Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
Chapter 10 - Membangun desa untuk dark elf


__ADS_3

Semua berjalan baik, dengan di bangunnya rumah dark elf menggunakan skill strong house. Skill milik Oliver yang bisa membuat rumah dengan sekejap. sebenarnya skill ini milik Hector dan wakilnya Ingrid.


Star sengaja meminjam skill ini dari Hector dan memindahkan nya ke Oliver. walau pun Star juga bisa menggunakan skill ini, tapi ia tidak mau menunjukan kekuatannya dulu.


Setidaknya sekarang mereka punya tempat berlindung dari gelapnya malam dan mahluk buas yang sewaktu waktu bisa menerkam.


Selanjutnya bagaimana tentang produksi hutan ini? hutan yang lebat di tutupi pepohonan tinggi menjulang ini.


Buah-buah, sayuran, dan sumber mata air telah ada di hutan ini hewan yang tadinya ganas pun berubah norma seperti kelinci, kancil, burung dan lain nya. tentunya hewan seperti serigala dan hewan carnivora lainnya Star tidak tau.


Kini tempat itu memiliki penduduk yaitu para dark elf, mereka sangat rajin membantu membersihkan area sekitar. ini lebih bagus bahwa mereka sangat rajin dan bergerak sendiri tanpa perintah.


Bangunan-bangunan berjajar rapih, jalan jalan kecil yang di aspal menggunakan skill road shaper juga sudah selesai di buat.


Dengan memperhitungkan skala pembangunan yang signifikan akhirnya sebuah desa sederhana, tidak menurut Star ini bukan sederhana.


Ini terlalu indah seperti kota fantasi yang di baca Star di dalam buku akhirnya selesai dengan cepat menggunakan sihir, Star berpikir sihir itu luar biasa.


"Tidak di sangka selesai dengan cepat ya." Star melihat ke sekeliling.


Oliver berbicara dengan nada bangga "Tentu saja tuan."


Star berpikir untuk memuji Oliver karena ia sudah bekerja untuk nya "Oliver, terima kasih ya, kau memang hebat." Star mengucapkan dengan tersenyum.


Oliver langsung memegang dada nya, ia merasa jantung nya akan meledak saat melihat senyum tuannya yang memujinya "Agh, imut, imut, imut tahan oliver kau harus bersikap professional di depan tuan mu." dalam hatinya.


"Ya ampun, saya rasa Oliver memang sudah bekerja keras tuan." Kiana tersenyum licik seperti sedang merencanakan sesuatu.


Melihat itu membuat Oliver takut dengan apa yang akan di rencanakan Kiana "Ugh, apa yang di rencanakan tukang ngomel ini." Oliver menatap dengan mata curiga.


Kiana melanjutkan perkataannya "Jadi bukan kah bagus kalau dia mengatur perkembangan desa ini walau pun itu bukan tugasnya." ucap Kiana tersenyum licik.


"Oh benar juga, baiklah Oliver jaga desa ini dan kembangkan fasilitas dan kebutuhannya, aku harap kau bisa menjalankannya dengan baik." ucap Star.


"Baik tuan." Oliver menundukkan kepalanya.


Kiana mengucapkan sesuatu di dalam hatinya "bagus, tenanglah di sini wahai pengacau setidaknya kau mengurangi beban pekerjaan ku, karena selalu membuat kacau dan rusuh di Altair yang indah milik tuan ku." dalam hatinya Kiana terlihat puas.


"Sudah ku duga kau merencanakan sesuatu tukang ngomel." batin Oliver terus mengoceh.


Orion sedang berdiskusi dengan tetua dan beberapa pemuda dark elf tentang mengantisipasi jika terjadi sebuah penyerangan dan masalah pembagian kebutuhan, juga penerapan aturan.


Waktu makan siang telah tiba, food delivery unit mengantar makanan menggunakan portal yang terhubung langsung dari Altair.


Mahluk yang seperti ubur ubur dengan tentakel yang runcing layaknya mesin capit boneka.


Tentakel itu adalah tangan mereka yang berfungsi untuk memegang sesuatu yang berat melebihi kapasitas berat badan mereka dan juga mereka keluar dari hasil event gacha.

__ADS_1


( Food delivery unit level 30 berfokus hanya untuk mengantar makanan karena tidak tau mau di apakan oleh Star dan namanya juga di beri ngasal olehnya.)


Dark elf duduk di tikar yang mereka gerai di bawah, sebenarnya ada juga meja makan yang sudah di sediakan hanya saja mereka belum terbiasa dengan itu.


Mereka berkumpul melingkar dengan makanan di tengah nya, bermacam macam makanan di sajikan oleh food delivery unit satu persatu.


Makanan yang belum pernah mereka lihat , makanan yang nampak asing di mata mereka.


para dark elf saling menatap satu sama lain karena heran.


Aroma makanan itu sangat enak dan menggugah selera, ada daging yang di lapisi terigu renyah dan garing, nasi yang berwarna kuning dengan aroma bumbu yang wangi, salmon yang di buat sushi, acar sayur dan masih banyak lagi.


"Kayaknya banyak deh." ucap Star dalam hatinya.


Mereka mengambil makanan dan menaruh di piring terpisah, juga segelas air yang ada. terlihat suasana yang begitu canggung karena malu dan heran.


"Ibu ini bentuk nya seperti gunung ya." ucap salah satu seorang anak yang memegang sushi.


"Ma...maaf kan saya karena anak ini hanya penasaran saja." ucap ibunya.


"Santai saja, silahkan di makan." ucap Star.


Dengan wajah bahagia mereka melahap makanan ke mulut mereka dengan pelan untuk merasakan rasa nya. wajah mereka terlihat kagum pada makanan itu.


Mungkin dalam pikiran mereka makanan apa itu? kenapa bisa seenak ini?.


Amat di sayangkan Star hanya bisa melihat mereka di kasur rumah sakit nya dan tidak bisa makan bersama karena tubuhnya yang sedang dalam perawatan.


Ia juga tidak boleh sembarangan makan jadi selama sakit makannya hanya bubur dan cairan infus saja, jika menanyakan tentang rasanya Star juga tidak tau rasa apa itu.


Cairan infus tentu saja itu wajib baginya karena tubuh yang begitu lemah dan saki-sakitan, tapi ia bosan karena terus memakan bubur sampai sampai kakaknya membawakan buku gambar makanan agar ia dapat membayangkan sedang memakan makanan itu.


Dan saat ini Star akhirnya bisa memakan makanan impiannya itu, oleh sebab itu saat ia makan star selalu berekspresi senang saat melahap makan itu ke mulut tentu ia tidak sadar akan hal itu.


Star mendekati para dark elf dan duduk bersama mereka membuat para dark elf tercengang dan terkejut.


"Saya akan mengambil kan kursi untuk anda." seorang pemuda berdiri dari duduknya .


"Eh, kenapa? aku kan ingin makan juga bersama kalian apa aku menganggu ya." wajah Star terlihat bingung.


"Tidak, tidak bagaimana bisa tuan yang begitu mulia ini bisa makan bersama kami yang rendah ini." ucap pemuda itu.


"Siapa yang rendah? kalian kan penduduk ku berarti tanggung jawab ku dengan menganggap diri kalian rendah berarti kalian juga telah menganggap aku rendah, aku hanya ingin akrab saja dengan kalian." Star tertunduk murung.


Wajah Kiana menjadi kesal melihat tuan nya berekspresi seperti itu dan hampir saja aura kekuatan nya bocor keluar.


Tetua merasakan tatapan mematikan dari Kiana, ia merasa merinding "Kami tidak tau anda ingin akrab dengan kami kerena selama ini kami selalu di anggap mahluk rendahan oleh manusia dan ras lain nya yang membuat kami yakin bahwa kami memang mahluk rendah." ucap Tetua.

__ADS_1


Iru menatap Star dengan tatapan serius "Benar, kenapa anda membantu kami yang begitu lemah ini? siapa anda ini? sampai bisa menghilangkan kutukan hutan dan memasang ilusi dan anda juga berusaha ingin akrab dengan kami, betapa bodohnya aku tidak menyadari bahwa sekuat apa pun ia tetap seorang anak kecil yang polos yang hanya ingin memiliki hubungan baik dengan kami." pikir Iru.


Iru bergeser mendekati Star dan menawarkan makanan nya "Tuan Star, maukah anda berbagai makanan dengan ku." ucap Iru.


Star yang melihat Iru tersenyum dan menawarkan makanan padanya membuat ia merasa mempunyai teman " iya, mari kita bertukar makanan Iru" ucap Star dengan bahagianya.


Adik Iru pun mendekati Star " kakak aku juga ingin menawarkan makanan ini pada tuan Star " ucapnya.


"Tidak perlu memanggil tuan, cukup kakak saja juga tidak apa-apa." ujar Star.


Adiknya Iru tersenyum pada star "kakak Star." ia mengucapkan dengan wajah yang polos.


star tersenyum pada adik nya Iru dan berbicara "Siapa nama mu?." tanya nya.


"Ira." jawab singkat adiknya Iru.


"Nama yang bagus" tersenyum Star pada Ira


"Ira jaga sopan santun mu" seseorang wanita berbicara dengan nada halus dan lembut .


"Tidak apa-apa." jawab Star pada seorang wanita itu.


"Mohon maafkan saya, perkenalkan nama saya Irey ibu dari Iru dan Ira." ucap wanita itu.


Wajah Star berusaha menahan apa yang ada di dalam hatinya "Namanya agak kembar ya, apa ia males ngasih nama ? jangan jangan ayah nya juga nama nya Iroy?." ucap hatinya.


Padahal Star juga tidak berkaca diri bahwa dirinya sama yang ngasal menamai. tentunya ia berasa nama yang ia berikan sangat keren dan bangga.


"Baiklah, mari kita makan" ucap Star yang memakan makanannya.


Eskpresinya seperti biasa saat ia makan membuat dark elf lain melongo dan terkejut.


"Fuhuhu.... ternyata seorang anak tetaplah seorang anak ya." ujar Tetua tersenyum .


Kiana dan Orion tidak bisa makan bersama karena harus menggambar peta lokasi hutan dan penerapan aturan.


Kiana menggigit pakaian nya karena merasa kesal tidak bisa ikut makan dengan tuannya.


"Ada apa kiana?." tanya Orion.


"Tidak apa apa." ucap Kiana.


"Wanita memang susah di pahami ya." ujar Orion dengan nada bicara pelan.


"Ada apa Orion?." tanya Kiana yang tidak jelas mendengar perkataan Orion.


"Hmmm..... tidak apa apa, sebaiknya kita melanjutkan tugas kita." ucap Orion yang sedang menggambar peta.

__ADS_1


__ADS_2