
Star dan Nicles telah masuk ke daerah kekuasan Kerajaan Pahlawan Star juga menutupi wajahnya dengan jubah agar tidak menarik perhatian. mereka berdua memutuskan untuk berjalan jalan sebentar dan melihat barang jualan di sana.
Pasar sangat ramai di sana terlihat pembeli yang membeli barang pada Penjual, makanan di sana juga banyak di jual.
Star berjalan jalan mengelilingi pasar itu dengan Nicles, aroma wangi dari sebuah kedai tak jauh dari situ membuat Star menghampiri kedai itu.
Star tidak dapat melihat makanannya di karenakan meja yang lebih tinggi daripada dirinya membuat ia berjinjit melompat berusaha melihat makanan yang terletak di meja.
Nicles yang melihat itu mengangkat star agar Star dapat melihat nya "Permisi tuan biar saya membantu anda." Nicles mengangkat Star dan menghadapkan ke meja.
Jadi sekarang Star dapat melihat makanan yang terletak di meja itu, aroma wangi makanan itu membuat Star merasa lapar.
"Ya ampun nak, tubuh mu kecil sekali." ucap Bibi pemiliki kedai itu.
"Ugh, ini apa." Star menunjuk ke salah satu makanan.
"Sate kelinci hutan, kau mau nak harga nya empat koin perak." ucap Bibi itu.
"Bukankah itu terlalu mahal." Nicles tau harga pasar di sana.
"Akhir-akhir ini banyak monster liar yang berkeliaran membuat pemburu banyak yang terluka ketika berburu di hutan belum lagi ada sekelompok bandit yang sering mencuri hasil buruan jadi harga daging menjadi naik." ujar Bibi itu.
"Tolong sepuluh sate kelinci." Star membelinya.
"Baiklah." Bibi itu membungkuskan satenya.
Star memberikan 40 koin perak pada bibi itu "Terima kasih nak, lain kali jangan lupa datang lagi." ucap Bibi itu yang menghitung koin dari Star.
Mereka melanjutkan berkeliling pasar dengan Star yang memegang sate kelinci dan memakannya dengan ekspresi senang "Hmmmm enaak." ucap Star yang menghabiskan satu tusuk sate itu.
"Benar kah tuan, tapi tidak apa apa kah membeli sebanyak itu bukannya terlalu mahal harga nya." kata Nicles.
"Harga segini masih terbilang murah karena di altair satu tusuk sate harganya sepuluh koin perak." ujar Star yang menyantap sate itu.
Nicles terkejut dengan harga yang disebutkan star karena baginya nya harga sate di kerajaan ini saja cukup mahal.
"Mahalnya" ucap Nicles dengan nada kaget.
"Hmm.... itu masih terjangkau loh soal nya orang-orang altair pada kerja dan mendapatkan gaji yang besar mereka juga menginap di penginapan secara gratis jadi biaya makan bukan lah masalah di sana harga segitu bisa di beli oleh uang jajan anak-anak." ungkap Star.
Di Altair semua penduduk di wajib kan untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka jadi, jika mereka tidak bekerja mereka tidak akan mendapatkan uang untuk makan.
Para penduduk bekerja dengan pekerjaan yang sudah di siap kan star seperti menjahit, bertani, menjadi tentara, membuat produk, membuat barang kebutuhan, dan banyak lagi.
Anak-anak juga di wajib kan sekolah, mereka bersekolah selama 4 jam saja agar mendapatkan ilmu untuk setidaknya bisa membaca dan berhitung.
Di Altair juga damai mereka hidup dengan ramah menyapa satu sama lain dan hormat pada orang yang di beri jabatan oleh Star.
"Begitu ya" ucap Nicles.
"Apa kau mau" star menawarkan sate kelinci pada Nicles.
"Tidak, tidak bagaimana saya bisa menerima itu." jawab Nicles yang berusaha menolaknya.
"Ayolah, ini hanya sate tidak masalahkan kalau mencobanya satu saja." Star memaksa.
"Baik tuan." Nicles mengambil sate dari tangan Star.
__ADS_1
Wajah Nicles menandakan bahwa sate itu enak Star tertawa melihat Nicles yang berusaha menolaknya .
Tiba-tiba saja seorang anak laki-laki berpakaian lusuh menabrak Star membuat makanannya hampir saja terjatuh.
Anak itu langsung lari meninggalkan sesuatu yang terjatuh ke tanah. Nicles langsung meminta izin untuk mengejar anak itu .
Nicles mengejarnya meninggalkan Star seorang diri di sana saat dia sedang asik asiknya makan segerombolan orang berlari ke arah nya membuat Star bingung jadi ia tetap berjalan santai.
Orang-orang itu mengepung nya, terdengar juga seorang pria dewasa bicara "Mau kemana kau pencuri." ucap Pria itu.
"Pencuri ?." Star bingung kenapa mereka menyebutnya pencuri.
"Lihat dia rakus sekali membawa dua bungkus makanan." ujar Pria itu.
Star melihat ke bawah bungkus yang terjatuh itu ternyata makanan star menoleh ke arah pria tadi yang berbicara "kalau begitu ambil saja." ucap Star.
"Apa? berani sekali kau bocah." Pria itu hendak melayangkan tamparan pada Star.
Dengan cepat Star menusuk tangan pria itu dengan tusuk sate yang ia pegang di tangannya membuat orang-orang di sekitar melihatnya.
"Huahhh." teriak kesakitan Pria itu yang memegang tangannya .
Tusuk sate itu tidak bisa di cabut dari tangan Pria itu membuat nya berguling di tanah kesakitan.
"Beraninya memakai tusuk sate." ujar Pria lain.
Star melihat ke arah pria yang berbicara "kalian juga berani nya keroyokan." ucapnya.
Membuat orang -orang itu tersentak kaget lalu Pria tadi berbicara lagi "Jangan dengarkan anak itu mari kita hajar saja dia." ucap Pria itu.
Sekitar enam pemuda mengepung Star yang bersiap menghajarnya. orang-orang di sekeliling yang melihat hanya bisa diam tidak membantu seorang anak yang di keroyok itu wajah mereka malah ketakutan.
Star melempar satu persatu tusuk sate kepada mereka. dengan cepat tusuk sate itu menusuk tangan mereka membuat mereka terjatuh.
Darah mengalir dari tangan mereka membuat mereka berteriak kesakitan lagi-lagi orang-orang di sana hanya melihat kejadian itu.
Bibi pemilik kedai tadi datang ke sana "Ya ampun mereka kenapa? apa kau baik-baik saja nak." tanya Bibi itu.
"Iya, mereka tadi menuduh ku mencuri makanan ini padahal aku kan membeli nya." ujar Star.
"Benar yang di katakan anak ini dia membeli makanan dari ku baru saja, dan yang mencuri bukan anak ini kalian salah sangka padanya." bibi itu meminta maaf pada Star.
"Tidak apa apa lain kali jangan asal hajar saja kasihan orang tidak bersalah yang kalian tuduh." ucap Star yang melanjutkan perjalanannya.
Star juga melempar kantong koin untuk membayar biaya pengobatan mereka ke arah mereka.
Nicles kembali pada Star, dia bilang anak itu masuk ke dalam bangunan yang lusuh.
"Nicles tolong kembali ke kedai tadi lalu beli sekitar 50 sate kelinci." Star membeli sekantong koin.
"Baik tuan." dengan cepat Nicles berlari.
Tak lama Nicles kembali ke tempat Star menunggu nya, mereka berdua berjalan menuju kediaman anak itu.
Star mengarahkan jari nya pada kantong berisi makanan yang di pegang Nicles itu. seketika kantong itu menghilang dari tangan Nicles.
"Sihir penyimpanan ?." tanya Nicles.
__ADS_1
"Bisa di bilang begitu." jawab Star.
Bangunan itu nampak lusuh dan tidak terawat
Nicles mengetuk pintu itu seorang pria keluar membuka pintu "ada apa?." tanya orang itu.
Nicles sekilas melihat anak itu terbaring dengan luka memar di tangan dan kakinya "anak anda menjatuhkan ini." ucap Nicles memberikan kantong makanan itu.
"Baiklah, silahkan pergi dari sini." Pria itu mengusir mereka dan segera menutup pintunya.
"Apa apaan orang itu." Nicles kesal .
"Tidak apa apa Nicles ayo kita pergi mencari penginapan." ajak Star pada Nicles.
Mereka berdua pergi dari situ mencari penginapan terlihat sebuah penginapan sederhana.
Mereka berdua masuk ke dalam penginapan itu terlihat ramai sekali orang yang minum dan makan di sana.
Seorang wanita melihat star yang masuk "Oh, ada tamu apa anda ingin makan atau menginap?." tanya Wanita itu.
Star duduk di kursi kosong dengan Nicles dan menyuruh Nicles bicara "Dua -duanya." ucap Nicles.
Wanita itu menghampiri mereka biaya penginapan 3 hari seharga 20 koin perak sudah termasuk biaya makan." ucap Wanita.
"Baiklah." Nicles memberikan koinnya.
Terlihat gadis kecil yang lebih tinggi dari Star di situ sedang membereskan meja.
Banyak sekali pria yang mabuk, berjudi, dan berbincang di situ. saat sedang keadaan ramai tiba-tiba saja seorang masuk datang.
Wanita cantik berambut hitam panjang lurus, mata biru cerah, wajah cantik dengan pedang di pinggangnya.
Ia duduk di meja memesan makanan, para pria tidak berani mendekatinya karena mereka tau ia seorang Prajurit kerajaan.
Wanita itu melihat ke arah Star, ia merasa curiga kenapa orang itu menutupi wajahnya dengan tudung jubah.
Wanita itu menghampiri Star "Ehem.... tunjukan wajah mu aku takut kau itu penyusup atau mata-mata." ucapnya.
"Maaf nona, wajah tu... ah maksud saya wajah adik saya ini jelek jadi dia malu." ucap Micles.
Wanita itu tersenyum picik "Wah, kalau begitu wajah nya pasti benar benar buruk, ah bagaimana ya kalau aku melihatnya apa akan muntah." nadanya sangat mengejek.
Nicles berdiri "Maafkan saya nona, tapi tidak baik berbicara seperti." ucap Nicles.
Seorang pria memakai celemek yang datang dari dapur menghampiri mereka "Nona bisakah anda tidak menganggu pelanggan saya." ucap Pria itu.
"Geh, baiklah." Wanita itu langsung pergi kembali ke tempat duduknya.
Dia melihat ke arah Star dengan tatapan yang tajam tanpa berkedip sekali pun, rasa penasarannya benar benar tertuju pada Star.
Selepas selesai makan Star dan Nicles di antar kan ke kamar nya oleh Pria tadi "Maafkan saya atas tindakan nona yui memang suka seenaknya sendiri." ucap Pria itu membuka pintu kamar yang di kunci.
"Tidak apa-apa." ucap Nicles.
Terlihat ruangan sederhana dengan dua tempat tidur bersih, dan tempat perapian yang belum terpakai.
Star membuka jubahnya "Woah, akhirnya bisa beristirahat." Star berbaring di kasur itu.
__ADS_1
"Kalau begitu saya akan berjaga di dekat pintu tuan." ucap Nicles yang berdiri di dekat pintu itu.
Star mengambil sikap duduk dan membuka inventorynya "Seperti nya aku menghabiskan banyak uang deh, ngomong-ngomong energi Wanita tadi agak sama dengan Pahlawan dulu." ujarnya.