Sang Figuran

Sang Figuran
32


__ADS_3

            Haiii selamat Membaca 💛


                    Tandai typo!!


   Sudah satu Minggu Vella keluar dari rumah sakit, Dan sudah satu Minggu juga dia sudah beraktivitas seperti biasa nya.


"MOM ADEK PULANG!!"


Vella masuk dengan santuy tanpa tau ada yang melongo melihat kelakuan Vella.


"MOM YU-- eh ada tamu!" Kata Vella Dengan raut wajah kaget.


Kayak gak asing tapi siapa?


Vella memperhatikan salah satu Wanita paruh bayah dengan intens, wanita paruh bayah tersebut deg-degan melihat tatapan Vella.


"Tante siapa?" Tanya Vella sambil duduk di ruang tamu menghiraukan tatapan membunuh sang Mommy.


"Oh Vella Ingat Tante Mama nya Afan ya?" Tanya Vella.


"Afan? Siapa dia?" Bukan nya menjawab wanita itu malah balik bertanya.


"Tante udah berapa lama ngga pulang ke rumah? Anak sendiri ngga tau." Tanya Vella.


"Em sekitar dua tahun lah." Jawab Tante Mira Santai.


"Tante kerja apa?" Tanya Vella.


"Diem Vell banyak tanya banget sih." Ketus Mommy Lina.


"Mommy diem aja, Ini urusan Vella sama Tante itu." Jawab Vella.


Mommy Lina diam, anak nya keras kepala sekali, ini pasti gen dari diri nya sendiri, Kenapa waktu remaja Dia keras kepala dan barbar dan sekarang anak nya jadi gini.


"Model dan desainer." Jawab Tante Mira ragu ragu.


"Uang perbulan dari Om Pram berapa Tan?" Tanya Vella lagi.


"Em dua ratus lima puluh juta perbulan." Jawab Tante Lina dengan ragu ragu.


"Masih kurang ya tan sampai sampai tante kerja juga."Kata Vella.


"Tidak malah itu sudah cukup, tapi karena model dan desainer Adalah cita cita saya dari kecil." Jawab nya.


"Cuma karena itu Tante rela ningglin anak sama suami, ck ck, Hebat banget Om Pram bisa tahan sama Tante."


"Emang ya untuk saat ini tante bahagia karena lagi masa jaya jaya nya tapi tunggu Tua nanti Tante akan tau gimana rasanya di abai kan sama anak dan suami,"


"Tante pernah mikir ngga apa perasaan Rafzan, saat Dia sakit Tante ke mana, saat Rafzan perlu Tante, Tante dimana?"


"Waktu kecil Rafzan pengen banget Tante yang jemput dia, Ngambil Rapor dia, Tapi Tante lebih milih kerjaan Tante!!"


"Tante pernah mikir perasaan Om Pram, dia juga butuh perhatian dari Tante, kebutuhan Fisik dari Tante,"


"Tante udah dewasa udah gede seharusnya tante bisa mikir perasaan mereka, jangan bisa nya egois."


"Tante adalah ibu dan Istri terburuk yang pernah Vella temuin, dan satu lagi saya pacar anak Tante, kalau Tante ngga ngerestuin Vella sama Rafzan, saya Mah bodo amat,"


"Tante juga engga pernah ngurus Rafzan ngasih Rafzan makan, nyusuin Rafzan, ngajarin Rafzan bicara, ngajarin Rafzan berjalan jadi-


"Status tante disini cuma tukang ngandung sama ngelahirin aja, tidak ada urusan tentang kehidupan Rafzan. Jadi jangan pernah berfikir untuk ngejodohin Rafzan sama Anak sahabat tante,"


"Kalau Ngga mau karir Tante akan saya hancur dalam satu hari." Kata Vella panjang lebar dengan senyum iblis.

__ADS_1


Mereka semua mematung mendengar penuturan Vella, apa lagi tante Mira selaku Orang yang disindir Vella.


"Ingat Tante Vella ngga perlu Restu tante!"


                              ***


Setelah menyindir calon mertua Vella, pergi ke kamar nya untuk mandi, Badan nya gerah.


Setelah mandi Vella memakai pakaian rumahan.


Vella mengambil ponsel nya dan menghubungi sang kekasih.


"Halo sayang."


Terdengar suara serak khas bangun tidur.


"Halo, Lo sibuk ngga?"


"Ngga kenapa?"


"Gabut nih, cari masalah kuy."


"Sip, gue siap siap dulu."


"Jangan lupa bawa belati sama tongkat baseball."


"Ngga akan barang penting itu mah."


"Oke bay."


"Love you."


"Love you too."


Tut


Vella mengambil topi warna hitam, masker hitam, Setelah puas Vella turun, ternyata sahabat sang Mommy belum pulang.


"Mom Vella cari mangsa dulu ya gabut." Izin Vella.


"Jangan sampai mati ya!" Peringat Mommy.


"Tergantung sih." Jawab Vella.


"Ya udah kalau udah darurat telfon aja Daddy kamu."


"Oke Mom love you."


"Love you to babygirl."


Vella keluar tanpa pamit dengan orang orang Disana, yang penting izin sama Mommy aja udah.


"Jeng anak kamu mau kemana?" Tanya wanita 1.


"Biasa jeng." Jawab Mommy Lina.


"Anak gadis kok keluyuran jeng."sindir wanita 3.


"Ya ngga papa selagi ngga mempermaluin keluarga mah silahkan." Jawab Mommy Santai.


"Kayak anak saya dong jeng pulang sekolah langsung belajar." Kata wanita 3 memuji anak nya.


"Mau belajar apa ngga anak saya mah udah pinter jeng, ngga kaya anak situ, udah belajar tapi Masih aja bodoh." Sindir Mommy Pedas.

__ADS_1


                           ***


"Udah semua kan?" Tanya Vella kepada Rafzan.


"Udah kok di ransel." Tunjuk Rafzan.


"Target nya siapa?" Tanya Vella.


"Preman di Pasar A, yang sudah menjadi target polisi, Karena kasus pemalakan sama narkoba." Jawab Rafzan.


Rafzan melaju kan mobil Lamborghini Aventador warna hitam milik nya.


Untuk style Rafzan sama dengan Vella padahal Mereka tidak janjian,


Setelah berkendara selama setengah jam mereka sampai di gubuk kumuh dekat pasar A.


"Petasan nya taro di sekeliling gubuk." Inturksi Vella.


Rafzan mengeluarkan macam macam petasan.


Dari yang kecil sampai yang roket.


"Satu dua tiga."


Dor dor dor dor


Suara petasan bersahutan, membuat orang Orang yang ada di dalam gubuk itu keluar.


Keluar lah orang orang berbadan besar dengan tato yang hambir memenuhi tubuh mereka semua,


"Jamet." Batin Vella.


"Punya nyawa berapa lo Sampai gangguin kita kita." Tanya Preman 1.


"Sembilan Om." Jawab Rafzan


"Saya bukan Om kamu."


"Saya juga ngga sudi punya Om kayak situ."


"Bacot."


"Om pada harus nya tobat udah tua masih aja kaya gini." Kata Vella.


"Kaya gini gimana maksudnya gadis cantik."


"Makasih loh ya saya Emang cantik, Gini ya Om


Om itu udah tua, masih aja malakin orang, udah jadi buronan polisi lagi," jelas Vella.


"Kalau saya tidak malakin orang makan apa?"


"Ya kerja maka nya punya otak tu di guna jangan mikirn narkoba Mulu sih." Ketus Vella.


"Ck, sialan lebih baik tutup mulut mu gadis kecil sebelum saya buat kamu mendesah di bawah saya."


Vella memutar mata malas ."punya om berapa Cm?"


"10 cm."


Vella melirik Rafzan yang sedang duduk di kap mobil.


"Sayang yang kamu berapa cm?"

__ADS_1


Rafzan tampak berfikir. "20 kayak nya yang."


                         ***


__ADS_2