
Selamat Membaca💛
Diruangan Vella terdapat Rafzan dkk.
"Gimana kabar Queen?" Tanya Arlan.
"Alhamdulillah baik." Jawab Vella.
"Kalian tau Eric dimana gue kok ngga pernah ngeliat dia sejak kejadian di Kantin?" Tanya Sintya.
"Gini ya Eric itu bukan Anak kandung nya keluarga Smits, maka nya dia diusir gara gara nampar Tante Wulan, dan kalian tau ngga siapa anak kandung nya keluarga Smits?" Tanya Arlan sambil tersenyum misterius.
"Hen." Jawab Rafzan lempeng.
"Ya kok tau?" Tanya Arlan.
"Lo Ngga lupa kan Papa Bram sama Om Restu itu Sama Daddy gue sahabatan." Jawab Vella sambil memakan buah Apel.
"Iya ya gue lupa, padahal gue masih muda Loh." Balas Arlan.
"Pelupa itu manusiawi." Kata Sintya.
"Kalian tau ngga?" Tanya Arlan.
"Ngga."
"Ana si Cewek PPB bibit nya Moza Koit Cuy." Kata Arlan dengan antusias.
"Kenapa?"
"Ngga tau sih kenapa tiba tiba aja tuh Ana Lari ke Tengah jalan raya eh ada motor yang melaju kencang bruk dia jatuh berguling guling dan kepala nya di lindes truck." Jelas Arlan sambil memperaktekkan Ana yang jatuh berguling guling lalu di lindes truck.
Tukk
Aww
Hahahaha
Semua orang tertawa melihat kepala Arlan tertantuk Bangkar Vella. Arlan mengangkat kepala nya.
Hahahaha
Mereka kembali tertawa melihat kening Arlan yang sudah memerah bahkan sudah benjol.
"Karma ngatain orang mati sih." Kata Vella.
"Ya gue kan cuma senang aja beban negara mati." Jawab Arlan.
"Terus Bianca mana kok ngga keliatan?" Tanya Sintya.
"Dia pindah negara, sama Keluarga Smits juga pindah negara." Jawab Arlan.
"Gila kang gosip." Sindir Sintya.
"Ngga sayang cuma kang cinta kamu." Jawab Arlan.
"Alah sia boy."
"Slebew ."
"Tet tet tet tet tet tet tet."
***
"M-ama sakit hiks." Lirih seorang pria sambil menarik-narik rambut nya.
"Stop sayang nanti tambah sakit." Kata Seorang wanita paruh baya yang di panggil Mama oleh pria itu.
"Ngga kuat ma."
__ADS_1
"Syutttt anak mama kuat."
"Angga capek Ma ngga kuat, di kepala Angga sakit, rambut Angga juga udah rontok semua."
"Kamu mau operasi sayang."
"Ngga Ma Dokter juga udah bilang 1% kemungkinan Angga bakal sembuh."
"Tapi kita berusaha sayang, apa kamu tidak sedih kalau sahabat kamu tau, Queen yang selalu kamu bilang yang kamu anggap sebagai adik tau, kamu ngga mikir mama pasti sedih kalau kamu ngga ada."
"Angga ngga bisa ngelawan takdir Ma."
"Udah tidur ya jangan banyak fikiran."
"Iya ma good night."
"Good night boy, semoga mimpi indah."
Setelah mengecup kening sang putra, Wanita paruh bayah itu keluar dari ruangan sang putra.
***
"Mommy Vella mau pulang ngga suka disini bau obat." Rengek Vella.
"Besok aja dek." Jawab Mommy yang sedang membaca majalah.
"Ngga mau pokok nya adek mau pulang kalau ngga! Adek mogok makan!" Ancam Vella.
"Ya udah sih yang laper kamu," Jawab Mommy Enteng.
"Ish, Mommy!!"
***
"Em martabak nya enak bang beli dimana?" Tanya Vella dengan mulut belepotan keju dan lengket karena susu kental manis.
"Di dekat kampusnya Abang." Jawab Derion sambil mengelap Mulut Vella.
"Iya, Sekarang makan ya! Jangan banyak ngomong."
"Iya Abang."
Ceklek
Pintu terbuka lebar Membuat Vella menatap ke arah Pintu.
"Sayang ini gue bawa Bakso bakar sama somay." Kata Rafzan sambil meletakkan dua kantong kresek.
"Pedes ngga yang?" Tanya Vella.
"Pedes dong." Jawab Rafzan.
"Geser bang."Lanjut Rafzan.
"Cih"
Derion keluar dari ruangan Vella dengan Raut kesal.
"Lo mau?" Tawar Vella.
"Minta dong." Jawab Rafzan.
Sepasang kekasih itu memakan martabak dengan lahap Sampai isian martabak itu berceceran mengenai ranjang rumah sakit.
Setelah habis mereka memakan bakso bakar yang dibawah oleh Rafzan, lidi bekas tusukan bakso bakar itu di buang sembarangan. Sampai berserakan di dalam ruangan itu.
"Em enyak." Kata Vella dengan mulut penuh makanan.
"Minum dong." Kata Rafzan.
__ADS_1
Vella menyerah kan minuman kaleng ke arah Rafzan. Minuman itu tandas kaleng bekas minuman itu di lempar Rafzan ke arah Sofa.
Lima puluh tusuk bakso bakar tandas, Sekarang giliran somay dengan bumbu kacang gurih manis pedas dan rasa kencur yang sangat kental terasa.
"Ini beli dimana kok rasa nya beda dari yang biasanya yang?" Tanya Vella.
"Iya tadi gue beli nya di dekat lampu merah yang." Jawab Rafzan.
Keadaan ruang inap Vella Sekarang seperti tidak pernah di bersihkan, bekas plastik martabak, lidi bakso bakar, minuman kaleng, bumbu kacang bekas somay berceceran di atas Bangkar.
"Kenyang." Kata Rafzan sambil mengelus perut nya.
"Liat nih tambah buncit perut gue." Adu Vella sambil menyingkap baju rawat nya.
"Pindah ke sofa aja di sini kotor." Ajak Rafzan.
"Iya kotor." Jawab Vella sambil mencabut infus nya.
"Sini elap dulu darah nya." Kata Rafzan sambil mengedong Vella ke kamar Mandi.
Setelah membersihkan kan darah dan kotoran di mulut Vella, Rafzan melepaskan Baju Vella yang penuh bekas martabak dan Somay.
Kini Vella hanya memakai tank top saja.
"Ngga muat yang." Kata Vella sambil duduk di Sofa.
"Kaya gini." Jawab Rafzan.
Rafzan merebahkan tubuhnya lalu menarik Vella agar berbaring diatas tubuh nya.
"Nyaman." Lirih Vella.
Rafzan tersenyum mendengar nya, dengan lembut Rafzan mengelus rambut Vella,
Tidak lama terdengar dengkuran halus dari Vella.
"Enak banget ya selesai makan langsung tidur." Kata Rafzan sambil mencium pelipis Vella.
"Selamat tidur my princess."
***
Setengah jam Derion pergi ke kantin rumah sakit, Saat ingin kembali ke kamar Vella. Derion tidak sengaja bertemu dengan Daddy dan Mommy nya.
"Habis dari mana Mom dad?" Tanya Derion.
"Dari ruangan dokter mau nanya Adek udah bisa pulang belum." Jawab Mommy.
"Tadi dia ngambek ngga mau makan kata nya." Lanjut Mommy.
"Mom di tipu sama Adek, tadi Abang bawa martabak, tapi di makan nya kok Mom, terus Si Rafzan datang bawa makanan juga." Adu Derion.
"Serius?" Tanya Daddy.
"Iya dad malah kasur nya adek kotor gara gara martabak." Jawab Derion.
"Ya Tuhan gini amat punya anak bontot Daddy Sampai ngebatalin rapat loh, cuma buat nanya sama dokter biar dia ngga mogok makan." Ujar Daddy dengan nada kesal.
Tidak terasa mereka sudah sampai di depan ruangan Vella.
Ceklek
Mata mereka Melotot melihat keadaan ruangan Vella.
Sampah berserakan, selimbut, batal, dan bekas makanan berserakan di lantai.
Mata mereka Melotot kembali melihat Vella dan Rafzan tidur dengan keadaan yang terlalu intim.
"ASTAGA VELLA RAFZAN KALIAN NGAPAIN."
__ADS_1
***