
"ASSALAMUALAIKUM LOD MAINN YUKK"
Vella teriak kaya ngajak main satu dua orang aja? padahal anggota LOD lima ratus lebih, Mau main apa yah kalau semua anggota LOD ikut main,ada saran?
Semua anggota LOD terkejut melihat Queen mereka sudah pulang dari London dan mereka kaget melihat sifat baru Queen mereka dinovel dijelas kalau Vella memiliki sifat kalem pendiem jarang ngomong kalau ngga terlalu penting tapi dia ngga dingin.
Berbanding balik dengan Vella sekarang, ya karena jiwa nya jiwa Anne Cewek barbar suka bikin orang naik darah dan jago bela diri.
"Loh kok rame." Vella terkejut saat membuka pintu melihat semua anggota LOD menatap nya intens.
"Visual novel emang ngga diragukan lagi." batin Vella menatap kagum Anggota LOD yang tampan nya ngga ada obat.
Sedangkan Rafzan cemburu melihat tatapan kagum Vella melihat anggota LOD, Rafzan bangkit dari duduknya langsung menggendong Vella ala karung beras.
"Woii beb ngapain? turun elah gue bisa jalan sendiri." Kata Vella sambil memukul-mukul bahu kekar milik sang kekasih.
Rafzan tidak menghiraukannya perkataan Vella, Saat sedang menendang nendang kaki Vella tidak sengaja menendang sesuatu?
"Kenapa diem." tanya Rafzan dengan nada rendah.sambil merebahkan tubuh Vella dikasur.
"Tadi itu apa?" Tanya Vella dengan polos nya.
"Serius lo ngga tau itu apa?"Rafzan memastikan.
Dengan polos nya Vella menggelengkan kepalanya dan menatap Rafzan bingung, emang itu apa batin Vella bertanya tanya.
"Mau tahu ngga apa yang kamu tendang tadi."Rafzan mencoba mengoda Vella dan dengan polos nya Vella mengangguk antusias.
"Mau mau."Jawab Vella dengan nada antusias.melihat itu Rafzan tersenyum miring.
"Sini tangan Avel."
Vella menyerahkan tangan kanannya ke Rafzan lalu Rafzan menuntun tangan Vella ke arah selangkangannya dan
"KYAAAA
Rafzan tertawa terbahak bahak, gadis nya sungguh sangatlah polos dan butuh Ia polos kan sedikit.
***
Disisi lain bawah
"Serius yang tadi Queen?" tanya Aldi anggota LOD masih penasaran atas perubahan Vella.
"Iya awal nya gue kaget." jawab Bisma.
__ADS_1
"Tambah cantik aja Queen kalau aja dia ngga punya pawang udah gue gebet." Andre buaya darat harap dijauhi agar tidak di ghosting.
"Mau mati Lo?" Tanya Juna.
Saat sedang berbincang-bincang mereka terkejut mendengar teriakan Vella dari atas.
"Bos lagi ngapain tuh, Queen ampe teriak gitu." Kata Aldi.
"Jangan jangan lagi buatin kita keponakan." ternyata Andre selain buaya mesum juga pikiran nya.
***
Saat ini Geng LOD berhadapan dengan Geng Cobra.
"Kata nya Queen LOD udah pulang ya? " Tanya Yudha mencoba basa basi.
"Katanya atau emang punya mata mata." Perkataan santai Rafzan membuat Yudha menegang ditempat.
Nggak mungkin dia udah tau
"Cih banyak bacot Lo." Kata Yudha ngegas dan menatap permusuhan kearah Rafzan.
"Hari ini gue akan buat Lo mati!!"
"SERANG!!"
Bodoh
Melihat perubahan raut muka Yudha ternyata benar dugaan Rafzan kalau di anggota nya atau orang terdekat nya merupakan mata mata geng Cobra.
Perkelahian tak terelakkan lagi Anggota geng Cobra menyerang geng LOD dengan brutal, sedangkan geng LOD melawan dengan santai.
Bughh
Bughh
Bughh
Bughh
Krek
Akhh
Suara pukulan dan tulang retak terdengar jelas, disalah satu pohon yang terletak tidak jauh dari arena perkelahian, terdapat seorang gadis sedang duduk santai didahan pohondengan tangan kanan memegang tongkat baseball dan mulut mengemut premen milkita.
Gadis tersebut adalah Vella dia memperhatikan perkelahian tersebut guna dapat melihat jelas siapa yang akan curang nanti nya, setelah mencari-cari sang pelaku Vella menemukan satu orang pria yang mencurigakan dia terlihat sedang mengambil sesuatu benda dari kantong, pisau melihat itu Vella bergegas turun dan berlari.
__ADS_1
Bughh
Vella memukul kepala orang tersebut dengan tongkat baseball.
"Gue kira suhu ternyata cupu, gue kira jagoan ternyata pengecut." Sindir Vella dengan nada keras, membuat perkelahian tersebut berhenti.
"Lo kurang fokus."lanjut Vella sambil menatap Rafzan.
"Sorry." kata Rafzan sambil menyeka keringat nya.
"Ajarin tu anggota Lo jangan jadi pengecut." Sinis Vella menatap Yudha.
Sedangkan Yudha terpesona melihat Vella tanpa berkedip, Vella melihat Yudha terpesona pun maju mendekat ke arah Yudha.
"Jangan."tahan Rafzan.Vella melepaskan cekalan tangan Rafzan lalu mengelus nya dengan lembut.
"Nggak papa, diem aja liat pertujukan di depan."kata Vella sambil tersenyum miring.
Rafzan hanya mengangguk pasrah.
"Kenapa terpesona heh?!" tanya Vella sudah berada di depan wajah Yudha.
"Lo cantik mau jadi punya pacar gue ngga?"tanya Yudha tidak tahu malu,
Rahang Rafzan mengeras
"Punya apa Lo?"tanya Vella.
"Gue ganteng dan gue kaya."jawab Yudha Sombong.
Vella berdecih Mendengar perkataan Yudha kelewat sombong, hei dia tidak lupakan kalau Afan nya lebih segalanya dari pada Yudha,
Kalau Yudha Kaya Maka Rafzan lebih Kaya, Jika Yudha Tampan maka Rafzan lebih Tampan dari Yudha, pintar jangan di Tanya,
"Sekaya apa Lo?"Vella kembali Bertanya
"Gue punya perusahaan no 15 diindonesia dan udah banyak cabang nya" jawab Yudha dengan sombongnya.
"Lo mau jadi pacar gue gak? Gue jamin hidup Lo bakal bahagia sama gue."lanjut Yudha dengan PD nya.
Vella terkekeh pelan mendengar kenarsisan dan kesombongan Yudha.
"Sayangnya gue nggak mau sama pembunuh!"
__ADS_1