Sang Figuran

Sang Figuran
17


__ADS_3

Wajah Rafzan sudah memerah karena salting dia Tidak menyangka kalau Vella akan menyanyi untuk nya.


"Tambah sayang deh."Batin Rafzan.


Vella sudah berhenti bernyanyi tapi tatapan nya masih menatap Rafzan yang wajahnya sudah memerah.


"Imuttt."Batin Vella.


"Liat liat muka nya kak Rafzan merah."


"Imut banget muka Rafzan."


"Kak Vella romantis banget sih."


"Gue baper anjirr."


"Ya Tuhan sisa kan satu seperti Vella."


"KYAAA KAK RAFZAN SALTING."


Semua orang menahan diri agar tidak mencubit pipi Rafzan.


"Wahh pakbos bisa salting juga ya."ledek Bisma sambil tersenyum tengil.


"Pipi nya merah." Ledek Arlan.


"Ketua Geng yang ditakuti salting cuma karena sebuah Lagu." Aries ikutan meledek Rafzan.


Muka Rafzan kembali datar tapi Pipi nya semankin memerah karena malu dan salting. Vella menghampiri Rafzan dkk setelah mengembalikan gitarnya.


"Gimana baper ngga?"Tanya Vella.


"Ngga liat noh muka nya udah kaya pakai blush on."Tunjuk Sintya.


"Haha imut banget sih."Kata Vella sambil menarik Rafzan kedalam pelukannya.


"Udah di maafin belum?"Bisik Vella.


"Udah."Jawab Rafzan pelan tapi masih bisa didengar Vella.


Dari kejauhan ada seseorang yang menatap tajam Rafzan dan Vella yang sedang berpelukan dengan tangan mengepal dan wajah memerah menahan Emosi orang itu pergi meninggalkan kantin.


"Kak Rafzan Cuma milik gue,Lo Harus mati Vella."Batin orang tersebut.


***


Disisi lain di rumah sakit di dalam ruangan Bianca.


Terdapat lelaki tampan memakai jas sedang memegang tangan dingin milik Bianca.mengelus sesekali mencium tangan itu.


"Gadis kecil cepat bangun."


"Saya rindu dengan nada ketus dan tatapan sinis mu."


"Apa kau tidak merindukan ku."


"Apa kau ingat waktu kecil kau minta di ajarkan bersepeda oleh ku."

__ADS_1


"Waktu kecil kau nakal sekali gadis kecil."


"Kau sering mencuri mangga tetangga dan sering mengusili satpam rumah."


"Bahkan kau sering mengangu bibi yang sedang memasak."


"Ayo bangun aku merindukan mu."


Lelaki itu mencium tangan dingin itu dan menggosok gosok nya. Terdengar langkah seseorang yang mendekati Ruangan Bianca


Dengan cepat orang itu melepaskan tangan Bianca.


Lelaki itu berjalan ke arah pintu. Baru saja mau membuka tapi pintu itu sudah terbuka menampilkan Eric dengan tangan kanan menenteng kresek.


"Eh Om Hen ngapain disini."Tanya Eric terkejut.


"Tidak saya hanya mengecek keadaan Nona Bianca."Jawab Hen Datar.


"Saya permisi."Lanjut Hen langsung keluar tanpa menatap Eric.


"Aneh."Gumam Eric sambil berjalan ke bangkar Bianca.


"Sayang ayo bangun."


                             ***


   Setelah di bully satu sekolah Moza membolos Dia pulang kerumah dengan keadaan menjijikkan.


"Kenapa kau pulang?"Tanya Papa pandu Sambil menatap Tajam Moza.


"Aku di bully pa." Jawab Moza sambil menangis.


"Panggil saya Tuan."Lanjut nya.


"B-aik Tuan."Jawab Moza ketakutan.


"Anak pintar."Kata Papa Pandu Sambil tersenyum miring.


"Cepat mandi kau bau kalau sudah minta makan sama bibi."Suruh Papa pandu tanpa menatap Moza.


Moza bergegas pergi ke kamarnya,Saat di lantai dua Moza berpapasan dengan pelayan yang pernah dia Hina. Pelayan itu tersenyum miring melihat keadaan Moza.


Saat Moza akan masuk ke dalam kamarnya, Pelayan itu mencekal tangan nya,, Membuat Moza menatap pelayan itu bingung.


"Hai pembunuh."sapa pelayan itu sambil menatap Moza dengan tatapan hina.


"MAKSUD LO APA DASAR PELAYAN RENDAHAN."Bentak Moza Sambil mengangkat tangan ingin menampar Wajah pelayan yang menghina nya,Tapi sayang pelayan itu menahan tangan Moza dan mendorong Moza Sampai terbentur Dinding.


"Apa Lo bilang Gue rendahan?"Tanya Pelayan.


"Lo yang rendahan kayak nya semalam enak banget ya digilir sama bodyguard."Lanjut nya.


"Sampai penuh tu leher tanda merah."sinis pelayan itu.


Plakk


Plakk

__ADS_1


Pelayan itu menampar Moza lalu dia menarik rambut panjang Moza membawa nya ke Kamar mandi.


"Lepas."Moza memberontak.


Akhh


Moza berteriak saat pelayan itu menarik rambut nya dengan kuat.Saat Sampai di Kamar Mandi Pelayan itu menyalakan Air di dalam bathub sampai penuh. setelah penuh dia mencelupkan kepala Moza ke dalam bathub.


"Lepas."Moza kesulitan bernafas.


"Apa rasa nya tidak enak bukan."Tanya Pelayan itu sambil menarik rambut Moza agar mendongak menatap nya.


"I-ya."Jawab Moza lirih.


"ITU YANG GUE RASAIN SAAT LO NYIKSA GUE PADAHAL GUE NGGA SENGAJA NUMPAHIN AIR KE BAJU LO."Teriak Pelayan itu.


Moza ingat pelayan itu pernah dia siksa padahal dia sudah menangis memohon ampun bahkan saat Moza menyuruh mencium kaki nya pelayan itu menurut tapi bukan nya memaafkan Moza malah Mencelupkan kepala pelayan itu kedalam kolam renang.


"M-aaf kan a-ku."Kata Moza meminta Maaf Sambil menangis.


Pelayan itu tidak menjawab tapi dia mencelupkan lagi kepala Moza kedalam bathtub selama sepuluh menit setelah puas dia mendorong kepala Moza sampai terkena keras nya Pinggir Bathub.


Pelayan itu meninggal kan Moza yang hampir saja pingsan.


                              ***


    Moza keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri dari darah dan bekas bully satu sekolah.


"Gue ngga kuat."Kata Moza lirih sambil menatap kaca.


Setelah bercermin Moza turun kerena merasa lapar,baru sampai di depan Meja makan Moza melihat Sup Ceker yang masih panas.


Moza duduk dan makan dengan lahap tanpa tau sup Ceker itu adalah tangan sang ibu.


"Enak banget ceker nya empuk lagi."Kata Moza mengigit ceker atau tangan.


"Kok beda ya kayak bukan Ceker."Kata Moza sambil memperhatikan Sup yang tinggal setengah lagi.


"Bodo amat yang penting enak."Kata Moza sambil menghabiskan Sup itu sampai tandas.


Bi Mun menahan muntah saat melihat Moza makan jari manusia lebih tepat nya tangan sang Mama.


"Gimana non enak sup nya?"Tanya Bibi dengan wajah jijik.


"Enak bi apalagi ceker nya."Jawab Moza sambil minum.


"Emang itu ceker ayam atau apa kok empuk banget beda sama ayam."lanjut Moza.


"Jari ibu Lo."batin Bin Mun.


Bi Mun tidak menjawab tapi dia langsung mengambil piring kotor dan pergi ke dapur


Saat sampai di dapur bi Mun langsung Muntah.


Huwekkk


Huwekkk

__ADS_1


                                      ***


__ADS_2