
Selamat Membaca💛
Vella menatap pemandangan yang indah di depan nya udara segar angin berhembus dengan tenang.
"Indah." Gumam Vella.
"Ini dimana ya, Terakhir kali gue mimisan di mobilnya Afan."
"Apa gue mati ya, Tapi ya kali gue di surga gue kan banyak dosa."
"Gue belum siap mati tuhan."
Ada seorang gadis cantik memakai gaun putih bersih dengan mahkota bunga di kepala.
"Anne." Panggil gadis itu.
Vella melihat ke belakang dan mendapati sosok gadis cantik atau tubuh yang di tempati beberapa bulan ini.
"Vella." Kata Anne.
"Iya Anne, Aku Vella asli." Jawab Vella asli.
"Kenapa gue disini apa gue mati?" Tanya Anne.
"Belum, Kamu disini karena ada sesuatu yang ingin aku beri tahu kepada kamu." Jawab Vella Asli.
"Apa?" Tanya Anne.
"Kamu dengar baik baik! Jangan di potong." Jawab Vella Asli.
"Oke." Kata Anne dengan wajah serius.
"Suatu hari ak---
"Lo mau ngedongeng?"
Pertanyaan Anne Membuat Vella kesal,
"Aku udah bilang jangan ngepotong Ucapan aku." Balas Vella kesal.
"Lah salah sendiri kayak mau ngedongeng." Jawab Anne Enteng.
"Iya iya ulang." Kata Vella.
"Aku dan Rafzan emang udah dekat dari SD kami kenal karena satu komunitas, Komunitas itu tempat berlatih bela diri karena pada dasar nya aku dari kecil suka mukul orang maka nya Mommy memasukkan aku ke perguruan itu,
Singkat cerita Aku dan Rafzan semangkin dekat aku memang menyayangi nya tapi sebatas sahabat tidak dengan Rafzan dia menyayangi aku lebih dari sahabat."
"Kelas dua SMP Rafzan menyatakan perasaannya Kepada ku ditaman belakang, Aku bingung mau menerima nya atau tidak tapi karena kasihan aku menerima nya, kau tau bukan di novel di cerita kan kalau Rafzan kurang kasih sayang sang ibu,"
"Itu alasan aku menerima nya, aku fikir dengan aku menerima nya aku akan baik baik saja ternyata aku tersiksa, berpura-pura menyukainya, Sampai akhirnya Oma menawarkan aku tinggal di tempat nya dengan senang hati aku menerima tawaran Oma, Aku berharap Rafzan akan menghapus perasaan nya terhadap aku."
"Oo pantas ya di novel itu di jelas kan kalau lo rada cuek dan dingin sama Rafzan." Kata Anne yang sudah duduk selonjoran di rumput.
"Tapi ini bukan dunia Novel Anne." Kata Vella.
"Hah, Ngga mungkin ini tuh dunia Novel, Ngga usah halu Lo."
"Karena kenyataannya ini memang bukan dunia Novel,"
"Terus ini dunia apa?"
"Ini dunia asli, tempat mu berasal adalah dunia Novel." Jawab Vella.
"Maksud Lo?" Tanya Anne bingung.
"Iya kau adalah sebuah tokoh novel yang bertransmigrasi ke dalam dunia ini." Jawab Vella.
__ADS_1
"Bagaimana bisa?" Tanya Vella dengan nada bergetar.
"Apa kau tidak merasa kalau hidup mu di atur oleh seseorang dan kematian mu adalah di sebab kan oleh alur nya Anne, bahkan keluarga yang kau anggap itu sudah melupakan mu." Jelas Vella.
"Iya gue ngerasa kalau hidup gue tuh kayak di atur oleh seseorang, dari gue bangun tidur sampai gue tidur lagi" jawab Vella dengan mantap.
"Apa aku sudah sadar kalau kau adalah sebuah tokoh novel?" Tanya Vella.
"Iya gue sadar sekarang." Jawab Anne.
"Jadi gue harus apa?" Lanjut Anne.
"Kau jalani saja kehidupan ini dan satu lagi Rafzan juga sudah tau kalau kau jiwa asing yang ada di tubuh ku." Jelas Vella.
"Hah, kok bisa sih?" Tanya Anne.
"Karena Rafzan punya kelebihan dia bisa melihat kejadian masa depan." Jawab Vella enteng.
"Tapi kenapa dia biasa saja saat pertama kali bertemu sama gue?" Tanya Anne.
"Karena dia sudah mengetahui sebelum kamu bertransmigrasi ke tubuh aku." Jawab Vella.
"Apa dia tidak sedih dengan kepergian Lo?" Tanya Anne.
"Ntah lah aku juga Tidak tau, tapi semenjak kau datang dia terlihat lebih bahagia," Jawab Vella.
"Dan satu lagi Bisma akan mengalami seperti kamu."
Setelah mengatakan itu Vella menghilang dalam sekejap mata.
"VELLA WOIII MAKSUD LO APA!!!"
"YA ALLAH NAMBAH BEBAN AJA LO!!"
"PLISS CARA GUE PULANG GIMANA??",
Enghh
Vella melenguh sambil mengerjapkan mata nya berkali-kali menyesuaikan kan cahaya masuk ke retina mata nya.
Vella melihat sekeliling, oh rumah sakit fikir Vella. Dengan susah payah Vella mencapai gelas yang ada di samping Bangkar nya.
Prankk
"Cih, jatuh Lagi." Lirih Vella.
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan Mommy dan Daddy nya dengan tangan memegang Rantang.
"Sayang kamu udah sadar, mana yang sakit, mau di panggilin Dokter ngga?, Sayang kok diem aja jawab Mommy dong," Tanya Mommy lina beruntun.
"Diem dulu Mom, Vella bingung mau jawab yang mana dulu." Tegur Daddy Bara.
"Oh iya ya Mommy lupa." Jawab Mommy sambil tersenyum bodoh. Vella mendengus Melihat sang Mommy.
"Makan Mom." Kata Vella sambil menatap binar Rantang yang di tangan Mommy.
"Daddy anak kamu aneh masa bangun pingsan langsung minta makan." Adu Mommy sambil menatap Daddy yang sedang membersihkan kan pecahan gelas.
"Ini gelas kenapa?" Tanya Daddy.
"Kalian ngga ada niat ngasih Vella minum gitu?"
***
"Aduhh lepas Vel sakit." Rengek Rafzan sambil memegang tangan Vella yang sedang menjewer telinga nya.
"Lo kenapa ngga ngasih tau Kalau lo udah tau." Ketus Vella.
__ADS_1
"Tau apa sih Vel, gue ngga tau apa apa." Balas Rafzan sesekali meringis.
"Lo tau kalau gue bukan Vella asli." Jawab Vella.
"Lah gue kira lo udah tau." Kata Rafzan enteng.
"Lo Ngga sedih gitu?" Tanya Vella.
"Ngga juga sih, dia juga sayang nya sebagai sahabat sama gue, gue udah ikhlas kalau Vella Asli meninggal." Jawab Rafzan sambil mengelus telinga nya yang memerah.
"Dan tadi Vella asli bilang kalau Bisma bakal kaya ku, nah maksud nya apa ya." Kata Vella.
"Serius?" Tanya Rafzan.
"Iya."
***
Ana berlari tidak tahu arah, sesekali dia melirik kebelakang terdapat Eric dan beberapa teman teman berandalan Eric.
"Gue mohon gue udah ngga kuat lagi." Lirih Ana.
"ANA BERHENTI NGGA LO." Teriak Eric.
Ana tidak mendengar kan Teriakan Eric dia terus berlari sampai ke jalan raya, sangking Fokus nya berlari Ana Tidal melihat ada motor yang melaju dengan kencang.
Brukk
Ana terpental beberapa meter dari tempat nya
Ana berguling guling Sampai sebuah mobil tronton besar melintas, Lalu melindas Kepala nya sampai hancur.
KREKK
KYAAA
AAAAA
Suara teriakan orang orang yang menyaksikan kecelakaan mengerikan di depan nya bahkan ada beberapa orang yang sudah pingsan tidak kuat.
Eric mematung melihat Tubuh Ana yang yang sudah rusak parah, terutama kepala nya yang hancur, otak bahkan Mata nya sudah menyatuh Dengan Aspal.
"Menjijikan."
Setelah mengatakan itu Eric pergi meninggalkan tempat kecelakaan itu, Sudah di pastikan Ana tidak akan selamat lagi.
***
"Boy berhenti mencari tahu tentang Lelaki itu, Daddy mohon berhenti suka sesama jenis,
Daddy tidak masalah kalau kamu mencintai seorang gelandang atau yatim piatu."
"Tapi jangan lah kamu suka sama sesama jenis jijik loh Daddy." kata Daddy dengan raut alay nya.
"Iya dad Rion cuma penasaran aja sama gigi kelinci nya." Jawab Derion tenang.
"Atau kamu mau Daddy jodoh kan sama reader?" Tanya Daddy.
"Ngga usah Dad Rion udah punya calon." Jawab Derion sambil pergi dari ruangan kerja Sang Daddy.
"Ck, sudah lah mau jomblo seumur hidup gue ngga perduli."
"Saat nya nonton tiktok."
Setelah mengatakan itu Daddy langsung membuka Aplikasi penghabis kuota.
__ADS_1