Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
Chapter 38 - Sedikit keributan


__ADS_3

Ayaka sudah bisa mengendalikan jantung penghisap dengan baik, karena cahaya hijau yang masuk kedalam jantungnya bekerja dengan baik.


Meski rasa sakit yang amat itu membuat Ayaka hampir kehilangan nyawa, tapi untungnya Ayaka dapat lolos dari kematian, karena dia percaya pada tuannya yaitu Star yang sudah memperhitungkan kejadian ini dengan baik.


Ayaka yang sudah pulih ditugaskan untuk melakukan tugasnya lagi, tapi dia tidak dikirim ke kerajaan emprey sebab urusan kerajaan sudah selesai.


"Skill pasif itu sangat berguna rupanya." Star berjalan mengelilingi lorong yang terdapat patung putih berbentuk kepala sampai lehernya saja berjejer rapih di kedua sisi kiri dan kanan lorong.


lantai putih dan hitam yang mengkilap, tanpa ada debu sedikitpun di lantai itu bahkan kau bisa tidur dengan nyaman di lantai tersebut.


jendela yang tidak bisa dibuka dengan lampu-lampu kecil yang menerangi di setiap jalan lorong-lorong yang Star lalui.


Lorong tidak terlihat gelap karena sinar dari lampu itu. Star seorang diri saja, tanpa ada seorang pun yang menemaninya.


Ia bisa saja menyuruh Gilda atau yang lain untuk menemani dirinya, tetapi Star lebih suka sendiri mengelilingi lorong indah yang dibuat itu.


"Nostalgia, dulu saat bermain game aku selalu menyukai lorong ini, karena takut gelap aku menaruh lampu kecil di sepanjang lorong agar terang." Star berhenti di pintu berlambang dua buku yang menumpuk.


"Ini saat-saat yang aku tunggu. perpustakaan Altair dimana aku menyimpan seluruh kejadian yang aku alami dan menulisnya dibuku."


Star gampang sekali lupa. oleh sebab itu dia selalu mencatat kejadian yang dialaminya di saat berada di game.


Karena terlalu banyak buku membuat dia kesulitan menyimpan buku-buku itu hingga di buatlah perpustakaan keseharian Star saat bermain game.


"Perpustakaan ini hanya bisa dibuka oleh kunci ini." Star tidak pernah membiarkan orang lain masuk ke perpustakaan itu, karena memalukan melihat buku yang isinya hanya keseharian yang membosankan itu.


"Mari kita cari dirak buku 08." Star mencari rak buku dengan nomor 8 yang dipasang tepat di atas rak "Oh itu dia akhirnya aku menemukannya." Star mengambilnya menggunakan skill psikokinesis.


Buku dengan judul 'Pembatas' terlihat agak sedikit berdebu. Star membersihkan debu yang menempel dibuku itu hingga bersih.


"Mari kita lihat." Star membuka isi buku itu sambil duduk di kursi yang dibuatnya.


Pembatas adalah sebuah sistem yang diterapkan agar pemain tidak bisa melewati batas map pada game worldverse yang sudah ditentukan.


Jika ada orang licik yang melewati pembatas maka akan menerima hukuman yang berat yaitu di reportnya akun game orang itu hingga hilang seakan akun itu tidak pernah ada.

__ADS_1


Pembatas dapat terlihat saat wilayah itu berwarna merah atau terdapat dinding yang tidak terlihat sehingga membuat player tidak akan bisa memasuki wilayah tersebut.


masih menjadi misteri kenapa pembatas selalu berubah-ubah setiap hari. paling parah saat pembatas itu berada di wilayah yang sudah dibeli player.


( Wilayah yang dimaksud disini itu kamu beli satu set kota dengan penduduknya atau wilayah doang. tujuannya agar kita bisa tau monster atau item apa yang ada di wilayah itu kalau kita membelinya).


Benar-benar game yang cukup menguras emosi player. hukuman yang berat dan peraturan yang gila membuat player tidak bermain game itu lagi meskipun masih banyak yang bermain juga termasuk aku.


Setelah Star membaca buku itu dirinya jadi bertanya tentang apa fungsi pembatas dalam game itu? kenapa harus berpindah-pindah? juga kenapa harus di wilayah yang memiliki bos monster level disaster.


Sedikit rancu jika dibandingkan game lain. game yang tiba-tiba muncul entah darimana ini berhasil membuat sebagian orang tergila-gila hingga ada yang sampai mati karena lupa makan.


Mungkin sekarang orang itu sudah berada di dunia lain seperti aku. hahahaha ini benar-benar tidak masuk akal oy.


Star yang sudah terbiasa tidur setelah membaca buku itu langsung terlelap tidur di atas buku yang dijadikan bantal.


Entah kenapa saat membaca buku aku selalu mengantuk? apa ini kekuatan dari buku ya?.


Gilda yang memasuki ruangan kerja Star sangat terkejut, karena Star tidak berada di sana.


Dan benar firasat Gilda kalau Star tidur di perpustakaan dimana tidak seorang pun yang dapat menemukan dirinya.


"Anda dimana tuan?." Gilda mempercepat langkahnya mencari Star ke mana-mana.


Sampai Orion yang baru sampai dari negara bahwa laut dan Kiana yang mengurus tentang perkembangan sekolah menjadi panik.


"Hei, apa kau dari tadi cuman berkeliling saja? kami mempercayai dirimu untuk mengurus tuan Star." Kiana melemparkan berkas dan berlari dengan tidak anggunnya.


"Seperti biasa dia selalu saja berlebihan seperti ibu dan anak saja." kata Orion.


"Aku yakin jika Kiana mendengar ucapan itu maka dia akan melemparkan kursi atau pohon berukuran besar kepadamu." ujar Gilda yang membalas ucapan Orion.


"Itu sebabnya aku tidak pernah berkata seperti ini didepan wanita itu." Orion mengambil berkas yang berantakan di bawah lantai.


Gilda juga pergi dari sana untuk mencari Star.

__ADS_1


'Dubrak'


Suara pintu yang terbanting sampai membuat Oliver terperanjat dari kursinya.


"Hei, kau wanita gila bisa tidak pelan-pelan membuka pintu." kesal Oliver.


"Apa kau melihat tuan Star?." tanya Kiana dengan wajah yang amat serius.


"Apa-apaan wajah itu. lagi pula kalau tuan Star kemari aku sangat senang."


"Kau!." Kiana mengacungkan jarinya pada Oliver.


"Apa?." sentak Oliver.


Xavier yang kebetulan masuk ke ruangan itu terlihat jengkel dengan mereka berdua.


"Apa kalian ini tidak punya akal? berhenti membuat ribut!." Xavier memberikan selembar kertas pada Oliver.


Kiana menghela nafas panjang. Xavier yang melihat itu bertanya pada Kiana "Ada apa? kenapa kau terlihat panik begitu?." tanyanya.


"Tuan Star tidak ada di ruangan maupun di luar. ini membuatku sedikit khawatir." jawab Kiana.


"Aku yakin tuan Star ada di tempat dimana hanya ia sendirilah yang bisa menemukannya." kata Xavier.


"Tuan Star tidak mungkin menghilang begitu saja. aku yakin dia sedang ada urusan lain." sela Oliver.


"Ayolah, cukup kerjakan tugasmu dengan baik. aku yakin tuan Star akan senang, jika pekerjaannya sedikit ringan. dia pasti akan bahagia dan kita juga bisa senang melihat tuan Star yang tersenyum itu." kata Xavier yang mengambil susunan kertas lain di meja Oliver.


"Baiklah, aku akan melaksanakan pekerjaan ini dulu." Kiana pergi dengan hati yang nampak senang.


"Ugh, anu Xavier apa kau yakin ini tidak apa-apa?." tanya Oliver.


"Sifat Kiana itu sedikit berlebihan. kau tau tuan Star itu kuat dan pintar buktinya saja dia bisa bebas dari segel, walaupun kita sempat dihebohkan saat tuan Star menghilang waktu melawan malaikat. tidak sopan kalau kita meragukan kekuatan tuan kita. cukup berpikir jernih tentang hal itu selama tuan belum terluka atau disakiti maka kita tidak perlu ikut campur dengan urusannya. kita hanya perlu menuruti perintahnya saja itu sudah cukup."


"Aku rasa ucapan itu ada benarnya juga." sahut Oliver.

__ADS_1


__ADS_2