Sang Figuran

Sang Figuran
24


__ADS_3

Saat ini Vella sedang berada di dalam kamar nya setelah melihat kejadian di apartemen Rafzan,Vella langsung pulang dia sangat malu mengingat malam itu.


Tokk tokk


"SIAPA."Teriak Vella dari dalam kamar.


"Ini Abang dek."Jawab Derion.


"Masuk aja bang."Suruh Vella.


Derion masuk ke dalam kamar Vella.


"Kamu lagi sibuk ngga?"Tanya Derion


"Ngga bang,kenapa?"Jawab Vella.


"Mau beli bakso ngga."Kata Derion sambil mengelus rambut Vella dengan lembut.


"Mau mau."Jawab Vella dengan antusias.


"Ya udah kamu siap siap gih Abang tunggu bawah."Suruh Derion.


"Siap Abang."Kata Vella.


Cup


Sebelum keluar Derion mengecup kening Vella.


***


Vella mengunakan tank top hitam pendek dengan celana jeans hitam ketat yang robek robek di lutut dan tidak lupa Vella mengunakan Kemeja oversize kotak kotak dengan warna hijau hitam,Sepatu sneakers berwarna senada dengan baju nya.


Setelah puas Vella turun dia hanya membawa ponsel saja, kenapa tidak membawa tas karena Vella tidak mau ribet soal makan kan ada Derion yang akan membayar nya.


Outfit Vella terkesan tomboy tapi itu terlihat cocok dengan wajah cantik dan mata tajam Vella.


"Udah?"Tanya Derion saat melihat Vella yang sudah Rapi, dan di balas anggukan Vella.


Kesamaan Anne dan Vella sama sama tidak menyukai yang rok dan dress.


"Kita mau makan Bakso dimana bang?"Tanya Vella sambil Membuka Pintu mobil.


"Di tempat langganan Abang."Jawab Derion.


Setelah memasang sabuk pengaman Derion mulai menyalakan Mobil nya.


"Abang tau ngga?"Tanya Vella.


"Ngga Adek kan belum Cerita."Jawab Derion sambil mengelus rambut Vella.


"Ya maka nya dengerin ya bang."Kata Vella sambil menarik tangan Derion.


"Abang tau kan adek kemaren bolos?"Tanya Vella.


"Hm."


"Nah waktu istirahat nya tuh bang ada cewek yang ngaku ngaku di perkosa sama Afan."


"Terus."


Vella mengalirkan semua cerita itu dengan antusias dan macam macam ekspresi, membuat Derion gemas.


"Tamat."Kata Vella mengakhiri cerita nya.


"Udah cerita atau ada lagi?"Tanya Derion.


"Ada bang waktu Adek nginep di apartemen Afan."Jawab Vella antusias.


"Apa Coba cerita Abang mau dengerin."Kata Derion yang melirik sekilas Vella lalu fokus menyetir.


Vella menceritakan tentang dia mengerjai Ana kecuali saat dia mabuk dan saat menyusui Rafzan.


"Udah sampe bang."Tanya Vella setelah berhenti bercerita.


"Iya ayo turun."Ajak Derion.


Derion dan Vella turun dan langsung memesan bakso, beberapa menit kemudian pesanan mereka datang.


Vella dan Derion makan dengan tenang,dan pelanggan di warung tersebut bertambah ramai.

__ADS_1


Bakso Vella tinggal setengah,saat ingin meminum tiba tiba ada sebuah jus mengalir dari kepala Vella.


"Pantes ya kamu mutusin aku ternyata ada anak kecil yang udah ngegoda kamu."kata seorang wanita dengan pakaian yang terbilang seperti wanita penggoda.


"Lo apa apaan sih rum."Kata Derion datar sambil menatap tajam Arumi Bachsin


"Kenapa mau marah karena mainan nya dihina."Kata Arum sambil menatap tajam Vella yang sedang menunduk.


"Jaga ucapan lo" Tekan Derion.


"Liat nih masih kecil udah jadi PHO."Kata Arum keras membuat semua orang melihat cemooh Vella.


Plakk


Derion menampar Pipi Arum dengan Keras.


"Lo kalau ngga tau apa apa mending diam deh rum,Gue mutusin elo juga ngga ada sangkut pautnya sama dia,ingat gue pacaran sama Lo karena Dare aja ya,kalau ngga karna dare gue ogah pacaran sama Lo."Kata Derion Pedas membuat Arum mematung.


"Ngga kamu pasti becanda kan."Kata Arum dengan nada bergetar.


"Ngga ada untung nya juga gue boong sama Lo."Kata Derion ketus.


"Ngga pasti karena dia kan."Kata Arum sambil menujuk Vella.


"Dasar murahan masih kecil aja udah ngegoda pacar orang besar nanti jadi apa pelakor."Lanjut Arum.


Saat Derion ingin Membuka mulut tapi langsung di tahan Vella.


"Seharusnya Lo sadar diri mbak liat dari cara pakai nya aja udah kelihatan kalau yang murahan itu Lo "Kata Vella Sambil bersedekap dada.


"Sok sokan bilang gue pelakor pho lah,Hei mbak Lo pacaran Ama dia cuma Dare aja."Kata Vella tanpa memberi jeda untuk Arum membalasnya.


"Gue jadi cewek aja jijik liat Lo."


"Liat noh di leher banyak bercak merah."Tunjuk Vella.


Byurr


Vella menyiram Arum dengan bakso milik meja Sebelah yang baru saja di buat dengan asap yang Masih mengepul.


"Satu sama."Kata Vella dengan smirk.


Arum menjerit kepanasan saat Vella menyiram bakso tepat di perut nya.


"Masih untung ngga muka jelek Lo yang gue siram."Kata Vella.


"Sebelum ngelabrak mending cari info nya dulu mbak nanti kalau salah sasaran kan malu."


"Gue Ravella adik nya dia."Lanjut Vella sambil menunjuk Derion yang hanya diam saja.


Membuat Arum menegang.Vella pergi dari tempat bakso itu, Derion hanya menatap Arum tanpa minat.


"Cih Caper."Kata Derion sambil menguyur Arum dengan bakso Milik nya yang masih tersisa banyak.


Setelah membayar Bakso dan Derion pergi menyusul Vella.


"Maafin Abang yah dek."Kata Derion sambil melihat Vella yang sedang mengusap rambut nya yang lengket.


"Ya."Jawab Vella singkat.


***


Mobil yang dipakai Derion melewati komplek Orang orang berduit.


"Stop bang."Suruh Vella.membuat Kening Derion mengerut tapi tetap memberhentikan mobilnya.


Vella membuka kaca mobil dan mengeluarkan ponsel nya merekam seorang Gadis yang sedang di ejek oleh anak anak komplek itu.


Orang gila


Orang gila


Orang gila


Orang gila


"Gue ngga gila hiks."


"Ngga gila kok hehehe."

__ADS_1


Racau gadis itu seperti orang gila.


"Kak Rafzan mana kita nikah yuk."


"Wah ada kak Rafzan."


Kata gadis itu sambil memeluk tiang listrik.


Gadis itu Adalah Nayla, sejak kejadian kemarin membuat mental nya terguncang Sampai papa nya saja mengatai dia gila.


"Hiks aku ngga gila."Kata Nayla sambil menangis.


"Hahaha aku gila."Kata Nayla.


"Kak Rafzan hiks dia udah perkosa aku haha hiks hiks."Kata Nayla sambil menangis lalu tertawa lalu menangis.


"KAK RAFZAN MANA HAH."Teriak Nayla saat melihat sebuah mobil melintas.


Setelah puas merekam Vella menyuruh Derion menyetir lagi.


***


Disisi lain.


Eric memasuki rumah mewah dengan santai nya.


"Hai mom."Sapa Eric kepada sang Mommy yang sedang menonton.


"Dari mana kamu ric."Tanya Mom.


"Dari mall Mom beliin baju baru buat Ana."Jawab Eric enteng.


"Cih dasar ya kamu ini bodoh banget gadis itu ngga baik buat kamu, dia cuma mau uang kamu aja" Kata Mommy sambil memarahi Eric.


"Dia gadis baik baik Mom, Ana ngga gitu,"Jawab Eric sambil menahan Emosi.


"Kamu itu mending ngejagain Bianca dia kan tunangan kamu."Kata Mom.


"Bianca juga ngga ada perubahan mau mati kali."Jawab Eric santai.


Plakk


Mom menampar pipi Eric dengan keras.


"Mom ngga pernah ngajarin kamu bicara seperti itu, semenjak gadis itu datang sifat buruk kamu sering foya foya suka mabuk mabukan balik lagi, dia itu membawa pengaruh buruk Eric."Kata Mom dengan nafas memburu.


"JAGA UCAPAN MOMMY." Bentak Eric


tubuh Mom menegang,dari kecil sampai mempunyai anak dia tidak pernah di bentak oleh siapapun sekarang anak yang dia rawat di besarkan dengan kasih sayang membentak nya.


BUGH


Tubuh Eric terjatuh ke lantai akibat tendangan sang Daddy.


"Siapa kamu berani bentak istri saya."


"Saya sebagai suaminya saja tidak pernah membentak nya."


"Dasar sialan."


Daddy menendang kuat tubuh Eric berkali kali.setelah puas menendang Eric,Daddy mengendong Mom ke kamarnya.


"Hei sayang sadar."Kata Daddy sambil menepuk pelan pipi Mom yang sedang menatap kosong sang suami.


"Plis jangan bikin mas khawatir."


Kata Daddy sambil memeluk tubuh Mom yang seperti mayat hidup.


"M-as."lirih Mom.


"Iya sayang."Jawab Daddy.


"T-adi aku d-i bentak sama a-nak aku."Jawab Nya dengan terbata bata.


"Dia bukan anak kita sayang."Jawab Daddy sambil mengelus pipi sang istri dengan lembut.


Dibawah Eric masih belum bergeming dari tempatnya dia masih kaget saat dia refleks membentak sang Mommy.


***

__ADS_1


__ADS_2