
Saat ini Eric sedang berada di sebuah club malam dia ingin menenangkan pikiran nya saat duduk di bangku bartender Eric melihat sosok perempuan yang dia kenali.
"Itu Ana?"Gumam Eric saat melihat Ana duduk di pangkuan seorang pria paruh baya yang usianya nya lebih tua di bandingkan Daddy atau lebih tepat nya mantan Daddy.
Eric beranjak dari duduknya dan mendekati Ana.dengan tidak berperasaan Eric menarik tangan Ana.
"E-ric.."
Saat ingin memarahi siapa yang berani menariknya tapi saat tau siapa yang menarik nya membuat ketakutan setengah mati.
Ana terus memberontak tangan nya sakit akibat cengkraman Eric terlalu kuat sampai tangan nya memerah.
"Eric aku bisa jelasin."Kata Ana saat sudah menaiki Motor milik Eric.
"Diam."Kata Eric datar.
"T-api--
"Diam."Kata Eric.
Ana langsung diam mendengar perkataan Eric yang semakin datar.tidak Sampai lima belas menit Eric dan Ana Sampai di Apartemen milik Eric.
"Kita mau Kemana Ric?"Tanya Ana.
Eric tidak menjawab dia hanya menarik tangan Ana dan membawanya ke lift,saat Lift sudah sampai di Lantai dua,Eric membuka pintu Apartemen milik nya.
Brukkk
Eric mendorong tubuh Ana Sampai terhempas ke lantai dan kepala nya tidak sengaja terkena pinggir Meja.
"Aww sakitt Eric”
Eric menarik rambut panjang Ana membuat nya mendongak.
"Ternyata benar lo emang wanita penggoda ya."Kata Eric dengan wajah memerah menahan Amarah.
"Ngga Eric kamu salah paham."Kata Ana.
"Dimana letak salah paham nya?"Tanya Eric sambil mencengkram erat dagu Ana.
"Tadi aku ngga sengaja jatuh."Kata Ana.
"Oh ya?"Tanya Eric dengan memicingkan mata nya.
"Iya."Jawab Ana.
"Padahal gue ngga masalah kalau Lo kerja begituan." Kata Eric sambil melepaskan tangannya.
"Seriusan?" Tanya Ana tidak percaya.
"Iya tapi uang nya buat gue sebagai ganti uang gue yang pernah lo pakai." Kata Eric tersenyum Miring.
"Maksud kamu?" Tanya Ana tidak mengerti.
"Gue cuma mau bilang gue bukan anak kandung keluarga Smits dan gue diusir gara Lo suka minta di beli ini beli itu sama gue,dan sebagai ganti nya lo harus kerja jadi ****** hasil nya kasih ke gue." Jelas Eric.
"JADI LO ANAK PUNGUT."Teriak Ana
Plakkk
"KENAPA KALAU GUE ANAK PUNGUT DAN GARA GARA LO GUE DI USIR." Teriak Eric Murka.
"CIH DASAR MISKIN." Teriak Ana sambil menunjuk wajah Eric.
"BERANI LO SAMA GUE."Teriak Eric.
Eric menarik tangan Ana membawa nya ke dapur,Eric meletakkan tubuh Ana di bawah lalu dia mengikat tangan dan kaki Ana mengunakan tali yang ada di dapur.
"LEPAS BERENGSEK!!!."
Ana memberontak sekuat tenaga agar ikatan itu terlepas.sedang kan Eric mengabaikan Teriakan Ana dia sedang menyiapkan pisau dapur.
Sshhh awhh sakit
Ana berteriak saat Eric mengores tangan nya dengan pisau dapur.
SAKITT HIKSS BERHENTI
AKHHH PERIHH
AKHH HIKS
Ana berteriak saat Eric kembali mengores tangan nya Bahkan dia menancapkan pisau itu agar lebih dalam
"Syutttt diam ****** semakin lo teriak semakin banyak luka yang Lo dapat."Kata Eric mengores pisau ke leher Ana yang ada bekas Kissmark.
"LO HARUS KERJA DAN DUIT NYA KASIH KE GUE PAHAM." Teriak Eric membuat tubuh Ana bergemetar.
"I-ya.."Jawab Ana Terbata bata.
__ADS_1
"Bagus sentuhan terakhir."Kata Eric sambil tersenyum iblis.
Dia mengambil sebuah kantong kecil berisi kan sesuatu yang di selalu menjadi ancaman terbesar bagi Para penerus bangsa.
Akhh panas hiks tolong ric perih
Hiks tolong ini sakit hiks
Eric membopong tubuh Ana dan meletakkan nya di dalam kamar mandi di bawah shower dan menghidupkan ke arah air panas.
"Nikmati Hukuman mu karena sudah berani menipu ku."Kata Eric meninggalkan Ana yang sedang kesakitan.
(≧▽≦)
"SAYANG."Teriak Rafzan dari luar kamar Vella.
"AVEL PANGERAN BERKUDA MU DATANG."
DORR DORR
"SAYANG AYO KITA BELI YOGURT CIMORII."
BRAKK
Derion membanting pintu kamarnya dengan Keras.
"ADUH MAKK TEKEJOD AKU." kata Rafzan terkejut lalu dia menatap ke arah Derion yang sedang menahan emosi.
"Bisa diam ngga gue lagi stres mikir skripsi."Ketus Derion.
"Tidak perduli saya."Kata Rafzan dengan Nada lebay.
Ceklek
Pintu kamar terbuka menampilkan wajah bingung.
"Kalian ngapain ngumpul disini?"Tanya Vella.
"Budek lo gue dari tadi teriak manggil nama Lo" Jawab Rafzan Ketus.
"Hah serius padahal gue gak denger suara apapun." Kata Vella.
"Ck, pasangan aneh dan gara lo gue kebangun."Ketus Derion langsung kembali ke kamarnya.
"Emang nya lo ngapain sih dikamar gue udah teriak hampir satu jam Loh."Kata Rafzan dengan dramatis.
"Emang bener, Bi?"Tanya Vella saat berpapasan dengan Bibi Jum.
Rafzan menatap Bi Jum dengan tatapan tidak percaya.
"Bibi kok kasih tau Avel kalau Rafzan baru datang."Kata Rafzan dengan muka Cemberut.
"Dosa den kalau bohong."Jawab Bi Jum.
"Kan tadi udah di kasih duit seratus ribu."Kata Rafzan.
"Emang duit itu untuk apa den?"Tanya Bi Jum bingung.
"Untuk tutup mulut lah Bi."Jawab Rafzan.
Dengan polos nya Bi Jum mengambil uang yang ada di saku daster dan menempel kan uang itu di mulut nya.
"Gini den?"Tanya Bi Jum sambil memegang Uang yang ada di mulut nya.
"Ngga gitu konsep nya bibi."Kata Rafza.
BWAHAHAHAHAHA
Vella tertawa kencang melihat wajah tertekan milik sang pacar.
(≧▽≦)
"Vel mandi gih cepat nanti keburu abis."Kata Rafzan saat Vella masih Santai duduk di atas kasur dengan memainkan Ponsel nya.
"Sabar elah ngga mungkin kehabisan."ketus Vella.
"Plis Vel cepat gue lagi pengen banget minum itu tu."Kata Rafzan merengek ke Vella.
"Kayak orang ngidam Lo."Ketus Vella sambil pergi ke kamar mandi.
"Stimulasi ngidam Vel nanti lo bunting biar gue aja ngidam nya dan Lo tukang cari nya."Kata Rafzan.
"Ogah ya,nanti tengah malam Lo ngidam aneh ya kali gue harus cari tengah malam, yang hamil gue masa gue juga yang nyariin,Enak banget Lo,gue mah ngga papa kalau soal ngidamnya,tapi kalau morning sickness semoga lo yang kena nya."Kata Vella dengan menyembulkan kepalanya di Pintu kamar mandi.
Setelah membasuh muka Vella Menganti pakaian santai nya dengan Hoodie warna Hijau dengan celana Jeans warna hitam.
Vella pergi ke rak sepatu Sebelah Meja rias nya dia mengambil sepatu sneakers warna hijau garis warna putih.
Vella memakai sunscreen lalu dilapisi bedak padat tidak lupa memakai maskara dan sentuhan terakhir liptin agar bibir nya tidak pucat.
"Tumben cepat biasa nya cewek kalau dandan sama Mandi itu lama."Sindir Rafzan.
__ADS_1
"Gue kan limited edition."Kata Vella sambil menyisir rambut nya.
"Berangkat takut anak Lo ngiler."Lanjut Vella dengan menyindir Rafzan.
"Iya nih anak Pipi udah ngga sabar."Kata Rafzan sambil mengelus perut kotak kotak nya.
"Cih, Cacingan."Kata Vella.
(≧▽≦)
"Aduh dek ngalah aja deh sama kakak."Kata Vella sambil menarik narik yogurt cimori.
"Seharusnya Kakak ngalah sama anak kecil."Ketus anak kecil itu.
"Di kamus gue ngga ada kata ngalah."Kata Vella.
"Gue kasih duit lo beli yang lain aja."Tawar Rafzan.
"Ngga ya aku pengen ini ."Kata Anak itu menolak uang lima ribu dari Rafzan.
"Tambah lagi Fan."Suruh Vella.
"Nih sepuluh ribu."bujuk Rafzan.
"Ngga."Tolak Anak itu
"Lima belas ribu."Kata Rafzan
"Ngga ya kak duit aku lebih banyak."Kata anak itu.
"Seratus lima puluh ribu lo nolak lagi bodoamat."Kata Rafzan kesal.
Anak itu bimbang duit nya hanya dua puluh ribu sedangkan kan Rafzan memberi seratus lima puluh ribu tapi dia pengen yogurt di semua supermarket Indomaret Alfamart dan semuanya sudah kosong tinggal dua yang lagi direbutkan nya dengan Vella.
"Gimana mau ngga!"Bujuk Vella.
"NGGA."Teriak Anak itu membuat Vella dan Rafzan menjadi pusat perhatian.
"Kenapa Ya dek?"Tanya Salah satu ibu ibu kepada anak kecil itu dan menatap curiga Vella dan Rafzan yang sedang gandengan.
"Kakak itu maksa buat ngasih ini."Kata Anak itu dengan mata berkaca-kaca.
"Ya Allah seharusnya kalian mengalah saja dengan anak kecil."Kata salah satu pengawai.
"Ta---
"Begini Bu istri saya lagi ngidam minum itu kami sudah berkeliling mencari dan baru ketemu tapi sudah di pegang dulu sama Adek nya."Jawab Rafzan sopan.
Mata Vella Melotot heii dia tidak hamil,
"Sa---
"Iya sayang maaf ya pipi Ngga bisa ngasih itu ngidam yang lain aja ya."Kata Rafzan sambil mengelus perut rada buncit milik Vella.
"Istri nya lagi hamil mas?"Tanya salah satu pelanggan.
"Iya bu mana ngidam yang pertama lagi."Kata Rafzan dengan sedih.
"Kita pamit dulu ya Bu."Lanjut Rafzan.
"Eh tunggu dek."Kata ibu dari Anak kecil itu.
"Kenapa ya Bu?"Tanya Rafzan.
"Ini buat kalian aja,"Kata Ibu itu sambil merampas Yogurt yang ada di tangan anak nya.
"Yes berhasil."Batin Rafzan dengan kegirangan.
"Ngga usah bu nanti anak nya nangis."Kata Rafzan menolak.
"Ngga papa saya bisa beli yang lain untuk anak saya dan ini saya traktir biar saya yang membayar nya."Jawab Ibu itu.
"Aduh ngeropotin Bu saya ngga enak."Kata Rafzan.
"Ngga papa Mas, selamat ya semoga kandungan nya sehat selalu."Doa Ibu Tersebut.
"Aduh makasih ya Bu,Amin dan semoga rezeki ibu lancar."Kata Rafzan.
(≧▽≦)
"Jago amat lo ngedrama."Puji Vella sambil menatap Rafzan.
"Bakat terpendam."Jawab Rafzan sombong.
"Kasihan loh anak kecil tadi."Kata Vella.
"Salah sendiri ngga mau ngalah."Jawab Rafzan.
"Tapi kok perut Lo buncit beneran, Seingat gue ngga pernah tu nanam benih di dalam perut Lo."Lanjut Rafzan sambil meminum Yogurt nya.
"Benih ndas mu."Ketus Vella.
"Ini tuh isi nya bubur ayam,roti bakar,Bakso bakar, martabak,sablak,sama nasi goreng."Kata Vella sambil mengusap perut bucit nya.
__ADS_1
(≧▽≦)