Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
Chapter 21 - Pertarungan dua avatar


__ADS_3

Star sekali lagi di hadang oleh seseorang di belakangnya dengan segera Star berlari menjauh dari sana agar para penduduk tidak terluka.


Mereka kini berada di luar kerajaan di mana hanya dataran rendah dan bukit saja yang terlihat.


lokasi tersebut cukup jauh dari kerajaan, lokasi yang aman jika terjadi pertarungan lagi pula Star memang sengaja membawa dia ke sana.


"Jadi kenapa kau mengikutiku?." tanya Star yang membelakanginya.


"Ya ampun, seorang anak kecil harusnya bersikap baik, apa aku harus memukulmu, nak sayang sekali wajah imut itu akan tergores." ucap seorang Wanita.


Star membalikan tubuhnya dan menatap Wanita itu. wangi bunga dari tubuhnya bisa tercium Star karena tertiup angin.


Wanita berparas cantik dengan rambut bergelombang bak ombak itu memiliki warna biru tua dengan mahkota kecil di kepala.


"Oh...... aku bertanya tanya dari tadi kenapa avatar dari salah satu Great Goddess ada di sini?." ucap Star dengan nada santai.


Wanita itu tersentak mendengar ucapan Star dari ekspresinya sepertinya dia memang avatar Great Goddess.


" Hahahaha...... kenapa kau mengira aku ini avatarnya?." Wanita itu tertawa bohong pada pada Star.


Star hanya tersenyum pada Wanita itu yang ternyata adalah Ratu dari kerajaan tujuh pahlawan. Star tau setelah memerhatikan nya pertama yang di sadari star adalah Wanita itu memakai mahkota kecil siapa lagi jika bukan orang yang berkuasa.


"Bagaimana rasanya menjadi Ratu setelah membunuh raja dari kerajaanmu?." Star meledeknya.


"Cih..... berani sekali kau." wanita itu menggigit bibirnya menunjukan ekspresi kesal.


Wanita itu segera menyerang Star dengan mengarahkan tangan nya pada Star dan sebuah skill keluar yaitu skill fire meteor .


Bola api berukuran besar itu turun dari langit dan menghujani ke arah Star yang berada di sana. dengan cepat Star memakai skill umbrella.


Sebuah payung besar muncul di atas kepala Star dan berputar kencang menghempaskan bola api itu kemana saja.


"Cukup tangguh juga." Wanita itu terus menerus menyerang star dengan bola api.


Star yang tidak punya banyak waktu langsung mengeluarkan skill Creeping root untuk menahan Wanita itu.


Sebuah akar muncul mengikat kaki Wanita itu akan tetapi dia langsung melenyapkan akar-akar yang menjalar ke kakinya.


"Geh...... menjijikan." tampangnya sangat kesal melihat akar-akar terus menjalar.

__ADS_1


Tiba-tiba saja sebuah energi kuat muncul pada Wanita itu seperti kehadiran yang mengerikan tetapi menakjubkan.


Padahal Wanita itu hanya avatar saja tapi kekuatannya begitu besar dan jelas energi tersebut mengalir ke seluruh tubuhnya.


"Wahai kekuatan mengalirlah ke dalam tubuh ku, biarkan aku meminjamnya dan hancurkan musuh yang berada di depanku." wanita itu menutup matanya sambil mengucapkan kata itu seperti berdoa.


Sebuah bayangan besar yang hanya berwarna putih muncul di belakang wanita itu. bayangan tersebut membuka mata nya dan seketika tanah bergetar hebat di buatnya.


Tanah itu terbelah menjadi dua membuat Star yang berada tepat di sana terjatuh ke dalam jurang tanah itu.


Setelah itu tanah segera menutup kembali seperti semula. Wanita itu tersenyum bahagia merasa sudah menang melawan Star.


"Hanya orang lemah ternyata." ucap Wanita itu dengan nada puas.


Tiba-tiba saja tanah bergetar kembali membuat Wanita itu hampir saja terjatuh,dia segera menjauh dari situ.


Tanah terbuka lebar kembali dengan Star yang sudah berada di atas melayang terbang di udara itu "Karena sebenar lagi waktu ku habis kenapa tidak sekalian bersenang senang dulu."


Star menyerang wanita itu menggunakan kekuatannya lalu sebuah serangan cahaya mengarah pada Wanita itu.


Wanita itu menggunakan barrier kuat hingga serangan itu terpantul menghancurkan gunung yang berada tepat di belakang Star.


Tanah yang hancur dan berlubang besar, bukit yang hancur terbelah dua, pemandangan yang tadi nya biasa saja kini terlihat seperti wilayah yang mengerikan.


Hangus itulah kata yang tepat untuk di katakan pada wilayah ini, mereka berdua terus beradu kekuatan sampai wilayah itu benar-benar rusak parah.


Jika saja star tidak berpindah dan mencari wilayah seperti ini mungkin entah pemandangan seperti apa yang terpampang nantinya.


Wanita itu menghembuskan nafasnya masuk dan keluar seperti mulai lelah dengan pertarungan yang imbang itu. wajah berkeringat tangannya mulai gemetar.


Serangan yang berwarna itu terus di keluarkan mereka berdua tanpa henti hingga membuat wilayah itu menjadi gelap karena cahaya matahari terhalang oleh energi mereka .


Mata keduanya saling menatap tajam ujung jari jari mereka berdua mengepal seperti siap meninju kapan saja.


Star mengangkat tangannya yang sudah di kepal itu begitu pula dengan wanita itu dengan cepat menyerang Star.


Tinju mereka saling bertemu menimbulkan getaran hingga gempa di sekitarnya. air laut tidak seimbang dan gunung meletus karena energi mereka menyebabkan iklim terganggu.


"Jika seperti ini terus seperti nya tidak akan ada akhirnya." ucap Wanita itu.

__ADS_1


Itu buruk jika mereka terus bertarung maka wilayah itu akan mengalami kerusakan internal yang lebih buruk lagi.


Star melihat ke sekelilingnya dia berpikir jika terus begini kerusakan bisa saja tersebar lebih luas lagi karena benturan energi yang berulang ulang.


Sayang sekali dirinya yang ingin bersenang senang itu di halangi hatinya karena tidak tega melihat kerusakan yang lebih parah lagi.


Wanita itu mengerutkan wajahnya "Ada apa nak? apa kau manusia yang cinta alam ?." nada suaranya jelas sekali merendahkan Star.


"Tidak.... aku hanya berpikir kekuatan mu lemah sekali karena dampak ini sebagian besar karena kekuatanku." jawab Star.


Wanita itu geram karena perkataan Star membuat dia mengeluarkan pedangnya itu. segera dia mendekat ke arah Star yang sekarang berpijak pada tanah.


Serangan pedang terus di lakukan wanita itu pada Star yang hanya menghindar dari serangan nya saja dan tidak menyerang sama sekali walau pun jarak Wanita itu tidak terlalu jauh.


Wanita itu mengarahkan pedangnya ke depan Star dan membelah angin membuat hembusan kencang hingga dapat membuat Star hampir terpental.


Serangannya semakin menjadi jadi hingga dia fokus menyerang saja dan lupa melindungi dirinya. melihat celah Star segera menyerang balik pada wanita itu.


Dengan menghempaskan Wanita itu menggunakan kekuatan angin miliknya sampai terpental jauh.


Wanita itu terbaring penuh luka, dia berusaha berdiri dan berhasil walaupun terjatuh berkali kali .


"Hiyaaaa." teriaknya yang terus menyerang ke Star menggunakan pedangnya.


"Ku pikir kau itu tenang, ternyata cukup ceroboh ya." ucap Star.


Star mengeluarkan bola air yang di lempar pada Wanita itu hingga basah di sekujur tubuhnya "apa ini?." tanya heran Wanita itu.


"Begini aku perlu menangkap mu hidup hidup tapi aku akan sedikit menyiksa mu mohon bertahan lah sedikit." ucap Star yang menunjuk ke arah langit.


"Apa yang akan kau lakukan ?." Wanita itu melihat ke atas langit yang mendung hanya di atasnya.


"Srakkkk."


Suara bergemuruh di langit dan petir menyambar Wanita itu yang sudah kehabisan energi.


Berkali kali dia di sambar hingga rambut yang bergelombang itu berubah menjadi kriting "Huahhhh...... sakiitt." teriak Wanita itu yang jeritan nya tak terdengar oleh suara petir yang terus menyambar kencang hingga wanita itu pingsan.


Star segera menghubungi Fi untuk membawa wanita itu ke Altair karena dirinya sebentar lagi akan menghilang dan menjadi informasi untuk Star yang asli.

__ADS_1


__ADS_2