Sang Figuran

Sang Figuran
05


__ADS_3

               Suara lembut itu suara yang dia rindukan apa dia mimpi, Rafzan membuka mata melihat di depan ada gadis cantik. gadis yang dirindukan gadis yang membuat nya uring uring.


Rafzan langgsung mendekap tubuh gadis nya milik nya dunia nyadengan erat.


Vella yang mendapat serangan mendadak terkejut apa lagi yang memeluk nya adalah cogan tokoh favorit nya.


"Gilaa gue dipeluk sama cogan bund."batin Vella kegirangan.


Rafzan POV.


Gue udah uring uringan nunggu kabar Avel tidur gue nggak nyeyak makan juga gue gak selera, apakah ini di nama rindu? ah sial sangat menyiksa banget.


Emosi gue lagi nggak setabil apa lagi tadi dengar Bisma ngomong gitu sama gue rasanya pengen gue bunuh tu Bisma tapi beruntung dia langsung pergi kalau ngga gue ngga bisa jamin wajah dia babak belur.


Gue lagi di Rooftop sampai bel masuk gue masih di situ gue males ke kelas apalagi ada Bismaanjing,udah tiga puluh menit bel masuk berbunyi gue ngerasa ada yang buka pintu Rooftop tapi gue biarin mungkin Eric.


Lagi asik asik rebahan sinar matahari nyorot nya ke gue tapi ngga lama ada yang ngehalangin gue ngerasa ada yang merhatiin gue tapi gue biarin aja males buka mata soal nya.


Suara nya yang lembut terdengar membuat dada gue berdetak kencang.


Secara spontan gue langsung membuka mata dan Melihat Avel ada di depan gue awal nya gue ngira ini mimpi tapi saat gue peluk gue ngerasa kalau tubuh Avel kaku.


"Avel jahat masa mau pulang nggak kasih tau afan?." oke gue lagi mode manja sama Avel gue juga bingung di mama gue nggak pernah manja tapi kalau sama Avel gue suka manja apalagi kalau lagi sakit.


Rafzan POV end.


"Maaf ya rencana nya mau bikin surprise." jawab Vella.


"Lho kok nangis?"lanjut nya melihat tubuh Rafzan bergetar dan pundak nya basah.


"Avel jahat hiks nggak ngasih afan kabar? afan takut Avel selingkuh hiks." kata Rafzan sambil mengeratkan pelukannya.


"Udah dong nanti jelek kalau jelek Avel cari pacar baru lagi." Niat Avel hanya bercanda tapi bukan nya berhenti Rafzan tambah keras menangis nya.


"Huaaa Jahat Avel jahat hiks jangan cari yang lain sama Afan aja hiks."


"Iihh gemoy banget si pacar gue."batin Vella.

__ADS_1


"Yaudah diem ya jangan nangis lagi Avel ngga cari pacar baru Avel punya Afan Oke." Kata Avel membujuk Rafzan untuk berhenti menangis.


Vella mengangkat kepala Rafzan lalu menangkup kedua pipi Rafzan sambil melihat mata berair dan hidung memerah karena menangis.


Cup


Rafzan menegang ketika Vella mencium hidung nya karena selama berpacaran mereka tidak pernah berciuman cuma pelukan saja.


Setelah sadar dari keterkejutan nya Rafzan


Mendekat kan wajah nya ke wajah Vella lalu.


Cup


"Frist Kiss gue makk."batin Vella terkejut.


"Manis."batin Rafzan


Tidak ada pergerakan hanya kecupan singkat lalu Rafzan mendongak melihat tepat di mata Vella yang masih terpejam. saat membuka mata Avel terkejut melihat Rafzan Melihat dia intens.


"Pengen."kata Rafzan sambil mengelus bibir bawah Vella,Vella yang paham maksud Rafzan menganguk, kapan lagi kan dicium sama cogan.


Dikantin sudah banyak orang termasuk Eric dkk Dan Moza bersama sahabat nya.


"Res pesan gih." Suruh Bisma kepada Aries yang sedang memainkan Ponsel nya.


"Hm." baru saja Aries beranjak dari kursi


"Kak aku bantu ya bawa makanannya." kata Lia Earhart dengan Malu malu dan wajah sudah memerah.


Aneh pikir Aries tapi dia hanya mengangguk saja sebagai jawaban, Aries berjalan lebih dahulu baru disusul Lia dibelakang nya.


"Bis maksud Lo ngomong gitu sama pak bos apa?"tanya Arlan


"Nggak ada nanti kalian juga tau."jawab Bisma sambil tersenyum misterius.


"Apaan sih sok misterius."sinis Arlan.

__ADS_1


"Biarin wle." sahut Bisma sambil memelet kan lidah kepada sahabat nya.


Setelah sepuluh menit Aries datang tapi dengan tangan kosong karena nampan nya di pegang oleh Lia di bantu ibu penjual.


"Jahat banget sih kak nyuruh Lia yang bawah makanannya." Kata Moza sambil cemberut melihat sahabatnya di jadikan Babu oleh Aries.


"Siapa suruh ngikut." Jawab Aries santai.


"Ya kakak sebagai laki laki gentleman lah masa nyuruh cewek bawah nampan nya."Nayla ikut ikutan memojokkan Aries.


"Liat muka gue ada tampang peduli nya nggak?" tanya Aries santai dengan menaikkan Sebelah Alis nya.


"Ish ka-


"Diem Lo, banyak bacot! Lo juga jangan sok-sok an ikut ikutan salah sahabat Lo tu udah tau Aries emang gitu kenapa masih aja ngintilin Aries." sinis Bisma yang jengah Dengan Wajah sok polos mereka bertiga.


"Rafzan belum turun?" tanya Eric yang dari tadi diam.


"Belum mungkin lagi tidur." Jawab Arlan.


"Kata nya ada murid baru ya." lanjut Arlan


"Iya dia kelas 11 C Mipa." sahut Bisma


"Kata anak Mipa C murid baru nya cantik?" Aries ikut ikutan bergosip.


"Iya cantik malah cantik banget." jawab Bisma


"Pasti Cantikan Moza dari pada murid baru." Celetuk Moza dengan PD


"Paan sih ajg nyaut aja Lo! muka jelek aja bangga." sinis Arlan.


"Ericc liat sahabat kamu ngehinaa aku." rengek Moza sambil mengoyang lengan Eric.


"Diem deh lan." Lerai Eric sambil menatap tajam Arlan sedang yang di tatap hanya berdecih.


"Gue yakin kalian kaget saat tau murid baru nya adalah."Kata Bisma sambil mengantung perkataan nya.

__ADS_1


Nayla bangkit dari kursi nya. "Aku mau susul kak Rafzan dulu."


"BISMAAA! ARLANNN! RIESSS! AMISSS YUUU"


__ADS_2