
Selamat Membaca 💛
Di pemakaman umum ada seorang pria tampan yang sedang duduk sambil mengelus nisan milik seseorang.
"Kenapa lo cepat banget pergi nya, gue baru kali ini Sayang sama orang tapi nyata nya tuhan lebih sayang Lo." Kata Dia sambil mengelus nisan.
"Meski pun lo hidup kita ngga bisa bersatu, lo sama gue sama sama cowok, gue pulang dulu."
Pamit nya.
Setelah setengah jam curhat dan mengeluarkan kan unek unek nya Lelaki itu pergi dengan mata memerah menahan tangis.
Sedangkan di atas pohon yang berada dekat kuburan yang di kunjungi oleh lelaki tadi ada seseorang yang duduk di sana,
Lelaki itu hanya memakai baju putih dan celana putih, Dia duduk menjuntai dan memperhatikan lelaki yang baru saja pergi.
"Abang nya Queen suka Ama gue ya?" Tanya nya entah kenapa Siapa.
"Dia gay dong." Lanjut nya.
"Tapi gue juga suka." Gumam nya.
Lelaki yang baru saja pergi Adalah Derion, dia mengunjungi Kuburan Bisma, dan lelaki yang duduk didahan pohon adalah Bisma.
"Kenapa gue masih di bumi ya!"
"Apa Karena banyak dosa nya."
"Hm masa gue jadi arwah gentayangan."
"Tuhan gimana ini gue mau idup tapi gue udah mati." Kata Bisma sambil mendongakkan menatap langit yang cerah.
"Tuhan bisa kah engkau membuat aku hidup lagi aku ingin kawin dan *****--
Duarr
Guntur menyambar sebuah bunga kecil yang tidak jauh dari tempat Bisma duduk.
"Hehe maaf ya tuhan."
***
Saat ini Vella sedang berada di mansion Milik Rafzan, kemarin Rafzan demam dan Sekarang dia masih demam dan panas nya belum turun.
"Papa Bram." Panggil Vella sambil Menteng keresek hitam berisi satu boks donat kentang.
"Eh Baby Vella udah datang." Sambut Papa Bram.
"Tante mira mana Pa?" Tanya Vella.
"Biasa ngurus kerjaan nya." Jawab Papa Bram santai.
"Ngga ada niat nyari istri baru pa?" Goda Vella.
"Niat nya gitu." Jawab Papa Bram Sambil membuka kotak donat yang dibawa Vella.
Tante Mira berdiri kaku di depan pintu saat mendengar ucapan sang suami. Merasa ada yang memperhatikan nya Vella dan papa Bram menengok ke belakang.
"Eh ada Tante."
"Kok pulang mir?"
Vella menahan tawa melihat wajah Tante Mira memerah menahan amarah saat mendengar pertanyaan sang suami.
"M-au ngambil berkas." Jawab nya.
"Oh."
Setelah menjawab Papa Bram mengandeng Vella menuju ke kamar Rafzan, Vella memutarkan kepala nya.
"Mampus." Ejek Vella tanpa mengeluarkan Suara nya.
__ADS_1
Wajah Tante Mira semakin memerah saat Vella mengejeknya, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Vella merupakan kesayangan tiga keluarga yang terkenal.
Vella kesayangan dari keluarga Daddy Bara bahkan seluruh aset kekayaan semua keluarga Daddy Bara beratas nama kan Vella.
Begitu pun dengan keluarga Mommy Lina Bahkan Seluruh Kekayaan nya beratas nama kan Vella.
Dan di keluarga dari suaminya Vella merupakan Kesayangan mereka semua, tujuh puluh lima persen kekayaan mereka beratas nama kan Vella.
So, dia tidak ingin menyentuh Bahkan berurusan dengan Vella.
***
Vella duduk sambil memegang mangkuk berisi bubur, Dia sedari tadi sudah membujuk Rafzan agar makan tapi Rafzan menolak nya.
"Makan Fan." Bujuk Vella.
"Ngga pait." Gumam Rafzan sambil menghirup rakus aroma tubuh Vella.
"Hargai Papa mu boy." Sindir Papa Bram yang menatap malas putra nya.
"Ya keluar." Suruh Rafzan santai.
Cih
Papa Bram tidak menjawab dia hanya fokus ke laptop nya dan kembali menonton film Boboiboy.
"Lo kenapa bisa sakit hm?" Tanya Vella sambil mengelus Rambut Rafzan.
"Kemaren abis ngaterin Avel, gue ngga langsung mandi tapi langsung tidur eh pas tidur nya Afan mimpi aneh jadi sakit deh." Jawab Rafzan dengan nada lesu.
"Lo ketempelan." Kata Vella sambil melepaskan pelukan nya.
"Ngga ihh." Jawab Rafzan kesal.
"Terus?"
"Afan Mimpiin Bisma." Jawab nya sambil berbisik.
"Bisma Kenapa?"
"Yayang Mbah mu." Jawab Papa sambil menatap ngeri Rafzan.
"Hehe."
Papa Bram berjalan keluar dengan membawa Laptop dan Kotak donat nya,
"Jangan bikin Rafzan junior dulu kalian masih kelas sebelas nanti aja bikin nya kalau udah kelas dua belas." Kata Papa Bram sebelum menutup pintu.
Vella melotot,
Heii Dimana mana orang tua melarang melakukan hal itu lah Papa Bram malah nyuruh. Papa edan.
"Siap kapten." Jawab Rafzan Semangat.
Bughh
Vella memukul kepala Rafzan dengan bantal yang ada di samping nya.
"Cepat cerita." Ketus Vella.
"Jadi gini kemaren gue mimpi kalau Bisma masih ada disini atau istilah nya arwah gentayangan," kata Rafzan.
"Terus maksud Vella asli apa?"
"Nah maksudnya Bisma akan---
***
Bisma berjalan ke arah rumah nya, saat ingin menyeberang jalan Bisma melihat ada nenek nenek duduk di dekat halte dengan wajah pucat.
"Itu hantu bukan ya?"
__ADS_1
Karena penasaran Bisma berjalan ke arah Nenek itu.
"Nenek hantu atau manusia?" Tanya Bisma sambil menatap lekat wajah nenek itu.
"Hantu."
"Oo hantu."
"Nenek kenapa bisa ngentayagan?" Tanya Bisma.
"Nenek belum bayar hutang." Jawab nya.
"Lah pantes gue gentayangan." Kata Bisma lesu.
"Kamu belum mati." Kata Nenek itu sambil menetap lekat Bisma.
"Saya udah mati nek malah udah di kubur." Jawab Bisma santai.
"Kamu akan hidup lagi tapi di tubuh dan keluarga baru."
"Maksud nenek?"
"Kamu akan paham kalau kamu berdiri di tengah jalan."
Dengan polos nya Bisma berjalan dan berdiri ke tengah jalan.
"Sebut kan apa keinginan kamu."
"Oke nenek." Jawab Bisma semangat.
"Tuhan Bisma pengen idup lagi di tubuh yang tinggi badan kekar tampan dan pintar, dan Bisma Pengen jadi anak tunggal kaya raya, terus punya pacar cantik, dan seksi."
Setelah mengatakan itu Bisma merasakan tubuh nya sangat sakit seperti dipaksa Keluar sama seperti saat dia menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.
"N-ek ini sakit." Kata Bisma Sampai menetes kan air mata nya.
***
Bisma mengerjapkan mata nya berkali-kali menyesuaikan cahaya. Bisma mulai meraba-raba tubuh wajah dan tangan nya, dia syok ini benar benar terjadi dia hidup lagi.
"G-ue idup lagi." Lirih Bisma sambil menetes kan air mata sangking bahagia nya.
Tapi dia bingung kenapa tangan baru nya mungil dan bantet.
Dengan hati hati Bisma duduk dan melihat sekeliling, seketika mata Bisma sakit saat melihat seisi kamar.
"Kamar nya alay,"
"Eh kok suara gue kayak cewek." Gumam Bisma.
Bisma menunduk melihat tubuh baru nya, dia Melotot ke kenapa tidak sesuai dengan permintaan nya.
Bisma berlari ke arah kamar mandi, saat Membuka betapa terkejutnya kamar mandi pun berwarna pink cerah dan apa apaan itu kenapa kamar dan kamar mandi nya bertema Hello Kitty semua.
Bisma menghembuskan nafas nya pelan dan berjalan ke cermin.
"KYAAA."
Bisma berteriak terkejut melihat diri nya Sekarang.
K-enapa jadi cewek itu lah pikir Bisma.
"Hiks gue ngga mau jadi cewek."
"Cewek itu ribet hiks."
"Terus kalau nih tubuh datang bulan gue harus apa huaaa."
"Kenapa tubuh nya pendek ya tuhan."
Bisma menangis meratapi nasibnya.
__ADS_1
"K-ENAPA GUE HARUS JADI CEWEK SIHHHH."
***