Sang Figuran

Sang Figuran
27


__ADS_3

Saat ini Eric sedang berada di ruang keluarga dihadapan nya ada Mommy dan Daddy nya serta ada pengacara.


"Ada apa Mom?" Tanya Eric yang baru saja pulang sekolah bahkan dia saja belum berganti pakaian.


"Saya cuma mau bilang sesuatu penting kepada kamu." Jawab Mom


Eric melirik Pengacara yang sedang menyiapkan berkas berkas, apa dia akan di berikan warisan,kan Umur nya belum cukup untuk mengelola perusahaan yang besar itu.pikir Eric tapi lain di hati dia dengan senang hati menerima warisan itu.


"Kalian mau ngasih warisan buat Aku?" Tanya Eric PD.


"Gila harta" batin mommy.


Wajah Mommy dan Daddy semakin datar mendengar perkataan Eric yang terlalu PD.


"Tidak." Jawab Singkat Daddy.


"Terus Daddy mau minta maaf karena semalam habis marahin Eric, Mau ngebalikin Fasilitas Eric?" Tanya Eric beruntun.


"Tidak juga."Jawab Daddy.


"Te---


"Diam dulu bisa gak?" Ketus Mommy.


"Silahkan mulai Pak." Lanjut Mommy.


"Baik Nyonya,dan untuk Tuan Eric silahkan dengar baik baik."Kata pengacara.


"Sebelum nya perkenalkan nama Ari Wibowo pengacara pribadi keluarga Smits,saya disini di utus Tuan dan Nyonya untuk memberi tahu Anda sebuah Fakta."Jeda Pengacara itu.


"Faktanya adalah anda bukan anak kandung keluarga Smits,Anda adalah bayi yang di temukan Nyonya tujuh belas tahun yang lalu,awal nya Nyonya ingin meletakkan Anda di panti asuhan tapi karena melihat keadaan yang tidak memungkinkan membuat Nyonya memutuskan untuk merawat anda sampai Anda berumur Delapan belas tahun."Lanjut Pengacara itu dengan lantang.


Eric mematung mendengar fakta itu,dia tidak menyangka kalau dia bukan anak kandung keluarga Smits pantas saja dia tidak mempunyai kemiripan dengan Mommy dan Daddy nya.


"K-alian bercanda kan?"Tanya Eric dengan nada bergetar.


"Untuk apa saya bercanda dengan Kamu."Jawab Daddy santai.


"T-api kenapa kalian baru memberitahu Eric sekarang?"Tanya Eric.


"Ya kan dua hari lagi kamu delapan belas tahun."Jawab Daddy santai.


"Terus orangtua Eric Siapa?"Tanya Eric.


"Tidak tahu."Jawab Mommy singkat.


"Ini Laptop di sana ada Video saat saya menemukan kamu."Lanjut Mommy sambil menyerahkan Laptop.


"J-adi orang tua aku siapa?"Tanya Eric lagi.


"Tidak tahu."Jawab Mommy.


"Oh ya satu lagi saya sudah ketemu dengan anak kandung saya umur dia 6 tahun di atas kamu jadi umur anak saya Sekarang 24 tahun dan anak saya tidak mau pulang sebelum kamu pergi meninggalkan rumah ini, dengan ini saya minta tolong sama kamu ric,kamu mau kan pergi dari sini saya tidak mengusir kamu,saya akan memberikan modal untuk usaha dan mencari tempat tinggal kamu tenang saja untuk uang sekolah saya akan membayar nya."Lanjut Mommy santai.


"Anak kandung?"Tanya Eric.


"Iya anak kandung saya dia hilang waktu umur 2 tahun dan kami sudah mencari nya bertahun tahun Sampai kami menemukan kamu."Jawab Mommy.


"Siapa anak kandung Kalian?"Tanya Eric.


"Hendrik asisten pribadi pak Pandu."Jawab Daddy.


"Jadi Kalian membuang saya saat kalian sudah menemukan anak kandung kalian?"Tanya Eric sambil menatap tidak percaya dua orang di depan nya.


"Awal nya saya tidak ingin membuang kamu tapi melihat sikap kamu yang sering berfoya-foya, mabuk mabukan,dan kamu sudah membentak istri saya,Ya terpaksa saya buang kamu."Jawab Daddy Santai.


"Baiklah saya akan Pergi."Jawab Eric Dingin.


"Silahkan kamu kemasi barang barang keperluan kamu."Daddy menyuruh Eric.


Eric pergi ke kamar nya dengan menahan Amarah, Dia tidak bisa hidup miskin dari kecil dia selalu di beri hal mewah.


Eric turun dengan satu koper besar dan satu tas ransel.


"Ini duit 50 juta dan ini kunci apartemen alamat nya ada di dalam duit itu."Kata Daddy.


Eric mengambil uang dan kunci rumah itu tanpa mengucap kan terima kasih,dia menyelonong saja,tidak ada kata perpisahan atau Pamit,dan tidak ada ucapan terimakasih karena telah merawat dan membesarkan nya.


"Dasar anak setan."Kata Daddy saat melihat tingkah Eric.


"Tidak tahu terimakasih." kata Mommy.


***


Saat ini Vella dan Sintya sedang berada di depan basecamp LOD.

__ADS_1


"Ngga papa nih kita masuk?"Tanya Sintya Ragu.


"Ngga Papa kok tenang aja."Jawab Vella.


"ASSALAMUALAIKUM VELLA YANG CANTIK DATANG BERSAMA BEBAN KELUARGA."Teriak Vella.


Bughh


Sintya memukul kepala Vella mengunakan Tas selempang milik nya.


"Ngga sadar diri anjing Lo juga beban."Kata Sintya Ketus.


"Ngga papa beban,orang tua gue Juga ngga keberatan tu."Jawab Vella enteng.


"Ck, ngga pernah ngalah Lo jadi Orang."Kata Sintya.


"Kalau bisa menang kenapa harus kalah."Kata Vella lalu menghampiri Bisma dkk.


"Mana Bayi gede gue?"Tanya Vella saat tidak menemukan kesayangan nya.


"Lagi tidur kata nya ngga enak badan."Jawab Aries.


"Gue ke atas dulu."Kata Vella.


"Oke."


"Eh eh masa gue disini sendirian."Kata Sintya dia takut Loh di sini cowok semua mana ganteng ganteng takut hilap eh-


"Tenang aja mereka ngga nakal kok."Kata Vella sambil melanjutkan menaiki tangga.


***


"Afan."Panggil Vella saat sudah memasuki kamar pribadi milik Rafzan.


"Panas."lirih Vella saat menyentuh kening Rafzan.


Engh


Rafzan Mengeliat saat merasakan sesuatu dingin menyentuh kulit nya.


"Avel."lirih Rafzan tapi masih di dengar Vella.


"Kamu kok bisa sakit fan?"Tanya Vella.


"Ya benar sih kamu memang manusia tapi maksud aku tu kenapa bisa sakit sih?"Tanya Vella kesal.


"Ya ngga tau saat nganter kamu pulang tiba-tiba langsung pusing."Jawab Rafzan.


"Kamu udah makan belum?"Tanya Vella.


"Belum."Jawab Rafzan.


"Kamu mau makan apa?"Tanya Vella lagi.


"Makan kamu boleh ngga?"Tanya Rafzan iseng.


"Kamu kanibal ya."Tuduh Vella.


"Bukan."Jawab Rafzan datar.


"Terus kenapa kamu mau makan aku, daging aku pait loh."Kata Vella dengan polos.


"Ck, bodoh Ama bego Emang beda tipis."Sindir Rafzan


"Yang bilang sama siapa sih?"Tanya Vella.


"Bodo amat tambah pusing gue."Kata Rafzan.


(≧▽≦)


Saat ini Vella dan Rafzan sudah berkumpul di ruang tengah.


"Sayang kamu jangan lupa makan ya nanti sakit."Kata Arlan yang sedang bertelfonan dengan pacar no 25.


"Nyuruh doang kasih beras kagak."Sindir Bisma.


"Iri ya ngga punya pacar."Kata Arlan sambil menatap sinis Bisma.


"Sorry gue ngga pernah iri sama orang yang cuma ngingetin doang, Seharusnya Lo tu gentelman bro."Kata Bisma.


"Sayang udah makan?Kalau belum beli makan yuk."Lanjut Bisma sambil memperagakan dengan mulut di monyong monyong kan.


"Jangan cuma ngingetin doang basi boy."Kata Bisma.


Mereka hanya diam melihat Bisma yang sangat jago soal Sindir menyindir.

__ADS_1


"Ya masih mending gue,cewek ngantri mau jadi pacar gue ,lah lo dari smp ngga pernah pacaran."Kata Arlan.


"Gimana ya kalau gue dekat sama cewek suka jijik."Jawab Bisma Enteng.


Uhukk


Uhukk


Vella terbatuk-batuk mendengar jawaban Bisma.


"Lo gay?"Tanya Aries hati hati.


"Ngga kok."Jawab Bisma Enteng.


"Terus maksud lo jijik sama cewek gimana Cerita nya?"Tanya Vella.


"Gini waktu gue kecil gue di asuh sama baby sitter, Ayah sama bunda gue sering pergi keluar kota dan gue di tinggalin sama baby sitter sialan,gimana saat kalian jadi gue masih kecil ngeliat baby sitter selalu ngelakuin hubungan suami-istri dengan orang berbeda beda setiap hari mereka ngelakuin itu di depan mata gue sendiri, gue di kasih makan basi, roti yang keras, disuruh membersihkan rumah Bahkan memijit tubuh nya, gue di pukul dan di kunci di dalam kamar Mandi."Jelas Bisma.


"Maka nya gue jijik kalau ngeliat cewek tu, suka kebayang masa kecil."Lanjut Bisma.


"Lo ngga coba bilang sama orang tua Lo?"Tanya Arlan yang dari tadi menyimak Cerita Bisma.


"Pernah tapi ketauan ngga di kasih makan satu hari penuh dan dikurung di gudang"Jawab Bisma.


"Gue Sampai pingsan sangking ngga kuat nahan lapar."Lanjut Bisma.


"Waktu bunda gue pulang dari luar kota tapi dia ngga ngasih tau sama orang rumah kalau bunda mau pulang, bunda terkejut melihat di ruang tamu ada baby sitter yang sedang di gilir sama tiga orang dan posisi gue ada di pojok ruangan dengan kaki dan tangan terikat sedang kan Mulut gue di tutup dengan Lakban."Jelas Bisma.


"Sejak saat itu bunda ngga pernah ninggalin gue lagi,maka nya di rumah gue pembantu nya cowok semua karena gue jijik sama Cewek kecuali bunda sama Queen."Lanjut Bisma.


"Tapi Lo Ngga belok kan."kata Arlan.


"Ngga kok,gue juga suka jijik ngeliat cowok apa lagi sama cowok yang banyak tato dan gondrong."Jawab Bisma.


"Huh syukur gue kira lo belok."Kata Vella yang sudah menyembunyikan Rafzan di belakangnya.


"Ngga lah."Jawab Bisma.


"Jadi Lo kayak gangguan mental gitu?"Tanya Aries.


"Ngga tau juga,inti nya gue jijik sama cewek apalagi yang pakaian nya kayak ******."Kata Bisma.


"Kalau gue?"Tanya Sintya penasaran.


"Jijik lah."Jawab Bisma Enteng.


(≧▽≦)


Saat ini Vella dan Rafzan sedang berada di taman dekat rumah Vella,Mereka berdua sedang duduk di rumput didepan banyak macam makanan ringan dari yang besar sampai yang kecil,ada yang manis yang asin bahkan pedas pun ada.


Mereka makan dengan lahap tanpa menghiraukan tatapan seorang anak perempuan yang sedang menatap minat jajan milik Rafzan.


Gadis cilik itu sudah meneguk air liur nya berapa kali.


"Mau?"Tanya Rafzan sambil memakan Jajan itu dengan gaya yang mengoda anak kecil itu,


"Mau mau."Jawab Gadis kecil itu dengan antusias.


Rafzan memakan jajan itu dengan cepat lalu menatap anak kecil itu.


"Yah habis."Kata Rafzan sambil melihat plastik Jajan yang sudah kosong.


Mata anak kecil itu sudah berkaca-kaca.Vella melihat itu langsung memukul pundak Rafzan.


"Ngga boleh gitu."Kata Vella sambil memasukkan Jajan ke kantong plastik.


"Kamu mau dek."Kata Vella dengan menyerah kan sekantong plastik yang berisi makanan ringan.


"Mau."Kata gadis kecil dengan muka memelas.


"YA BELI DONG." Vella langsung berlari meninggalkan Rafzan dan Gadis kecil yang sudah siap menumpahkan air mata nya.


"HUAA MAMA." gadis kecil itu berteriak dengan kencang,dua kali dia di tipu pasangan aneh ini.


Rafzan sudah berlari menyusul Vella yang sudah berada di dalam mobil.


Hahahaha


Vella tertawa terbahak bahak setelah mengerjai anak kecil sampai menangis.


"Jail banget sih."Kata Rafzan.


"Ngga nyadar mas nya."Jawab Vella.


(≧▽≦)

__ADS_1


__ADS_2