Sang Figuran

Sang Figuran
26


__ADS_3

Saat ini Rafzan dkk dan Sintya sedang berada ada dirumah Vella.


"Eric nya mana Vel kok ngga di ajak." Kata Mommy saat melihat tidak ada Eric biasa nya kan kalau ngumpul pasti ada Eric sekarang tidak ada.


"Dia lagi ada urusan keluarga Mom." Jawab Vella.


"Oh ya udah kalau kalian mau makan atau mau cemilan ambil aja didapur ya, Mommy mau ke kantor Daddy dulu." Pamit Mommy.


"Ngapain Mom?"Tanya Vella.


"Mau membasmi bibit pelakor." Jawab Mommy.


"Oh yang di ceritain Daddy waktu itu ya mom?" Tanya Vella memastikan


"Iya Mommy pusing Daddy kamu ngeluh terus gara gara di goda ****** itu."Jawab Mommy.


"Permalukan aja Mom biar dia malu." Kompor Vella.


"Rencana Mom sih mau Mom permalukan dia di depan umum."Jawab Mom Enteng.


"Udah dulu nanti daddy kamu telpon lagi."Lanjut Mommy.


Memang kemarin Daddy menceritakan ke anak anak dan istri nya bahwa di kantor nya ada ****** yang mencoba menggoda nya, kejadian itu sudah hampir satu Minggu dan Daddy masih bisa menanganinya tapi semakin hari ****** itu semakin liar membuat Daddy membutuhkan bantuan istri nya.


Setelah Mommy Pamit, Vella menatap teman teman nya yang memasang wajah cengo.


"Kalian kenapa?" Tanya Vella sambil melihat wajah teman-teman nya kecuali Rafzan yang sudah tau keluarga milik pacar nya beda dari yang lain.


"Keluarga lo kayak nya seru deh kalau di ajak Ngegibah." Kata Sintya.


"Kuat juga iman Daddy lo." Kata Arlan.


"Santai amat Mommy Lo kayak udah biasa kayak gini?" Tanya bisma penasaran


"Seru banget, jelas dong mau tu calon pelakor ngga pake baju Daddy gue ngga akan tergoda."Jawab Vella bangga.


"Gimana ya keluarga gue udah gak aneh lagi kalau masalah ginian apalagi kalau Daddy abis dari luar kota ada aja setan yang ngintilin."Lanjut Vella.


"Udah mulai langkah cowok kayak Daddy Lo."Kata Sintya.


"Iya semoga calon suami gue kayak Daddy."Kata Vella sambil menyidir Rafzan.


"Gue juga kayak gitu."Kata Rafzan dengan cepat.


"ABANG PULANG." Derion berteriak.


"ABANG!!!!" Vella berlari ke arah Derion.


Hap


Derion dengan sigap menangkap tubuh sang adik.


"Kangen ya."Goda Derion.


"Iya,kok Abang ngga pulang semalem."Kata Vella dengan muka Cemberut.


"Abang lagi ngerja tugas dek,kemarin selesai nya juga udah larut." Jawab Derion sambil membawa Vella ke ruang tamu.


Sintya melongo melihat wajah tampan milik Derion.


"Ganteng banget gila."lirih Sintya sambil terus menatap Derion.


"Dia."batin Derion saat menatap Bisma yang sedang fokus ke ponsel nya.


"Hai kenalin Abang gue."Kata Vella saat sudah duduk di samping Rafzan.


"Hai bang gue Arlan."Sapa Arlan Sopan.


"Derion."Kata Derion datar.


"Gue Aries bang."Kata Aries sambil salam ala cowok.


"Derion."


"Gue Sintya Bang."Kata Sintya dengan malu malu.


"Cih."


Vella berdecih melihat sahabatnya yang sedang malu malu kucing.


"Bis kenalan gih." Arlan menyenggol lengan Bisma.


"Kenapa?"Tanya nya sambil menaikkan Alis nya sebelah.


"Kenalan dulu sama Abang nya Queen."Suruh Arlan.


"Oh oke."

__ADS_1


Bisma memperhatikan sekeliling,Mata nya Melotot melihat lelaki yang pernah melihat itu nya waktu di toilet rumah sakit.


"LO."


                                 ***


   "ERIC BERHENTI FOYA FOYA ATAU ATM KAMU DADDY SITA."teriak Daddy saat Eric ingin menaiki tangga nya.


"Siapa yang foya foya sih dad."Tanya Eric dengan nada malas.


"Cih masih ngelak kamu,Lihat baru seminggu aja kamu sudah menghabis kan uang satu miliar untuk gadis nakal itu."Kata Daddy sambil melempar sebuah Map ke wajah Eric.


"Ana bukan gadis nakal Daddy."Kata Eric dengan penuh penekanan.


"Jangan pernah kamu hambur hambur duit saya lagi paham."Kata Daddy dengan nada datar.


"Duit daddy duit aku juga."Kata Eric santai.


"Memang nya kamu ada bantu saya bekerja."Tanya Daddy dengan sinis.


"Ya ngga kan kalau aku udah gede itu juga bakal jadi milik Eric."Jawab Eric enteng.


"Ngimpi,kamu ngga akan dapat sepeserpun warisan saya,"Kata Daddy santai.


"Kok gitu sih Dad."Kata Eric tidak terima,dia kan anak Daddy nya kenapa dia tidak dapat sepeserpun warisan.


"Fasilitas kamu saya sita hanya satu motor hasil balapan kamu sendiri dan uang bulanan kamu cuma 10 juta cukup Ngga cukup harus cukup."Kata Daddy dengan santai.


"Oh ya satu lagi Bianca sudah sadar dan dia sudah membatalkan pertunangan nya dengan kamu."Lanjut Daddy sambil menaikkan tangga.


Eric masih terdiam dia sudah terbiasa hidup enak dan sekarang fasilitas nya di sita mana ATM nya sita juga. gimana dia mau ngebelanjain Ana kalau gini.


Dan kenapa Bianca memutuskan pertunangan nya apa dia tau kalau Eric tidak pernah menjenguk nya lagi semenjak datang nya Ana.


Soal warisan Eric menganggap Daddy hanya bercanda tidak mungkin Eric tidak dapat warisan sepeserpun.


Eric menghembuskan nafas nya dan mencoba berfikir positif.


Saat makan malam Eric hanya diam saja sambil memakan makanan nya, Mommy dan Daddy tidak menganggap Eric ada.


Bahkan mereka tertawa tanpa mengajak Eric


Saat Eric berbicara mereka berdua langsung diam,Saat Eric diam mereka berbicara berbicara mengenai masa muda mereka.


Daddy dan Mommy meninggal kan Eric yang masih makan.


"Sudah Sayang."Jawab Daddy sambil mengelus pipi istri nya.


"Dimana dia mas."Tanya Mommy dengan nada antusias.


"Di berkerja di keluarga Adromeda."Jawab Daddy tersenyum melihat nada antusias sang istri.


"Wah jangan jangan yang Hen Hen itu ya mas?"Tanya Mommy dengan mengebu gebu.


"Iya sayang dia anak kita."Jawab Daddy sambil mengusap air mata bahagia sang istri.


"Anak ku sudah besar dan dia sama seperti mu mas dia tampan."Jawab Mommy dengan nada bergetar.


"Iya sayang dia mirip dengan ku tapi mata nya mirip dengan mu sayang."Kata Daddy dengan mata berkaca-kaca.


"Aku mau bertemu dengan nya mas."Kata Mommy sambil menarik-narik tangan sang suami.


"Ayo kita kerumah sakit."Lanjut Mommy dengan tidak sabar.


"Sabar sayang."Kata Daddy coba menenangkan Istri nya.


Setelah berkendara selama setengah jam Daddy dan Mommy Sampai di rumah sakit dimana Bianca di rawat.


Mommy berjalan tergesa gesa meninggalkan sang suami yang masih berada di parkiran.


Daddy tersenyum melihat tingkah istri nya yang antusias sekali ingin bertemu putranya.


"Semoga kau tidak membenci Daddy dan Mommy son."Gumam Daddy.


                               ***


"Mommy gula."Bianca terkejut saat Mommy nya Eric datang malam malam ke ruangan nya.


"Hai sayang."Mommy memeluk tubuh Bianca.


"Mommy sama siapa?"Tanya Bianca.


"Sama Daddy."Jawab Mommy sambil tersenyum manis.


"Maaf ya Mommy baru jenguk kamu."lanjut Mommy dengan rasa bersalah.


"Ngga papa kok Mom bi tau Mommy pasti lagi sibuk."Jawab Bianca sambil tersenyum lembut.

__ADS_1


"Hai baby girl."Sapa Daddy saat masuk keruangan Bianca.


"Hai sugar Daddy."Jawab Bianca dengan nada bercanda.


"Gadis nakal."Kata Daddy sambil menarik Hidung mancung Bianca.


"Hehe."


"Papa mu mana Bi?"Tanya Mommy yang masih memeluk Bianca.


"Ke kantin Mom sama Om Hen."Jawab Bianca.


Mereka berbincang bincang tidak lama pintu terbuka menampakkan Papa dan Hen.


"Eh ada kalian."Kata Papa pandu.


"Anak ku."Kata Mommy dengan mata berkaca-kaca.


"Siapa disini kan ngga ada Eric."batin Bianca bingung saat mendengar ucapan Lirih Mommy.


"Hen."Panggil Papa mengode agar mendekat.


Mommy dan Daddy berjalan ke arah Hen yang masih terdiam di tempat.


Sedangkan Bianca hanya menatap bingung tiga orang didepan nya.


"Pa mereka kenapa?"Tanya Bianca saat Papa nya duduk di Bangkar Bianca.


"Lihat aja."Kata Papa.


"A-nak ku."Sambil menangkup pipi Hen.


"Maafin Mommy ya karena lalai jagain kamu."


"Kamu ngga benci mommy kan?"


Kata Mommy dengan air mata yang sudah mengalir.


"Ngga Hen ngga pernah benci sama Kalian,Dan Mommy ngga salah yang salah itu orang yang nyulik Hen."Jawab Hen sambil mengecup tangan Mommy nya.


"Sayang."Kata Mommy sambil memeluk tubuh Hen.


"Iya Mom Hen kangen sama Mom." Jawab Hen membalas pelukan


"Mom juga kangen sama anak Mommy."


"Kamu sudah tau kalau kita keluarga kandung kenapa kamu tidak menemui kami son?"Tanya Daddy sambil memeluk tubuh Hen.


"Saya tidak ingin mengangu keluarga kalian."Jawab Hen.


"Jangan Formal Sayang."Kata Mommy sambil mengelus rambut Hen.


"Kamu bukan penganggu son."kata Daddy.


Bianca sekarang mengerti Hen adalah anak kandung keluarga Smits.


"Jadi Mom Eric anak Siapa?"Mulut Bianca sudah gatal ingin bertanya tentang itu.


"Ngga tau Mom juga nemu nya dekat tong sampah dekat rumah."Jawab Mommy enteng.


"Wah anak pungut."Kata Bianca polos.


Papa Pandu tersenyum tidak enak saat mendengar perkataan Bianca, bagaimana pun Eric kan masih keluarga Smits.


"Ngga boleh ngomong gitu."Kata Papa.


"Kan Emang benar pa Eric sampah anak pungut yang di temukan di tempat sampah pantas aja sifat nya kayah sampah."Kata Bianca dengan santai.


Hah


"Sayang kamu ngomong apa?'Tanya Papa tidak paham.


"Ish,Eric kan di temukan Mommy di tempat sampah,jadi nama nya anak pungut kan?"Tanya Bianca dan diangguki semua orang.


"Nah maka nya sifat Eric kayak sampah."Kata Bianca.


"Paham."Tanya Bianca.


"Ngga!"Jawab Papa.


"Sudah lah Bi capek."Kata Bianca sambil memejamkan Matanya.


"Hen kamu mau kan pulang ke rumah Mommy."Tanya Mommy Kepada Hen.


Bianca langsung membuka mata nya dan duduk dia menatap Hen dengan berkaca-kaca.


"HUAA OM KULKAS NGGA BOLEH PERGIIII."

__ADS_1


                             ***


__ADS_2