Sang Figuran

Sang Figuran
20


__ADS_3

Mereka menunggu kelanjutan Kepala sekolah,Saat ingin membuka tirai nya.


"WOIII APE NIH KOK RAME." Teriak Vella membuat semua nya kaget.


"Astaga Vella bisa ngga sih ngga usah teriak teriak." Kata Kepala sekolah menatap tajam Vella. Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum menyebalkan.


"Ada apa pak kok rame rame terus kenapa tu gembel kok kayak habis di ehemm?" Tanya Vella.


"Dia bilang dia habis di perkosa sama Rafzan vel."Jawab salah satu siswi yang berada di dekat Vella.


Mata Vella melotot."Ya kali pacar gue mau sama ulat bulu kayak Lo."Kata Vella sambil menatap tajam Nayla.


"T-api emang kak Rafzan yang perkosa aku


Dia aja masih disini."Kata Nayla dengan mata yang berair.


"Terus dimana Pacar gue?"tanya Vella.


"Disitu." Tunjuk Nayla.


Vella berjalan ke arah yang di tunjuk oleh Nayla,Di mengintip di sela sela tirai saat melihat disitu emang pacar nya atau bukan.


Tapi saat melihat Vella benar benar terkejut bahkan dia sampai mundur beberapa langkah ke belakang.


Dengan tangan menutup mulut Vella menatap syok Nayla. "Hah astaga gue benar benar ngga percaya." Vella menggeleng kan kepala nya.


dia menatap Nayla lalu menatap Bangkar Sebelah nya terus Vella Melakukan hal serupa.


"Yes akhirnya kak Rafzan bakal jadi milik gue."batin Nayla Tersenyum senang.


"Ada apa sih Vell kok Lo kayak syok gitu?" Tanya Arlan Penasaran di anggyki semua siswa yang ada di dalam Ruangan itu.


"Kalian tau ngga gue liat apa?" Tanya Vella sok misterius.


"Apa?"


"Itu emang Rafzan?"


"Atau dia cuma halu aja."


"Cepat bukak Vel kepo nih."


"Kalian siap siap buka Ponsel ya terus rekam." Suruh Kepala sekolah.


Mereka semua mengangguk kan Kepala nya.


"Vella Silahkan kamu bukak tirai nya saya sudah tidak kuat lagi." Lanjut Kepala sekolah dengan nada dramatis.


"I-ya pak." Vella pura pura gugup.


"Biar yang bikin drama seneng." batin Vella cekikikan saat melihat senyum miring Nayla.


Sretttt


Tirai terbuka, Semua orang melongo termasuk Nayla dia kaget setengah mati kenapa bukan Rafzan yang disana.


"Hah tengkorak."


Semua orang Masih terkejut kecuali Bisma dia tersenyum senang bisa mengacaukan rencana Nayla bahkan dia mempermalukan Nayla.


"Bapak kok Nerima murid gila sih." gerutu Vella.


"Saya juga tidak tau kalau dia gila." Jawab Kepala sekolah Enteng.


"Halu lo ketinggian." KataVella.


"Segitu suka nya Lo sama pacar gue sampai tengkorak aja lu kira pacar gue, Bangun jangan ngimpi Lo bukan Cinderella didunia nyata,"Lanjut Vella Pedas.


"Pak tolong telpon rumah sakit jiwa dong." Kata Vella.


"G-ue Gak gila." Kata Nayla.


"Terus kalau Gak gila apa?" Tanya Bisma.


"Pak saya izin bully dia ya." Izin Vella kepada kepala sekolah.


"Silahkan Bully saja saya tidak peduli."Jawab Kepala sekolah sambil keluar dari ruang.


"Dasar tukang drama." lanjut Kepala sekolah dengan keras.


"Seret dia."Suruh Vella dengan nada tegas.


Bisma dan Arlan menyeret tubuh Nayla membawa nya ke tengah lapangan. Waktu istirahat memang sudah berbunyi sejak Vella masuk ke ruang UKS. Jadi banyak siswa yang menatap heran Nayla.

__ADS_1


Brukk


Arlan dan Bisma mendorong Tubuh Nayla sampai dia tersungkur.


"HAII GUYS KALIAN TAU DIA KENAPA?" Teriak Vella Membuat semua mengerumuni Vella.


"Nayla Lo kenapa?" Tanya Lia ingin mendekat tapi di tahan Sintya.


"ADA CEWEK GILA GUYS DIA NGAKU DI PERKOSA SAMA RAFZAN."


"Hah serius?" Tanya Semua orang.


"Iya serius, Yang ada Vidio nya silahkan Share ke grup sekolah kita." Perintah Vella.


Ting


Vidio dibagi kan oleh salah satu siswa yang sudah merekam kejadian dari pintu UKS di dobrak sampai Nayla di seret ketengah lapangan.


"Wahh halu Lo ketinggian."


"Gilaa nih cewe."


"Gue kira emang benaran kak Rafzan tau nya cuma tengkorak."


"Orang gila."


"Orang gila."


"Woii di sekolah kita ada orang gila."


Semua orang mengejek Nayla sedang kan Nayla sudah menangis karena malu.


"Cara Lo terlalu murahan Nay, Gue ngga masalah kalau Lo suka sama pacar gue tapi dengan cara Lo ngejebak pacar gue itu terlalu murahan. Gue juga perempuan nay tapi gue malu ngeliat Lo ngelakuin hal murahan demi laki laki."


Vella menarik nafas. "Lo boleh berjuang, Gue ngga masalah semisal nya emang Rafzan Bukan jodoh gue. Tapi kalau Rafzan nya ngga suka sama Lo pliss jangan ngerendahin derajat wanita, Derajat kita di kejar bukan mengejar." Kata Vella tegas


"T-api gue suka sama kak Rafzan." Kata Nayla.


"Lo bukan suka tapi Lo obsesi nay." Tekan Vella.


"ENGGA, GUE EMANG SUKA BAHKAN CINTA SAMA KAK RAFZAN." Teriak Nayla seperti orang kesetanan.


"COBA AJA LO NGGA DATANG MUNGKIN KAK RAFZAN UDAH JADI MILIK GUE." lanjut Nayla.


"Terus kalau gue ngga datang Rafzan bakal jadi milik Lo gitu?"Tanya Vella.


"IYA, LO GADIS MURAHAN LO PASTI UDAH NGASIH TUBUH LO UNTUK KAK RAFZAN."Teriak Nayla sambil berlari menghampiri Vella dia ingin menampar Vella.


Bughh


Vella menendang Perut Nayla dengan keras Sampai Nayla terjatuh dengan mulut keluar darah segar.


"GUE UDAH NGOMONG BAIK BAIK SAMA LO TAPI LO MALAH BILANG GUE MURAHAN, LO GADIS GILA YANG PERNAH GUE TEMUIN NAY. GUE UDAH KENAL LAMA SAMA RAFZAN SEBELUM LO KENAL SAMA DIA, BAHKAN GUE UDAH JADI PACAR NYA SEBELUM LO KENAL SAMA DIA." Bentak Vella.


"Jangan halu Lo ngga mungkin bersanding sama Rafzan, Ibarat minyak ketemu Air!"


Vella sudah tidak bisa menahan emosi nya dia paling benci di bilang murahan.


"Dasar tukang drama."


"Mati aja Lo."


"Cih malu maluin derajat wanita."


"Sampah masyarakat."


"Keluar Lo dari sini."


"Orang gila."


"Gadis setres."


"Dih nyalahin Vella lagi."


"Dih kok nyolot."


Semua siswa siswi mencibir Nayla bahkan sudah ada yang melempari Nayla dengan botol Aqua.


"Kak berhenti jangan ngebully orang lemah." Kata Ana Membela Nayla.


Semua orang menatap sinis Ana yang membela Nayla.


"Lo bilang dia lemah."Jawab Vella Sambil menunjuk Nayla.

__ADS_1


"Iya, ngga seharusnya kakak bully dia,,


Nanti dia malu."Kata Ana.


"Lo cuma murid baru diem deh." Sinis Aries.


"T-api aku cuma ngebela yang benar kak."Jawab Ana.


"Lo bilang benar."Tanya Vella santai.


"Iya benar kakak udah keterlaluan."Jawab Ana.


"Dia salah,Dia mau ngejebak pacar gue ,dia bilang gue murahan terus benar nya dimana?"Tanya Vella.


"Ya kakak kan bisa ngelepasin Kak Rafzan."Jawab Ana santai.


Semua orang terkejut mendengar Jawaban Ana.


"Hahahah."Vella Tertawa tapi Raut wajah nya datar.


"Lucu ya Lo nyuruh gue buat ngelepasin Rafzan cuma demi tu sampah mikir pakai otak jangan pakai dengkul ngga akan ada cewek yang rela ngelepasin pacar nya demi orang yang ngga punya malu."


"Dan prinsip gue,Milik gue ya milik gue


Gue ngga suka berbagi apa lagi terbagi."Lanjut Vella.


"Kakak kan cewek jadi tau rasa nya gimana di permaluin di depan umum."Kata Ana Kekeh Membela Nayla.


"Lo siapa nya Nayla sih kok mati Matian ngebela Tu sampah?"Tanya Sintya.


"Dia bukan siapa siapa aku tapi aku sebagai perempuan tau gimana rasanya jadi dia,,


Kan kak Vella sama kak Rafzan cuma pacaran jadi boleh ditikung."Jawab Ana Santai.


"Wah pemikiran yang bodoh."Kata Vella santai.


"Wajar aja prinsip Lo gitu,,Lo aja tukang tikung sih,,Udah tau Eric udah punya tunangan tapi masih aja di deketin."Lanjut Vella.


"PEREMPUAN KAYA GITU NAMA NYA APA GUYS."Tanya Vella sambil berteriak.


"MURAHANNN."


Ana menunduk malu bahkan Eric saja tidak bisa membela nya karena memang jelas jelas Ana yang salah.


"Gue sebenernya ngga mau ikut campur sama urusan Lo Ric tapi gue cuma bilang Lo laki laki terbodoh yang pernah gue temuin Lo lebih milih ngebuang permata hanya sebuah kacang polong."


"Kejadian Moza mungkin belum buat Lo paham cewek sok polos bermuka dua itu cuma mau duit Lo aja."Lanjut Vella.


Vella keluar dari kerumunan itu dan membawa seember air bekas pengepel yang berwarna hitam.


Byurr


"Mending lo pindah sekolah dari pada lo malu."Kata Vella sambil Pergi.


"Wah bekas ****** nya ilang."


"Sulap nya keren."


"Hahah."


"Aduh kasiann rencana nya gagal."


"Malu ngga tu."


"Murahan."


Semua orang meninggal kan Nayla sendirian Disana, kecuali Bisma dia menatap Datar Nayla.


"Gue ngga nyangka Lo bakal nekat." Kata Bisma.


"Lo tau? gue yang gagalin rencana lo."Lanjut Bisma.


Nayla terkejut dan menahan amarah Karena Bisma sudah mengagal kan rencana nya.


Disisi lain.


"Enghh." Rafzan Mengeliat dan memijit tengkuk lehernya terasa sakit.


"Kok gue bisa di dekat tempat sampah sih


Pantes aja bau!"


***

__ADS_1


__ADS_2