
Selamat Membaca💛
Tandai typo!!
.
.
.
  Â
  Seorang gadis berdiri didepan cermin dia berdecak beberapa kali, dia sudah mencoba beberapa kali tapi gagal dan itu membuat nya kesal.
"Ini cara jalan nya gimana sih." Kesal nya.
"Oke El yang cantik sabar sabar."
Gadis tersebut adalah Elina a.k.a Bisma si Lelaki tulen yang bertransmigrasi ke tubuh seorang Gadis.
Dia sudah berlatih berjalan hampir satu jam tapi hasil nya dia berjalan seperti orang yang habis di sunat.
"Arghhh."
Tokk tokk
"Baby Baby kamu kenapa??" Tanya Theo.
Oke selain keluarga nya yang posessive mereka juga Alay dan Lebay.
"Ngga papa Mas." Jawab nya.
"Ayo turun nanti telat." Ajak nya.
"Hm."
***
  Vella dan Rafzan baru saja tiba di sekolah nya, tidak biasa nya di parkiran ramai orang.
Ada apa?, Pikir Vella.
Vella dan Rafzan berjalan bergandengan tangan, Mereka berjalan menuju ke arah tempat orang berkumpul.
"Lo yang sok kecantikan!!" Kata Seorang gadis sambil menjambak Rambut seorang gadis yang berpakai ketat.
"Lo ngga tau siapa gue hah!!' Bentak seorang gadis atau wanita?
Dia Adalah Serly gadis yang Terkenal ratu bully dan berpakaian tidak mencerminkan Seorang pelajar.
"Emang nya lo siapa?! Anak presiden?" Tanya seorang murid baru sambil duduk di perut Serly.
Dia Adalah Elina Ciarachel Jossy, Dia murid baru tapi saat tiba di parkiran dia melihat ada seseorang nerd yang sedang di bully.
Bisma a.k.a Elina sangat membenci pembullyan apa lagi sampai menghina Orang tua.
"Gue anak wakil kepala sekolah!!" Jawab nya angkuh.
"Berdiri lo." Tunjuk Elina.
Elina menarik kerah baju milik Serly dan memaksa nya untuk berdiri.
"Seharusnya Lo tu ngasih contoh yang baik buat adik kelas nya bukan malah ngasih contoh yang jelek, Muka udah jelek attitude juga jelek, miris." Sindir Elina.
"Kenapa kalau mereka jelek?! Dan kenapa kalau mereka miskin hah!!" Bentak Elina.
"M-ereka Ngga pantas sekolah disini mereka cuma orang miskin." Jawab Serly meringis saat Elina menjambak kuat rambut nya.
Plakkk
Elina menampar pipi Serly sampai memar.
"Sekaya apa sih Lo?! Emang di sini di larang orang miskin di larang sekolah gitu!!"
"Mereka sekolah juga ngga minta di bayarin sama bokap Lo." Ketus Elina.
Rafzan dan Vella menyaksikan kebengisan Seorang Elina.
"Kenapa cara nya ngomong sama natap kayak Bisma ya." Lirih Vella.
"Bisma Bisma ngga pernah berubah." Batin Rafzan.
Elina memukul dan menonjok Wajah Serly dengan bruntal,
__ADS_1
"STOPPP."
Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah datang dengan tergesa-gesa.
"Kamu apakan putri saya?!" Sinis Tayi wakil kepala sekolah.
"Cuma kasih sedikit pelajaran," Jawab Elina santai.
"Papi tadi dia nge-bully Serly." Adu nya sambil menangis.
"Kamu itu murid baru mau jadi berandalan Hah, mau jadi kaya Si Vella." Sindir Tayi.
Hah gue salah apa, Gue cuma diem dari tadi.
Pikir Vella.
"Heii pak saya ngga salah ya." Ketus Vella.
"Ck mentang mentang kamu pacar anak pemilik sekolah kamu bisa berbuat semaunya!!" Sarkas nya.
"Bapak iri ya karena anak nya ditolak sama Papa Bram?" Tanya Vella terkekeh sinis.
"Dasar tidak sopan ngejawab terus kalau di bilangin, tidak pernah di ajarkan sama orang tua mu hah!!" Hina Tayi.
"Bapak kalau benci saya silahkan, tapi jangan pernah menyalahkan Orang tua saya, mereka mendidik saya dengan baik," jawab Vella menahan emosi.
"Dan orang tua saya mengajarkan kepada saya, saya harus menghormati orang yang lebih tua meskipun dia hanya seorang pengemis, tapi tidak untuk seorang sampah." Lanjut Vella.
"Sifat bapak saja tidak mencerminkan Seorang Guru." Sindir Elina.
"Jadi bagaimana bisa saya menghargai bapak, sedangkan bapak sendiri tidak jauh seperti sampah." Timpal Vella.
"Bisa jelaskan kejadian nya bagaimana?!" Tanya kepala sekolah yang sedari tadi diam.
Seorang murid maju dan menjelaskan bahwa Serly membully murid beasiswa bahkan sudah main tangan lalu datang Elina yang membela tapi Serly malah menampar dan memarahi Elina, lantas Elina Tidak terima dan membalas nya, tidak lama datang Vella dan Rafzan, kemudian datang kepala sekolah dan wakil nya.
"Tidak mungkin putri ku masih polos." Bela Tayi.
"Prett, Baju nya aja kayak--." Ejek Arlan.
"Wanita penggoda." Sambungan Aries.
Hahahaha
"DIAM." Bentak Tayi.
***
  Sekarang Vella dan Elina sedang berada di ruang Kepala sekolah, Kenapa Vella ikut padahal tidak membully? Jawaban nya dia ingin menuntut karena di fitnah.
"Kamu Kenapa memukul Serly?!" Tanya Kepala sekolah.
"Tampar di balas pukul." Jawab Elina santai.
"Ini masih di lingkungan sekolah jadi tidak usah memakai kekerasan." Kata Kepala sekolah.
"Jadi kalau di luar boleh?!" Tanya Vella.
"Ya ngga gitu Juga Vella." Jawab Kepala sekolah gemas dengan tingkah Vella.
"Pokok nya saya tidak mau tau Vella sama dia harus di keluarkan!!" Kekeh Tayi.
"Atas dasar apa anda menyuruh itu?!" Tanya Vella datar.
"Karena kalian melakukan kekerasan!!." Jawab Tayi.
"Kayak nya bapak udah tua jadi lupa, saya jelasin sekali lagi."
"Pertama saya memang membully tapi saya membully orang yang memang pantas tidak seperti putri anda yang membully kaum lemah."
"Kedua saya tidak pernah main tangan, tidak seperti anak bapak membuat satu siswa Sampai trauma dan jadi gila." Kecuali Nayla
"Ketiga saya tidak pernah membully sampai orang mati tapi anak bapak membully sampai orang itu mati."
Vella menyebutkan satu persatu kesalahan Serly.
"Jadi Siapa yang harus keluar dan Siapa yang harus di laporkan ke polisi?!" Tanya Vella Santai
"Bohong." Elak Serly.
"Gue punya bukti nya loh." Jawab Vella Santai.
"Mana?!" Tantang Serly.
__ADS_1
"Ini pak."
Vella menyerahkan Ponsel yang berisikan pembulyyan Serly.
Kepala sekolah menatap tidak percaya ke pada pak Tayi dan Serly.
"Jadi putri kamu yang membunuh putri ku?!" Tanya kepala sekolah dengan nada bergetar
***
"Halo teman-teman perkenalkan nama gue Elina Ciarachel Jossy kalian bisa panggil gue Elina, gue Cantik, montok, dan juga kaya loh."
"Makanan kesukaan semua makanan kecuali yang haram, minuman nya Juga gitu, ukuran sepatu 39, No Hp 082*********, cita cita jadi orang kaya tanpa kerja,"
"Gue pindahan dari Swiss, ada yang ngga tau Swiss?! Berarti Kalian kampung, jangan Tanya gue udah punya pacar apa belom Karena gue udah punya calon."
"Sekian salam dari Binjai."
Semua orang melongo mendengar perkenalan yang begitu lengkap.
"S-ilahkan duduk." Suruh guru Bahas Indonesia yang masih syok.
Elina berjalan dengan PD nya tapi dia melihat ada sebuah kaki yang ingin menjatuhkan nya.
"Mau main main."
Elina tersenyum miring dan--
AKHH
Gadis itu menjerit tertahan.
"Lo kenapa?!" Tanya Elina sambil jongkok di depan kaki itu.
KREKK
Elina memelintir kaki itu dengan Gampang.
"Kenapa Elina?!" Tanya Guru bahasa Indonesia.
"Kaki nya kepanjangan Buk tadi saya nyingkirin nya ke dalam." Jawab Elina santai.
Elina kembali berjalan ke arah bangku yang kosong.
"Hebat Lo." Puji Vella.
"B aja."
"Anak anak hari ini kita akan membahas tentang bagaimana cara menjadi guru yang baik,"
"Ada yang mau memberikan contoh silahkan maju?!"
"Saya buk saya." Jawab Vella antusias.
"Silahkan Vella Maju." Suruh guru itu sambil menatap tidak percaya ke pada Vella.
"Hai para babu,di sini Vella cantik calon istri Baby Afan akan mencosplay menjadi guru dalam beberapa menit."
"Dan untuk ibu makasih karena sudah memberikan kepercayaan saya, saya akan menjalani nya dengan penuh amanah."
"Teman teman apa kah kalian bosan belajar?!"
"IYAAA."
"Bagus!!, Kita---
BRAKK
"Sayang."
"Baby Afan."
Vella berhenti berbicara saat Rafzan masuk ke kelas nya.
"Kangen." Adu Rafzan sambil memeluk tubuh Vella yang sedang berada di depan kelas.
"Sama aku juga kangen."
Mereka bermesraan di depan tanpa menghiraukan tatapan malas satu kelas.
Ibu guru??
Dia tertekan!!!!
__ADS_1