Sang Figuran

Sang Figuran
16


__ADS_3

Hari ini hari Senin hari dimana semua tidak terlalu suka hari itu, Karena hari ini Sekolah Vella mengadakan Upacara seperti biasanya.


"Gue males banget upacara."Kata Vella sambil menelungkup kepala nya di lipatan Tangan.


"Apa gue bolos aja ya."Lanjut Vella Sambil menatap Sintya.


"Jangan deh mending lo ikut upacara."Kata Sintya.


"Kenapa?"Tanya Vella.


"Lo ga tau? kalau Bianca masuk rumah sakit gara gara di paksa makan Seafood sama Moza."Kata Sintya.


"Hah serius?"Tanya Vella.


Di novel kan ngga ada alur Bianca masuk rumah sakit, Apa alurnya udah berubah sendiri? Pikir Vella.


"Lo gak liat Video saat Moza Nyiksa Bianca." Jawab Sintya.


"Ngga tau, Ponsel gue di pegang sama Abang gue dari kemaren."Jawab Vella Lesu.


"Abang?"Tanya Sintya


"Iya Abang, Abang Derion."Jawab Vella.


"Ganteng ngga?"Tanya Sintya Antusias.


"Ganteng lah keturunan Adhitama nggak pernah mengecewakan."Jawab Vella dengan nada bangga, Raut wajah Sintya langsung datar.


"Kenalin dong sama gue." Pinta Sintya.


"Kapan kapan main kerumah gue kalau mau di kenalin "Jawab Vella santai, Sintya menganguk sebagai jawaban.


***


Tidak seperti biasanya lapangan sudah ramai padahal upacara akan di mulai lima belas menit lagi.


Vella semakin di buat bingung saat melihat Arlan dan Bisma membagi bagi kan telur busuk dan tomat kepada siswa siswi.


Vella berjalan mendekati Rafzan sedangkan Sintya sudah mendekati Bisma dkk, takut tidak kebagian kata Sintya.


"Ini kenapa Fan kok Bisma ngasih telur sama Tomat ke Semua siswa?" Tanya Vella.


"Mau ngebully Moza."Jawab Rafzan Enteng.


"Hah kenapa?" Tanya Vella.


Rafzan menyodorkan hp nya yang berisi Vidio Moza yang sedang menyiksa Bianca sampai koma.


"Hidup antagonis ternyata menyedihkan "batin Vella.


"Moza Moza mimpi kali mau jadi tuan putri lo cocok nya jadi babu." batin Vella mengerutu saat menonton Video itu.


Setelah menonton Video itu Vella memberi kan Ponsel ke yang punya.


Setelah menunggu selama sepuluh menit yang ditunggu tunggu akhirnya datang.


Vella memandang jijik Moza, Bagaimana Tidak di leher terdapat kalung hewan dan leher nya penuh dengan tanda merah, kissmark dan cara berjalan nya seperti orang habis disunat.


"Wahh ada pembunuh nih."


"Anak pungut udah datang woiii."


"Duh liat di lehernya penuh tanda njir."


"Pembunuh."


"Pembunuh."


"Pembunuh."


Hinaan dan cacian untuk Moza terdengar bersautan, Moza Mematung melihat itu di mana dulu yang selalu memuji, memuja, sekarang semua malah menghina nya.


Moza menutup telinga nya mengunakan kedua tangan nya dengan air mata yang sudah mengalir deras.


"STOPP." Teriak Moza membuat Semua nya diam.


"SALAH GUE APA SIH GUE CUMA MAU NGERASAIN HIDUP ENAK DARI KECIL GUE UDAH HIDUP SUSAH MAKAN SUSAH MAU BELI APA APA JUGA SUSAH." Moza mengeluarkan kata kata yang menurut nya benar.


"LO EMANG GAK SALAH KALAU MAU NGERASAIN HIDUP ENAK TAPI LO HARUS SADAR DIRI LO NGGA AKAN BISA MENJADI TUAN PUTRI KELUARGA ADROMEDA LO TU COCOK NYA JADI BABU KELUARGA ADROMEDA." Salah satu siswa menjawab.


"ADA YA MANUSIA KAYA LO DI KASIH HIDUP ENAK MALAH NGELUNJAK." Bisma Berteriak Sambil melempari telur busuk kepada Moza dan tepat lemparan tersebut di kepala Moza.

__ADS_1


"DIKASIH HATI MINTA JANTUNG." Teriak Arlan ikut melempari Moza diikuti semua siswa-siswi.


Guru guru hanya menonton tak ada niatan untuk melerai apa lagi membela Moza.


"Anak pungut gak tau diri."


"Pembunuh."


"******."


"Nggak tau diri."


"Huhhh."


Keadaan Moza sangat menyedih dengan rambut dan baju sudah terkena pecahan telur busuk bahkan ada yang melempari Moza dengan sampah.


Vella hanya menatap datar tanpa ikut membully. Bisma Arlan Dan Sintya sangat semangat membully Moza.


Bahkan ada satu Kak kelas yang menendang Moza sampai terduduk.


Rafzan Berjalan mendekati Moza dengan Gaya Cool, Tangan Kanan memegang Kotak sampah yang berisi makanan Bekas.


Brush


Sampah sampah tersebut jatuh tepat di di atas kepala Moza, Rafzan Tersenyum Miring.


"Moza mending lo mati aja gue Ogah berbagi oksigen sama Lo."


Setelah mengatakan itu Rafzan pergi tanpa menghiraukan tatapan kaget semua orang.


Tumben Rafzan Orang yang Terkenal dingin dan tidak perduli dengan keadaan sekitar kini malah ikut membully.


***


Saat ini Vella sedang mencari keberadaan Rafzan yang menghilang setelah ikut membully Moza.


Vella sudah mencari kesemua tempat di sekolah ini termasuk toilet cowok tapi Rafzan tidak ada.


Saat melewati ruang Osis Vella tidak menyadari ada orang yang mau keluar dan berjalan ke arah nya, Mereka sama sama tidak menyadari.


Brukk


Hampir saja Vella terjatuh jika orang itu tidak menahan nya, Dengan perlahan Vella membuka mata, Tatapan Mata Vella terkunci dengan tatapan lelaki itu.


Suara dehemam seseorang membuat mereka tersadar dan melepaskan kan pelukan nya.


"R-afzan." Jantung Vella berdetak kencang.


"Gila gue kaya kepergok selingkuh." Batin Bella deg-degan.


"Udah puas pelukan nya?" Tanya Rafzan dengan wajah datar.


"Siapa yang pelukan." Jawab Vella berusaha Santai.


"Baru di tinggal beberapa jam aja udah main peluk Pelukan apalagi gue tinggal satu Minggu, Main api?" Sindir Rafzan sambil menatap tajam Vella dan lelaki yang sedari tadi hanya memperhatikan dua sejoli yang bertengkar.


Lelaki itu adalah Kevano Sanjaya Ketua Osis dan merupakan salah satu karakter pendukung yang mencintai Moza dengan tulus bahkan saat Moza menikah dengan Eric pun dia masih mencintai Moza,Takdir Vano menjadi jomblo seumur hidup nya.


"Gue ngga pelukan Van, Dia tadi nahan tubuh gue biar ngga jatuh." jelas Vella.


"Ya bisa kan ngga usah pakai pelukan segala." Kata Rafzan sambil bersedekap dada.


"Ya gue jatuh dong kalau ngga gitu." Jawab Vella ketus dia sudah Emosi melihat tingkah menyebalkan sang Pacar.


"Ya gapapa jatuh, Gue Ngga suka milik gue di pegang sama orang lain." Ketus Rafzan.


Kevano dan Vella melongo mendengar penuturan Rafzan.Rafzan Rela Vella kesakitan dari pada Vella disentuh orang lain.


"Gila."pikir Vano


"Gila Lo."Ketus Vella.


"Iya gue gila malah gue tergila gila sama Lo." Jawab Rafzan aneh.


Vella mengulum bibir nya agar tidak tersenyum.


"Pliss serius Van?"


"Gue juga serius, Kalau Lo mau malam ini gue bisa bawa orang tua gue untuk melamar Lo." Kata Rafzan Nyeleneh.


"Lo kok ngeselin banget hari ini." Kata Vella dengan kerutan di dahinya.

__ADS_1


"Iya gue emang ngangenin."Jawab Rafzan.


Pftt


Vano hampir saja tertawa mendengar perkataan Narsis ketua geng yang ditakuti oleh semua orang.


"Dih Narsis." Vella bergidik ngeri mendengar perkataan Rafzan.


****


Rafzan dan Vella sedang berada di kantin sedari tadi Vella sudah membujuk Rafzan agar tidak ngambek lagi kepada nya.


"Ayo lah Van ngomong." Kata Vella sambil Mengoyang lengan Rafzan.


"Janji deh gue akan ngejaga tubuh gue biar ngga dipegang sama orang lain."


"Queen, Bos kenapa?" Tanya Bisma.


"Dia ngambek." Jawab Vella.


"Kok bisa?" Tanya Arlan.


Vella menceritakan kejadian tadi kenapa Rafzan ngambek kepada nya.


Bisma dkk-Eric dan Sintya Tertawa mendengar cerita Vella. Rafzan Mendengus bisa bisa nya Mereka menertawakan nya padahal dia berada di depan mereka.


"Gila, Lo Rela Queen jatuh dari pada di pegang sama orang lain."Kata Aries.


"Iya." Jawab Rafzan Ketus.


Hahahah


Mereka kembali tertawa terbahak bahak, Rafzan kalau udah cemburu bisa gila.


"Oke Gue minta maaf." Kata Vella tulus.


"Nggak." Jawab Rafzan ketus.


Bisma dkk dan Sintya hanya diam menyaksikan drama didepan nya.


Kapan lagi ngeliat Ketua Geng lagi ngambek.


"Ya udah kalau nggak Mau." Kata Vella sambil beranjak dari meja tersebut dan mendekatinya ke meja adik kelas.


Rafzan semangkin kesal saat Vella tidak membujuk nya, Dia juga Pengen kaya drama yang pernah dia tonton si cowok Ngambek dan Cewek nya ngebujuk nya, lah Vella malah Cuek bebek.


"Hai guys gue mau nyanyi kalian mau dengar ngga?" Tanya Vella yang sudah duduk di tengah tengah kantin dengan memangku Gitar


"MAUUU."


"Oke kalian diem ya gue mau nyanyi buat pacar gue soal nya dia lagi Ngambek."Kata Vella sambil tersenyum manis ke arah Rafzan.


"Kyaa manis banget senyum nya"


"Kok gue baper ya."


"Hidung Lo mimisan njir."


"Eh iya mimisan."


Pekikan Siswa siswi saat melihat Vella tersenyum sangat manis.


Jreng


Vella mulai memetik senar gitar,,Kok Gugup ya batin Vella meringis saat semua orang menatap nya dengan intens.


Ini kan semua jadi ...


Masa depan kita...


Suara lembut milik Vella terdengar begitu merdu.


Jreng


Jreng


Afan jangan marah marah...


Takut nanti lekas tua..


Avel setia orang nya...

__ADS_1


Takkan pernah mendua....


__ADS_2