
Fi menyeret wanita yang bertarung dengan Star itu ke arah Gilda yang berada tidak jauh dari pintu keluar kastil.
"Tuan memerintahkan ku untuk memberikan wanita ini padamu." ucap Fi yang memberikan tali pada Gilda.
Kebetulan Red sedang berada bersama Gilda entah karena apa "He..... menyeret wanita seperti itu sungguh kasar sekali perlakuanmu Fi." ujar Red.
Fi tidak membalas ucapan Red. dia malah langsung pergi menghilang secepatnya seperti asap.
"Seperti biasa, dia selalu menghilang secepat itu." Red mengangkat wanita itu dan pergi ke ruangan Arata.
"Dudrakkk."
Suara dobrakan pintu yang di tendang Red terdengar begitu keras hingga membuat Arata terkejut.
"Hei, Red jangan membuka pintu seperti itu !." Arata mengkerutkan wajahnya dengan kesal.
"Maaf, maaf." Red meletakan wanita itu di kursi.
"Ya, silahkan kau pergi karena aku akan menjalankan tugas !." Arata mengusir Red.
"Kau ini wanita yang kasar ya Arata." Red berdiri di belakang Gilda.
"Kalau begitu silahkan jalankan perintah tuan Star !." Gilda berbalik dan berjalan keluar ruangan dengan Red.
Lio datang dengan tergesa-gesa masuk ke ruangan Arata "Maaf, kakak aku terlambat." dengan wajah berkeringat karena berlari.
"Tidak apa-apa kalau begitu mari mulai menggali informasi darinya. cih, menyebalkan banget wajahnya itu ingin ku rusak saja." Arata mengambil gelas yang berisi air.
wanita itu telah di ikat oleh Lio "Apa kau mengikatnya dengan benar Lio?." tanya Arata .
"Tentu kakak." jawab Lio yang berada di samping wanita itu.
"Ya, adik laki-laki ku memang bisa di andalkan." ujar Arata.
Arata memiliki penampilan yang menawan dengan wajah polos seperti tuan putri yang lemah, tapi wajah polos itu memiliki sifat kejam tanpa ampun apa lagi jika menyangkut tuannya.
meski begitu Arata sangat membenci wanita yang cantik karena menurutnya itu menyebalkan meski dia sendiri berparas cantik.
Kecuali, wanita yang berada di altair karena Arata menganggap mereka rekannya. tidak pantas untuk membenci ciptaan tuannya sendiri.
Lio adik dari Arata. dia anak laki laki yang penurut dan riang, berbeda dengan kakaknya yang kejam Lio masih punya belas kasih terhadap lawannya jika tidak menyinggung tuannya.
__ADS_1
"Brushhhh."
Gelas itu sengaja di tumpahkan Arata pada wanita yang masih belum sadar hingga wanita itu basah kuyup terkena semburan air dari gelas yang di pegang Arata.
Mata wanita itu perlahan terbuka hanya pandangan kabur yang terlihat kemudian wanita itu mengedipkan mata beberapa kali hingga penglihatannya membaik.
"Oh, serangga kecil sudah bangun rupanya." Arata meletakan gelas di meja.
"Sialan, kau berani menyiramku." wajah wanita itu kesal.
"Hah?." Arata menatap dingin pada wanita itu.
"Dimana ini kenapa aku berada di sini?." tanya wanita itu .
"Terlalu banyak omong, kau cukup jawab pertanyaanku saja wanita bodoh !." Arata tersenyum gila.
Entah penyiksaan apa yang di gunakan nya. Arata berhasil mendapatkan informasi kecil dari wanita dan mengirimkannya pada Star.
"kring."
Sebuah pesan pemberitahuan muncul di layar tepat di depan Star. Star segera membaca pesan yang di kirim Arata itu.
[Wanita itu bernama Ratu Iyu, dia avatar dari Dewi hukum]
"Aku akan ke ruangan Arata untuk memeriksa wanita itu." ujar Star.
Star bangun dari kursi dan menuruni tangga di ikuti Kiana tapi saat Star membuka pintu tiba-tiba saja dia berbalik.
"Kiana, tolong tangani laporan yang di berikan Fi selama mengintai kerajaan dan wilayah !." perintah Star.
"Ba.... baik tuan." wajah Kiana murung karena tidak bisa ikut Star.
Para penjaga menatap satu sama lain dengan herannya karena Kiana yang terlihat aneh yang terus mengoceh tanpa henti tapi tidak terdengar jelas oleh mereka.
"Krietttt."
Suara pintu yang terbuka kerena di dorong Star secara perlahan. Star memasuki ruangan Arata yang terlihat biasa saja akan tetapi begitu rapih dan bersih.
Berbeda dengan pekerjaannya yang mengeksekusi dan menyiksa, Arata sangat sensitif jika mengenai ruangan di mana Ia akan bekerja seharian di tempat itu jadi Arata tetap memastikan agar ruangan itu terlihat rapih dan tidak berantakan terkadang dia di bantu juga oleh Lio adik nya untuk menyusun buku yang telah terpakai untuk di simpan kembali di tempatnya.
"Salam tuan Star, senang bertemu anda." wajah Arata sangat bahagia melihat Star.
__ADS_1
"Salam tuan." salam singkat dari Lio.
"Terima kasih untuk kalian berdua aku sangat senang." Star berjalan menuju mereka.
Suasana hati Arata sangat bahagia sampai tidak bisa di ungkapkan saking senangnya. Lio juga senang tapi perasaan senang yang di rasakan Arata sangat besar sebagai wanita karena dia mencintai Star.
"Kau?." Iyu menatap pada Star.
"Oh.... sudah ingat ya." Star juga menatap Iyu.
"Bagaimana bisa kau lepas dari segel." Iyu menggigit bibirnya.
"Kesal kah?oh tentu saja bakal kesal jangan khawatir koneksi mu dengan Dewi itu telah terputus secara otomatis oleh penghalang kuat." ucap Star yang berdiri di depan Iyu.
"Gila, bagaimana bisa tidak itu tidak mungkin tapi kenapa bisa pasti ada efeknya kan walaupun kecil." Iyu terlihat panik.
"Hei, santai saja cerewet." Star berusaha menahan amarah karena suara Iyu sangat berisik.
"Kenapa begini, Ah Dia pasti sudah tau. tapi kenapa masih belum bergerak masa Dia juga tidak tau." Iyu keceplosan memanggil kata Dia.
"Dia? siapa itu?." Star merasa pernah mendengar itu.
"Dia itu adalah......"
'Duarrrrrrrr'
Tubuh Iyu meledak tanpa sisa dan hanya tercium bau gosong saja oleh mereka bertiga.
"Eh? kenapa meledak?" Lio dengan polos bicara begitu.
Seperti avatar sebelumnya ternyata. Apa Dewi itu menanamkan kutukan larangan pikir Star.
Kutukan larangan bukanlah skill sembarangan yang bisa di pakai begitu saja. skill ini memerlukan kapasitas energi yang sangat besar dan hanya bisa membuat satu larangan saja karena satu kali di pakai saja cukup menguras banyak energi sehingga si pengguna akan lemah dan mudah untuk di bunuh. mengumpulkan energi pun harus berhari-hari setelah di pakai.
Di game worldverse skill ini sangat langka dan hampir tidak bisa di pakai. pernah ada pemain yang mencoba, lalu hasilnya dia mati dan kembali ke level 1 padahal levelnya sudah 30 jadi tidak ada siapa pun yang ingin mati konyol karena mencoba itu.
Benar Star juga tidak bisa menggunakan skill ini karena kekuatannya masih tersegel oleh sesuatu seperti dinding yang tinggi dan kuat.
Jadi saat ini kekuatannya hanya 10% dari 100%. Star menyadari itu saat dia membangkitkan orang.
Ternyata tidak semua orang yang bisa dia bangkitkan dari kematian hanya orang yang memiliki energi lemah saja.
__ADS_1
Jika memaksakan diri, maka akan berakibat pada tubuh sehingga muntah darah. tubuh akan terluka dan jalur energi akan rusak begitulah yang di beritahukan layar skill pemberitahuannya.