
Di dalam suatu ruangan di tempat tidur yang lembut dan bersih seorang anak laki-laki terbaring lemah di tempat itu.
Terlihat empat orang salah satu dari mereka adalah dokter yang sedang memeriksa anak yang terbaring di tempat itu.
Setelah memeriksanya dia seperti memberitahu pada ketiga orang itu sesuatu. setelah itu wajah ketiganya menjadi pucat gemetar.
Segera mereka bertiga mendekat ke tempat anak yang terbaring. air mata mengalir ke pipi mereka, seorang wanita menangis memegang tangan anak itu.
Wanita itu ibu dari anak yang terbaring karena sakit. dia melihat anaknya dan bicara "Jangan tinggalkan ibu .... Wakana."
Wakana seorang anak laki-laki berumur 14 tahun, dia sangat lemah dan selalu di rawat di rumah sakit.
Seorang perempuan muda memeluk Wakana yang terbaring itu "Jangan tinggalkan kakak .... huhuhu." dia kakak Wakana yang selalu merawatnya ketika sakit bersama dengan ibunya, dia sangat menyayangi adiknya.
Terlihat juga seorang laki-laki dewasa yang berada di dekat wakana, dia menangis dan mengusap kepala wakana yang ternyata adalah ayah Wakana .
Wakana melihat dengan mata yang pucat, keringat yang bercucuran di wajahnya di dalam hatinya dia berbicara, "Apa ini akhir hidupku?." dia berkata di dalam hatinya.
Benar juga aku selalu sakit dan merepotkan mereka, kenapa aku mempunyai tubuh yang lemah.
Wakana menutup mata perlahan dan itulah akhir hayatnya. memiliki keluarga yang baik dan selalu merawatnya ibu, ayah, kakak yang dia cintai kini sudah tidak ada.
Di dalam ruangan yang gelap wakana membuka matanya itu dan dia melayang seolah tidak ada gravitasi.
Dia Melihat ke sekeliling dan bingung, kemudian dia bertanya-tanya pada diri sendiri .
"Di mana ini ? kenapa sangat gelap .... ?."
Seketika itu sebuah layar seperti komputer ada di depannya, layar itu menampilkan dia yang sudah meninggal dan keluarganya yang sedih atas kepergian dirinya.
"Ibu .... ayah .... kakak."
Layar itu mulai menampilkan kejadian lain. dalam pikirannya tiba-tiba suatu ingatan yang begitu banyak masuk satu persatu, lalu di tampilkan di layar itu.
Itu adalah berbagai kehidupannya dulu.
Seperti Dokter, Tentara, Model, Seniman, Guru, Pekerja kantor, bahkan kehidupannya di zaman kuno seperti Kesatria, Bangsawan sampai Raja.
Ingatan itu masuk begitu cepat membuat kepala anak itu sakit.
"Argh .... sakit."
Wakana memegang kepalanya yang begitu sakit ketika rasa sakit itu mereda, dia kembali melihat ke layar.
Nampak sebuah game yang selalu dia mainkan terlihat di layar.
WORLDVERSE
Game yang populer pada tahun 2030. game MMORPG berbasis luas yang memperbolehkan pemain melakukan hal sesuka hati mereka.
Game yang memiliki berbagai job dan bisa mendesain karakter dengan bebas. pemain juga dapat memiliki wilayah mereka dan menepatkan NPC milik mereka.
Game dengan popularitas terbanyak dan berhasil menempatkan tiga besar.
"Itu game yang ku selalu mainkan."
Wakana selalu bermain game itu ketika wakana di rawat di rumah sakit karena selalu terbaring di rumah sakit membuat ia tidak bisa bermain dengan temannya, juga kakaknya selalu sibuk sekolah jadi tidak punya waktu banyak untuk Wakana.
__ADS_1
Bermain game ini selama satu bulan. dia berhasil membuat sebuah kastil bernama Altair dengan 15 lantai.
Wakana bermain solo mencoba berbagai job seperti Monk, Knight, Merchant, Healer, Ranger, Monster tamer, spirit master dan banyak lagi.
"Bermain game untuk menghibur diri. game ini benar-benar bagus sayangnya aku kalah oleh NPC di dalam game ini."
NPC di dalam game ini memiliki kecerdasan sendiri agar para pemain tidak bosan, kerena monster dan bos yang mudah di kalahkan developer kemudian merancang monster dan musuh menjadi lebih sulit di kalahkan.
Bahkan monster tingkat rendah seperti Goblin sulit di kalahkan.
Wakana sengaja kalah di dalam game ketika dia mencari sebuah item.
Dia kalah karena di segel oleh 7 Pahlawan, 13 Great kings, 5 Great Goddess, 5 Great Deity, 7 Great sins, 7 Great kindness, 12 Zodiak, 7 Great angels, dan 3 pilar dunia, semua bersatu menyegel wakana.
Wakana melihat salah satu di antara mereka memegang sebuah gulungan kertas, dia bisa saja lari menggunakan skill teleportasi.
Karena rasa penasarannya ingin melihat item apa itu jadi Wakana membatalkan niatnya itu dan tetap di sana untuk melihat item tersebut. gulungan kertas di buka oleh mereka dan mantra di ucapkan oleh mereka semua.
"Wahai kekuatan yang abnormal kekacauan dari secara kekacauan, kami di sini akan menyegel mu dengan segel keabadian."
Gulungan kertas menghilang dan tiba-tiba rantai emas muncul mengikat wakana.
Segel keabadian : item class atas yang dapat menyegel apapun. segel ini abadi yang berarti tidak akan pernah lepas.
(Item world di bagi menjadi tiga : kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah).
Ketika dia akan menghancurkan rantai itu wakana log out karena baterainya habis.
"Ah.... benar benar deh NPC sampai bersatu hanya untuk menyegelku dan juga mereka semua sangat kuat, apa salahku sampai di segel?."
"Ah.... itu sepertinya aku mengenalnya deh .....ho aku jadi teringat dengan kastilku di game dan NPC yang aku tempatkan di sana untuk menjaga setiap lantai."
Saat ada event gacha wakana segera ikut event itu, karena gacha di bayar menggunakan kristal untung saja kristal yang dia miliki banyak, karena mengalahkan 100 Dungeon. dengan kristal itu dia membeli kastil dengan isinya. kristal sangat sulit di dapat jadi para pemain sering mengeluh tentang itu di streaming mereka yang di tonton Wakana.
Di Dungeon tingkat f saja hanya menghasilkan 50 kristal, belum lagi mereka harus berparty agar bisa mengalahkan bos Dungeon itu. jika seorang diri mungkin hasilnya tidak akan di bagi.
Koin hanya bisa membeli barang murah dan sederhana sedangkan kristal untuk memberi barang berharga, dan senjata, yang kuat juga berkualitas.
"Nostalgia sekali menulusuri Dungeon dan mengumpulkan item."
"Dripp" muncul gambar dengan dua pilihan di bawah.
Apakah anda ingin kembali?
* yes
*No
Wakana dengan cepat menekan, "yes." dia berpikir akan kembali, tapi dia bukan kembali ke keluarga melainkan ke dunia yang berbeda.
Setelah menekan "yes." udara membeku dalam sekejap wakana menutup matanya. setelah itu Wakana membuka mata dia nampak bingung dengan keadaan sekitar.
Menoleh ke arah kiri dan kanan dia bertanya-tanya tempat apa itu.
Tempat berkilau, tanpa ada kotoran sedikitpun dengan lampu yang di hiasi intan berlian, dinding berwarna putih, dan terlihat enam tiang penyanggah berwarna emas berkilau, karpet merah lurus mengarah pintu masuk dengan warna emas di sisi-sisi karpet.
Sebuah ruangan yang nampak luas dan megah. Wakana ingat bahwa tempat itu ruang pertemuan (ruang tahta), yang dia buat di game Worldverse.
__ADS_1
Ekspresi terkejut itu berganti menjadi kagum wakana tidak menyangka ruangan yang dia buat selama dua jam itu begitu indah.
Wakana juga merasa tubuhnya sangat ringan dan segar, dia tidak merasa lesu maupun sakit.
Wakana sedikit rileks. dia menundukan kepala melihat kedua tangannya "drap.... drap.... drap." suara langkah kaki yang tidak tergesa gesa. pintu terbuka nampak seseorang berdiri di sana menatap Wakana yang duduk di kursi yang indah berwarna emas di hiasi juga batu permata dan batu mulia .
Orang itu berjalan ke arah wakana yang sedang mengambil sikap waspada.
Orang itu berhenti tepat di bawah tangga yang menuju kursi wakana. orang itu berlutut di hadapan wakana yang duduk di kursi tersebut memakai setelan yang rapi berwarna hitam. dia seorang butler, pria dewasa yang menduduk kepada wakana memberi hormat pada wakana.
wakana ingat bahwa dia adalah Gilda .
"Salam tuan, selamat datang di rumah anda." Gilda menundukkan kepalanya.
Wakana dengan cepat mencerna kejadian ini bahwa dia berada dalam game yang pernah dia mainkan.
Skill 'situation' aktif dengan sendiri membuat wakana sedikit tenang .
( Skill situation aktif level 10 )
Wakana menanyakan seperti apa rupa dirinya pada gilda .
"Seperti apa rupaku saat ini?."
Setelah bertanya Gilda menjawab langsung
"Tuan star nampak imut."
Wakana menanyakan bagaimana bentuk tubuhnya yang dulu dan sekarang.
"Bagaimana bentuk tubuhku dulu dan sekarang?."
gilda menjawab "Tuan Star yang dulu memiliki aura gelap seperti bayangan dan tuan sekarang terlihat wajah anda yang nampak seperti anak berusia 5 tahun dengan mata berwarna merah, rambut pendek berwarna biru bagaikan langit yang cerah, terlihat seperti perempuan dan laki-laki."
Mendengar penjelasan itu membuat wakana kaget bahwa dia menjadi seperti avatar yang di desain oleh kakaknya.
Wakana tidak bisa mendesain karakter miliknya, jadi kakaknya membantu dia mendesain karakternya. karakter yang terlihat seperti anak kecil berusia 5 tahun itu sebenarnya dia tidak peduli dengan karakter tersebut, karena dia berniat hanya untuk bermain saja.
Sesuatu yang membuatnya menyesal dia lupa menyetel jenis kelamin karakternya kerena terburu-buru.
Pantas saja kelamin ku ringan "Ugh...... seperti adik ku menghilang." wajah Wakana nampak syok dengan itu.
Kenyataan yang pasti dia tidak memiliki jenis kelamin "Apa ini hukuman karena tidak mendengarkan kakak?."
Kakaknya selalu bertanya apa wakana telah menyetel jenis kelaminnya, tapi wakana hanya menjawab "Nanti."
Mau tidak mau dia menerima itu, avatar yang dia gunakan bernama Star, jadi itulah kenapa Gilda menyebutnya tadi.
Wakana bangun dari kursinya dan memerintahkan Gilda untuk menyuruh penjaga lantai berkumpul.
"Baik tuan." Gilda segera berdiri dan pergi meninggalkan ruangan itu untuk memanggil penjaga lantai. mereka di sebut guardian .
Star ( Note : namanya di ganti menjadi nama avartarnya) duduk kembali di kursinya .
"Bahkan ketika aku duduk di kursi ini kaki ku tidak sampai ke bawah, bagaimana ini bisa terjadi?."
____________
__ADS_1