dan menekan Perut nya upaya mengurangi sakit nya.


Hiks sakit


Bisma menangis merasa kan sakit ke seluruh tubuh Bahkan gigi nya ikut sakit.


"Sayang." Panggil Azki sambil membuka pintu.


Mata membola saat melihat adik nya menangis kesakitan.


"Sayang sayang kamu kenapa?!" Tanya Azki sambil mengoyang lengan Elina.


"S-akit mas." Lirih Elina.


"MASSS." Azki berteriak memanggil sodara nya.


"MAASS BABY EL SAKIT HIKS."


Elina mengerjakan mata nya!! kenapa Abang nya ikut menangis.


Saat ini Elina sedang di periksa lima dokter sekaligus. Dokter itu menghembuskan nafas lelah.


"Ini gejala haid." Jelas nya.


"Haid?"


Semua nya mengernyit bingung.


"Apa itu penyakit?" Tanya Theo.


"Haid itu datang bulan tuan!" Jelas dokter.


"Mana bulan?" Tanya Elina.


"Nona muda tidak tau atau baru pertama kali nya datang haid?" Tanya dokter itu bingung.


"Tidak tahu." Jawab nya polos.


"Oh iya iya aku ingat." Kata Elina dengan semangat.


"Nah kalau sudah paham saya permisi."


Pamit nya.


Haid


Empat saudara itu sedang memikirkan apa itu haid, di otak nya berputar putar kata haid.


Elina berjalan kearah kamar mandi dia ingin mandi celana nya lengket.


Saat melepas kan celananya Elina berteriak terkejut saat melihat darah di ****** ***** nya.


Elina duduk sambil menatap semua jenis pembalutan di depannya.


"Cara pakainya gimana mas?" Tanya Elina.


Para Abang Elina meringis, dia juga Tidak tahu.


"Di tempel mungkin." Ragu Theo.


"Dimana."


Theo menggeleng.


Azki dan Reno diam dia memikirkan kan benda yang dia pegangan.


Bersayap


Apakah adik nya akan terbang?

__ADS_1


Apakah adik nya akan seperti yang di iklan iklan itu?


__ADS_2