Sang Figuran

Sang Figuran
12


__ADS_3

      Seketika kantin hening mendengar suara sampah masyarakat dan beban negara?


"kita boleh gabung ngga?" Ulang nya sekali lagi.


"Masih punya muka Lo?" Tanya Sintya sinis.


"Engga tau malu." Sinis Bisma


/Gila ngga tau malu banget


/Muka nya sok polos


/dih caper banget


/Belum di kasih izin masa udah duduk


/Ciri ciri manusia gak punya malu


Vella menatap datar Moza dkk yang sudah duduk dan menatap mereka dengan tatapan sok polos.


"Gue rasa lo semua punya malu?" Tanya Aries.


"Iya kak kita punya malu kok." jawab Lia tenang.


"Kalau Lo punya malu, lo pasti ngga akan duduk kalau belum di kasih izin." Kata Aries menatap datar Lia.


"Kan meja nya penuh semua." balas Moza.


"Meja tempat nerd ada." Jawab Bisma.


"Ngga mau ih jijik nanti ketularan jelek nya." Nayla menjawab sambil menatap jijik meja tempat para nerd.


Nerd yang di tatap hanya menunduk kan kepala, kenapa kalau mereka jelek? Miskin?


"Lagian kak Rafzan ngga keberatan, Ya kan kak?” lanjut Nayla sambil menatap Rafzan dengan tatapan menggoda.


"Gue keberatan."Jawab Rafzan datar.


Mendengar penolakan Rafzan,  Nayla mengepal tangan di bawah meja.


"Kaka---


"Diem atau pergi dari sini." Kata Vella dengan nada datar.


Tidak lama setelahnya datang ibu penjual bakso yang menghantar pesanan Vella dan Sintya.


"Kenapa ya cewek cewek cantik sekarang suka Mandang fisik?" Tanya Arlan dengan nada lesu.


"Gue gak munafik gue suka liat cowok yang good looking apa lagi attitude nya bagus." Jawab Vella.


"Tapi kalau ada cowok yang good looking attitude nya kurang skip deh." Jawab Sintya.


"Kalau aku gak Mandang fisik kak yang penting tulus, gak kayak kalian." Jawab Moza menyindir Vella dan Sintya.


"Yang bilang Lo cantik siapa?" Tanya Rafzan dengan nada dingin dan datar.


BWAHAHAHAHAHA

__ADS_1


/Muka nya kocak banget


/Duh muka nya kayak nahan bab


/Ngejleb gak tu


/Pedes amat tu mulut


/Rafzan gue tuh


Moza berlari keluar kantin karena tidak kuasa menahan malu.


/Haha kabur dia


/Yak kena mental


/Woii ngapa kabur Lo


"Pakbos emang the best lah." Kata Bisma sambil memberi dua jempol kepada Rafzan.


"Lo pada gak nyusul sahabat Lo?" Aries melirik Nayla dan Lia.


"Pergi sono enek gue liat muka Lo pada." Usir Bisma.


Nayla dan Lia pergi menyusul Moza.


"Hebat banget ya ngejatuhin mental anak orang?" Puji Vella sambil menepuk nepuk kepala Rafzan.


"Jelas dong." Jawab Rafzan dengan nada bangga tapi raut wajahnya tetap datar.


"Lo kok gak nyusul si Moza, dia Kan pacar Lo ric?" tanya Vella.


Hah maksud Eric?


"Hah maksudnya gimana nih?" Tanya Vella


"Nanti juga tau." Jawab Eric enteng.


***


Bianca POV


   Hai gue Bianca Putri Adromeda kalian pasti tau sama gue.  Ini kehidupan asli gue jauh dari kata bahagia, Gue iri dengan kehidupan orang lain di saat terpuruk ada mama yang nyemangatin kalau sakit ada mama yang ngerawat, Lah gue tiap hari kena mental cape pengen nyerah tapi gak bisa gue terlalu sayang sama mama.


Mama nyuruh gue berpakaiannya kurang bahan gue turutin, Mama nyuruh belajar gue belajar sampai rasanya udah mual liatin buku buku itu.


Mama selalu ngebandigin gue sama anak angkat nya,  Mama selalu main tangan walau pun yang salah Moza.


Gue berfikir yang anak kandung mama siapa sih? kok Moza yang di bela disayang sedangkan gue di caci di hina gue capek pengen nyerah tuhan.


"BIANCA PULANGGG."


Ini kebiasaan gue kalau masuk selalu teriak. Saat gue membuka pintu gue kaget liat mama yang lagi natap gue tajam. Di belakang Mama ada Moza yang sedang menangis sesenggukan.


Plakk


Pipi kiri gue di tampar sama mama sampai gue noleh ke kanan.

__ADS_1


"DASAR ANAK SIALAN! SAYA SUDAH PERNAH BILANG JAGAIN ADEK KAMU." Suara tamparan dan Teriakan Mama Terdengar keras membuat para pelayan menatap iba nona muda nya.


"S-alah bi apa ma?" Tanya gue dengan nada bergetar.


"Kamu tanya salah kamu apa?


Salah kamu kenapa diem aja saat Moza di hina satu Sekolah." Jawab Mama gue.


"Aku ngga bisa bela Moza Karena yang salah Moza sendiri ma, Dia ngehina putri Bungsu Adhitama."Jawab gue dengan nada naik satu oktaf.


"BERANI KAMU BENTAK SAYA,DASAR KURANG AJAR TIDAK SOPAN ,KAMU LIHAT ADIK KAMU DIA SOPAN PINTER NGGA PERNAH BIKIN MALU KELUARGA, SAYA MALU SAYA MENYESAL MELAHIRKAN KAMU!!"


Bianca POV End


DEG


Bianca mematung Perkataan Mama nya, kali ini perkataan sang Mama benar benar melukai hati nyaBianca memenjam kan mata nya berupaya menahan Emosi nya.


Bianca menatap datar sang mama tak ada lagi tatapan kasih sayang tak lagi tatapan Cinta untuk sang mama hanya ada tatapan kebencian dan penuh dendam.


Nyonya Adromeda merasa sakit melihat tatapan putri nya, tidak tidak Bianca tidak akan menganggapnya sebagai Mama lagi.


"SAYA JUGA MENYESAL DI LAHIRKAN ANDA KALAU SAYA BISA MEMINTA SAYA TIDAK MAU PUNYA MAMA SEPERTI ANDA, ANDA BILANG SAYA TIDAK PUNYA SOPAN SANTUN? SAYA TANYA APA ANDA PERNAH MENGAJAR TENTANG SOPAN SANTUN KEPADA SAYA? TIDAK! ANDA SELALU MENGAJAR ANAK KESAYANGAN ANDA SAJA!!!


"MOZA MOZA SELALU SAJA MOZA PERNAH ANDA MELIRIK SAYA SEKALI SAJA, ANDA LIHAT PIALA DI SANA." Tunjuk Bianca ke arah Lemari Kaca yang berisi macam macam Pialan dan penghargaan.


"ANDA LIHAT DENGAN MATA KEPALA ANDA SENDIRI, BAHKAN SAYA LEBIH PINTAR DARI PADA ANAK KESAYANGAN ANDA!!"


"SOAL CARA BERPAKAIAN SAYA BUKAN NYA ANDA MENYURUH SAYA NYONYA!!!"


Setelah mengeluarkan unek-unek nya Bianca berlari pergi ke kamar.


Nyonya Adromeda dan Moza syok mendengar teriakan Bianca, Mereka tidak menyangka Bianca akan membalas ucapan Nyonya Andromeda, Karena biasanya Bianca akan tetap diam walupun sudah di pukul berkali kali oleh sang Mama.


"M-ma."panggil Moza dengan nada bergetar dia masih takut dengan kemarahan Bianca.


"Syutttt tenang jangan takut."Nyonya Andromeda menenangkan Moza.


Sedang kan disisi lain


"Sebut kan laporan hari ini hen."Tanya Seorang laki laki yang umurnya sudah berkepala empat


Kepada seseorang laki laki muda yang menjabat sebagai Asisten pribadi.


"Lapor tuan hari ini Nona muda Bianca di tampar oleh Nyonya gara gara dia tidak membela nona Moza."Lapor pria yang di panggil hen.


"Memangnya apa yang di lakukan anak itu Hen?"Rahang pria tersebut mengeras dan aura di dalam mobil tersebut sudah tidak mengenakkan.


"Nona muda Moza menghina putri bungsu Adhitama tuan."Jawab Hen Asisten.


"Tapi tuan hari ini Nona Bianca berbeda dari biasanya."lanjut nya.


"Apa itu Hen?"Tanya Orang itu.


"Nona Bianca membalas perkataan Nyonya bahkan nona muda menghina Nyonyo tuan."Jawab Hen.


"Bagus, Putri ku sudah sadar kalau Mama yang dianggap pahlawan itu adalah penjahat sekarang aku tak perlu berpura-pura lagi aku sudah muak dengan wanita iblis itu."Kata Orang itu Sambil tersenyum iblis.

__ADS_1


Tidak ada percakapan lagi di dalam mobil tersebut hanya ada keheningan,,Hen Fokus Menjalankan Mobil nya dan Pria yang di panggil tuan sedang memainkan laptopnya dia meretas Cctv dirumahnya nya.


"Tenang baby, papa akan membalas perlakuan wanita itu dengan berat sampai dia lebih memilih mati dari pada hidup."


__ADS_2