
Jam menunjukkan pukul 19.00, Bianca turun untuk mengisi perut nya karena dari pagi dia belum makan rencana nya pulang sekolah dia makan tapi kalian tahu apa yang terjadi bukan?.
Saat sampai di meja makan Bianca menatap datar meja makan.Bagaiman bisa makanan di meja mengandung Seafood semua, Sedangkan Bianca alergi Seafood.
"BIBI."panggil Bianca.
"BI"
"BIBII."
"Diem deh bi asih lagi pergi." ketus Moza.
"Maksud anda apa nyonya kenapa makan di seafood semua."tanya Bianca datar Sambil menatap tajam Nyonya Adromeda.
"Ya saya tahu kamu Alergi seafood, tapi anak kesayangan saya ingin makan seafood."Jawab nyonya Adromeda enteng.
"Makan aja deh ngga akan bikin Lo mati."Kata Moza menatap Bianca tak suka.
"Kalau mati itu pun bagus."lanjut Moza.
"Iya bagus kalau kamu mati dan anak saya akan menjadi tuan putri di sini." Kata Nyonya Andromeda.
"Hahaha" Bianca tertawa keras yang terdengar mengerikan bagi mereka berdua.
"Lucu sekali, anda kira saya tidak tau Nyonya anda hanya seorang gelandang yang di pungut oleh papa saya dan sekarang anda bertingkah layaknya seorang bangsawan."Lanjut Bianca dengan nada datar.
"Dan satu lagi jangan bermimpi ingin menjadi tuan putri anak pungut,Lo harus sadar diri,Lo lebih menjijikkan dari sebuah bangkai."Kata Bianca pedas.
Nyonya Adromeda dan Moza emosi mendengar perkataan Bianca,mereka saling lirik.nyonya Adromeda mengkode Moza untuk menahan Bianca di kursi.
"Lepas" sentak Bianca berusaha melepaskan cengkraman Moza.
Plakk
"Ini buat kamu yang berani menghina saya dan Putri saya "
Plakkk
"Kamu harus mati."
Tamparan Nyonya Adromeda tidak membuat Bianca takut dia hanya menatap datar kelakuan wanita iblis di depan nya ini.
"Ma Coba kasih Nih anak makanan Seafood siapa tau dia mati."Kata Moza memberi Saran
"Pintar banget si."Puji Nyonya Adromeda.
Bianca melotot mendengar rencana Moza dan Mama nya.Bianca menggeleng kan kepala tanda dia tidak setuju.
"LEPAS."
"TOLONG TOLONG."
Plakk
"Diem Anak Nakal,ngga akan ada yang ngedengerin teriakan kamu Karena Semua pelayan dan bodyguard udah saya suruh keluar hahaha " Nyonya Adromeda dan Moza tertawa bak psikopat.
"Emhh yepassh enghh empass hiks ."
Bianca Kesulitan berbicara karena Nyonya Adromeda memaksakan udang untuk masuk kemulut nya.
Bahkan bernafas saja Bianca sudah kesulitan ditambah Moza terus menjejal paksa berbagai jenis seafood tersebut.
Uhukk uhukk
Suara batuk Bianca mengehentikan aktifitas dua iblis tersebut Mereka tertawa terbahak bahak melihat penderitan Bianca.
"Rasain anak Nakal!!" Nyonya Adromeda mendorong Bianca sampai terjatuh Dari kursi.
Bianca memegang dadanya yang terasa sesak.
"T-olon-g."Lirih Bianca.
"Mam gimana tu anak mau mati."Tunjuk Moza.
"Ngga papa biar mati sekalian."Jawab nya enteng.
Uhukk uhukk
Bianca batuk mengeluarkan darah segar dari Mulut nya dengan kesadaran yang semangkin menipis.
"S-AYA BIA-CA B-ERJAN-JI AK-AN ME-MBAL-AS LE-BI-H KEJ-AM D-AR-I INI."
Duarr
Prangg
Kyaaa
__ADS_1
Seketika petir menggelar dan kilat menyambar sampai jendela kaca jendela pecah.
Disisi lain
"Cepat Hen perasaan saya tidak enak."
"Siap tuan."
Di markas LOD
"Astaga"
"Astagfirullah"
"Akhhh"
"Kyaaa"
"Kok suara petir nya kuat banget sih."
Bisma ketakutan sampai tak sadar dia memeluk Arlan.
"Kok perasaan gue ngga enak ya."batin Eric
Rafzan terdiam memikirkan fenomena aneh bagaimana tidak, tidak ada angin atau hujan petir dan kilat menyambar dengan keras.
Seakan dia sedang menunjukkan bahwa ada seseorang yang sedang kesakitan.
Rafzan menutup mata dia Melihat Bianca di siksa di paksa memakan seafood sampai batuk mengeluarkan darah.Rafzan menggeleng kan kepala nya kekanan dan kekiri keringat dingin membasahi wajah tampan nya.
Rafzan membuka Mata "CABUTT KERUMAH BIANCA SEKARANGG!!!" Teriakan Rafzan mengejutkan semua orang.
"Kenapa sih bos?"tanya Bisma santai.
"CEPATTT BIANCA UDAH SEKARATT "
Mereka memakai jaket kebanggaan masing-masing.mereka bergegas pergi kerumah Bianca.
"Please bertahan."Batin Rafzan gelisah.
"Semoga kamu baik baik aja sayang."batin Eric yang sedari tadi gelisah apa lagi saat Rafzan menyuruh mereka pergi kerumah Bianca.
Tepat di depan pagar Mansion Rafzan dkk bertemu dengan Pandu papa Bianca.
"Kalian kenapa rame rame kesini?."Tanya Papa pandu.
"Kenapa dengan Bianca?"tanya Papa pandu berjalan ke arah Pintu utama di iringi Hendrik dan anggota inti LOD.
"Kekunci."Kata Eric.
"Dobrak."instruksi Rafzan.
1 2 3 BRAKKK
Pintu utama terbuka.
"Ruang makan."Tunjuk Rafzan.
Mereka bergegas ke ruang makan,,saat sampai Mereka terkejut Melihat Bianca sekarat sedangkan Moza dan Mamanya makan Sambil tertawa terbahak bahak tanpa menyadari
Eric dan Papa pandu sudah mengepal tangan dan Rahang sudah mengeras.
"APA YANG KAU LAKUKAN GEL." Papa pandu berteriak membuat Moza dan Mamanya mematung.
"M-***"
"E-ricc."
Moza dan Mama nya gugup melihat tatapan kemarahan dari dua orang ah tidak lebih tepat semua orang yang berada disana, anggota LOD mereka emosi melihat Bianca sedang sekarat tapi Moza dan Mamanya makan makan.
"P-apa,,E-ric,"Lirih Bianca sambil tersenyum menatap cinta pertama nya dan tunangannya Mereka datang menyelamatkan nya.
Papa pandu berlari ke arah Bianca.
"S-ayang ini papa."kata Papa pandu sambil menangkup pipi Bianca yang terdapat cap jari.
"P-apa."lirih Bianca.
"Iya sayang kuat y-a,, Putri papa kan kuat."
"Iy-a Putri papa emang kuat hehe."kata Bianca sambil terkekeh
"S-akitt pa di sini sakiitt."Kata Bianca sambil menunjuk dada nya.
"Tahan sayang."Papa pandu mengendong Bianca dan berlari keluar.
Sampai di mobil Papa pandu menaruh Bianca di Jok belakangan dengan paha nya sebagai batal.
__ADS_1
"Cepat Hen."Papa pandu memerintah dengan nada bergetar.
"Sayang bertahan ya,"
"Putri papa boleh nangis."
"Boleh ngeluh tapi jangan nyerah."
"Jangan tutup ya,,kata nya kangen sama papa."
"Maaf ya papa datang nya telat "
"Ngga k-ok p-apa ngga telat,"jawab Bianca sambil meraih tangan sang papa.
"Bi cape pa,bi sakit,Bi Ngga kuat lagi."
"Iya bi boleh capek,Bi boleh sakit nanti papa yang obatin tapi jangan nyerah ya sayang."kata papa sambil mengelus kepala Bianca dan sesekali mencium kening Bianca
"P-apa bi ngantuk boleh tidur ya." Kata Bianca dengan mata yang sudah sayu tapi masih tetap memepertahan kan kesadarannya.
"Bi ngantuk?"tanya Papa pandu dengan air mata yang sudah keluar.
"Emhh."balas Bianca menganguk lemah.
"Bi boleh tidur tapi janji nanti bangun lagi ya"kata papa pandu.
"Kalau bi ngga bangun papa marah sama Bi
Papa akan begadang terus,,ngga makan sampai maag papa kambuh."
"Kan kata nya mau nikah sama Eric terus kasih papa cucu yang lucu lucu."Lanjut Papa pandu.
"P-apa i-nge-t."tanya Bianca yang masih tersadar.
"Iya papa inget maka nya kalau bi mau tidur,tapi janji harus bangun oke."
"O-ke papa"
Bianca tidak sadar kan diri setelah mengatakan itu.
"CEPAT HEN."Bentak Papa pandu.
Hendrik menambah kecepatan mobilnya,lima menit kemudian meraka sampai di rumah sakit.
"SUSTERR DOKTERR TOLONG PUTRI SAYA."
***
"Gak nyangka gue sama Lo Moza." Ujar Bisma megeleng kan kepala tidak percaya.
"Cabut."Titah Rafzan.
"Ric lo nebeng orang lain aja jangan ngendarain motor sendirian, Lo lagi Emosi."Saran Aries.
"Ngga gue bisa sendiri "jawab Eric yang sudah naik ke Atas motor nyae.
"Please Ric jangan keras kepala."Kata Arlan.
"Ta---
"Lo nebeng sama Bisma."jawab Rafzan Dingin tak terbantah kan.
"Oke fine."
Mereka mengendarai motor mereka kerumah sakit Dimana Bianca di rawat.Kenapa mereka tau Bianca ya Karena Hen udah Share location.
"Pa gimana keadaan bi?"tanya Eric tergesa-gesa.
"Masih di periksa sama dokter."Jawab Papa pandu dengan mata memerah.
Tak lama dokter keluar dari ruangan UGD.
Dengan wajah lesu,, dokter tersebut menghampiri papa pandu.
"Dengan keluarga pasien?"tanya dokter tersebut.
"Saya papa nya dok."
"Saya tunangannya dok."
"Apakah Pasien Alergi seafood?"tanya dokter tersebut dengan hati hati.
"Iya dok."
"Pasien mengalami Alergi seafood tingkat berat dan anak bapak memilki syok anarfilaktik, anarfilaktik merupakan alergi yang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran atau bahkan kematian, reaksi alergi ini dapat terjadi dan mempengaruhi seluruh tubuh. dan saya juga menemukan makanan seafood di dalam tubuh anak bapak, apakah anak bapak memakan seafood?"
Mereka mematung mendengar penjelasan dokter, dokter tersebut menghela nafas lalu menatap Eric dan Papa pandu secara bergantian.
__ADS_1
"Karena kondisi putri bapak sangat lemah di tambah dengan respon tubuh Putri bapak seperti menolak untuk sadar dengan ini saya mohon maaf putri bapak----