Sang Figuran

Sang Figuran
29


__ADS_3

                          ***


     Jam istirahat telah berbunyi murid murid berbondong-bondong keluar kelas.


"Mau ke kantin nggak nyet."Ajak Vella.


"Nggak ya nanti lo bareng mas pacar Lo, gue ogah jadi nyamuk.." Sindir Sintya sambil menatap Vella Yang sedang cengengesan.


"Rafzan nggak jemput kok jadi tenang aja."


"Serius?"


"Iya dua rius malah."


"Oke."


Setelah mengatakan itu Vella dan Sintya berjalan ke arah Kantin,banyak yang menyapa mereka di balas senyum tipis oleh Vella,kecuali Sintya yang tebar pesona kepada murid laki laki tidak lebih tepat nya adik kelas.


"Hai ganteng."Kata Sintya sambil mengedipkan mata nya.


Adik kelas tersebut langsung lari saat


Melihat Sintya.


Bwahaha


"Diem deh."Ketus Sintya.


"Hahah muka Lo serem Sampai tu anak kabur."Kata Vella sambil tertawa.


"Dia kabur karena kecantikan gue."Kata Sintya Sambil mengibas kan rambut panjang nya Sampai mengenai mata Vella.


"Bangsat."Kata Vella sambil mengelus mata nya yang terasa perih.


"Ngga ada Cerita nya orang kabur karena ngeliat orang cantik."Ketus Sintya.


"Kecuali dia salting.."


                             ***


"Hai guys gue duduk sini ya."Kata Vella.


"Udah duduk ngapain izin."Sindir Aries.


"Basa basi doang anjir pedes amat tu mulut."Kata Vella sambil menatap Malas Aries.


"Ck, biasanya juga ngga gitu."Kata Arlan.


"Pesan makanan gue dong."Kata Vella sambil mengeluarkan Ponsel nya dari saku almamater.


Rafzan menatap tajam Vella yang tidak menyapa nya, Bahkan Vella mengabaikan nya.


"Ogah."Kata Aries.


"Gue ngga nyuruh Lo."Kata Vella.


"Arlan ganteng pesan makanan gue ya."Lanjut Vella sambil tersenyum manis.


"Dasar buaya! Ngga liat no pawangnya udah mau ngamuk." Lirih Sintya merasa takut dengan aura Rafzan yang benar benar mengerikan.


"Eh pesan apa Queen."Kata Arlan dengan muka yang memerah.


Jarang jarang Vella memuji nya,mana senyum nya manis banget pengen gebet tapi sayang nyawa.


"Biasa bakso mercon ya sama minuman nya es susu."Kata Vella.


"Tunggu lan gue ikut."Kata Sintya dengan cepat.


"Ya udah ayo."Jawab Arlan.


Meja tersebut hening Vella yang Fokus ke Ponsel Aries pun sama,Bisma sedang menelungkup kan kepala nya di meja.


"Eh baby boy kenapa?"Tanya Vella saat melihat mata Rafzan yang sedang berkaca kaca.


"A-vel."Kata Rafzan dengan nada bergetar.


"Kenapa? Hm?"Tanya Vella sambil menarik Rafzan kedalam pelukannya.


"Kenapa Avel ngga nyapa Afan, kenapa tadi ngediemin Afan."Tanya Rafzan dengan air mata yang sudah mengalir.


"Aduh maaf ya sayang Avel tadi ngga sadar kalau ada Afan."Jawab Vella tenang.


"Masa Afan Segede gini Ngga keliatan." Balas Rafzan cemberut.

__ADS_1


Aries mendengus melihat drama bucin didepannya, tolong hargai dia itu jomblo kata Aries dalam hati.


"Syutttt diem ya."Kata Vella sambil mengelus Rambut Rafzan.


Tidak lama datang Arlan dan Sintya yang membawa pesanan Vella.


"Makasih Ganteng."Puji Vella.


"Iy---


"Ngga usah muji cowok lain." Sengit Rafzan yang menatap tajam Arlan.


"Duh posesip nya,"


"Posessive goblok." Koreksi Sintya.


"Sama aja sayang."Kata Arlan.


"Beda sayang."Balas Sintya


Wajah Arlan dan Sintya memerah,pliss mereka salting sesama buaya darat?


"Bisa ya sesama buaya salting?"Tanya Aries.


"Buta mata lo ngga liat tu dua orang lagi salting."Sarkas Vella tajam.


"Ya gue cuma basa basi doang."Balas Aries ketus.


"Udah basi."Kata Vella.


"Bisma lo kenapa?"Tanya Vella Sambil mengelus rambut Bisma.


Enghh


Bisma Mengeliat lalu membuka mata nya menatap sekitar.


"Bisma lo kenapa? muka Lo pucat?"Tanya Vella sambil meletakkan tangan nya di kening Bisma.


"Panas."Lanjut Vella.


"Gue ngga papa kok Queen."Jawab Bisma lemah.


"Lo pulang aja ya jangan paksain sekolah Lo lagi sakit."Kata Vella khawatir.


"Iya Bis pulang aja gue anter Lo ya."Kata Rafzan dengan wajah datar seperti biasa nya.


Rafzan langsung membopong tubuh Bisma yang terlibat sangat lemah.


"Sehat sehat terus ya bis biar bisa kumpul sama kita kita."Kata Arlan dengan tulus.


"I-ya."Jawab Bisma.


"Cepat sembuh ya kalau sembuh gue bakal traktir siomay."Kata Sintya sambil mengepalkan tangannya memberikan semangat.


"Awas ya kalau Bohong."Jawab Bisma dengan nada bergetar.


"Ngga tenang aja Sintya ngga pernah Bohong."Balas Sintya.


"Pulang sekolah kita kita kerumah Lo ya."Kata Aries dibalas anggukan semua nya.


"Ngga usah kok."Jawab Bisma.


"Ta---


"Pokok nya ngga usah nanti gue kabarin."Kata Bisma.


"Iya deh."Pasrah Mereka.


                               ***


"Mau gue hantar masuk ngga?"Tanya Rafzan.


"Ngga usah bos tolong pangilin Mama gue aja."Jawab Bisma.


"Vel pangilin gih."Suruh Rafzan.


"Oke."


Tidak lama setelah nya datang Vella dengan Mama Nya Bisma di belakangnya ada pembantu Cowok.


"Kalian tunggu disini ya ada yang mau gue kasih."Kata Bisma.


Setelah mengatakan itu Bisma diangkat oleh pembantu dan diiringi Mama nya.

__ADS_1


"Saya permisi dulu ya nak."Kata Mama Bisma.


"Iya Tante."Jawab Rafzan dan Vella.


Lima menit menunggu Mama Bisma turun dengan membawa Flashdisk dan surat.


"Kata Bisma ini dibuka kalau lagi ngumpul di basecamp."Kata Mama sambil menyerahkan Flashdisk dan kertas.


"Ya udah tante kita permisi ya."Pamit Vella.


"Iya hati hati ya,dan Terimakasih karena sudah mau mengantar Bisma yang terakhir kali nya."Kata Mama Bisma.


"Maksud Tante."Tanya Vella bingung.


"Ngga apa apa kok."Jawab Mama dengan tersenyum paksa.


"Ya udah tante assalamualaikum."Kata Vella.


"Walaikumsalam."Jawab Mama


"Kalian teman teman yang baik buat Bisma pantas saja Bisma memaksa sekolah padahal hari ini dia sedang sakit dan akan cek up."batin Mama sambil menatap Mobil Rafzan yang sudah mulai menjauh.


                         ***


"Maksud Tante tadi apa ya Fan?"Tanya Vella.


"Ngga tau."Jawab Rafzan sambil mengambil tangan Vella dan memegang nya sesekali mengecup nya.


Vella menunduk kan kepala nya yang terasa pusing dan hidung nya terasa hangat seperti ada yang mengalir.


Vella menyentuh Hidung nya dan melihat ada darah segar,sekali lagi Vella mengulang sampai darah itu menetes ke seragam Vella.


"Ngapain?"Tanya Rafzan tanpa Melihat Vella.


"Afan liat ada darah." Tunjuk Vella dengan antusias.


"Hah,"


Rafzan memberhentikan mobilnya dan memandang Vella yang sudah berlumuran darah.


"ASTAGA SAYANG."Teriak Rafzan Panik.


"Darah Fan." Adu Vella


"Iya darah,Aduh mana banyak lagi."Balas Rafzan sambil memberikan Tisu ke Vella.


"Alhamdulillah gue udah tau gimana rasanya mimisan."Kata Vella Antusias.


"Astaga kenapa lo senang sih? "Tanya Rafzan bingung.


"Ya karena gue belum pernah ngerasain mimisan,dan Sekarang gue ngerasain."Kata Vella dengan lemah.


Vella pingsan Membuat Rafzan kalang kabut


Tanpa pikir panjang Rafzan melaju kan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


"DOKTER DOKTER TOLONG PACAR SAYA."Teriak Rafzan kesetanan sambil berlari mengedong Vella.


"Tenang mas ini rumah sakit."Kata Salah satu Suster yang membawa kan Bangkar.


"Yang bilang ini kuburan siapa" Sengit Rafzan sambil meletakkan Vella di Bangkar.


Suster tersebut mendengus.


Bangkar Vella masuk ke ruangan IGD.


"Kenapa berhenti mas?"Tanya Suster tadi.


"Ngga ada drama sinetron, gue pasti ngga di kasih izin buat masuk.."Jawab Rafzan santai.


"Pinter mas nya."Puji Suster itu.


"Ya jelas dong anak papa Bram."Jawab Rafzan.


"Cih kerja lo jangan makan gaji buta."Lanjut Rafzan Ketus.


                     ***


"Gimana keadaan Vella Zan?"Tanya Mommy Lina.


"Belum tau Mom dokter nya belum keluar."Jawab Rafzan Kalem.


"Gimana Cerita nya kok Vella bisa di bawa kerumah sakit?"Tanya Daddy Bara.

__ADS_1


"Ya karena sakit dan kalau sehat sudah saya bawa ke kamar."Jawab Rafzan Ambigu.


               


__ADS_2