Sang Figuran

Sang Figuran
23


__ADS_3

       Setelah puas mengerjai Ana,Vella dan Rafzan pergi ke club untuk merayakan nya.


"Bang kalau kita teler nih ye lo antar kita ke depan tunggu ada taksi kalau udah suruh antar kita ke alamat ini dan ongkosnya ini tenang ada bayarannya kok."Kata Vella sambil meminum bir.


"Oke."Jawab bartender.


Rafzan sudah minum sebanyak 4 gelas sedang kan Vella baru 2 gelas.


"Lagi."


"Lagi."


"Lagi."


"Lagi."


"Lagi."


Rafzan dan Vella berlomba-lomba mengabiskan minuman nya.


"Yeay gue menang hehe."Kata Vella yang sudah mabuk.


"Yah kalah."Kata Rafzan lesu,dia juga sudah mabuk seperti Vella.


"Kita joget kuy."Kata Vella turun dari kursi dengan sempoyongan.


"Eh eh kok goyang."Lanjut Vella.


"APA GOYANG."Teriak Rafzan.


"IYA JOGET."Jawab Vella menarik tangan Rafzan.


"Pasangan aneh."lirih bartender.


***


   Bartender itu membopong tubuh Rafzan sedang kan Vella di bopong sama pegawai cewek di club itu.


"Lo siapa."Kata Vella sambil menujuk ke muka wanita itu.


"Gue Laras "Jawab nya sambil menyingkirkan tangan Vella.


"Kok mata Lo ada tiga sih."Kata Vella dengan cemberut.


Laras hanya diam saja dia tidak menanggapi ocehan Vella.


"Eh itu ada pocong."Tunjuk Rafzan ke arah tiang listrik.


"Bukan pocong."Jawab Bartender itu.


"Tinggi amat tu pocong hehe."Kata Rafzan.


"Wah ada matahari."Tujuk Rafzan.


"Mana mana matahari ."Tanya Vella.


Mereka di taro di trotoar sedangkan dua orang itu hanya melihat saja Sambil menunggu taksi.


"Itu noh gila terang amat."Tunjuk Rafzan.


"Itu bukan matahari tapi bintang."Kata Vella.


"Itu lampu jalan woii."Kata Laras.


"Oo lampu jalan."Kata Vella dan Rafzan dengan panjang.


"Iya."Jawab Laras.


"Aduh pusing jadi laper deh."Kata Vella sambil mengelus kaki nya.


"Kalau kita udah nikah gue mau punya anak banyakkkkk banget."Kata Rafzan dengan membentang tangan nya.


"Ngga mau dua aja cukup."Kata Vella Sambil berdiri dengan sempoyongan.


"Ngga gua mau bikin banyak banyak."Kata Rafzan sambil menatap sayu Vella.


"Nanti perut gue melar gimana dong." cemberut Vella sambil mengelus perut nya.


"Ngga papa gue tetep cinta kok sama Lo."Kata Rafzan membentuk tangan nya kayak gini 🙆 tapi bentuk Love (paham kan!!)

__ADS_1


"Mabuk aja masih bucin bocah bocah."Kata Bartender itu sambil menggeleng kan kepala nya.


"Maka nya cari pacar mas."Kata Laras sambil melihat ke arah Rio.


"Kayak Lo punya pacar aja."Sindir Rio.


"Punya dong 7 malah ."Jawab Laras bangga.


"Banyak amat,Siapa sih kok gue ngga tau."Tanya Rio.


"Jimin, Jungkook,V,Jin,Rm,Suga,J-Hope,"Jawab Laras Bangga.


"Alah halu Lo."Ketus Rio.


"Eh liat noh dua bocah udah guling guling tengah jalan."Tunjuk Laras melihat Vella dan Rafzan berguling guling di tengah jalan.


Hahaha


"Bangun."Kata Rio sambil menarik kerah baju belakang Vella dan Rafzan.


"Ih orang lagi seru."Kata Rafzan sambil berusaha melepaskan cengkraman itu.


"Kalian mau di tabrak mobil hah."Kata Laras.


"Ih ngga mau masa harus mati dua kali sih."Kata Vella sambil cemberut.


Hah


Laras dan Rio melongo mendengar perkataan Vella,


"Jangan sentuh pacar saya ya."Kata Rafzan sambil menarik Tangan Vella.


***


    "Pak anterin ke alamat ini ya dan ini ongkosnya."Kata Rio sambil memberikan alamat dan uang kepada sopir taksi.


"Hei Lo sini."Kata Rafzan sambil menatap Rio.


Rio berjalan ke arah Rafzan yang sedang menyumbul kan Kepala nya di jendela.


"Apa."Kata Rio.


Rio menyodorkan tangan nya ke Rafzan.


Dia berfikir Rafzan akan memberi nya tip lagi.


Huwekkk


Rafzan memuntahkan cairan ke tangan Rio, sedangkan Rio masih mematung dengan menatap tangan dengan jijik.


"MAKASII YA."Teriak Vella saat taksi mulai menjauh.


***


"Sayang kamu tau ngga aku tuh Cinta banget sama kamu."Kata Rafzan yang sedang berbaring dikasur dengan tangan memegang kaki Vella.


"Ngga tau."Jawab Vella sambil mencabut bulu kaki Rafzan.


Aww


"Sakit ya?"Tanya Vella.


"Ngga kok enak hehehe."Jawab Rafzan sambil tertawa.


"Aduhh panas banget sih."Kata Vella sambil melepaskan Hoodie nya.


"Sama gue juga panas."Kata Rafzan Sambil melepas pakaian nya.


"Ih apaan tu kok panjang."Tanya Vella saat Melihat tubuh telanjang Rafzan.


"Oh ini punya gue dong."Jawab Rafzan yang masih mabuk.


Enghh


Rafzan melenguh saat Vella meremas milik nya.


"Eh kok berdiri."Kata Vella saat melihat milik Rafzan menegang.


***

__ADS_1


Vella mengerjap mata berkali kali kepala nya terasa pusing karena kemarin malam dia terlalu banyak minum.


Kening Vella mengerut saat melihat pakaian yang dipakai semalam berceceran di lantai Sama hal nya dengan pakaian Rafzan.


Vella menyingkap selimbut,Mata nya Melotot saat melihat keadaan nya yang hanya memakai ****** ***** dan Bh.


KYAAA


Brukk


Rafzan terjatuh dari tempat tidur sangking kaget nya.


"Hah apa apa."Tanya Rafzan sambil melihat Vella yang sedang menutup mata nya.


"C-elana Lo di pakai dulu."Kata Vella sambil terbata bata.


"Hah."


"Coba Lo liat badan Lo."Suruh Vella.


"Kok gue telanjang sih."Kata Rafzan sambil memakai baju nya.


"Ngga tau gue kan mabuk juga semalam."Kata Vella sambil memakai baju nya.


"Jangan jangan lo udah ngambil perjaka gue."Tuduh Rafzan.


"Bacot lo asal tuduh aja jangan jangan Lo yang ngambil kesempatan dalam kesempitan."Kata Vella kesal.


"Ya gimana ngga nuduh coba,gue bangun dalam keadaan ngga pakai baju."Kata Rafzan.


"Keluar gue mau pakai baju."Kata Vella.


Rafzan keluar dari kamar,Dia membiar kan Vella memakai baju nya dulu.Rafzan duduk di Ruang makan sambil minum air putih.


Vella berada di dalam kamar mandi sambil berkaca.


"Gue masih perawan kan."Tanya Vella Sambil menatap dirinya di depan kaca.


"Kaya nya iya deh soal nya ngga ada bercak darah di kasur dan gue jalan juga ngga sakit."


"Tapi kenapa gue bisa cuma pakaian dalam aja yah."


Vella berjalan keluar dari kamar mandi,dia mencari Rafzan yang ternyata ada di meja makan.


"Kenapa kita bisa ngga pakai pakaian semalam?"Tanya Vella sambil meminum air.


"Gue ngga ingat kejadian semalam."Jawab Rafzan.


"Gue juga."Kata Vella.


"Lo sih gaya gayaan ngajak mabuk mabukan."Sinis Rafzan.


"Ye Lo juga ngga nolak."Kata Vella Ketus.


Mereka memikirkan kejadian semalam.Mereka saling lirik seakan memikirkan satu hal yang sama.


"CCTV."


Teriak Rafzan dan Vella saat Ide itu terlintas di otak Mereka.


Sekarang mereka berada di atas kasur dengan Rafzan yang sedang memangku laptop.


Wajah Rafzan dan Vella memerah melihat kelakuan Mereka saat mabuk.


"TIDAKKKKK."


***


"Om kulkas."Lirih Bianca.


Bianca membuka kelopak mata nya dengan perlahan, Setelah terdiam selama sepuluh menit Bianca melirik ke arah tangan nya yang di genggam seseorang.


"Makasi ya om udah mau ngejaga bi,maaf ya bi selalu ngomong ketus sama om."Kata Bianca Sambil mengelus kepala Hen.


Hen terusik dari tidurnya saat merasakan ada seseorang yang mengelus rambut nya..


"Gadis kecil?"


***

__ADS_1


__ADS_2