
"Karena kondisi putri bapak sangat lemah di tambah dengan respon tubuh Putri bapak seperti menolak untuk sadar dengan ini saya mohon maaf putri bapak di nyatakan koma."
"K-oma dok?"Tanya Papa Pandu dengan nada bergetar.
"Iya pak,"
"Sampai kapan tunangan saya koma dok?"tanya Eric.
"Untuk itu kami tim medis tidak bisa memprediksi kapan nona Bianca sadar."Jelas dokter tersebut.
"Tapi biasanya kasus seperti Nona Bianca akan melewati masa komanya selama 1 Minggu,1bulan bahkan 1
Tahun."lanjut sang dokter.
(Gimana sih ngejelasin nya aku ngga paham hiks🥲)
"Satu tahun dok."tanya Bisma memastikan.
"Iya dan juga tergantung respon tubuh nona Bianca,,Saya saran kan kepada bapak dan tunangan nona Bianca coba mengajak Nona Bianca berbicara atau menceritakan masa masa indah agar Nona Bianca bisa melewati masa komanya."Jelas dokter tersebut.
"Kalau begitu saya permisi pak"lanjut dokter.
"Iya terimakasih."Jawab Papa Pandu.
"Tapi kita bisa melihat Bianca kan dok?"Tanya Eric.
"Bisa tapi jangan terlalu banyak orang."Jawab dokter tersebut dan berlalu meninggalkan Rafzan dkk.
"Papa kalau mau masuk duluan aja Nanti Eric nyusul,Soal nya ada yang mau di bicarin."Kata Eric.
"Baiklah saya permisi."Kata Papa Pandu masuk keruangan Bianca.
"Gimana rencana kita masih mau lanjut atau berhenti?"tanya Bisma sedang Mode serius.
"Berhenti aja kita juga udah tau kalau Moza mata mata nya geng Cobra."Kata Aries memberi saran.
"Gue setuju."Kata Arlan.
"Gimana Zan?"Tanya Eric.
"Hm."Jawab Rafzan.
"Gue setuju lagi pula geng Cobra ngga buat masalah setelah dia berbicara dengan Vella."Lanjut Rafzan.
"Serius kan, Gue jijik dekat dekat sama Moza apalagi Saat gue harus bersikap lembut sama dia, Pengen gue bunuh tau."Curhat Eric
"Kalian tau Baju yang habis gue pakai dan pernah di pegang sama Moza langsung gue bakar ngga pernah gue simpen apalagi gue cuci."Lanjut Eric
"Hah serius."Tanya Aries.
__ADS_1
"Pantesan Lo tiap hari Lo pakai baju baru Mulu,,Gue kira Lo kalau makek baju sekali langsung buang."Kata Bisma sambil tertawa kecil.
"Najis ada bekas anak pungut."Jawab Eric.
Hahahaha
Mereka tertawa kecuali Dengan Rafzan dia hanya tersenyum tipis.
"Gue ketoilet dulu pengen pipis."Kata Bisma sambil Cengengesan.
"Dih sana Lo."Usir Arlan
****
Bisma berjalan di lorong rumah sakit yang tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi makanya Bisma ngga terlalu takut.
Tapi saat di ujung lorong dekat toilet sepi dan lampu nya kelap kelip Bisma merinding dia menyesal tidak mengajak Arlan atau Aries.
Bisma bimbang mau maju tapi takut mau mundur tapi kebelet setelah memutuskan akhirnya Bisma memilih maju dari pada mundur dia tidak mau pipis di celana.
Bisma berlari sekencang kencangnya melewati lorong tersebut.
"Bismilah semoga ngga ada mbak Kunti sama om pocong,,duh mana serem lagi ya tuhan gue lupa hari ini malam Jumat Kliwon,"Bisma hampir saja menangis saat melihat sosok putih di lorong sebelah toilet.
Dengan tergesa-gesa Bisma membuang air kecil tanpa menyadari ada yang melihat nya dengan senyum miring.
Lucu
"Duh kok ada yang merhatiin gue lagi."
"Jangan jangan setan lagi."
Orang tersebut melotot saat Bisma mengatai nya setan ,Ya kali setan ganteng pikir nya.
"Lo setan atau manusia?"Tanya Bisma keringat dingin.
"Kalau Lo Manusia nyaut dong kalau Lo setan mending pergi soal nya gue Raja nya setan. "Lanjut Bisma asal.
Dengan iseng orang tersebut tidak menyaut Ucapan Bisma tapi dia terkekeh pelan mendengar perkataan ngaco Bisma.
Orang tersebut maju dan memegang pundak Bisma dengan gerakan erotis.
Pukk
Bisma menegang mata nya sudah berkaca-kaca dengan takut takut Bisma memegang tangan yang memegang pundak nya.
"Dingin."Batin Bisma
Dengan tubuh bergetar Bisma membalik tubuh nya menghadap orang yang memegang pundak nya.
__ADS_1
Sambil membuka mata nya Bisma melihat sosok lelaki tampan dengan Rahang tegas ratapan tajam sedang memandang nya aneh.
Ganteng
"Kyaa sialan gue kira lo setan babi."
Dengan membabi buta Bisma memukul mulul lengan Laki laki tersebut.
"Gue udah ketakutan setengah mati tapi lo santai aja."Bisma Sudah berhenti memukul laki laki tersebut tapi sekarang dengan tangan di pinggang Bisma mengomeli laki laki tersebut.
"Setan Lo."
"Bisu Lo nggak jawab gue."
"Woii biasa aja dong natap gue,, Gue tau gue ganteng tapi biasa aja jangan kaya gitu."kata Bisma Sambil melotot tapi tak di pungkiri Bisma salting dengan tatapan itu.
"Burung Lo belum Lo masukin kadang nya."Jawab orang itu santai dan berlalu meninggalkan Bisma Yang sedang mencerna perkataan nya.
"Hah burung? Emang disini ada burung."
Bisma masih memikirkan burung yang dimaksud tapi setelah sadar dia melotot sambil melirik kebawah dan ternyata benar dia lupa memasukan burung nya ke tempat nya.
"KYAAA MAMA BISMAA MALUU."
***
"Dimana Dia?"Tanya Papa Pandu kepada Hen.
"Nyonya Lilis di ruang penyiksaan dan Nona Moza berada di gudang tuan."Jawab Hen Sopan.
"Jangan panggil mereka Nyonya dan Nona Karena mereka hanya sampah di rumah ini mengerti."Instruksi Papa Pandu.
"Untuk pelayan Saya minta bantuan kalian
Bantu saya untuk menyiksa batin Anak pungut dan untuk bodyguard kalian bisa pakai anak pungut sesuka kalian,Saya akan ngebunuh anak pungut itu kalau Nona kalian sudah bangun karena yang berhak membunuh nya Bianca paham."
"PAHAM TUAN."
Para pelayan dan bodyguard dengan senang hati menyiksa Moza setiap hari Karena Mereka benci dengan Moza yang merendahkan derajat pelayan beda dengan Bianca meskipun Bianca suka ketus tapi dia masih menghormati para pelayan.
Beda lagi dengan para bodyguard dengan senang hati Mereka menuntaskan Nafsu nya kepada Moza dengan tubuh yang bisa dibilang montok.
Kenapa Papa pandu tidak langsung membunuh Moza? Jawaban nya Karena menyiksa Batin lebih menyenangkan dari pada langsung membunuh!
Benar bukan?
Apa lagi Rafzan Dkk sudah menyebar kan Video tentang penyiksaan Moza terhadap Bianca,Pasti satu sekolah akan membenci Moza dan membully nya ramai ramai.
Siapa pun tidak akan tahan di rumah maupun rumah Sekolah di siksa batin dan fisik nya,Ah memikirkan itu membuat papa Pandu tersenyum senang
__ADS_1
Apalagi kalau Moza di beri makan daging dia? Pasti menyenangkan kan.