Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
Chapter 12 -Melawan pasukan monster


__ADS_3

Berbicara mengenai masalah pahlawan Star dan dua bawahan mulai berdiskusi di ruangan kerjanya.


Pada saat bersamaan sebuah kabar di sampaikan Fi pada star bahwa beberapa jarak dari hutan kutukan terdapat pasukan tawon yang sedang menuju ke hutan itu.


Star melihat dengan skill nya itu dan benar saja pasukan yang jumlahnya tidak sedikit itu sedang menuju ke hutan.


"Apa kau melihat nya Orion." tanya Star.


"Ya, tuan saya melihat nya." jawab Orion.


"Jadi harus kita apa kan mereka sebaiknya?." tanya Star.


"Sebaiknya kita amati dulu pasukan itu lagipula para dark elf telah di latih jadi mereka bisa mempertahankan desa." ucap Orion dengan nada tenang.


"Baiklah." Star mengerti jika Orion menjawab seperti itu ia pasti punya rencana lain.


Oliver di beritahukan oleh bawahan nya bahwa desa akan di serang oleh pasukan tawon.


Oliver yang masih dengan tumpukan kertas bejibun itu langsung pergi dari ruangannya.


"Mereka ada-ada saja" Oliver mengoceh terus.


"Berapa pasukan yang ada?" tanya Oliver.


"Mereka sekitar seribu pasukan" jawab bawahan nya itu.


"Baiklah siap kan pasukan yang sudah terlatih!." titah Oliver.


"Baik, nona." jawab bawahan nya.


Alarm darurat segera berbunyi menandakan ada nya penyerangan. mereka secara cepat melakukan persiapan sejumlah dua ratus pasukan elf segera di kerahkan menuju ke lapangan.


Oliver memberitahukan bahwa Red akan mengatur rencana pertahanan desa.


Red yang berdiri di depan pasukan yang sudah di lengkapi senjata itu segera memberi panduan "Dengar semua sekarang desa ini akan di serang jadi kalian harus bertempur melawan mereka." ucap Red berteriak.


Salah satu dark elf bertanya "bukan kah hutan ini sudah di lindungi dengan ilusi."


"Benar, tapi jika mereka memaksa masuk berarti mereka sudah siap mati mungkin mereka sedang mencari tempat tinggal." jawab Red.


Tawon adalah spesies serangga yang menyerang dengan alat penyengat di ekornya.


tentu yang paling kuat dan melindungi ratunya adalah Tawon perempuan.


Red segera menempatkan para pemanah untuk naik ke atas pohon sekitar 60 pemanah yang ada.

__ADS_1


Dan sisa nya akan berperang menggunakan pedang dengan jarah dekat dan sihir dengan jarak jauh.


Star melihat semua itu di layar nya. ia memerhatikan langkah yang di ambil Red dengan penuh pertimbangan.


Layar itu juga menyoroti pasukan tawon dengan seorang perempuan memiliki sayap seperti Tawon sedang memegang senjata.


"Bentuknya seperti manusia, ku pikir bentuk nya kaya tawon." ungkap Star.


"Mereka seperti serigala yang selalu berkawanan." ujar Kiana.


"Harus nya lebah yang ada itu pasti akan menguntungkan kenapa harus Tawon." ucap Star.


"Apa kita bakar saja mereka dengan meteor tuan." ucap Kiana.


"Tidak, tidak jangan biarkan para dark elf saja yang melawan nya." Star nampak terkejut dengan ucapan Kiana.


Justru bagi nya akan mengerikan jika membakar Tawon itu dalam bentuk seperti itu.


"Maaf kan saya tuan." Kiana meminta maaf pada Star.


"Akan bagus jika mereka tinggal bersama dengan dark elf." ucap Star.


Pasukan Tawon segera mendekati hutan terlihat juga pasukan yang berada di hutan itu.


Kedua pasukan saling berhadapan, seseorang maju ke depan pasukan dark elf "Kami ke sini hanya ingin menempati hutan ini." ucap Tawon itu.


"Tidak, kami akan merebut hutan ini karena ingin menguasai hutan dan sumber dayanya." ucap Tawon itu.


"Ayolah, serakah sekali kalian lagipula makanan di sini kan beracun." Red berbohong pada mereka.


"Kami tidak peduli tentang itu, semuanya seraanggg." ucap Tawon itu.


Pasukan Tawon segera maju menyerang sebaliknya pasukan Red malah mundur ke dalam hutan.


Pasukan tawon mengejar mereka ke dalam hutan, tanpa mereka sadari hantaman anak panah menusuk di belakang punggung mereka .


Hujan anak panah membuat pasukan berkurang banyak dan pasukan Red segera menyerang balik mereka.


Karena berkurang membuat kedua pasukan jumlah nya imbang. mereka bertempur di hutan .


Pedang beradu dengan alat penyengat mereka "srang." suara benturannya begitu nyaring terdengar.


Sihir juga menyerang para Tawon dari jarak jauh pemandangan yang begitu meriah terlihat.


yang terluka langsung di heal oleh sihir dari jarak jauh juga.

__ADS_1


Red bertemu dengan pemimpin Tawon itu yang di sebut ratu.


Memakai mahkota emas, berparas cantik dengan pakaian layak nya ratu. mata orange yang cerah dan rambut orange panjang lurus.


"Seperti nya kau Ratu nya." tebak Red.


"benar." jawab Ratu itu .


Red langsung menyerang nya dengan pedang. mereka berdua berkelahi cukup sengit. tanah yang terkena pedang red mulai retak dan batu mulai hancur.


Debu di sekitar mereka mulai berhamburan karena angin dari tebasan pedang yang begitu cepat. percikan api muncul ketika alat penyengat dan pedang itu bersentuhan.


Red terus menghunuskan pedang nya dan ratu itu juga menahan dengan alat penyengat nya.


Alat penyengat tak mampu menembus armor yang di pakai Red. ratu itu cukup terkejut ia segera mengincar pundak Red.


Saat akan berhasil seseorang menembak alat penyengat nya hingga putus. ia tidak lain adalah sniper dengan senjata di tangannya.


"Terima kasih sniper" ucap Red.


Sniper hanya mengangguk mendengar ucapan terima kasih Red. Red segera mengucapkan mantra "Aku knight yang tercipta atas kehendak tuan ku, Red nama ku meminjam kekuatan cahaya, berkumpul dan hapuskan kegelapan." setelah red mengucapkan kata itu pedang nya bersinar terang layaknya sebuah lampu.


Red dengan cepat menusuk tepat di perut ratu itu. perutnya berasap seperti terkena api.


Ratu itu menjerit kesakitan dan "bruagrhhh." dia meledak.


Hanya menyisakan kalung emas di tanah, Red segera mengambilnya untuk di berikan pada Oliver agar di teliti.


Penyerangan tidak sampai di situ terlihat sejumlah pasukan monster di luar hutan seperti Goblin, Orc, Lizarmen dan banyak lagi.


"Oy, oy yang benar saja kita benar-benar akan di bantai kalau begini." keluh Red.


Oliver yang sedang minum teh langsung tersentak mendengar laporan itu dari bawahan nya "A.. a apa pasukan monster."


"Benar nona." ucap bawahannya itu.


"Baiklah kalau begini sih aku harus turun tangan." Oliver segera pergi keluar.


Ketika sampai Oliver melihat kedua pasukan telah bertempur sengit di luar hutan "Aduh, kalau begini desa sekitar dan gunung bisa hancur." ucap Oliver yang langsung memasang pelindung di tempat itu.


Oliver mendapatkan pesan dari Star "Bereskan saja tempat ini yang lain biar ku urus." isi pesan itu.


Oliver segera mengeluarkan skill "Shadow mud." di sekitar pasukan monster.


Skill yang akan menghisap lawan seperti lumpur menggunakan bayangan.

__ADS_1


Oliver melihat seseorang berjubah hitam dari arah kejauhan. segera Oliver mengejar orang itu dengan berteleport


__ADS_2