Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
Chapter 03 - Langkah yang di ambil


__ADS_3

Ruangan menjadi sunyi kembali hanya ada Star saja di ruangan itu, dalam pikirannya di mulai menyusun rencana, tapi sebelum itu dia harus mengetahui bagaimana dunia ini berjalan dan peraturannya itu akan lebih baik jika bertanya pada seseorang.


Star menutup mata, dia menemui Silvia yang terpenjara itu. ruangan yang tadinya begitu gelap berubah menjadi cerah ketika Star datang.


Silvia yang duduk pasrah melihat star berdiri di depannya "Tolong lepaskan aku.... ku mohon." muka Silvia pucat.


"Wah.... seorang avatarnya great goddess bisa memohon juga." Star jongkok di depan silvia dengan sedikit memiringkan kepalanya dan tersenyum kecil.


"Ya... ya aku akan memberitahu apa pun itu terutama rencana mereka." Silvia menarik baju Star.


"Ho... mereka?." Star nampak bingung dan melepaskan tangan Silvia yang memegangnya.


"rencana mereka yang menyegelmu, mereka berencana merebut Altair." Silvia.


"Merebut Altair? untuk apa bukannya mereka punya wilayah masing-masing." Star.


"Ya benar, tapi para Great angels mengatakan bahwa Altair merupakan wilayah yang indah dan subur dan sama seperti Pandora yang tidak bisa sembarangan di masuki." Silvia menjelaskan itu pada Star.


"Apa terjadi sesuatu di wilayah mereka mengapa menginginkan Altair dan apa itu Pandora ?." Star bingung dengan yang di ucapkan Silvia.


"Tidak terjadi apapun, mereka hanya ingin merebutnya saja juga mereka merasa altair adalah kota ancaman. para penghuninya saja bahkan sampai bisa menghancurkan dua dunia itu pun hanya penduduk. kejadian itu juga sama seperti dulu di mana para orang-orang dari kota Pandora menyerang." Silvia.


Pandora kota tersembunyi yang sama seperti Altair rumornya Pandora merupakan surganya Penyihir. para Penyihir dulu nya di anggap monster oleh manusia jadi mereka terasingkan karena banyaknya Penyihir yang di hina, di bunuh bahkan di fitnah melakukan hal kejam.


Membuat para Penyihir berkumpul dan berdiskusi, mereka kemudian membuat kota Pandora di mana kota ini merupakan kota tersembunyi.


Para Penyihir menyatukan kekuatan mereka untuk membuat dimensi lain dan memasang barrier kuat agar tidak ada seorang pun yang menemukan kota mereka.


Silvia kemudian bercerita bahwa penghuni dunia atas merasa kota Pandora merupakan ancaman, mereka dengan sengaja membuka paksa barrier sehingga terjadi keretakan dimensi dan barriernya rusak.


Kemudian 7 Great angels menghasut manusia melalui 7 Pahlawan agar semakin membenci Penyihir. para manusia di bohongi memanfaatkan kesempatan itu para pahlawan berjanji akan membasmi para Penyihir itu.


Para Pahlawan memakai cara licik dengan membunuh Penyihir yang masih muda dan anak-anak. melihat hal itu para Penyihir lain murka, lalu mereka membalas kembali dengan serangan yang begitu besar.


Dunia menengah hampir hancur lebur 7 Great Kindness menawarkan kesempatan perdamaian dengan di utusnya perwakilan dari ketiga dunia. perwakilan itu kemudian di namai 3 Pilar yang bertugas menjaga perdamaian dan keseimbangan dunia mereka masing masing.


Semenjak kejadian itu Kota Pandora tidak bisa di lacak keberadaannya.


"Apa apaan itu bukankah Penyihir itu manusia juga." Star.


"Mereka membenci Penyihir bukan tanpa alasan karena dulu ada Penyihir yang sangat kejam membunuh dan menculik anak-anak hingga orang orang marah dan mulai menganggap menyihir itu jelmaan monster berbentuk manusia." Silvia.


"Baiklah aku mengerti sekarang." Star mengangguk kan kepalanya.


Star menaruh tangan di dagu nya dan memiringkan kepalanya seperti sedang memikirkan sesuatu.


Dia kemudian mengurutkan kejadian itu ketika dia segel para penduduk marah dan mengacaukan dua dunia dengan begitu mudah. jadi mereka menganggap Altair sebagai ancaman dan menyuruh mata-mata masuk ke Altair, tentu nya tidak mudah masuk ke altair ini itu sebabnya mereka menyuruh para great angels mengacau untuk menarik perhatian dengan begitu mereka dengan mudah memasukkan mata-mata mereka.

__ADS_1


Altair memiliki 15 lantai di mana setiap lantai terdapat penjaga nya mereka di sebut guardian pertama jika kau datang ke altair kau harus melewati 15 lantai dulu. setelah 15 lantai selesai di taklukkan akan ada kota penduduk dan kastil altair.itu berarti 7 great angels hanya mengacau di gerbang Altair saja.


"Aku ingin tanya pada mu, kenapa mereka begitu yakin bahwa Kota Pandora itu ancaman untuk mereka?." Star.


"Karena mengukur potensi mereka kekuatan mereka semakin besar dan lagi dia berkata bahwa Pandora akan mengacau." Silvia.


Muka Star nampak jengkel "Oy, oy bukankah mereka sendiri yang membuat omongan orang itu menjadi nyata." Star berbicara di dalam hati.


"Dia itu siapa?." tanya Star.


"Dia itu pe......." duarrr tubuh Silvia langsung hancur.


"Eh... apa aku salah tanya, ya." Star kaget .


Star kemudian kembali ke ruangan pertemuan dengan teleport.


"Ada apa itu apa mereka menanamkan bom ?." Star memegang dadanya dan mengusap karena masih terkejut dengan kejadian tadi.


Seseorang membuka pintu. orang itu Gilda yang sudah membawakan orang orang atas perintah Star.


Mereka semua berlutut satu orang mengangkat kepalanya. seorang laki-laki mengangkat kepalanya "saya Mentri infrastruktur, Hector Altair menghadap atas panggilan tuan." laki-laki remaja dengan tinggi badan 161,1cm , bermata hitam cerah bagaikan warna langit malam yang berbintang dan rambut hitam dengan pakaian serba putih.


Kemudian orang di sebelah kiri juga mengangkat kepalanya "Saya Ingrid Altair wakil Mentri infrastruktur senang bertemu tuan ku." seorang perempuan sekitar umur 14 tahun kira-kira tingginya sekitar 148,6 cm fisiknya persis seperti Hector karena mereka adik kakak (saudara) hanya saja rambut Ingrid lebih panjang dan di ikat.


Orang ketiga juga mengangkat kepalanya " tuan ku yang berwajah imut dan keindahan anda bagaikan permata yang bersinar terang, saya seorang Apoteker Esmeralda Altair memberi hormat pada anda." perempuan yang seperti berusia 19 tahun. memakai kacamata, berambut ungu muda, dan mata berwarna hijau, memakai setelan kantor berwarna hitam dengan corak putih di lengannya.


Orang keempat juga mengangkat kepalanya " suatu kehormatan anda memanggil saya, seorang Karografi yaitu Grace Altair menghadap pada tuan." seorang laki-laki tinggi mempunyai rambut panjang berwarna putih, mata nya berwarna kuning cerah, dengan wajah lembut, dan jubah panjang berwarna putih dengan tudung yang di turun kan.


"Yosh, sekarang mari kita mulai pembicaraannya Hector bagaimana tentang infrastruktur? apa ada kendala tentang itu?." Star bertanya pada Hector dengan tatapan serius.


"Berjalan dengan baik tuan, Fasilitas dan lingkungan berjalan baik. kami sekarang akan memantau kembali bangunan bangunan dan jalan-jalan agar tidak ada kerusakan." Hector.


Dengan berbagai ingatan kehidupannya yang masuk Star kini mengerti cara memerintah suatu kota.


"Bagaimana dengan pembangunan yang lain ?." Star bertanya kembali.


"Semua berjalan baik, pembangunan sudah di laksanakan, resor pemandian air panas terpisah dan tempat penginapan yang menyediakan makanan juga sudah di bangun." Hector menjawab dengan rinci.


Mendengar itu membuat Star senang dan berterima kasih pada Hector "hmmmm....... baguslah itu berjalan dengan baik, terima kasih atas kerja keras mu Hector."


"Anda tidak perlu berterima kasih tuan ini adalah tugas yang tuan berikan jadi saya merasa senang dengan hal itu." Hector.


"Esmeralda aku ingin bertanya pada mu? dalam hal penyembuhan kau menggunakan apa saja." Star.


"Biasanya menggunakan pil obat untuk luka dalam, dan potion untuk luka luar saja dengan di oleskan dan membuat minuman berenergi untuk menambah energi." Esmeralda.


"Berwarna apa potion nya?." Star.

__ADS_1


"Hm.. itu tergantung tingkat lukanya, semakin dalam semakin gelap warna nya." Esmeralda.


"Gelap ?." muka Star nampak bingung.


Esmeralda menjawab "jika, luka ringan potion yang di gunakan berwarna kuning dan kalau luka berat menggunakan potion hitam."


Berpikir tentang hal itu berarti esmeralda yang tau tentang potion berasal dari settingan Star.


Di worldverse tidak ada yang namanya potion. beberapa orang juga berkomentar tentang hal itu tetapi pihak Developer tidak memberikan kepastian. kemudian setelah banyak yang komplain membuat Developer memperbaiki gamenya. potion di ganti dengan healing medicine "itu cukup memalukan ketika aku bilang ingin beli potion tetapi NPC tidak tahu dan bingung bukan kah potion di buat oleh


Penyihir pantas saja sih kalau tidak ada ah, sebenarnya game apa sih yang ku mainkan ini." Star bergumam.


"Kami juga akan berusaha mengembang kan variasi obat baru dan memperbaiki takaran obat nya." Esmeralda.


"Apa klinik dan farmasi berjalan dengan baik?."


".iya .... Farmasi mencari terobosan baru lagi tentang obat dan kami akan membuat obat dari resep mereka." Esmeralda.


Sebenarnya Star hanya membuat apoteker saja akan tetapi beban pekerjaan akan lebih baik di bagi menjadi dua. karena itu Farmasi yang menyusun resep obatnya dan Apoteker yang membuatnya.


"Baiklah itu bagus esmeralda kau berusaha keras pada tugas mu !." Star.


"Terima kasih atas pujiannya, tuan."


Star menyuruh Fi untuk mengumpulkan informasi "Fi segera suruh bawahan mu untuk menyamar dan mencari informasi di dunia bawah dan menengah, kalau ketauhan oleh seseorang bunuh saja oke jangan buat repot."


Fi menjawab dengan menundukkan badan nya "baik tuan."


"Mohon maaf jika saya lancang, untuk apa informasi itu tuan?." Ingrid bertanya pada star


"Kita perlu tau bagaimana kedua dunia itu bekerja, peraturan mereka, gaya hidup mereka, dan sikap mereka." Star berusaha menjelaskan itu.


"Apa tuan ingin menguasai dua dunia itu ?." esmeralda bertanya.


"Tidak, hanya saja membuat persiapan bukanlah hal yang salahkan dan juga kita bisa saja menyerang dua dunia itu tapi dunia begitu luas. kita tidak tau apakah ada orang yang benar-benar kuat di dunia itu, lagi pula itu terlalu beresiko." dengan wajah serius Star menjelaskan itu.


"Benar, jika di pertimbangan kan kembali kita belum tau seluk beluk kedua dunia itu jadi bertindak diam diam merupakan keputusan bagus." Hector.


"Kita tidak tau mahkluk apa saja yang ada di dunia itu." Esmeralda.


"Tuan memang bijaksana sampai memikirkan hal itu benar-benar hebat." Ingrid memuji Star.


Ekspresi Star nampak biasa saja tapi tidak dengan hatinya sebenarnya dia tidak mau repot "yang singkat kata lebih baik diam-diam melakukannya daripada asal terobos saja." dalam pikirnya.


Star tidak lupa juga meminta Fi membawakan peta "Fi, jangan lupa mendapatkan peta di setiap wilayah dan berikan pada Grace biarkan dia yang menyusun petanya, kita perlu tau wilayah apa saja yang ada di dua dunia itu."


"Baik tuan." Fi segera menghilang dan menjalankan tugas.

__ADS_1


Star menyuruh mereka pergi karena diskusi sudah selesai "silahkan pergi dan kerjakan tugas kalian !."


Orang-orang itu menunduk memberi hormat dan kembali menjalankan tugas mereka.


__ADS_2